Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Trading MACD Crossover, Cara Kerja Histogramnya dan Baik Mana MACD atau Stochastic
    Click image for larger version

Name:	mengenal-strategi-double-cross-macd-dan-stochastic-294744-27095.png
Views:	1
Size:	97.2 KB
ID:	13019852
    Dalam melakukan analisa terhadap suatu pergerakan aset berupa saham, mata uang atau lainnya, tentu membutuhkan berbagai indikator yang bisa membantu dalam memprediksinya. Trading dengan hanya mengandalkan insting pergerakannya saja maka resikonya akan semakin besar. Penggunaan indikator ini banyak sekali manfaatnya yang akan membantu para trader, khususnya mereka para pemula.

    Ada banyak sekali pilihan indikator pada sebuah platform trading yang tersedia. Anda tidak harus memahami semuanya, namun paling tidak memahami beberapa yang dinilai bisa memberikan gambaran yang akurat. Salah satu indikator yang cukup dapat memberikan gambaran secara jitu adalah indikator MACD dan Stochastic.

    Banyak para trader yang mencari peluang trading pada kondisi pasar yang bergejolak. Sementara dalam periode ini, memang menawarkan peluang yang cukup besar dan juga waktu yang tidak boleh diabaikan. Oleh karena itu kami akan mengulas bagaimana memanfaatkan indikator MacD crossover dan menunjukkan bagaimana tools ini dapat diaplikasikan pada trading forex.

    Apa Pengertian MACD Crossover?

    Moving Average convergence/divergence (MACD) merupakan indikator teknikal yang memakai perbedaan antara dua Moving Average eksponensial dalam menentukan hukum dan juga arah Pasar. MACD crossover terjadi saat garis MACD dan juga garis sinyal saling berpotongan, dan seringkali menggambarkan perubahan pada momentum/trend pasar. MACD dinilai merupakan indikator yang efektif, terutama pada pasar yang sedang mengalami tren.

    Ada beberapa komponen pada indikator MACD ini. pertama yaitu garis MACD berwarna biru yang merupakan perbedaan di antara dua Moving Average exponential. Pada umumnya adalah 12 dan 26 atau pada hari minggu terakhir serta umumnya disebut sebagai garis lebih cepat.

    Komponen kedua yaitu garis sinyal yang merupakan pergerakan rata-rata eksponensial yang lebih dibuat lembut pada 9 periode garis MACD dan disebut juga dengan garis yang lebih lambat. Komponen ketiga yaitu garis 0 dimana garis MACD berfluktuasi di atas dan juga di bawah garis nol, dan akan memberikan kualitas oscillator pada MACD. Komponen keempat yaitu histogram yang terdiri dari garis vertikal dan menggambarkan sebaran di antara dua garis MACD.

    Aplikasi Penggunaan MACD Crossover Dalam Perdagangan Forex

    Terdapat tiga cara yang dapat Anda lakukan dalam pemakaian MACD crossover dalam perdagangan yang Anda lakukan. Pertama, yaitu dengan MACD crossover sebagai sarana pemicu entry. Kedua, yaitu memanfaatkan divergensi dalam menentukan momentum dengan menggunakan Crossover sebagai konfirmasi. Ketiga, yaitu dengan menggunakan indikator ini dalam menyaring sinyal.

    Penggunaan Crossover MACD Dalam Pemicu Entry

    Mempunyai strategi entry yang kuat bisa meningkatkan kemungkinan kesuksesan Anda dengan mengkonfirmasi arah pergerakan tren sebelum masuk ke perdagangan. Pada indikator MACD crossover, sinyal masuk terbanyak dipakai yaitu Saat garis MACD melintasi garis sinyal dan mengarah ke trend.

    Sinyal bullish akan timbul manakala GARIS MACD melintas di atas garis sinyal serta berada di bawah garis angka 0. Saat terjadi persilangan atau crossing, para trader bisa mencari konfirmasi terima dengan terlebih dahulu menunggu garis MACD melintasi garis angka 0 sebelum membuka long position.

