Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Dasar Tentukan Buka Posisi Melalui Semua Jenis Moving Average
    Click image for larger version

Name:	cara-buy-dan-sell-di-mt4-android-moving-average.jpg
Views:	1
Size:	73.5 KB
ID:	13020216
    Seorang trader yang baik harus memiliki kemampuan untuk memanfaatkan sejumlah tools yang ada pada platform trading. Ini dilakukan untuk membantu analisa bisa lebih akurat lagi sehingga tepat dalam mengambil keputusan. Pada setiap platform trading pasti akan disediakan alat-alat yang lengkap misalnya adalah indikator moving average.

    Mungkin banyak yang tidak mengetahui apa fungsi dari indikator tersebut dan apa saja jenis-jenisnya? Pengetahuan yang baik mengenai indikator ini akan membantu Anda menganalisa pergerakan harga untuk mengambil posisi jual atau beli. Selain itu, Anda juga bisa memutuskan manakah jenis indikator moving average yang layak digunakan pada sebuah kondisi grafik tertentu.

    Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai bagaimana caranya memakai moving average untuk dasar menentukan kapan harus masuk (open posisi) dan juga kapan sebaiknya keluar (close posisi).

    Kenapa Moving Average?

    Siapa yang tidak mengenal indikator moving average ini? Indikator ini dipakai oleh banyak orang dan seringkali digunakan para trader dalam menyaring lokasi harga yang sifatnya acak yang ada di grafik trading.

    Selain itu, indikator moving average ini juga dapat menjadi indikator trend following yang cukup sederhana serta mudah digunakan. Melihat fungsinya yang sangat fleksibel tersebut, maka open posisi dengan menggunakan indikator moving average menjadi sebuah hal yang biasa dilakukan baik itu oleh para trader pemula maupun mereka trader profesional.

    Jenis-jenis Moving Average

    Moving average merupakan indikator yang mempunyai fungsi untuk menghitung rata-rata pergerakan dari sejumlah data. Metode perhitungan rata-rata pergerakan tersebut juga mempunyai berbagai jenisnya kritik beberapa di antaranya misalnya simple moving average, eksponensial moving average, linear weighted moving average, dan lain-lain yang masing-masing mempunyai kelebihannya sendiri. Berikut ini akan kami jelaskan masing-masing jenis moving average tersebut:

    Simple Moving Average

    Moving average jenis ini merupakan yang paling umum dipakai. Untuk cara perhitungannya juga sangat sederhana, yaitu dengan menjumlahkan total harga dalam satu periode, selanjutnya membaginya dengan periode waktu yang sudah ditentukan. Contohnya, jika Anda memakai SMA 50 dengan kerangka waktu harian, maka SMA itu merupakan hasil dari perhitungan rata-rata dari pergerakan 50 candlestick dalam jangka waktu 50 hari. Contoh lainnya, apabila memakai SMA 200. SMA itu merupakan hitungan rata-rata pergerakan 100 candlestick dalam jangka waktu 200 hari. Jika semakin besar periode SMA yang di pakai, selanjutnya responnya juga akan semakin lambat terhadap pergerakan harga.

    Exponential Moving Average

    Exponential moving average atau EMA mempunyai perhitungan yang cenderung lebih kompleks, dan juga mampu untuk lebih responsif terhadap pergerakan harga yang paling baru daripada simple moving average. Perhitungan yang dilakukan atas dasar rata-rata pergerakan harga pada suatu periode tertentu, kemudian selanjutnya ditambahkan dengan multiplier atau pembobotan.

    Linear Weighted Moving Average

    Linear weighted MA adalah fungsi lain dari indikator moving average banyak dipakai oleh kalangan trader untuk alat penentuan tren. Cara perhitungan dari linear weighted moving average berdasarkan atas semua harga penutupan. Selanjutnya dikalikan dengan posisi titik datang dan kemudian akan dibagi dengan jumlah periode yang dipakai.

    Contohnya, apabila memakai periode 5, maka selanjutnya LWMA akan mengambil data bentukan pada saat ini dan kemudian mengalikan dengan angka 5, kemudian harga penutupan yang kemarin dan dikalikan dengan empat, dan begitu seterusnya. Kemudian, dibagi dengan total periode yang dipakai. LWMA mempunyai pergerakan yang sama responsifnya dengan indikator EMA. SMA mempunyai pergerakan yang cenderung lebih lambat daripada dengan menggunakan LWMA.

