Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Proyeksi Indikator Trading Forex RSI
    Click image for larger version

Name:	20181221-cara-setting-rsi-min.png
Views:	1
Size:	38.5 KB
ID:	13019977
    Memilih indikator yang digunakan dalam market forex harus dilakukan secara teliti agar bisa mendatangkan profit secara maksimal. Salah satu proyeksi yang bisa diterapkan dalam trading forex agar bisa memaksimalkan potensi profit adalah RSI. Indikator tersebut untuk diterapkan di dalam market forex agar bisa mendapatkan potensi keuntungan yang maksimal.


    RSI merupakan indikator yang memerlukan pemahaman khusus dalam penerapannya agar profit yang dihasilkan bisa sesuai target. Trader juga harus memahami strategi yang harus digunakan agar penerapan indikator RSI tersebut bisa mengikuti pola trend pasar ini. Berikut adalah ulasan mengenai proyeksi indikator RSI pada saat menerapkannya pada saat trading market forex.


    Sejarah Mengenai Indikator RSI


    Indeks Kekuatan Relatif atau RSI merupakan indikator trading forex yang dikembangkan oleh J. Welles Wilder, yaitu seorang investor sekaligus insinyur mekanik di Amerika. Welles merupakan investor yang sudah banyak mengembang indikator trading, mulai dari ATR, ADX, SAR, hingga RSI. strategi RSI ini mulai ditampilkan pada buku hasil karya dari wilder.


    Buku dengan tajuk “Konsep Baru dalam Sistem Trading Teknis” ini masih diberlakukan hingga saat ini sejak penerbitan pertamanya, yaitu suda eksis sekitar 40 tahun. Indikator Relative Strength Indeks atau RSI merupakan jenis osilator yang memerlukan tambahan konfirmasi. Fungsi utama dari konfirmasi tambahan ini adalah untuk membuka posisi jual beli yang tepat.


    Apa Itu Indikator RSI?


    RSI adalah singkatan dari Relative Strength Indeks atau dalam Bahasa Indonesia biasa dikenal dengan sebutan Indeks Kekuatan Relatif. Fungsi utama dari Indikator RSI ini adalah untuk menggambarkan profit dan kerugian terkini yang sudah dicapai oleh trader. Gambaran profit atau loss tersebut juga dilakukan berdasarkan pada rentang waktu tertentu yang sesuai target.


    Indikator RSI mempunyai kegunaan utama, salah satunya adalalah untuk melakukan pengukuran terhadap pergrakan harga. Fungsi dari melihat pergerakan harga bagi trader adalah untuk memudahkan pada saat mengidentifikasi posisi overbought dan oversold. Ada rentang waktu yang direkomendasikan pada saat akan menggunakan Indikator RSI ini, yaitu selama 14 hari.


    Penerapan indikator RSI ini akan menghadirkan nilai yang lebih tinggi bagi trader, terutama pada profit dalam rentang waktu besar. Nilai RSI ini juga bergerak naik turun berdasarkan pergerakan harga yang terjadi saat ini. Pergerakan grafik dari indikator Relative Strength Indeks ini juga didasarkan pada pasangan mata uang yang dipilih untuk ditradingkan dalam market forex.


    RSI juga masih tetap bisa diterapkan apabila trader menggunakan time frame yang berbeda. Namun, trader harus tetap memperhatikan pengaturan ulang, yaitu dengan mensetting pada periode lebih pendek akan membuat indikator ini bisa tidak stabil. Namun, pemilihan time frame dalam periode berjangka panjang membuat RSI kurang efektif mendeteksi pergerakan harga.


    Perhitungan Indikator RSI


    Perhitungan RSI mempunyai rumus dasar berdasarkan rentang nilai yang sudah ditentukan oleh Wilder, yaitu pada angka 0 hingga 100. Apabila trader berhasil memperoleh keuntungan dari periode yang dipilih, maka indikator RSI akan menunjukkan nilai 100. Sebaliknya, jika trader menderita kerugian pada satu periode, maka nilai RSI akan berada pada angka 0.