    Demikian pula, sinyal bearish akan muncul apabila garis MACD melintasi pada bawah garis sinyal serta letaknya di atas garis 0. Sekali lagi, terakhir masih dapat kita lihat apabila garis MACD selanjutnya memotong ke bawah garis angka 0.

    Memakai Divergensi Dalam Menentukan Trend Dengan Menggunakan Crossover Untuk Konfirmasi

    Bisakah terjadinya volatilitas yang tinggi atau pasar sedang dalam tren kuat, divergensi dapat sangat membantu saat mulai terlihat momentum trend. Divergensi dapat diartikan sebagai pemisahan fraksi harga pada suatu indikator. Contoh divergensi misalnya terjadi pada grafik yang menunjukkan rangkaian level atas yang baru harga namun indikator MACD menggambarkan nilai tertinggi pada yang lebih rendah.

    Divergensi sering juga merupakan gejala pembalikan karena memperlihatkan bahwa tren sudah mulai kehilangan momentumnya. Saat hal ini terjadi, para trader dapat memakai persilangan berikutnya untuk konfirmasi koreksi atau pembalikan pasar sebelum masuk ke posisi dengan arah yang berlawanan.

    Memakai MACD Crossover Dalam Menyaring Sinyal Pergerakan Trend

    Para trader yang mempercayai bahwa tren merupakan teman, akan bisa menemukan bahwa MACD crossover bisa menjadi alat yang sangat berguna saat ingin mencari sinyal pada arah pergerakan trend. Dalam mengidentifikasi trend yang sedang naik, para trader dapat melihat terdapat perpotongan yang terjadi saat grafik harga memperlihatkan harga tertinggi dan terendah yang lebih cenderung tinggi.

    Cara lain dalam mengidentifikasi pergerakan tren naik yaitu dengan mengamati garis MACD relatif terhadap garis angka nol. Saat garisnya berada di atas garis angka nol tersebut, maka kecenderungan tren adalah naik. Para trader yang ikut pergerakan trend hanya akan mencari peluang beli pada saat trend naik. Kriteria sebaliknya juga berlaku pada trader yang mencari peluang dalam posisi jual.

    Apakah Kita Dapat Mengantisipasi MACD Crossover ?

    Dalam mengantisipasi MACD crossover sebenarnya tidak disarankan. MACD merupakan indikator lagging yang berarti memakai data price action sebelumnya. MACD crossover merupakan indikator yang bagus untuk dipakai pada pasar yang sedang mengalami tren akan tetapi berisiko tinggi apabila trading dengan mengharapkan bahwa persilangan akan terjadi disebabkan pasar yang sedang ngetren rentan juga terhadap periode volatilitas yang tinggi.

    Bagaimana Kerangka Waktu Terbaik Yang Dipakai Dalam Indikator MACD Crossover

    MACD crossover bisa dipakai dalam kerangka waktu apa saja, akan tetapi kerangka waktu yang dipakai seringkali akan bergantung pada gaya trading seseorang. Sering juga bermanfaat dalam memakai beberapa kerangka waktu, karena hal tersebut akan memberikan Anda pandangan secara holistik mengenai keadaan pasar. Kerangka waktu yang lebih lama bisa dipakai dalam menilai trend keseluruhan sementara kerangka waktu lebih pendek sering akan mempercepat frekuensi dari sinyal.

    Histogram MACD serta Cara Kerjanya Dalam Sinyal Jual Dan Beli

    Selanjutnya, kami akan menjelaskan mengenai MACD sebagai sebuah indikator lagging serta pemakaian histogram MACD pada trading forex.

    MACD Sebagai Sebuah Indikator Lagging

    MACD merupakan indikator yang memakai exponential Moving Average atau EMA dalam menentukan kekuatan trend bersamaan dengan titik masuk yang berdasarkan dari persilangan. Para trader yang memakai indikator ini seringkali mengkritisi fakta bahwa indikator tersebut mungkin menjadi entry setelah langkah dimulai sehingga bisa melewati sejumlah banyak pipa. Oleh karena itu, banyak para trader yang ingin masuk ke perdagangan lebih cepat dan mengabaikannya sebagai sebuah indikator yang tertinggal.