    Entry Posisi dengan Menggunakan Indikator Moving Average

    Setelah memahami apa saja jenis moving average seperti di atas, kini saatnya kita melakukan pembahasan yang lebih mendalam tentang bagaimana caranya open posisi dengan memakai moving average ini. Secara garis besarnya, terdapat tiga cara dalam melakukan open posisi dengan moving average. Caranya yaitu bisa dengan menggunakan MA sebagai crossover, MA dengan memakai price action, serta MA digunakan sebagai trend filter.

    Penjelasan di bawah ini akan memakai SMA, karena walaupun sinyalnya dinilai relatif kurang bagus responnya, akan tetapi bisa meminimalisir terjadinya sinyal palsu. Selain itu, pemakaian SMA akan lebih umum serta mudah dipahami dibandingkan indikator EMA, terlebih lagi LWMA.

    Open Posisi Disaat Terjadinya Crossover

    Cara berikut ini cukup banyak dipakai oleh para trader saat membuka open posisi dengan menggunakan indikator moving average. Dalam menerapkannya, diperlukan 2 indikator moving average sekaligus. Periode yang biasa digunakan adalah SMA 20, SMA 50, dan juga SMA 100. Atau bisa juga SMA 50 dan SMA 100. Cara entri yang dilakukan adalah saat terjadi golden cross atau death cross pada garis MA itu.

    Jika terjadi death cross, yaitu SMA 20 melintas atas dari atas ke arah bawah SMA 50, maka hal tersebut bisa merupakan sinyal downtrend yang akan terjadi dan Anda diperbolehkan untuk pasang posisi sell. Sementara, apabila yang terjadi yaitu golden cross dengan SMA 20 melintas dari arah bawah ke arah atas SMA 50, maka hal tersebut merupakan pertanda terjadinya uptrend. Dalam kondisi ini Anda bisa pasang posisi buy. Akan tetapi, Anda harus tetap mengutamakan money management dalam setiap posisi apapun yang dibuka.

    Open Posisi Ketika Terjadi Sinyal Price Action

    Cara open posisi ini dilakukan dengan memanfaatkan sebuah indikator moving average saja. Dalam hal ini, indikator MA yang bisa dipakai untuk menjadi support atau resistance yang dinamis. Jika pergerakan harga memotong MA dari atas ke arah bawah, maka MA ini fungsinya akan menjadi sebagai support. Apabila harga nantinya ditutup dengan memantul dari garis MA, maka hal ini menjadi tanda bahwa pergerakan akan melanjutkan tren bullish.

    Demikian juga apabila sebaliknya, saat harga bergerak memotong MA dari arah bawah ke arah atas, maka hal tersebut akan berfungsi sebagai resistance. Jika selanjutnya harga ditutup memantul dari garis MA, maka hal tersebut akan menjadi pertAnda harga kembali kepada trend bearish. Dalam mengkonfirmasi sinyal pullback harga dari MA sebagai sebuah support resistance yang dinamis, Anda bisa memakai sinyal price action.

    Dari sebuah grafik chart, harga dalam beberapa kali menguji SMA sebagai sebuah resistance. Akan tetapi, akhirnya harga akan memantul kembali ke arah bawah dalam meneruskan down trend. Open posisi jual bisa Anda lakukan saat bergerak mendekati nilai SMA 50, yang diikuti dengan timbulnya sinyal price action.

    Akan tetapi, Anda juga harus mewaspadai kemungkinan harganya tidak memantul ketika menembus batas resistance. Apabila harganya terus bergerak naik, ini bisa menjadi indikasi perubahan trend yang akan terjadi. Pastikanlah Anda telah memasang stop loss sebelumnya, ataupun menerapkan rasio risk reward agar mengamankan dana pada akun trading Anda.

    Open Posisi dengan Memakai MA Menjadi Trend Filter

    Cara memakai moving average sebagai tren filter pada open posisi juga sebenarnya sederhana. Untuk mengaplikasikannya, MA berfungsi untuk menyaring trend yang saat ini terjadi. Apabila harganya bergerak diatas kurva MA, maka hal tersebut akan mengindikasikan sinyal sedang uptrend. Apabila pergerakan harganya dibawah kurva MA, maka hal tersebut menjadi kondisi sedang downtrend.