    Indikator trading yang satu ini mempunyai berbagai fungsi, sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan trader. Pada saat memperhitungkan indikator RSI, trader harus memperhatikan perolehan rata-rata yang halus dari periode trading apabila mengalami keuntungan, sementara trader harus memperhitungkan kerugian rata-rata halus saat mengalami kegagalan trading forex.


    Mengidentifikasi Area Overbought/Oversold


    Relative Strength Indeks atau RSI merupakan strategi yang sangat fleksibel untuk diterapkan pada berbagai jenis trading. Indikator yang satu ini cukup sensitif dan responsif apabila harga pasar mengalami perubahan. Pengguna dari indikator RSI ini bisa menemukan informasi pergerakan harga pasar secara cepat melalui grafik yang sudah disediakan.


    RSI seringkali dianggap sebagai salah satu indikator terbaik dalam trading forex, karena mempunyai banyak fungsi untuk meraih keuntungan dan menaklukkan pasar. Kegunaan indikator RSI yang paling banyak digunakan adalah untuk mengidentifikasi area oversold dan overbought. Berikut adalah ulasan mengenai bagaimana trading forex overbought/oversold.


    Area Overbought dan Oversold


    Secara umum indikator Relative Strength Indeks dimanfaatkan untuk mengidentifikasi mata uang yang diberikan akan mengalami posisi oversold atau overbought. Kedua posisi ini biasanya akan ditunjukkan dalam angka yang dianggap mewakili. Pasangan mata uang akan menunjukkan kondisi oversold saat indikator RSI berada pada poin 30, dan overbought saat angka 70.


    Angka tersebut tidak bersifat pasti, melainkan bisa tetap berubah seiring dengan kuat lemahnya harga pada periode tersebut. Apabila saat periode sudah hampir usai, namun harga mengalami keaikan dan pergerakannnya sangat kat, maka nilai RSI akan lebih tinggi. Hal ini berlaku secara kebalikan apabila harga yang ada di dalam market forex mengalami penurunan.


    RSI merupakan salah satu jenis indikator momentum, sehingga trader harus tetap berhati-hati dalam menanggapi sinyal yang diberikan, tak jarang indikator ini memberikan sinyal palsu, sehingga hal ini mendasari dibutuhkannya indikator tambahan. Fungsi dari konfirmasi tambahan ini adalah untuk melakukan pembetulan terhadap perubahan harga yang terjadi saat ini.


    Trader perlu memperhatikan potensi arah pergerakan harga yang kuat untuk menentukan kapan posisi oversold atau overbought bisa dieksekusi. Indikator RSI ini bisa tetap menunjukkan salah satu area dari oversold dan overbought dalam periode yang lama. Hal ini akan tetap bertahan apabila pair mata uang yang dipilih membentuk trend baru, baik naik atau turun.


    Perbedaan Pada RSI


    Hal berikutnya yang harus diperhatikan dari RSI dalam posisi bullish dan bearish. Kedua posisi ini mempunyai perbedaan yang mendasar di dalam trading forex, sehingga eksekusinya memerlukan analisa tajam. Trader juga harus tetap berhati-hati dengan adanya indikasi sinyal palsu. Berikut adalah perbedaan mendasar posisi bearish dan bullish dalam indikator RSI.


    1. Divergensi Bearish


    Relative Strength Indeks menunjukkan posisi divergensi bearish apabila indikator RSI yang diterapkan mempunyai arah berlawan. Pada saat ini trader bisa membaca bahwa pergerakan harga yang terjadi di market forex sedang melambat dan mengindikasikan adanya perubahan. Divergence bearish akan terjadi saat RSI mengalami penurunan, sementara harga pasar naik.


