Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Trader Hebat Memakai Teori Portofolio Modern
    Click image for larger version

Name:	mpt 1.jpg
Views:	1
Size:	341.1 KB
ID:	13019867
    Pada setiap dunia investasi, resiko sangat melekat pada Setiap tindakan investasi atau spekulasi. Pada tujuan mencapai keuntungan yang diharapkan, ketidakpastian akan muncul dengan digambarkan pergerakan fluktuasi pasar yang umum dikenal dengan volatilitas.

    Hal tersebut mulai menarik minat para akademisi dalam memecahkan masalah mengenai dinamika harga yang sangat acak. Dengan tujuan awalnya, yaitu menekan risiko yang timbul dengan mengaplikasikan logika perhitungan matematis. Salah satu yang banyak digunakan adalah teori modern portofolio.

    Teori modern portofolio adalah hipotesis yang diajukan Harry Markowitz pada makalahnya yang berjudul portofolio section dan terbitkan tahun 1952 dalam journal finance. Makalah tersebut membahas mengenai teori investasi yang berdasar gagasan bahwa investor yang menghindari risiko dapat membuat portofolio untuk mengoptimalkannya atau memaksimalkannya pada tingkat pengembalian yang diinginkan.

    Ini didasarkan pada tingkat risiko tertentu, menekankan risiko adalah sebagian dari inheren berdasarkan imbalan yang nilainya lebih tinggi. Ini merupakan sebuah teori ekonomi yang paling penting dan sangat berpengaruh luas di dunia keuangan dan juga investasi.

    Teori ini juga cukup dikenal dengan nama "Portofolio Theory" ataupun juga "Portofolio Management Theory". Dalam teori ini menyarankan bahwa cukup mungkin dalam membangun "eficient frontier" dari portofolio yang normal. hal ini akan menawarkan kemungkinan pengembalian yang diharapkan maksimal pada tingkat risiko tertentu.

    Dengan berinvestasi pada lebih dari satu saham, para investor bisa mendapatkan keuntungan yang diversifikasi tata, terutama dari pengurangan risiko portofolio. Teori tersebut mengkuantifikasi manfaat dari diversifikasi yang umumnya terkenal juga dengan quotes "jangan menaruh telur dalam satu keranjang".

    Contohnya, cobalah untuk membayangkan bahwa anda seorang investor dan saat mengambil resiko membeli saham atau instrumen lain, return yang diharapkan mungkin saja akan lebih kecil. Atau dengan kata lain, hal yang terjadi yaitu penyimpangan dari rata-rata nilai return. Setiap saham akan mempunyai penyimpangan atau standar deviasi masing-masing yang dikenal juga dengan resiko.

    Resiko pada sebuah portofolio yang sudah diversifikasi di saham akan berkurang Apabila dibandingkan dengan memegang sebuah saham individual. Satu resiko misalnya saat musim hujan, dan risiko lainnya misalnya terjadi saat panas. Dengan kata lain, sebuah saham bisa saja memperoleh keuntungan di saat musim panas dan saham lainnya memperoleh keuntungan di musim hujan.

    Apabila Anda menbuat portofolio dengan membeli kedua saham itu, maka total portofolio anda akan lebih bagus terlepas dari atas sekarang ini musim hujan maupun musim panas? Menambahkan suatu yang beresiko kepada aset yang lain bisa mengurangi keseluruhan resiko pada portofolio. Dengan kata lain, markowitz memberikan petunjuk bahwa investasi bukan hanya mengenai pemilihan saham, tetapi juga pemilihan kombinasi saham yang benar dalam optimalisasi keranjang telur atau portofolio Anda.

    Berdasarkan analogi tersebut, teori modern portofolio digambarkan dengan lima cara teknis dalam pengukuran risiko secara statistik. Beberapa hal tersebut antara lain adalah alpha, beta, standar deviasi, rasio Sharpe dan standar kuadrat. Semua standar indikator tersebut dimaksudkan dalam membantu investor melakukan penentuan profil risk reward potensial pada sebuah investasi.

    Risk and Expected Return Portofolio

    Click image for larger version

Name:	0 XZnRlw6PCctWJ4kL.png
Views:	1
Size:	14.9 KB
ID:	13019868
    Teori modern portofolio mengasumsikan bahwa investor tidak suka terhadap resiko, dan secara mendalam berarti mereka lebih memilih portofolio yang lebih tidak beresiko dibandingkan yang beresiko tinggi dalam tingkat pengembalian tertentu. Ini menyiratkan dibandingkan investor mengambil resiko lebih apabila memang dia berharap pengembalian yang lebih tinggi.

