Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Trading Forex Gunakan Teori Gelombang Neo atau Indikator Balance of Power
    Click image for larger version

Name:	bYDPGRtR_big.png
Views:	1
Size:	84.5 KB
ID:	13019842
    Indikator balance of power atau disingkat dengan BOP merupakan alat yang unik dan dapat memberikan gambaran secara umum mengenai kekuatan penjual dan pembeli. Ini bisa digunakan pada tujuan berbeda. Pada satu sisi, bisa mengukur tren harga saat mengamati kekuatan bullish atau bearish yang akan membantu. Pada sisi lainnya, ini memungkinkan dalam evaluasi kekuatan pasar dan juga kekuatan total dari pembeli dan penjual.

    Sebuah tools yang mudah diaplikasikan dan tidak memandang seberapa banyak pengalaman seorang trader. Hal ini akan disesuaikan juga dengan taktik dan strategi trading apapun dan membuatnya fleksibel sangat praktis bahkan terlepas dari kondisi pasar.

    Tools ini bisa bekerja dengan baik untuk mereka yang trading pada sejumlah aset minyak berjangka, emas, saham, komoditas, serta pasangan mata uang atau forex. Selain itu, tools juga mempunyai kemampuan Asia dalam membuka aktivitas pasar tersembunyi seperti misalnya dark pool. Dalam kesempatan kali ini kita akan jauh mana indikator balance of power ini bisa bekerja serta mengungkapkan sejumlah rekomendasi praktis Dalam penggunaannya.

    Apa Pengertian Indikator Balance of Power?

    Igor Livshin merupakan pendiri indikator balance of power ini. Alat tersebut mulai dibuat di tahun 2001 dan pertama kali diterbitkan di bulan Agustus dan menjadi edisi terpisah pada majalah analisis teknikal saham dan komoditas. Sejak mulanya pemain di kantor ini digunakan dalam mengatur seberapa besar kekuatan bears and bulls.

    Alat ini bisa melakukan penilaian pada setiap sisi pasar keuangan baik itu penjual maupun pembeli, dan mengarahkan harganya ke tingkat yang lebih ekstrim. Terdapat rumah sakit terus dalam menghitung balance of power ini. BOP=(close price-open price) / (high price-low price)

    Rekomendasi Pada Indikator Balance Of Power

    Untuk menggunakan indikator ini secara tepat karena para trader harus mengikuti rekomendasi yang sudah dibuat oleh pendirinya yaitu Igor livshin. Beberapa rekomendasi tersebut adalah sebagai berikut.

    Para trader harus memakai grafik dengan plot rata-rata moving dalam waktu 14 hari. Kerangka waktu serta sifat dasar akan menentukan berapa jumlah periode yang bisa bervariasi. Selanjutnya, bagian atas dan bawah BOP merupakan indikator utama yang dapat menentukan kenaikan atau penurunan tren.

    Berikutnya, indikator balance of power mempunyai kemampuan dalam membantu perbedaan harga, pergerakan trend, serta kondisi pasar yang sedang jenuh jual maupun jenuh beli. Selanjutnya perubahan tren dalam BOP harus dilihat sebagai peringatan, namun bukan sinyal yang paling tepat. Sebelum memutuskan, pada trader harus memperoleh konfirmasi dulu.

    Tips Penggunaan Indikator BOP

    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, indikator ini sangat mudah diterapkan dan diaplikasikan. Hal ini tidak membutuhkan keterampilan maupun pengetahuan khusus. Walaupun begitu, tetap juga akan menimbulkan tantangan. Sebagai sebuah aturan, ia memiliki caranya sendiri untuk diikuti yang tergantung di kondisi pasar tertentu. Kebanyakan trading mengikuti dua konsep yang utama.

    Pertama, apabila indikator bergerak diatas angka nol, hal itu merupakan peluang pembelian. Kedua apabila indikator bergerak di bawah angka nol, hal tersebut akan menciptakan peluang untuk penjualan. Meskipun demikian, pada kenyataannya ternyata hal tersebut juga bisa menjadi kompleks.

    Indikator BOP bekerja dengan cara serta kemampuan yaitu bergerak di atas ataupun di bawah garis 0 serta tidak memperdulikan bagaimanakah tren sekarang ini sedang bergerak. Lebih lanjut, balance of power juga tidak boleh dipakai sebagai indikator yang berdiri sendiri serta membutuhkan bantuan berupa konfirmasi sinyal. Di sinilah, indikator teknikal lainnya akan berguna.