    Untuk menjadikan moving average sebagai trend filter, periode yang biasa digunakan yaitu SMA 200. Kemudian bagaimana dengan open posisinya? Di sini Anda membutuhkan sebuah indikator lagi untuk konfirmasi momentum entry. Indikator yang umumnya dipakai adalah stokastik CCI, ataupun W%R. Agar lebih lengkapnya tentang open posisi menggunakan moving average sebagai trend filter, Anda bisa melihatnya pada misalnya sebuah grafik yang memiliki SMA 200.

    Pertama-tama, Anda harus mengamati terlebih dahulu apakah harganya bergerak diatas SMA 200 atau berada di bawah SMA 200 ini. Dalam sebuah contoh grafik, harganya misalnya bergerak diatas SMA 200 dan menjadi bahwa sinyal uptrend sedang terjadi di sana. Pada kondisi tersebut Anda bisa memilih opsi beli atau buy. Anda bisa melakukan posisi buy ini disaat indikator CCI memperlihatkan harga sedang dalam posisi oversold.

    Kesimpulannya, sebenarnya terdapat banyak analisa yang bisa digunakan untuk pedoman trading. Open posisi dengan menggunakan mesin frais yang merupakan satu dari banyak metode analisa teknikal di trading forex. Banyak para trader yang memakai informasi moving average ini dengan aplikasinya yang berbeda. Semua tergantung dari seorang trader dan menginterpretasikan serta memanfaatkan informasi yang didapatkan.
    Click image for larger version

Name:	double-ma-strategy.png
Views:	1
Size:	57.0 KB
ID:	13020217
    Apapun cara trading yang Anda pakai dengan menggunakan moving average. Hal yang selalu harus diingat bahwa open posisi dengan menggunakan indikator ini hanyalah sebagai alat identifikasi saja. Janganlah menjadikannya sebagai patokan utama, apalagi untuk holy trail pada trading yang Anda lakukan. Karena sebenarnya, yang bisa membuat Anda selamat hanyalah manajemen keuangan serta bisa menjaga psikologis saat melakukan trading.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    Originally posted by Nas Media View Post
    [ATTACH]425189[/ATTACH]
    Seorang trader yang baik harus memiliki kemampuan untuk memanfaatkan sejumlah tools yang ada pada platform trading. Ini dilakukan untuk membantu analisa bisa lebih akurat lagi sehingga tepat dalam mengambil keputusan. Pada setiap platform trading pasti akan disediakan alat-alat yang lengkap misalnya adalah indikator moving average.

    Mungkin banyak yang tidak mengetahui apa fungsi dari indikator tersebut dan apa saja jenis-jenisnya? Pengetahuan yang baik mengenai indikator ini akan membantu Anda menganalisa pergerakan harga untuk mengambil posisi jual atau beli. Selain itu, Anda juga bisa memutuskan manakah jenis indikator moving average yang layak digunakan pada sebuah kondisi grafik tertentu.

    Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai bagaimana caranya memakai moving average untuk dasar menentukan kapan harus masuk (open posisi) dan juga kapan sebaiknya keluar (close posisi).

    Kenapa Moving Average?

    Siapa yang tidak mengenal indikator moving average ini? Indikator ini dipakai oleh banyak orang dan seringkali digunakan para trader dalam menyaring lokasi harga yang sifatnya acak yang ada di grafik trading.

    Selain itu, indikator moving average ini juga dapat menjadi indikator trend following yang cukup sederhana serta mudah digunakan. Melihat fungsinya yang sangat fleksibel tersebut, maka open posisi dengan menggunakan indikator moving average menjadi sebuah hal yang biasa dilakukan baik itu oleh para trader pemula maupun mereka trader profesional.

    Jenis-jenis Moving Average

    Moving average merupakan indikator yang mempunyai fungsi untuk menghitung rata-rata pergerakan dari sejumlah data. Metode perhitungan rata-rata pergerakan tersebut juga mempunyai berbagai jenisnya kritik beberapa di antaranya misalnya simple moving average, eksponensial moving average, linear weighted moving average, dan lain-lain yang masing-masing mempunyai kelebihannya sendiri. Berikut ini akan kami jelaskan masing-masing jenis moving average tersebut:

    Simple Moving Average

    Moving average jenis ini merupakan yang paling umum dipakai. Untuk cara perhitungannya juga sangat sederhana, yaitu dengan menjumlahkan total harga dalam satu periode, selanjutnya membaginya dengan periode waktu yang sudah ditentukan. Contohnya, jika Anda memakai SMA 50 dengan kerangka waktu harian, maka SMA itu merupakan hasil dari perhitungan rata-rata dari pergerakan 50 candlestick dalam jangka waktu 50 hari. Contoh lainnya, apabila memakai SMA 200. SMA itu merupakan hitungan rata-rata pergerakan 100 candlestick dalam jangka waktu 200 hari. Jika semakin besar periode SMA yang di pakai, selanjutnya responnya juga akan semakin lambat terhadap pergerakan harga.