    Expected return pada sebuah portofolio dihitung sebagai nilai tertimbang dari pengembalian aset secara individual. Apabila portofolio memiliki 4 aset dengan nilai bobot rata-rata sama dengan pengembalian yang diharapkan yaitu sebanyak 17%, 16%, 12%, 10% apakah nilai return yang diharapkan portofolio yaitu sebagai berikut:

    0,025 0,03 0,04 0,0425

    (10% x 25%) + (12% x 25%) + (16% x 25%) + (17% x 25%) = 13,75%

    Risiko portofolio merupakan fungsi yang rumit dari variasi masing-masing aset serta korelasinya dari masing-masing pasangan aset tersebut. Dalam menghitung risiko portofolio pada 4 aset, Para investor butuh masing-masing dari 4 varian aset dan juga 6 nilai korelasi. Alasannya, karena ada enam kemungkinan kombinasi yang bisa muncul pada dua aset dengan empat aset. Karena adanya korelasi aset, kata resiko dari portofolio, maupun standar deviasi, yang lebih rendah dibandingkan yang dihitung dengan jumlah yang tertimbang.

    Efficient Frontier

    Dari setiap kemungkinan kombinasi aset yang dibuat pada sebuah portofolio, kombinasi ini bisa diplot dan digambarkan pada sebuah grafik. Grafik digambarkan pada dua sumbu yaitu sumbu y yang diwakili standar deviasi, dan sumbu y yang diwakili expected return.

    Contohnya, Anda bayangkan pada sebuah portofolio yang dibangun misalnya namanya S. Portofolio Anda mempunyai expected return sebanyak 13,75% dan mempunyai standar deviasi sebanyak 16%. Sedangkan, setelah menelusuri serta melakukan sejumlah perhitungan dengan melakukan perubahan proporsi pada masing-masing aset, Anda akan memperoleh proyeksi portofolio yang diberi nama T. Portofolio T memberikan nilai expected return sebanyak 13,75% akan tetapi standar deviasi ada di tingkat 13%.

    Dalam hal ini, pada umumnya orang akan memberikan tanggapan portofolio T Anda akan cenderung lebih efisien. Alasannya, karena mempunyai imbal hasil yang sama namun mempunyai resiko yang lebih rendah. Hal ini dimungkinkan dalam menarik garis melengkung miring ke atas dalam menghubungkan segala portofolio yang paling efisien, dan ini dikenal juga dengan daerah yang efisien. Investasi pada portofolio apapun yang tidak terletak di kurva tersebut merupakan sesuatu yang tidak diinginkan.

    Pada sebuah grafik akan menunjukkan mengenai efficient frontier yang dimaksud tersebut. Dengan sejumlah kombinasi yang dilakukan dalam investasi di 2 aset yaitu saham dan juga bonds. Anda bisa memperoleh tingkat pengembalian yang berbeda-beda pada segi expected return maupun standar deviasi.

    Setelah Anda melakukan plot terhadap hal ini, Anda bisa memilih titik manakah akan memutuskan untuk membangun portofolio Anda. Apakah terletak di porsi dengan risiko yang paling minimal?

    Apabila dinilai secara grafik, maka resiko bonds akan lebih kecil dibandingkan dengan risiko saham. Akan tetapi, dengan membangun diversifikasi dengan banyak proporsi, Anda bisa menekan resiko bonds supaya lebih rendah namun expected return and yang dihasilkan akan lebih tinggi, dibandingkan dengan hanya melakukan investasi pada 100% bonds.

    Pada contoh sebuah grafik, proporsi dengan angka 25% saham dan juga 75% bonds, Anda akan melihat Resiko yang lebih minimal dibandingkan bonds, dan juga expected return yang lebih tinggi nilainya dibandingkan bonds. Hal ini yang sebaiknya diketahui bahwa Anda bisa melakukan optimalisasi cara berinvestasi dengan menekan risiko pada expected return yang sama ataupun yang lebih tinggi. Atau, bisa juga mengambil resiko yang sama dengan saat ini untuk memperoleh expected return lebih besar.

    Oleh karena itu, teori portofolio modern sudah memperoleh berbagai apresiasi positif dari banyak praktisi finansial, namun dalam melakukan plot risiko dan return Anda, harus melewati sejumlah tahapan teknis untuk menghitung expected return ataupun standar deviasi. Anda juga wajib menghitung korelasi pada masing-masing aset, sehingga bias dari pertemuan yang dilakukan bisa jadi lebih minim.

    Perlu diketahui, teori portofolio modern memang menjadi sebuah alat yang bisa digunakan untuk semakin menguntungkan Anda dalam dunia trading. Mengenal apa pengertiannya maupun cara penggunaannya memang tidak bisa dijelaskan secara singkat dan harus Anda praktekkan sendiri misalnya pada akun demonstrasi. Dengan mencoba-coba di sana, Anda bisa meminimalisir resiko karena trading dilakukan dengan uang simulasi saja.

  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    kalau di forex kan lebih baik trading dengan satu pair aja, supaya trader bisa bekerja lebih fokus dan menganalisa market dengan lebih detail, kalo saham mungkin harus fokus ke beberapa jenis saham saja, supaya tidak lepas kontrol
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X