Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Berkenalan dengan Indikator Volatilitas dan Penyedia Likuiditas dalam Trading Forex
    Click image for larger version

Name:	20171101103304_volume.jpeg
Views:	1
Size:	35.6 KB
ID:	13019483Dalam trading forex, volatilitas dapat dianggap sebagai pisau bermata dua. Pada satu sisi kualitas tinggi akan memberikan peluang besar bagi para trader menghasilkan profit besar dalam waktu singkat. Sedangkan di sisi lainnya, pasar yang cenderung volatil juga bisa menimbulkan banyak resiko. Salah satu caranya adalah dengan mengamati indikator volatilitas.

    Terdapat lima indikator volatilitas yang bisa dipakai para trader secara mudah. Kelima indikator itu umumnya tersedia pada setiap platform trading, khususnya kalau memakai metatrader 4 atau MetaTrader 5. Berikut ini akan kami jelaskan beberapa indikator volatilitas tersebut.

    Bollinger Bands

    Indikator bollinger bands digambarkan dalam bentuk tiga pita yang menggambarkan satu garis moving average serta dua garis lainnya yang memiliki standar deviasi tertentu dari moving average. Saat jarak dua pita terluar semakin lebar, artinya aktivitas pasar semakin meningkat. Sebaliknya kalau jarak semakin menyempit, berarti nilai volatilitasnya berkurang.

    Average Rating Rate (ATR)

    Indikator ATR dalam sub Windows berada di bawah layar grafis harga utama. Semakin tinggi nilai garis ATR dalam grafik sebuah pasangan mata uang, maka semakin tinggi pula volatilitas yang terjadi pada pasangan mata uang tersebut. Walaupun begitu, ATR juga merupakan legging indikator karena perhitungan harganya dilihat secara historis.

    Sifat legging tersebut akhirnya mengurangi akurasi dari ATR. ATR mungkin selanjutnya akan menunjukkan kenaikan setelah volatilitas pasarnya meningkat dengan signifikan. Hal tersebut dapat membuat Anda "ketinggalan kereta". Walaupun begitu, ATR adalah indikator fasilitas yang layak dipakai dalam trading jangka menengah sampai panjang.

    Keltner Channel

    Indikator volatilitas selanjutnya yang banyak dipakai yaitu keltner channel. Secara tampilannya, cukup mirip dengan bollinger bands. Namun rumus membuat dan cara pembacaannya ini sangatlah berbeda dengan indikator bollinger bands.

    Keltner channel terdiri atas dua pita yang dibuat didasarkan dari ATR pada eksponensial moving average (EMA) 20 hari di grafik pasangan harga mata uang terkait. Volatilitas tinggi terjadi saat harga menembus ke atas maupun ke bawah kedua pita. Jika harganya menembus ke atas, dan selanjutnya cenderung akan terjadinya bullish. Akan tetapi jika harganya terus ke bawah, kemungkinan yang terjadi adalah tresn bearish.

    Paraboliic Stop and Reverse

    Indikator parabolic SAR cukup populer Bagi kalangan trader di Indonesia, namun jarang yang tahu ada fungsi ekstraknya sebagai sebuah indikator volatilitas. Perpindahan dari titik balik dari bawah ke atas menggambarkan momentum bearish. Sedangkan momentum perpindahan titik parabolic dari atas ke bawah menunjukkan terjadinya bullish.

    Para trader umumnya memanfaatkan pergerakan titik ini sebagai sinyal ambil posisi jual maupun beli. Akan tetapi, perpindahan titik tersebut juga menjadi gambaran bahwa kondisi pasar sedang lebih volatil dibandingkan sebelumnya. Dalam hal ini banyak yang menyarankan trader menunggu kelihatan beberapa titik dahulu sebelum mulai ambil posisi. Membuka posisi saat pasar volatil sangat beresiko.

    Indikator Momentum (Rate of Change)

    Indikator selanjutnya yang banyak digunakan di MetaTrader yaitu rate of change. Pada indikator ini dilakukan analisa kecepatan gerakan harga sehingga dapat juga dijadikan indikator volatilitas. Apabila semakin positif nilainya, maka sinyal beli menjadi semakin kuat.

    Sebaliknya, jika semakin negatif angkanya maka sinyal jual menjadi makin kuat juga. Namun perubahan angka positif dan negatif maupun sebaliknya juga bisa menggambarkan terdapat peningkatan momentum beserta volatilitas pasar.

    Volatilitas bisa menjadi kawan ataupun lawan seorang trader. Kuncinya tentang kedalaman dalam memahami tingkat volatilitas dan manfaatnya bisa memperoleh keuntungan dengan tingkat risiko yang cukup rendah. Apabila sudah paham skill yang diperlukan, meraup untung disaat volatilitas tinggi juga hal yang bisa dilakukan.

    Mengenal Likuiditas Pada Pasar Forex

    Disaat kita mencari informasi tentang dokter, pastinya harus tahu siapa yang menyediakan likuiditas bagi mereka. Peran mereka sebagai agen ketiga memang cukup penting dalam berlangsungnya transaksi di pasar uang. Apakah Anda telah paham apa penyedia liquiditas ini dan fungsinya mereka di pasar forex?