    Exponential Moving Average

    Exponential moving average atau EMA mempunyai perhitungan yang cenderung lebih kompleks, dan juga mampu untuk lebih responsif terhadap pergerakan harga yang paling baru daripada simple moving average. Perhitungan yang dilakukan atas dasar rata-rata pergerakan harga pada suatu periode tertentu, kemudian selanjutnya ditambahkan dengan multiplier atau pembobotan.

    Linear Weighted Moving Average

    Linear weighted MA adalah fungsi lain dari indikator moving average banyak dipakai oleh kalangan trader untuk alat penentuan tren. Cara perhitungan dari linear weighted moving average berdasarkan atas semua harga penutupan. Selanjutnya dikalikan dengan posisi titik datang dan kemudian akan dibagi dengan jumlah periode yang dipakai.

    Contohnya, apabila memakai periode 5, maka selanjutnya LWMA akan mengambil data bentukan pada saat ini dan kemudian mengalikan dengan angka 5, kemudian harga penutupan yang kemarin dan dikalikan dengan empat, dan begitu seterusnya. Kemudian, dibagi dengan total periode yang dipakai. LWMA mempunyai pergerakan yang sama responsifnya dengan indikator EMA. SMA mempunyai pergerakan yang cenderung lebih lambat daripada dengan menggunakan LWMA.

    Entry Posisi dengan Menggunakan Indikator Moving Average

    Setelah memahami apa saja jenis moving average seperti di atas, kini saatnya kita melakukan pembahasan yang lebih mendalam tentang bagaimana caranya open posisi dengan memakai moving average ini. Secara garis besarnya, terdapat tiga cara dalam melakukan open posisi dengan moving average. Caranya yaitu bisa dengan menggunakan MA sebagai crossover, MA dengan memakai price action, serta MA digunakan sebagai trend filter.

    Penjelasan di bawah ini akan memakai SMA, karena walaupun sinyalnya dinilai relatif kurang bagus responnya, akan tetapi bisa meminimalisir terjadinya sinyal palsu. Selain itu, pemakaian SMA akan lebih umum serta mudah dipahami dibandingkan indikator EMA, terlebih lagi LWMA.

    Open Posisi Disaat Terjadinya Crossover

    Cara berikut ini cukup banyak dipakai oleh para trader saat membuka open posisi dengan menggunakan indikator moving average. Dalam menerapkannya, diperlukan 2 indikator moving average sekaligus. Periode yang biasa digunakan adalah SMA 20, SMA 50, dan juga SMA 100. Atau bisa juga SMA 50 dan SMA 100. Cara entri yang dilakukan adalah saat terjadi golden cross atau death cross pada garis MA itu.

    Jika terjadi death cross, yaitu SMA 20 melintas atas dari atas ke arah bawah SMA 50, maka hal tersebut bisa merupakan sinyal downtrend yang akan terjadi dan Anda diperbolehkan untuk pasang posisi sell. Sementara, apabila yang terjadi yaitu golden cross dengan SMA 20 melintas dari arah bawah ke arah atas SMA 50, maka hal tersebut merupakan pertanda terjadinya uptrend. Dalam kondisi ini Anda bisa pasang posisi buy. Akan tetapi, Anda harus tetap mengutamakan money management dalam setiap posisi apapun yang dibuka.

    Open Posisi Ketika Terjadi Sinyal Price Action

    Cara open posisi ini dilakukan dengan memanfaatkan sebuah indikator moving average saja. Dalam hal ini, indikator MA yang bisa dipakai untuk menjadi support atau resistance yang dinamis. Jika pergerakan harga memotong MA dari atas ke arah bawah, maka MA ini fungsinya akan menjadi sebagai support. Apabila harga nantinya ditutup dengan memantul dari garis MA, maka hal ini menjadi tanda bahwa pergerakan akan melanjutkan tren bullish.