    Kondisi divergence bearish ini menunjukkan bahwa momentum pembelian yang ada di belakang tren mempunyai laju lambat. Divergence bearish akan menunjukkan adanya huungan antara 2 RSI yang salah satunya mempunyai posis lebih tinggi. RSI yang berada pada posisi lebih rendah tersebut diibaratkan sedang dicengkeram oleh RSI tertinggi.


    2. Divergensi Bullish


    Satu lagi yang perlu diketahui, yaitu divergensi bullish atau biasa dikenal membentuk grafik pair mata uang GBP/USD. Apabila trader ingin memaksimal pengidentifikasian divergensi bullish, maka hal yang bisa dilakukan adalah mencari 2 indikator RSI tertinggi. Kedua indikator tersebut salah satunya mempunyai nilai lebih tinggi dari RSI, sementara lainnya lebih rendah dari harga.



    Pada divergensi bullish ini indikator tersebut bertujuan untuk menciptakan harga yang lebih tinggi dari RSI. Sementara pada posisi lainnya juga tetap gagal untuk mengikuti RSI, sehingga akan tercipta titik harga yang lebih rendah. Langkah strategis yang perlu diterapkan dalam kondisi seperti ini menggunakan indikator konfirmasi tambahan untuk membuka posisi panjang.


    Contoh Penerapan Strategi RSI Secara Langsung


    Mempelajari Relative Strength Indeks dalam trading forex tentu saja tidak afdol rasanya jika tidak mengetahui ilustrasinya di dalam market forex. Indikator ini bisa disesuaikan dengan beberapa pasangan mata uang yang dianggap bernilai tinggi pada saat tren tersebut. Berikut adalah beberapa pasangan mata uang yang bisa dieksekusi menggunakan indikator RSI.


    Divergensi Bearish AUD/USD


    Pada pair mata uang AUD/USD trader bisa menerapkan indikator RSI dengan menggunakan divergensi bearish. Hal ini ditunjukkan dengan adanya pergerakan harga yang membentuk titik lebih tinggi jika dibandingkan dengan sebelumnya. Trader juga akan menemukan perbedaan grafik yang akan ditunjukkan oleh indikator RSI Pada saat bersamaan.


    Perbedaan ini disebabkan karena indikator tidak mampu mencapai puncak yang setara dengan harga, sehingga akan membuat titik baru, namun kali ini posisinya lebih rendah. Pada saat menggunakan strategi bearish untuk pasangan mata uang ini, sebaiknya trader memilih penjualan dalam jangka waktu pendek. Divergensi bearish merupakan sinyal awal untuk menjual.


    Divergensi Bullish GBP/USD


    Divergensi bullish dapat ditunjukkan oleh grafik harian pada pasangan mata uang GBP/USD dengan menunjukan adanya sinyal. Trader bisa melihat adanya perubahan harga yang membentuk titik lebih rendah jika dibandingkan dengan sebelumnya. Hal ini akan ditandai dengan adanya garis penghubung yang berbentuk titik-titik merah. Apabila Anda menerapkan indikator RSI untuk membantu meraih keuntungan, maka bisa segera mengeksekusi harga yang lebih rendah.


    Indikator RSI dan harga yang digambarkan pada grafik bisa saja mengalami perbedaan. Para trader memutuskan untuk membeli pada saat kondisi tersebut, sebab pasar disebut mengalami tren baru. Dalam hal ini RSI membutuhkan konfirmasi indikator lain untuk trading panjang.


    Divergensi Bearish EUR/JPY


    Contoh penerapan indikator RSI yang terakhir pada market forex adalah menggunakan divergence bearish dan EUR/JPY. Pair mata uang ini menunjukkan kondisi divergence bearish dengan menunjukkan perbedaan jarak yang dibilang sangat tipis. Perbedaan tersebut tetap diberlakukan karena harga mengalami pergerakan, meskipun sangat kecil.


