Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Ingin Trading Forex Jangka Panjang, Gunakan Sistem Open Interest
    Click image for larger version

Name:	59c68d094075d4198f74d5c34742774a.png
Views:	1
Size:	72.0 KB
ID:	13020218Open interest atau bisa disebut terbukanya minat pada pasar yang berjangka, merupakan jumlah kontrak yang ada dan bagian dari lapotan COT. Sangat penting untuk diingat bahwa open interest merujuk pada jumlah kontrak berjangka yang tertahan lewat dari waktu semalam.

    Dengan begitu, dia akan menyelesaikan semua aktivitas pada day trading. Open interest juga akan ada saat pembeli serta penjual sama-sama membuat kesepakatan kontrak. Jadi, jika Anda ambil posisi long dan kemudian ambil posisi short, maka kedua pihak sedang membuat kontrak dan suatu komitmen atau kesepakatan di dalam pasar.

    Open interest sendiri bukan hal yang sifatnya real time. Alasannya, karena hanya diperbaharui di penutupan setiap hari kerja saja. Open interest juga bukanlah sebuah jenis angka yang kumulatif. Ia akan menyatakan sejumlah kontrak yang terbuka pada pasar disaat tersebut.

    Memahami Apa itu Open Interest

    Sebagian besar dari para trader sangat memahami tentang hal-hal misalnya volume serta bagaimana cara kerjanya dalam mempertahankan sebuah tren. Akan tetapi, mereka juga tidak terlalu paham tentang apa itu konsep open interest. Saat berurusan dengan sebuah kontrak derivatif misalnya CFD, tidak seperti halnya pada saham. Saat jumlah angka saham yang diajarkan oleh perusahaan sudah dicatat, open interest sifatnya fluktuatif dan bisa berubah-rubah.

    Saat seseorang menjual kontraksi, maka mereka sedang menjualnya kepada pembeli. Apabila Anda merupakan pembeli itu dan tidak memiliki posisi apapun pada kontrak berjangka tersebut, maka Anda bisa membeli kontrak tersebut dari sejumlah orang yang berbeda dan mungkin merupakan penjual baru.

    Hal tersebut artinya kontrak ini tidak ada sebelum terjadi transaksi tersebut. Apa yang terjadi yaitu penjual membuat kontrak baru serta menjualnya kepada Anda dan mengakui bahwa volumenya bertambah sebanyak 1 kontrak. Disaat yang bersamaan, open price juga akan naik dengan jumlah 1 kontrak. Karena hal tersebut merupakan total jumlah kontak yang diperdagangkan disaat tersebut.

    Jika Anda membeli kontrak yang baru dari seseorang yang sudah mempunyai kontrak berjangka dan sedang memutuskan untuk keluar dari posisi mereka karena adanya alasan tertentu, maka apa yang terjadi adalah dia sedang melakukan transfer kepemilikannya untuk Anda. Dalam hal ini volumenya tetap akan bertambah dengan jumlah 1 kontrak. Akan tetapi, open interest tidak akan berubah disebabkan tidak ada kontak yang baru dibuat, hanya terdapat kontak lama yang berpindah tangan dari 1 orang kepada individu yang lain.

    Jika Anda ingin menutup kontrak sebelumnya dari orang yang sudah mempunyai kontrak berjangka. Hal tersebut artinya kedua pelaku pasar sedang melakukan penutupan posisi mereka, dan kemudian open interest akan mengalami pengurangan sebanyak 1 kontrak.

    Bagaimana Cara Memakai Open Interest?

    Open interest harus dipakai seperti halnya teori analisa fundamental, analisa teknis maupun analisa musiman atau seasonal. Dia bukanlah rencana cadangan dalam sebuah trading, hanya merupakan sebuah alat trading yang sebaiknya dimiliki oleh Anda.

    Saat dipakai bersamaan dengan misalnya indikator waktu dan juga pengukuran sentimen yang lainnya, maka alat tersebut akan meningkatkan peluang keberhasilan Anda dengan secara umumnya. Ini sangat penting dalam menyadari bahwa open interest sifatnya relatif, yang artinya tidak akan menjadi apa-apa apabila Anda tidak punya pengetahuan history mengenai hal tersebut.

    Memahami apa itu open interest merupakan sebuah hal yang penting saat Anda mengamati sebuah trend dan juga mencari tahu apakah tren tersebut kemungkinannya masih akan berlanjut. Contohnya, Anda berada pada sebuah trend dan mungkin sedang bullish atau menanjak, maupun bearish atau menurun, selanjutnya misalnya dihadapkan dengan empat situasi yang berbeda.

    Pertama, apabila volume serta open interest jumlahnya bertambah, maka tren tersebut akan kemungkinan besar berlanjut karena terdapat lebih banyak minat pada tren tersebut dari pelaku pasar.

    Kedua, apabila volumenya bertambah akan tetapi open interest menjadi berkurang. Hal tersebut sebenarnya menunjukkan bahwa pelaku pasar ada pada rentang kontrak mereka. Oleh karena itu, tren tersebut bisa saja akan berbalik.

    Ketiga, apabila volumenya bertambah dan juga open interest jumlahnya juga bertambah. Maka terdapat kemungkinan pembalikan tren karena terdapat semakin sedikit orang yang melakukan transaksi. Ini menandakan bahwa tren pada lingkup yang lebih besar cenderung mengalami permasalahan.

    Keempat, apabila volume dan juga open interest jumlahnya berkurang, maka artinya banyak orang yang sedang keluar dari kontrak yang mereka miliki. Hal tersebut merupakan tanda kuat bahwa akan ada pembalikan arah.