    Secara umum, pengertian dari penyedia liquiditas sendiri yaitu lembaga atau institusi finansial pada jaringan broker dengan market forex, yang mana setiap agen akan senantiasa mentransmisikan harga penawaran dan permintaan. Para agen penyedia likuiditas ini bisa terkoneksi dengan bahkan labih dari satu broker, maupun juga sebaliknya.

    Mengapa Penyedia Likuiditas Dibutuhkan

    Penyedia likuiditas menjadi salah satu pasar yang terbesar dengan tingkat likuiditas paling tinggi disebabkan karena dua faktor. Pertama, keseimbangan antara kekuatan pembeli dan penjual, selanjutnya ketersediaan penawaran dan permintaan. Adanya dua faktor tersebut mampu ditopang dengan hadirnya penyedia likuiditas ini.

    Bila saja agen penyedia likuiditas dihilangkan pada sirkulasi transaksi, hal negatif yang paling berdampak adalah melebarnya spread sebagai akibat dari biaya trading. Apakah yang menyebabkannya?

    Hal ini dikarenakan volume pada trading ritel tidak kelihatan signifikan dibandingkan dengan volume transaksi antarbank ataupun insitusi keuangan lainnya. Tanpa adanya mediasi dari penyedia likuiditas, harga permintaan dan penawaran diantara ritel kemungkinannya akan ada jauh dari nilai ekspektasi.

    Begitu juga dengan angka lotnya, mungkin sjaa pada sebuah trader yang memiliki lot relatif besar akan membeli atau menjual dengan harga yang jauh dari rata-rata trader ritel lainnya. Selanjutnya, dengan lot relatif kecil akhirnya akan dibebani dengan biaya trading yang lebih besar agar bisa masuk ke pasar.

    Apakah masih ingat dengan insiden SN Bomb? Kejadian tersebut lebih disebabkan karena lembaga penyedia liquiditas yang besar menarik diri keluar pasar sebelum terjadi resiko pasar yang bergejolak dan merusak aset mereka. Spontan spread yang melebar dan tak terkendali, membuat bisa merugikan dan tidak hanya pada trader hitam saja namun para broker serta lembaga lain dapat memperhatikan posisi trading saat tersebut.

    Inilah salah satu dari pentingnya peran lembaga penyedia liquiditas yang menjadi pihak penengah dan juga pelaku pasar dengan harga penawaran serta permintaan yang lebih kompetitif, sehingga biaya trading jadi semakin kecil selisihnya. dampaknya, sebagai trader kita akan diuntungkan dengan berkurangnya biaya trading tersebut.

    Mengetahui Siapa dan Sejauh Mana Performa Penyedia Liquiditas
    Click image for larger version

Name:	sf-thumb-201808271733242585-crop-121021-0827173300.jpeg
Views:	2
Size:	21.0 KB
ID:	13019484
    Hal yang harus diketahui adalah bagaimana reputasi dan juga legalitas dari penyedia liquiditas tersebut. Periksalah apakah lembaga itu sudah terdaftar dengan gaya yang di masing-masing wilayahnya.

    Apabila masih ragu, Anda bisa menanyakan kepada pihak broker siapakah lembaga yang menjadi penyedia liquiditas mereka. Biasanya broker NDD atau non dealing desk akan memberikan informasi atau mengumumkan nama bank investasi maupun prime broker sebagai lembaga penyedia likuiditas mereka.

    Beberapa nama prime broker ataupun bank investasi yang sudah diakui statusnya antara lain Goldman Sachs, Deutsche Bank, Morgan Stanley, JP Morgan, UBS, Nomura, Citibank, BNP Paribas, dan sebagainya. Memastikan sejumlah nama tersebut menjadi salah satu jaminan bahwa penyedia likuiditas akan terpercaya.

    Dari kedua aspek esensial tersebut terdapat beberapa tipe kerjasama di antara broker forex dengan besi penyedia liquiditas tersebut. Beberapa di antaranya yaitu non dealing desk, dealing desk, ECN dan STP. Dari jenis-jenis tersebut harus Cukup dipahami oleh para trader supaya trading dapat dilakukan dengan lebih aman dan nyaman.

    Berikutnya, konektivitas antara broker dengan penyediaan likuiditas tersebut juga didukung oleh platform yang digunakan. Pada umumnya, broker yang memiliki konektivitas ke Interbank akan memakai c-Trader sebagai sarana untuk trading.

    Sedangkan untuk dealing disk broker akan menggunakan lingkaran yang tersendiri dalam upaya penyedia liquiditas yang eksklusif. Itulah pengertian serta fungsi dari penyedia liquiditas secara umum di pasar forex. Jika Anda punya informasi tambahan, akan lebih bagus dalam upaya meningkatkan wawasan.




  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    rasanya indikator yang disebutkan di atas bukan indikator untuk liquiditas, mukin cuman volum di chart yang bisa dipake untuk menilai liquiditas, karena perubahan harga kan tidak mewakini liquiditas market secara keseluruhan

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X