    RSI akan menunjukkan indikasi yang valid apabila grafik menunjukkan pergerakan harga, meskipun sangat tipis sekalipun. Apabila trader masih merasa kurang yakin, maka bisa menambahkan indikator trading yang lainnya sebagai alat konfirmasi. Apabila posisi divergensi bearish pada pasangan mata uang EUR/JPY negatif, maka trader banyak yang menjual.


    Kesimpulan


    Relative Strength Index adalah indikator teknis yang populer untuk mengukur seberapa besar keuntungan maupun kerugian pada transaksi tersebut. Sama halnya dengan indikator yang bersifat oscillator momentum, maka RSI juga memerlukan konfirmasi tambahan. Mengidentifikasi area divergensi merupakan hal yang penting saat menerapkan RSI.


    Menerapkan indikator RSI harus disertai dengan kejelian trader dalam mengidentifikasi perbedaan harga, meskipun sangat tipis sekalipun. Sudah paham bkn mengenai cara penerapan indikator RSI yang baik pada market forex? Penerapan RSI harus disertai dengan indikator lainnya yang bisa mengkonfirmasi adanya perubahan harga pada area tertentu.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    indikator oscilator itu resikonya besar, ngak semua benar bisa langsung op, yang peting harus melihat dulu perbandingan tf kecil dan besar, kalau di contoh di atas kesannya gampang, karena itu diperlihatkan yang bagus2 aja, kalo dilapangan ngak selalu begitu

    Comment

    Advanced mode
    • #3 Collapse

      Originally posted by Nur Hayati View Post
      [ATTACH=CONFIG]418943[/ATTACH]
      Memilih indikator yang digunakan dalam market forex harus dilakukan secara teliti agar bisa mendatangkan profit secara maksimal. Salah satu proyeksi yang bisa diterapkan dalam trading forex agar bisa memaksimalkan potensi profit adalah RSI. Indikator tersebut untuk diterapkan di dalam market forex agar bisa mendapatkan potensi keuntungan yang maksimal.


      RSI merupakan indikator yang memerlukan pemahaman khusus dalam penerapannya agar profit yang dihasilkan bisa sesuai target. Trader juga harus memahami strategi yang harus digunakan agar penerapan indikator RSI tersebut bisa mengikuti pola trend pasar ini. Berikut adalah ulasan mengenai proyeksi indikator RSI pada saat menerapkannya pada saat trading market forex.


      Sejarah Mengenai Indikator RSI


      Indeks Kekuatan Relatif atau RSI merupakan indikator trading forex yang dikembangkan oleh J. Welles Wilder, yaitu seorang investor sekaligus insinyur mekanik di Amerika. Welles merupakan investor yang sudah banyak mengembang indikator trading, mulai dari ATR, ADX, SAR, hingga RSI. strategi RSI ini mulai ditampilkan pada buku hasil karya dari wilder.


      Buku dengan tajuk “Konsep Baru dalam Sistem Trading Teknis” ini masih diberlakukan hingga saat ini sejak penerbitan pertamanya, yaitu suda eksis sekitar 40 tahun. Indikator Relative Strength Indeks atau RSI merupakan jenis osilator yang memerlukan tambahan konfirmasi. Fungsi utama dari konfirmasi tambahan ini adalah untuk membuka posisi jual beli yang tepat.


      Apa Itu Indikator RSI?


      RSI adalah singkatan dari Relative Strength Indeks atau dalam Bahasa Indonesia biasa dikenal dengan sebutan Indeks Kekuatan Relatif. Fungsi utama dari Indikator RSI ini adalah untuk menggambarkan profit dan kerugian terkini yang sudah dicapai oleh trader. Gambaran profit atau loss tersebut juga dilakukan berdasarkan pada rentang waktu tertentu yang sesuai target.


      Indikator RSI mempunyai kegunaan utama, salah satunya adalalah untuk melakukan pengukuran terhadap pergrakan harga. Fungsi dari melihat pergerakan harga bagi trader adalah untuk memudahkan pada saat mengidentifikasi posisi overbought dan oversold. Ada rentang waktu yang direkomendasikan pada saat akan menggunakan Indikator RSI ini, yaitu selama 14 hari.