    Demikian juga apabila sebaliknya, saat harga bergerak memotong MA dari arah bawah ke arah atas, maka hal tersebut akan berfungsi sebagai resistance. Jika selanjutnya harga ditutup memantul dari garis MA, maka hal tersebut akan menjadi pertAnda harga kembali kepada trend bearish. Dalam mengkonfirmasi sinyal pullback harga dari MA sebagai sebuah support resistance yang dinamis, Anda bisa memakai sinyal price action.

    Dari sebuah grafik chart, harga dalam beberapa kali menguji SMA sebagai sebuah resistance. Akan tetapi, akhirnya harga akan memantul kembali ke arah bawah dalam meneruskan down trend. Open posisi jual bisa Anda lakukan saat bergerak mendekati nilai SMA 50, yang diikuti dengan timbulnya sinyal price action.

    Akan tetapi, Anda juga harus mewaspadai kemungkinan harganya tidak memantul ketika menembus batas resistance. Apabila harganya terus bergerak naik, ini bisa menjadi indikasi perubahan trend yang akan terjadi. Pastikanlah Anda telah memasang stop loss sebelumnya, ataupun menerapkan rasio risk reward agar mengamankan dana pada akun trading Anda.

    Open Posisi dengan Memakai MA Menjadi Trend Filter

    Cara memakai moving average sebagai tren filter pada open posisi juga sebenarnya sederhana. Untuk mengaplikasikannya, MA berfungsi untuk menyaring trend yang saat ini terjadi. Apabila harganya bergerak diatas kurva MA, maka hal tersebut akan mengindikasikan sinyal sedang uptrend. Apabila pergerakan harganya dibawah kurva MA, maka hal tersebut menjadi kondisi sedang downtrend.

    Untuk menjadikan moving average sebagai trend filter, periode yang biasa digunakan yaitu SMA 200. Kemudian bagaimana dengan open posisinya? Di sini Anda membutuhkan sebuah indikator lagi untuk konfirmasi momentum entry. Indikator yang umumnya dipakai adalah stokastik CCI, ataupun W%R. Agar lebih lengkapnya tentang open posisi menggunakan moving average sebagai trend filter, Anda bisa melihatnya pada misalnya sebuah grafik yang memiliki SMA 200.

    Pertama-tama, Anda harus mengamati terlebih dahulu apakah harganya bergerak diatas SMA 200 atau berada di bawah SMA 200 ini. Dalam sebuah contoh grafik, harganya misalnya bergerak diatas SMA 200 dan menjadi bahwa sinyal uptrend sedang terjadi di sana. Pada kondisi tersebut Anda bisa memilih opsi beli atau buy. Anda bisa melakukan posisi buy ini disaat indikator CCI memperlihatkan harga sedang dalam posisi oversold.

    Kesimpulannya, sebenarnya terdapat banyak analisa yang bisa digunakan untuk pedoman trading. Open posisi dengan menggunakan mesin frais yang merupakan satu dari banyak metode analisa teknikal di trading forex. Banyak para trader yang memakai informasi moving average ini dengan aplikasinya yang berbeda. Semua tergantung dari seorang trader dan menginterpretasikan serta memanfaatkan informasi yang didapatkan.
    [ATTACH=CONFIG]425191[/ATTACH]
    Apapun cara trading yang Anda pakai dengan menggunakan moving average. Hal yang selalu harus diingat bahwa open posisi dengan menggunakan indikator ini hanyalah sebagai alat identifikasi saja. Janganlah menjadikannya sebagai patokan utama, apalagi untuk holy trail pada trading yang Anda lakukan. Karena sebenarnya, yang bisa membuat Anda selamat hanyalah manajemen keuangan serta bisa menjaga psikologis saat melakukan trading.
    Selamat pagi kaka
    Indikator avarege emang salah satu dasar memahami segala bentuk pergerakan pasar yang dinamis dan penjelasan yang agan tulis sangatkah terperinci hanya saja kurang tentang bagaimana mengkombinasikan Moving avarage dengan indikator lainnya sehingga membuat kita open posisi dengan nyaman dan menaikan beraoa persen oekuang kita dakam trading

    Comment

    Advanced mode
    • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
    • #3 Collapse

      rasanyas cukup pake MA yang simple secara MA punya kelemahan kalau marketnya bergerak dengan liquiditas rendah akan sulit melihat crossing, dan cenderung bisa mengahsilkan signal yang tidak tepat, jadi trader mungkin bisa menentukan batasan kapan bisa dan tidak menggunakan indikator ini
      Place your siggy here

      Comment

      Advanced mode

      Online

      Working...
      X