    Indikator lagging, merupakan indikator teknikal yang memakai data harga masa lalu dalam merumuskan tindakan pada indikator tersebut sendiri. Oleh karena itu, semua indikatornya tertinggal orang yang dihitung berdasarkan pada data perdagangan yang sudah terjadi dan selanjutnya memperhitungkan apa yang selanjutnya terjadi.

    Pada indikator MACD ini, sinyal masuk yang paling sering disarankan adalah saat garis MACD melintasi garis sinyal pada arah trend. Saat ketiga garis tersebut hanyalah 2 Moving Average, pada dasarnya persilangan tidak akan terjadi hingga pergerakan itu terjadi.

    Sejumlah trader cukup menyukai metode entry yang cukup disarankan ini karena menawarkan banyak konfirmasi, yaitu pergerakannya lebih cenderung berlanjut ke arah tersebut. Akan tetapi, histogram MACD bisa menawarkan sinyal sebelumnya untuk hendak masuk.

    Apa yang mewakili histogram pada MACD ?

    Histogram atau yang dikenal juga dengan grafik batang termasuk dalam latar belakang indikator yang menampilkan perbedaan di antara indikator MACD dan juga garis sinyal. Saat indikator ini letaknya berada di garis sinyal, barnya akan positif. Akan tetapi apabila indikator yang letaknya berada di bawah garis sinyal, barnya akan negatif. Ketinggian bar sebenarnya merupakan perbedaan di antara garis sinyal dan MACD sendiri.

    Histogram MACD

    Untuk para trader yang cenderung lebih agresif dan tidak tertarik dengan konfirmasi tambahan, serta hanya mencari kemungkinan entry di awal, mereka mungkin akan lebih suka sinyal entry sugestif dan kurang banyak digunakan berdasarkan dari batang histogram. Hal tersebut karena batang histogram mempunyai pengaturan lebih cepat dibandingkan garis sinyal atau MACD, menghasilkan pemicu dengan tingkat ketepatan lebih bagus.

    Memakai Histogram Dalam Mengidentifikasi Bias Bullish dan Bearish

    Poin analisa yang pertama yaitu mengajar histogram MACD ketika bergerak menjauh dari garis angka 0, baik dalam keadaan positif maupun negatif dengan melakukan pemantauan saat batangnya cenderung tumbuh lebih besar. Sinyal aktual akan muncul saat histogram tidak bertambah tinggi lagi dan menghasilkan batang lebih kecil. Setelah histogram memperlihatkan batang lebih kecil, maka para trader akan coba masuk ke arah terjadinya penurunan histogram.

    Sinyal saran buy yang ada di sebelah kiri disusun oleh lima batang merah membesar berturut-turut bar yang kelima dan ditutup dengan lebih kecil. Dua baris selanjut, garis MACD akan memotong di bagian atas gratis sinyal yang menjadi garis sinyal MACD tradisional. Sinyal selanjutnya tersebut, akan melewati sebagian besar pergerakan di sisi atas yang selanjutnya akan ditangkap sinyal dari histogram.

    Sinyal saran sell yang ada di bagian kanan mengandung cerita yang sama. Di sini bisa dilihat, empat belas batang tumbuh dengan berurutan hingga akan menciptakan batang dengan urutan ke-15 yang terbentuk. Posisi buy akan terjadi setelah beberapa baru muncul sebelum MACD garis sinyal akan menyeberang.

    MACD vs Stochastic : Waktu Entry Dengan Menggunakan Satu Ataukah Keduanya ?

    MACD vs Stochastic merupakan indikator yang bisa dipakai trader saat melihat grafik secara sederhana dalam melihat terjadinya peluang trading. Banyak para trader yang memilih untuk melihat grafik dengan cara yang disederhanakan untuk mengidentifikasi peluang trading. Ini sering dilakukan dengan memakai indikator teknikal.