      Penerapan indikator RSI ini akan menghadirkan nilai yang lebih tinggi bagi trader, terutama pada profit dalam rentang waktu besar. Nilai RSI ini juga bergerak naik turun berdasarkan pergerakan harga yang terjadi saat ini. Pergerakan grafik dari indikator Relative Strength Indeks ini juga didasarkan pada pasangan mata uang yang dipilih untuk ditradingkan dalam market forex.


      RSI juga masih tetap bisa diterapkan apabila trader menggunakan time frame yang berbeda. Namun, trader harus tetap memperhatikan pengaturan ulang, yaitu dengan mensetting pada periode lebih pendek akan membuat indikator ini bisa tidak stabil. Namun, pemilihan time frame dalam periode berjangka panjang membuat RSI kurang efektif mendeteksi pergerakan harga.


      Perhitungan Indikator RSI


      Perhitungan RSI mempunyai rumus dasar berdasarkan rentang nilai yang sudah ditentukan oleh Wilder, yaitu pada angka 0 hingga 100. Apabila trader berhasil memperoleh keuntungan dari periode yang dipilih, maka indikator RSI akan menunjukkan nilai 100. Sebaliknya, jika trader menderita kerugian pada satu periode, maka nilai RSI akan berada pada angka 0.


      Indikator trading yang satu ini mempunyai berbagai fungsi, sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan trader. Pada saat memperhitungkan indikator RSI, trader harus memperhatikan perolehan rata-rata yang halus dari periode trading apabila mengalami keuntungan, sementara trader harus memperhitungkan kerugian rata-rata halus saat mengalami kegagalan trading forex.


      Mengidentifikasi Area Overbought/Oversold


      Relative Strength Indeks atau RSI merupakan strategi yang sangat fleksibel untuk diterapkan pada berbagai jenis trading. Indikator yang satu ini cukup sensitif dan responsif apabila harga pasar mengalami perubahan. Pengguna dari indikator RSI ini bisa menemukan informasi pergerakan harga pasar secara cepat melalui grafik yang sudah disediakan.


      RSI seringkali dianggap sebagai salah satu indikator terbaik dalam trading forex, karena mempunyai banyak fungsi untuk meraih keuntungan dan menaklukkan pasar. Kegunaan indikator RSI yang paling banyak digunakan adalah untuk mengidentifikasi area oversold dan overbought. Berikut adalah ulasan mengenai bagaimana trading forex overbought/oversold.


      Area Overbought dan Oversold


      Secara umum indikator Relative Strength Indeks dimanfaatkan untuk mengidentifikasi mata uang yang diberikan akan mengalami posisi oversold atau overbought. Kedua posisi ini biasanya akan ditunjukkan dalam angka yang dianggap mewakili. Pasangan mata uang akan menunjukkan kondisi oversold saat indikator RSI berada pada poin 30, dan overbought saat angka 70.


      Angka tersebut tidak bersifat pasti, melainkan bisa tetap berubah seiring dengan kuat lemahnya harga pada periode tersebut. Apabila saat periode sudah hampir usai, namun harga mengalami keaikan dan pergerakannnya sangat kat, maka nilai RSI akan lebih tinggi. Hal ini berlaku secara kebalikan apabila harga yang ada di dalam market forex mengalami penurunan.


      RSI merupakan salah satu jenis indikator momentum, sehingga trader harus tetap berhati-hati dalam menanggapi sinyal yang diberikan, tak jarang indikator ini memberikan sinyal palsu, sehingga hal ini mendasari dibutuhkannya indikator tambahan. Fungsi dari konfirmasi tambahan ini adalah untuk melakukan pembetulan terhadap perubahan harga yang terjadi saat ini.


