Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Kemudahan Ukuran Harga Trading Melalui Indikator William Percent Range
    Click image for larger version

Name:	indikator-williams-percent-range-1-132812-1.JPG
Views:	1
Size:	45.6 KB
ID:	13019340
    Memilih alat untuk melakukan analisa teknikal dalam trading forex merupakan suatu hal yang tida mudah untuk dilakukan. Alat analisa market forex yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pasar disebut dengan oscillator. Tipe osilator yang sering digunakan oleh trader adalah indikator william percent range.

    Indikator william percent range sangat terkenal untuk memberikan informasi market forex mengenai kondisi oversold dan overbought. Pencetus indikator yang satu ini adalah seorang trader komoditas pada masanya, yaitu Larry William. Berikut adalah kemudahan untuk mengukur pergerakan harga di dalam trading forex menggunakan william percent range.

    Perhitungan Indikator William Percent Range

    Angka yang digunakan sebagai skala perhitungan menggunakan william percent range menggunakan skala persentase. William range percent menggunakan skala -100% hingga 0% untuk menentukan pergerakan harga yang ada di dalam market forex. William percent range dengan skala -100% menunjukkan oversold ekstrim, sementara 0% disebut overbought.

    Formula yang digunakan untuk menghitung william percent range isa dibilang cukup sederhana. Rumus yang diguanak utnuk menghitung william percent range adalah WPR = (nth high-close)/(nth high-nth low) x 1-100. Titik tertinggi dan terendah dari periode sebelumnya dilabangkan dengan nth high dan lowa dalam formula william percent range.

    Fungsi dari close adalah menunjukkan penutupan yang berlaku dalam periode saat ini fungsi dari rumus william percent range adalah untuk mengukur kedekatan posisi range dan market. Persentase -100% akan menunjukkan bahwa kedekatan saat ini berada pada titik terendah, sementara 0% menyatakan bahwa saat ini market forex dalam keadaan tertinggi.

    Pada rumus william percentage range akan ditunjukkan proporsi yang menunjukkan bahwa market forex sedang berada di antara 2 kondisi ekstrim. Pada umumnya platform trading menyediakan kalkulator guna menghitung rumus william percent range. Hal yang diperlukan oleh trader adalah menginput indikator untuk dihitung secara otomatis.

    Adalah salah satu jenis parameter yang harus diterapkan pada saat menggunakan william percent range, yaitu periode ke N. Jenis periode yang dapat digunakan oleh trader cukup beragam, salah satunya adalah dari default platform, yatu dengan 14. Banyak trader yang memiliki mengubahnya menjadi periode 10 berdasarkan pada pilihan strategi.

    Memahami formula yang akan digunakan dalam william percent range merupakan hal penting bagi trader. Hal ini perlu dilakukan agar trader tidak perlu bingung lagi saat akan menginput indikator yang ada di pasar ke dalam formula. Selanjutnya perhitungan akan dilanjutkan oleh flatron trading secara otomatis.

    Tahapan pada saat memasukkan indikator trading di dalam rumus harus dilakukan secara teliti agar tidak terjadi kesalahan. Adanya kesalahan seperti salah input atau posisi yang tidak sesuai akan menyebabkan adanya error dalam perhitungan. Hal ini akan merugikan trader karena hasil perhitungannya mengalami kesalahan. Hasil perhitungan dari william percent range berguna untuk melihat pergerakan harga di dalam market forex.

    Trading dengan Indikator William Percent Range

    Banyak trader yang terkadang tertipu dengan adanya overbought dan oversold di dalam market forex. Hal ini dikarenakan kedua indikator tersebut membuat trader merasa terbatasi dan merasa tidak mampu untuk memprediksi pembalikan dari harga market forex. Langkah lain yang dilakukan untuk keluar dari zona tersebut adalah menganggap overbought dapat mewakili tekanan pasar.

    Oversold memunjukkan kemunculan dari adanya tekanan dalam proses penjualan mata uang di dalam market forex kapan saja. Hal yang tidak diprediksi oleh trader dalam kondisi oversold adalah berapa lama periode tekanan tersebut akan dipertahankan. Lamanya periode sebuah kondisi pasar akan bertahan di dalam market bia bergantung pada partisipasi trader.

    Salah satu hal pasti yang dipahami oleh trader adalah akan adanya pembalikan harga pasar untuk membentuk poin berikutnya. Namun, kapan waktu untuk perubahan atau proses pembalikan tersebut tidak memiliki ketentuan watu. Indikator overbought dan oversold pada william percent range tidak akan memberikan sinyal kapan waktunya akan terjadi pembalikan.