    Volume dan Open Interest Pada Strategi Trading

    Dalam analisa teknikal pada suatu perdagangan, ada tiga kelompok data. Tiga kelompok data yang dipakai oleh para analis pasar dalam melakukan pengukuran likuiditas dan juga aktivitas pergerakan. Ketiganya yaitu volume, open interest, dan juga harga tersebut sendiri.

    Volume transaksi yaitu jumlah transaksi kontrak berjangka pada sebuah sesi perdagangan yang dihitung secara harian. Sebuah kontrak bisa terjadi apabila ada kesepakatan harga dan kuantitas komoditi yang selanjutnya ditransaksikan di antara penjual dan pembeli. Tidak heran apabila di bagian akhir sesi dagang, jumlah semua kontrak yang akan dibeli sama jumlahnya dari semua kontrak yang sudah dijual.

    Para analis memakai volume dalam menaksir kesehatan dan juga pergerakan trend harga yang berlaku apakah itu naik, turun, atau datar. Jumlah volume tidak dilihat dengan spesifik di level berapa, mereka cuma diklasifikasikan menjadi tiga bagian antara lain terendah, rata-rata atau tetap, dan juga tinggi.

    Sekuat apapun trend yang terjadi, harganya tidak akan naik terus menerus. Akan selalu terdapat pergerakan yang berlawanan arah atau mengalami koreksi. Kondisi tersebut umumnya disebabkan pembeli yang menutup posisi mereka dalam merealisasikan keuntungan. Jadi, kalau kondisi koreksi tersebut tidak kelihatan peningkatan volume, maka dapat diartikan trend naik masih sehat dan terus berlangsung.

    Volume penting dalam analisa teknikal, karena akan memberikan informasi mengenai pergerakan pasar yang potensial. Para investor dan trader akan memandang volume menjadi indikator kekuatan perdagangan. Semakin tinggi nilai volumenya, maka akan semakin banyak minat untuk pergerakan harga yang sekarang ini ada.

    Perbedaan Volume dan Open Interest
    Click image for larger version

Name:	19c4da9163d6be80587d52d8e8090682.png
Views:	1
Size:	53.4 KB
ID:	13020219
    Perbedaan antara volume dan open interest antara lain sebagai berikut. Pada volume akan menunjukkan jumlah kontak yang sudah dijual atau dibeli sedangkan pada open interest menunjukkan berapa jumlah kontrak yang ternyata belum dilakukan. selanjutnya volume ditunggu secara harian.

    Kenaikan harga pada open interest naik, sementara open interest meningkat menggambarkan bahwa uang baru yang masuk ke pasar mencerminkan pembeli baru. Ini akan dianggap bullish yang sehat. Sementara, kenaikan harga pada tren naik sementara open interest mengalami penurunan, menggambarkan bahwa penjual sudah menutup posisi. Uang akhirnya meninggalkan pasar dan hal tersebut merupakan pertanda bearish.

    Selanjutnya, turunnya harga pada trend sementara nilai open interest mengalami peningkatan, maka hal tersebut menggambarkan bahwa uang baru akan segera masuk ke pasar. Ini menjadi tanda kelanjutan trend yang menurun. penurunan harga pada trend turun sementara open interest juga menurun, memperlihatkan spekulan melakukan likuidasi posisi dan ini memperlihatkan tanda trend naik.

    Akan tetapi, hal tersebut juga bisa menunjukkan klimaks penjualan sudah mendekat. Open interest yang tinggi sementara harganya menurun tajam di area resistance maka ini menggambarkan adanya skenario bearish.

    Sehingga, volume dan open interest akan menunjukkan tingkat likuiditas dan aktivitas kontrak pada pasar opsi serta pasar berjangka. Kemudian, volume mengacu berdasarkan jumlah perdagangan yang sudah diselesaikan dan dipakai sebagai ukuran utama kekuatan. Open interest menggambarkan jumlah kontrak yang dipegang baik oleh investor maupun pedagang pada posisi yang aktif, dan siap segera diperdagangkan.

  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    penjelasan di atas tidak ada sangkut pautnya dengan chart yang diposting, jadi masih kabur juga dengan istilah open interest, tapi kalau mau melihat market bullish atau bearish, mungkin trader bisa ambil patokan dari chart kerangka waktu harian, supaya tau apakah tren marketnya masih kuat atau tidak
     
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode
    • #3 Collapse

      Selamat atas terbitnya thread barunya gan namun saya bingung maksud dan tujuannya materi ini karena tidak di ikut sertakan gambar persubenya seandainya bisa di cantumkan gambar juga gan agar berkaitan teory yang di jelaskan dengan contoh gambarnya mungkin lebih menarik dan cepat di pahami.

      Comment

      Advanced mode
      • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
      • #4 Collapse

        Originally posted by Oniperm View Post
        Selamat atas terbitnya thread barunya gan namun saya bingung maksud dan tujuannya materi ini karena tidak di ikut sertakan gambar persubenya seandainya bisa di cantumkan gambar juga gan agar berkaitan teory yang di jelaskan dengan contoh gambarnya mungkin lebih menarik dan cepat di pahami.
        ngak ada kaitan antara chart indikator yang disebutkan dengan teori volum yang dijelaskan, jadi memang membingungkan tanpa contoh gambar chartnya, bisa aja sih teori ini masuk akal, tapi tanpa penjelasan yang cukup, maka orang tidak akan mengerti
         
        Place your siggy here

        Comment

        Advanced mode

        Online

        Working...
        X