      Trader perlu memperhatikan potensi arah pergerakan harga yang kuat untuk menentukan kapan posisi oversold atau overbought bisa dieksekusi. Indikator RSI ini bisa tetap menunjukkan salah satu area dari oversold dan overbought dalam periode yang lama. Hal ini akan tetap bertahan apabila pair mata uang yang dipilih membentuk trend baru, baik naik atau turun.


      Perbedaan Pada RSI


      Hal berikutnya yang harus diperhatikan dari RSI dalam posisi bullish dan bearish. Kedua posisi ini mempunyai perbedaan yang mendasar di dalam trading forex, sehingga eksekusinya memerlukan analisa tajam. Trader juga harus tetap berhati-hati dengan adanya indikasi sinyal palsu. Berikut adalah perbedaan mendasar posisi bearish dan bullish dalam indikator RSI.


      1. Divergensi Bearish


      Relative Strength Indeks menunjukkan posisi divergensi bearish apabila indikator RSI yang diterapkan mempunyai arah berlawan. Pada saat ini trader bisa membaca bahwa pergerakan harga yang terjadi di market forex sedang melambat dan mengindikasikan adanya perubahan. Divergence bearish akan terjadi saat RSI mengalami penurunan, sementara harga pasar naik.


      Kondisi divergence bearish ini menunjukkan bahwa momentum pembelian yang ada di belakang tren mempunyai laju lambat. Divergence bearish akan menunjukkan adanya huungan antara 2 RSI yang salah satunya mempunyai posis lebih tinggi. RSI yang berada pada posisi lebih rendah tersebut diibaratkan sedang dicengkeram oleh RSI tertinggi.


      2. Divergensi Bullish


      Satu lagi yang perlu diketahui, yaitu divergensi bullish atau biasa dikenal membentuk grafik pair mata uang GBP/USD. Apabila trader ingin memaksimal pengidentifikasian divergensi bullish, maka hal yang bisa dilakukan adalah mencari 2 indikator RSI tertinggi. Kedua indikator tersebut salah satunya mempunyai nilai lebih tinggi dari RSI, sementara lainnya lebih rendah dari harga.



      Pada divergensi bullish ini indikator tersebut bertujuan untuk menciptakan harga yang lebih tinggi dari RSI. Sementara pada posisi lainnya juga tetap gagal untuk mengikuti RSI, sehingga akan tercipta titik harga yang lebih rendah. Langkah strategis yang perlu diterapkan dalam kondisi seperti ini menggunakan indikator konfirmasi tambahan untuk membuka posisi panjang.


      Contoh Penerapan Strategi RSI Secara Langsung


      Mempelajari Relative Strength Indeks dalam trading forex tentu saja tidak afdol rasanya jika tidak mengetahui ilustrasinya di dalam market forex. Indikator ini bisa disesuaikan dengan beberapa pasangan mata uang yang dianggap bernilai tinggi pada saat tren tersebut. Berikut adalah beberapa pasangan mata uang yang bisa dieksekusi menggunakan indikator RSI.


      Divergensi Bearish AUD/USD


      Pada pair mata uang AUD/USD trader bisa menerapkan indikator RSI dengan menggunakan divergensi bearish. Hal ini ditunjukkan dengan adanya pergerakan harga yang membentuk titik lebih tinggi jika dibandingkan dengan sebelumnya. Trader juga akan menemukan perbedaan grafik yang akan ditunjukkan oleh indikator RSI Pada saat bersamaan.


      Perbedaan ini disebabkan karena indikator tidak mampu mencapai puncak yang setara dengan harga, sehingga akan membuat titik baru, namun kali ini posisinya lebih rendah. Pada saat menggunakan strategi bearish untuk pasangan mata uang ini, sebaiknya trader memilih penjualan dalam jangka waktu pendek. Divergensi bearish merupakan sinyal awal untuk menjual.