    Overbought dapat diidentifikasi menggunakan indikator william range percent apabila sudah mencapai harga dengan titik tertinggi baru. Sementara oversold akan terjadi apabila harga pada titik terbaru market forex saat ini sedang mencapai titik terendah. Tren pasar yang mengalami kenaikan dan naik memungkinkan untuk membuat titik tinggi harga terbaru.

    Pada saat tren di dalam market forex adegan mengalami penurunan, maka akan terbentuk harga terendah baru. William percent range akan memberikan segala informasi saat tren mengalami naik turun sampai terjadi overbought dan oversold. Ada kesalahan besar yang dilakukan oleh trader, yaitu menjual sampai tren naik dan membelinya saat sedang turun.

    Pemakaian indikator william percent range yang tepat di dalam market forex dalam menghindari transaksi trading saat pasar sedang dalam kondisi tren. Langkah tersebut bisa dijalankan saat william percent range sudah mengindikasi adanya oversold dan overbought. Trader harus bisa menganalisa kondisi saat ini yang sedang terjadi di dalam market forex agar bisa melangkah.

    Analisa yang bisa dilakukan oleh trader adalah dengan melakukan observasi guna memantau pergerakan harga forex dalam periode bersangkutan. Trader bisa melihat titik tertinggi dan terendah dari periode forex tersebut guna mengetahui apakah tren yang sedang naik. Trader juga bisa mengamati titik terendah teratas dan terbawah guna mengidentifikasi tren turun.

    Kombinasi dengan Indikator Lain

    Mengkombinasikan william percent range dengan indikator trading lainnya merupakan salah satu caara yang tepat untuk memaksimalkan proses analisa teknikal. Indikator yang jensinya berseberangan dengan williamprecer range merupakan pilihan tepat. Hal ini dikarenakan kedua indikator tersebut akan bisa membantu menggambarkan traget dengan tepat.

    Salah satu jenis indikator yang dapat digabungkan denan william percent range adalah berbasis pada volume. Indikator tersebut akan membantu trader dalam menganalisa pergerakan market forex secaa lebih mendalam agar mengetahui tren terbaru saat ini. Jenis indikator yang satu ini tidak hanya melihat pergerakan harga saja, melainkan juga tren dalam pasar.

    Menggabugkan anatra william percent range menggunakan stategi trading lainnya beguna untuk menghilangkan indikasi adanya sinyal palsu. Kombinasi tersebut membuat platform trading akan lebih sering agar setaip sinyal yang dihasilkan bisa berkualitas. Kombinasi indikator berguna untuk alat konfimasi dan disaring di dalam market forex.

    Apabila kedua indikator ynag digabungkan mempunyai hasil analisa yang berbeda, makaAnda harus segera meninggalkan market forex. Hal ini harus dilakukan agar trader terhindari dari potensi kalah. Trader juga bisa melakukan uji coba terkait dengan strategi yang sudah disusun berdasarkan kombinasi indikator dengan memanfaatkan akun demo.

    Setiap indikator yang digunakan di dalam trading forex tentu saja mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak ada indikator yang bisa diterapkan secara sempurna, sehingga trader tetap harus menetapkan manajemen resiko dengan bijak. Fyunsgsi dari manajamen resiko tersebut adalah meningkatan rasa pecaya diri bagi trader.

    Ada jenis akun demoyang biasa digunakan, mulai dari pengaturan untuk mengubah dan mencoba settingan di dalam periode N. trader yang tidak bisa mengatur penggunaan akun demo tersebut akan berpotensi kehilangan modal untuk periode tertentu. Di samping itu, akun demo juga bisa mencoba beberapa strategi siklus.

    Hal terakhir yang perlu diperhatikan adydalah indikator william percent range berguna utnuk membandingkan market forex dalam periode tertentu. Trader akan meduapatkan gambaran secara menyeluruh terkait kondisi oversold dan overbought di dalam market forex.

    Penerapanindikator william percent range harus diikuti dengan prinsip kehati-hatian agar trader tidak salah langkah dalam mengambil keputusan. Trader harus bisa menyadari resiko yang mengintai, sehingga harus bersiap diri dalam menerima kemungkinan tersebut. Manajamen resiko yang baik akan membantu mencegah terjadinya kekalahan di dalam trading forex.

    Sudah paham bukan terkait apa itu indikator william percent range beserta fugsinya didalam market forex? Kondisi market forex yang seringkali berubah karena pengaruh dari beberapa sektor yang harus disadari oleh trader. William percent range akan membantu trader bisa mendapatkan titik oversols dan overbought guna melakukan transaksi.

  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    kalo gw sih bilang indikator osilator ini wajib dikoreksi dengan MACD20 atau lihat formasi HnS, supaya tau mana yang benar, karena kalo lewat garis 30 atau 70 itu bukan berarti bakal ada rally, kadang banyak aktifitas tapi harga ngak berubah banyak, bisa aja garisnya naik turun

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X