    Keterbatasan Indikator Balance Of Power

    Seperti halnya indikator teknikal yang lain, balance of power bukanlah alat yang paling sempurna. BOP juga punya beberapa kelemahan yang bisa terjadi. Hambatan utamanya adalah penting untuk diketahui setiap trader. Karena alasan inilah, dalam trading juga harus mempertimbangkan beberapa hal berikut ini.

    Pertama, tidak ada jaminan trading bagi para trader untuk memasuki pasar dengan posisi pendek maupun panjang walaupun terdapat sinyal.

    Kedua, indikator tidak dapat dipakai dalam mengidentifikasi trend.

    Ketiga, indikator bisa berbalik dengan cepat setelah terjadinya sinyal bullish ataupun bullish divergence.

    Pada intinya, indikator balance of power bisa membantu memperoleh informasi mengenai pola penjual dan pembeli. Hal ini dapat memungkinkan trading bisa mengukur kekuatan pasar diplot di bawah atau atas garis nol. Akan tetapi, indikator ini tidak boleh dijadikan sebagai oscillator. Apalagi kalau tidak mengikuti harga namun bertindak dengan caranya yang unik.

    Terlepas dari segala manfaatnya, indikator ini hadir dengan kekurangan juga yang signifikan. Indikator ini sebaiknya tidak berdiri sendiri dan dilengkapi dengan tools yang lain. Para trader perlu memperoleh konfirmasi sinyal dengan indikator teknikal lainnya.

    Jenis Moving Average yang Akan Membuat Anda Trading dengan Cara Berbeda
    Click image for larger version

Name:	wf1.png
Views:	1
Size:	11.0 KB
ID:	13019843
    Bisa dibilang, moving average mewakili indikator trend yang paling populer. Saat relative strength index atau RSI merupakan indikator oscillator yang paling populer, dalam indikator trend, maka moving average (MA) merupakan pilihan bagus bagi para trader. Walaupun price action murni sangat disukai pada pasar mata uang, dalam artikel ini akan menunjukkan bagaimana trading sederhana pendekatannya namun tetap bisa bekerja.

    Seperti halnya indikator trend yang lain, moving average bisa dimasukkan langsung pada grafik sebenarnya, bukan di jendela yang terpisah. Hal tersebut secara efektif bisa membuat rata-rata nilai di candlestick sebelumnya, dalam menerapkan candle sekarang ini.

    Berdasarkan rumus perhitungan yang terdapat beberapa jenis indikator dari moving average (MA). Beberapa indikator tersebut antara lain simple moving average (SMA), indikator eksponensial Moving Average (EMA), Indikator Displaced Moving Average (DMA), dan sebagainya. Banyak para trader yang lebih menyukai SMA atau EMA. SMA akan menghitung rata-rata dalam penutupan pada periode yang dianggap olehnya.

    Contohnya, pada SMA 100 akan mempertimbangkan pada seratus candlestick yang terakhir dari nilai rata-rata harga penutupannya dalam melakukan plot nilai saat ini. Bagi sejumlah trader, EMA juga dinilai lebih akurat. Hal ini akan mengurangi keterlambatan dengan menerapkan bobot yang lebih banyak pada harga terkini.

    Dalam menempatkan indikator ini pada grafik, Anda juga perlu memikirkan indikator bollinger Band. Indikator ini bisa dianggap lebih akurat jika MBB (Middle Bollinger Bands) merupakan EMA.

    Support dan Resistance dengan Memakai Moving Average

    Indikator moving average akan menawarkan support dan resistance yang cukup hebat. Semakin besar nilai periode yang dipertimbangkan oleh indikator ini, maka semakin kuat juga area support dan resistance. Selain itu, apabila semakin besar nilai time frame, maka juga akan semakin kuat support dan resistance. Dengan begitu, di saat harga menyentuh 200 EMA di grafik bulanan terdapat kemungkinan besar harga cenderung ragu di tingkat tersebut.

    Selanjutnya, harga akan bergerak di sekitar moving average seperti halnya pada sekitar garis trend klasik. Setelah berhasil ditembus, support akhirnya menjadi resistance. Demikian sebaliknya saat resistance ditembus hal itu bisa berubah menjadi support. Akan tetapi, apabila dibandingkan dengan support ataupun resistance yang klasik, yang disediakan MA ini adalah sama kuatnya. Ini disebut juga dengan support dan resistance dinamis. Banyak juga trader yang masih mendukung support dan resistance klasik.