    MACD dan indikator stochastic merupakan di antara metode yang umum dipakai oleh para trader dalam mengidentifikasi kapankah sinyal masuk dan keluar yang dapat memungkinkan di kondisi pasar tertentu. Dalam artikel ini adalah untuk melihat sejauh mana setiap indikator bisa dipakai dalam mengidentifikasi sinyal masuk serta keluar pada kondisi tertentu dan bagaimanakah indikator tersebut bisa dipakai bersama.

    MACD vs Stochastic, Apakah Terdapat Salah Satu Yang Lebih Baik Dari Yang Lain?

    Pada grafik pasangan mata uang EUR/USD yang dapat dilihat di bawah ini terdapat renik yang cukup kuat dan bisa dilihat di grafik harga. Saat memakai indikator MACD, MACD crossover pertama bisa ditemukan di saat garis MACD melintas di bagian atas dan juga di atas garis sinyal (garis merah), ini akan memberikan sinyal bullish kepada para tnr yang akan menunjukkan bahwa harga serta momentum sedang mengalami kenaikan.

    Pada pertemuan MACD yang kedua, garisnya memotong di bagian bawah garisnya dan akan memberikan sinyal bearish. Karena crossover masih terdapat di atas garis angka nol, hal tersebut akan menunjukkan bahwa momentum naik sedang melambat walaupun tren yang lebih besar masih cenderung kepada bullish. Pada indikator stochastic akan memberikan sinyal palsu untuk tampilan terukur yang serupa.

    Ada suatu contoh yang memperlihatkan pasar yang sedang mengalami trail namun apa yang terjadi pada Pasar yang tertahan?. Melihat contoh lainnya di bawah ini saat pasangan mata uang GBP/NZD terikat di kisaran perdagangan sideways. Dalam hal ini, MACD kurang memberikan sinyal yang bagus dibandingkan sinyal yang diberikan oleh indikator stochastic.

    Strategi Silang Ganda Dengan Menggunakan Indikator MACD Vs Stochastic

    Seperti yang telah dilihat pada grafik di atas, MACD merupakan indikator yang secara global lebih efektif di saat pasar trading tren, sementara stokastik sering bekerja lebih baik pada pasar yang sedang mengalami sideways. Setelah Anda menerapkan strategi silang gAnda di antara indikator MACD dan Stochastic, penting untuk dipahami bahwa kriteria untuk kedua indikator tersebut tetap perlu dipertimbangkan saat Anda mencari sinyal potensial.

    Pada grafik us 500 yang ditampilkan di bawah ini, persilangan stokastik terjadi di saat garis %K melintasi dan berada di atas garis %D serta terletak dibawah angka 20. Tidak lama kemudian, persilangan MACD terjadi saat garis berwarna biru memotong dan melewati di sebelah atas garis sinyal (merah) dan terletak di bawah garis angka 0. Hal tersebut merupakan sinyal bullish pada kedua hal tersebut, dan memberikan konfirmasi trend naik sedang berlangsung.

    Pada penggunaan strategi ini secara tepat, persilangan stokastik harus ada sesaat sebelum terjadinya persilangan MACD. Alasannya, karena alternatifnya bisa membuat indikasi yang salah mengenai trend.

    Selama indikator MACD Vs Stochastic berlangsung, banyak hal yang akan bergantung pada si tradernya sendiri serta faktor lain pada pendekatan yang sedang digunakan. Berdasarkan lamanya waktu yang dipakai, level kenyamanan yang dicapai, serta contoh dari keberhasilan yang sebelumnya, mungkin akan juga menggunakan keduanya.

    Kesimpulannya, indikator MACD crossover dan juga stochastic merupakan dua indikator yang cukup bagus dalam menganalisa pergerakan harga tren. Selama Anda mampu malah money management yang bagus dan berhasil memperoleh sinyal jual yang bagus, maka keuntungan bisa Anda dapatkan.


  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    pake macd standard aja, kalo garis osilatornya terlalu kecil entar malah sulit membacanya, apalagi pada saat market lesu, macd itu lebih baik dibaca di kerangka waktu besar seperti 4 jam supaya lebih akuran dan sejalan dengan market tren yang kuat juga
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X