      Divergensi Bullish GBP/USD


      Divergensi bullish dapat ditunjukkan oleh grafik harian pada pasangan mata uang GBP/USD dengan menunjukan adanya sinyal. Trader bisa melihat adanya perubahan harga yang membentuk titik lebih rendah jika dibandingkan dengan sebelumnya. Hal ini akan ditandai dengan adanya garis penghubung yang berbentuk titik-titik merah. Apabila Anda menerapkan indikator RSI untuk membantu meraih keuntungan, maka bisa segera mengeksekusi harga yang lebih rendah.


      Indikator RSI dan harga yang digambarkan pada grafik bisa saja mengalami perbedaan. Para trader memutuskan untuk membeli pada saat kondisi tersebut, sebab pasar disebut mengalami tren baru. Dalam hal ini RSI membutuhkan konfirmasi indikator lain untuk trading panjang.


      Divergensi Bearish EUR/JPY


      Contoh penerapan indikator RSI yang terakhir pada market forex adalah menggunakan divergence bearish dan EUR/JPY. Pair mata uang ini menunjukkan kondisi divergence bearish dengan menunjukkan perbedaan jarak yang dibilang sangat tipis. Perbedaan tersebut tetap diberlakukan karena harga mengalami pergerakan, meskipun sangat kecil.


      RSI akan menunjukkan indikasi yang valid apabila grafik menunjukkan pergerakan harga, meskipun sangat tipis sekalipun. Apabila trader masih merasa kurang yakin, maka bisa menambahkan indikator trading yang lainnya sebagai alat konfirmasi. Apabila posisi divergensi bearish pada pasangan mata uang EUR/JPY negatif, maka trader banyak yang menjual.


      Kesimpulan


      Relative Strength Index adalah indikator teknis yang populer untuk mengukur seberapa besar keuntungan maupun kerugian pada transaksi tersebut. Sama halnya dengan indikator yang bersifat oscillator momentum, maka RSI juga memerlukan konfirmasi tambahan. Mengidentifikasi area divergensi merupakan hal yang penting saat menerapkan RSI.


      Menerapkan indikator RSI harus disertai dengan kejelian trader dalam mengidentifikasi perbedaan harga, meskipun sangat tipis sekalipun. Sudah paham bkn mengenai cara penerapan indikator RSI yang baik pada market forex? Penerapan RSI harus disertai dengan indikator lainnya yang bisa mengkonfirmasi adanya perubahan harga pada area tertentu.
      Selamat pagi juragan
      Ulasan tentang indikator rsi nya memang kereeen sekali penjelasan yang padat dan juga mudah di oahami selama ini saya menggunakan RSi masih untuk bahan untuk konfirmasi kevalidatan momentum untuk open posisi dan untuk melihat divregensi harga , apakah akan ada pembalikan trend atau hanya koreksi semata ,menggunakan rsi tak semudah apa yang kita lihat di vido mentor kita harus jeli melihat peluang yang dikirim oleh RSi kepada kita supaya sesuai dengan trading plan

      Comment

      Advanced mode
      • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
      • #4 Collapse

        Originally posted by kapan kawin fcx View Post
        Selamat pagi juragan
        Ulasan tentang indikator rsi nya memang kereeen sekali penjelasan yang padat dan juga mudah di oahami selama ini saya menggunakan RSi masih untuk bahan untuk konfirmasi kevalidatan momentum untuk open posisi dan untuk melihat divregensi harga , apakah akan ada pembalikan trend atau hanya koreksi semata ,menggunakan rsi tak semudah apa yang kita lihat di vido mentor kita harus jeli melihat peluang yang dikirim oleh RSi kepada kita supaya sesuai dengan trading plan
        coba cari teori divergen menggunakan indikator macd, itu jauh lebih mudah mengidentifikasikan tren, tapi masalahnya bentuk tren yang di chart seperti itu jarang muncul sewaktu trading, jadi memang sangat langka dan khas

        Comment

        Advanced mode

        Online

        Working...
        X