    Pada faktanya, hal tersebut bergerak bersamaan dengan harga. Karena cara untuk menghitungnya, para trader menggunakan moving average dalam mengikuti jejak saat melihat trend. Hal yang lain dalam menggunakan indikator ini adalah menambah tren yang kuat. Sebagai sebuah aturan praktis, jika semakin banyak harga menyentuh moving average, maka kecenderungan trennya akan semakin melemah.

    Oleh sebab itu, tidak disarankan untuk memakai moving average dalam menambah trend lebih dari 2 kali. Apabila harga menemukan kekuatan dalam mencapai nya lagi, maka kemungkinan trendnya tidak akan terlalu kuat.

    Mengartikan Bull dan Bear dengan Menggunakan indikator Moving Average

    Para trader dalam menentukan bull atau bear market saat moving average berbeda saling berpotongan pada time frame yang sama. Perpotongan tersebut dikenal juga dengan golden cross dan death cross.

    Golden Cross

    Golden cross akan kelihatan pada waktu 50 hari pergerakannya berada di atas 200 hari. Hal tersebut akan menggambarkan kondisi pasar yang bullish. ketika terjadi pada index saham yang utama, bisa dikatakan bahwa pasar sedang ada dalam wilayah bullish. Saat ini terjadi, para trader akan mencari untuk melakukan pembelian penurunan.

    Hal yang sama juga terjadi pada waktu trading pasangan mata uang. Golden cross akan menunjukkan awal bullish tren yang baru serta tantangannya adalah bagaimana tempat memilih entry paling bagus. Hal tersebut umumnya terjadi saat bermain saat retracement.

    Death Cross

    Di lain sisi, saat moving average 50 hari melintasi bagian bawah 200 hari, maka death cross akan terjadi. Death cross ini merupakan hal sebaliknya dari golden cross dan oleh karena itu akan menggambarkan terjadi bearish market. Strategi sederhana tersebut bisa menentukan keadaan dari pasar. Kadang-kadang, ketika pasar terkonsolidasi pada time frame tersebut, maka cross ini akan terbentuk dalam beberapa kali.

    Hal yang penting dicatat adalah pada umumnya trader memakai moving average juga memakai stop yang cukup lebar. Seperti yang sudah dilihat dari death cross, apabila stop loss yang Anda tentukan terlalu ketat, maka Anda bisa dikeluarkan dari trading yang menguntungkan dengan waktu yang terlalu dini. Para trader yang memakai moving average sebagai strategi yang utama, akan mengetahui hal tersebut untuk selanjutnya mencoba memposisikan diri secara lebih menguntungkan, serta memakai stop secara lebih luas.

    Mencari Wilayah Confluence

    Para trader yang mengikuti tren tidak hanya mengaku puas dengan golden cross atau death cross. Mereka membuat sistem yang dapat berfungsi pada setiap time frame. Dengan begitu, mereka akhirnya dapat menerapkan beberapa moving average dalam grafik. Banyak yang memulainya dengan kecil misalnya 20 hari, menambahkan 50 hari, kemudian 100 hari dan yang terakhir adalah 200 hari.

    Idenya adalah dalam mengatur kekuatan trend. Disaat rata-rata sejajar sempurna maupun bergerak umum pada urutan sempurna, maka tren tersebut ada pada posisi kekuatan maksimalnya. Disaat moving average nilainya lebih kecil kemudian melintasi ke nilainya yang lebih tinggi, maka kecenderungan trennya terputus-putus. Untuk memahami hal tersebut palsu atau tidak karena terbiasanya akan mencari area confluence atau pertemuan.

    Apabila harga menyentuh atau mendekati moving average pada area confluence ini, maka level support atau resistance akan lebih kuat dibandingkan biasanya. Oleh karena itu, hal tersebut merupakan tempat yang bagus dalam melakukan penambahan trading.

    Area confluence memang jarang terjadi, namun jika hal tersebut terjadi maka akan menjadi sangat kuat. Sejumlah trader hanya akan melakukan trading saat mendekati area confluence tersebut. Seperti yang sudah disebutkan, tidak ada holy grail pada trading. Kesenangan tersebut kadang pecah serta harga akan menembusnya sehingga akan membuat trend baru.



  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    penjelasannya kurang detail di atas, mau pake teknik apa pun, kalau udah ada indikator atau ea nya maka traer tinggal lihat chart, semua data2 yang diinginkan termasuk trenline bakal udah dikerjakan oleh ea tersebut, kalau mau menghitung gelombang juga biasanya harus dari tren kuat market, rasanya tidak banyak banyak waktu
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X