Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Pertinggi Probabilitas Lewat Candlestick dan Trik Lakukan Cross Hedging
    Click image for larger version

Name:	index.jpg
Views:	2
Size:	5.1 KB
ID:	13019017
    Seringkali trader merasa bahwa ia tidaklah terlalu berbeda dengan binatang yang berada di gurun sahara yang tengah berburu mangsanya. Sama seperti halnya binatang buas yang mengetahui apabila ada pada lingkungan tertentu, dimana ia cenderung bisa mendapatkan persedian makanan berikutnya. Biasanya seorang trader begitu menyukai keadaan tertentu sebelum ia dapat memasuki kegiatan trading yang dapat membuat mereka mendapatkan keuntungan.

    Kali ini akan dijelaskan bagaimana kondisi keadaan yang cukup baik sehingga nantinya sebagai trader Anda bisa mendapatkan hasil yang cukup banyak dari candlestick dengan kondisi probabilitas yang cukup tinggi. Selain itu, sebaiknya trader dapat menggabungkan garis pivot yang dapat berkolaborasi dengan baik melalui charting candlestick.

    Candlestick charting merupakan sebuah metode yang digunakan untuk menampilkan price action agar sang trader dengan mudah dapat melihat persaingan antara pemenang dengan pembeli, serta ke penjual agar dapat memperoleh sinyal perdagangan yang cukup baik.

    Kini, trading candlestick sudah cukup popular dan kerap digunakan para trader di seluruh dunia. Formasi candlestick cukup banyak, entah itu secara grup ataukah individu yang nantinya akan memberikan informasi kepada trader mengenai cara memaksimalkan formasi candlestick agar dapat meningkatkan probabilitas. Formasi yang umunya dikenal oleh trader yakni hammer. doji, dan shooting star.

    Bagaimana Trader Dapat Menggunakan Sinyal Candlestick dalam Trading?

    Hal penting yang perlu dicatat oleh trader yakni mengenai sinyal yang dihasilkan oleh candlestick nantinya akan terlihat pada dua kondisi. Pertama yakni mengenai harga yang akan memantul pada support maupun resistance di mana di sini terdapat kondisi umum. Selanjutnya yang kedua, yakni mengenai break high yang ada pada tren naik maupun break low pada tren turun.

    Disaat kondisi pasar sudah terbentuk, maka sebaiknya trader fokus pada formasi ataupun pola candlestick. Pola serta formasi biasanya terbentuk di sekitar area support resistance yang nantinya ia akan membentuk sinyal yang dapat jadikan trade untuk melakukan posisi entry ke dalam pasar. Identifikasi support resistance dapat dilakukan mulai dari harga tertinggi hingga harga terendah, ataupun dengan mengamati harga yang terbentuk melalui price action dan juga bisa dengan menambahkan posisi pivot point ke dalam grafik.

    Saat trader dapat masuk dalam kondisi pasar yang sedang berada dalam tren. Entah itu kondisinya berada pada tren naik ataupun turun, maka baiknya trader tetap fokus pada pola serta formasi candlestick yang dekat dengan tren yang akan ia masuki. Pada moving average yang berada di periode 200, ia dapat membantu trader apabila dikombinasikan dengan pivot point, dimana kombinasi keduanya tentu saja akan membantu trader untuk menentukan bagaimana pola candlestick yang ada pada pasar.

    Bagi Anda yang masih asing dengan pivot points, ia merupakan sebuah indikator terkenal yang dapat membantu Anda untuk memperkirakan di mana posisi titik support serta resistance di masa mendatang dengan tujuan untuk membatasi resiko serta menemukan angka take profit yang diambil.

    Cara Menghitung Probabilitas Candlestick dengan Rumus Pivot Point

    Berikut merupakan rumus menghitung pivot point yakni (High+Low+Close)/3. Hal tersebut tentu saja terasa lebih mudah karena ia akan menjadi indikator default yang bisa ditambahkan trader dalam trading yang ia jalankan. Usai trader menambahkan pivot yang telah ditambahkan dengan indikator moving average, selanjutnya trader dapat mencari price action. Dengan demikian trader dapat melihat serta memperhatikan bagaimana pola yang dapat terbentuk hingga mulai berkembang serta dapat memperhatikan bagaimana suatu pola pembalikan akan mengalami pembentukan.

    Yang terjadi pada grafik AUD/USD nantinya, trader dapat melihat bagaimana harga pasar menjauh dari harga pivot bulanan. Trader akan melihat adanya penguatan resistance di area moving average 200 yang berada di garis pivot bulanan. Tidak ada yang dapat diprediksi mengenai garis pivot, terkecuali ada sebuah kenyataan yang menyatakan ada banyak trader yang menggunakan garis pivot sebagai angka take profit, sehingga ia tahu kapan harus berhenti, keluar dari pasar atau kapan ia harus berhenti melakukan kegiatan averaging buy maupun sell.

    Trader juga dapat mengamati tabel USD/JPY yang menunjukkan bagaimana posiis harga dapat memantul dari pivot dan mengalami pergerakan menuju resistance terdekat yang ada pada jalur resistance 1. Dalam hal ini trader dapat melihat kembali pivot point serta moving average 200 agar ia dapat melihat bagaimana sinyal pembalikan ataupun lanjutan akan terbentuk dalam pasar.

    Sebaiknya trader sesegera mungkin menetapkan berapa stop loss serta take profit yang akan ia ambil didekat support maupun resistance. Hal ini akan membantu trader untuk memastikan bagaimana manajemen resiko dalam trader dapat bekerja dengan maksimal di tengah perjalanannya memburu kemungkinan keuntungan yang akan ia dapatkan dengan lebih tinggi.

    Mengetahui Bentuk Cross Hedging

    Pernahkah Anda mengetahui bentuk lain dari hedging yang bernama cross hedging? Dalam hal tersebut tentu saja keduanya memiliki arti yang sama. Cross hedging dapat terjadi apabila terdapat dua posisi terbuka yang berlawanan arah dan memiliki tujuan untuk mengunci kerugian. Sehingga yang terjadi adalah, kemana pun harga tersebut mengalami pergerakan, maka kerugiannya yang dialami trader akan terkunci pada nominal yang sama. Langkah tersebut tentu saja dapat diambil saat terjadi kesalahan posisi dimana trader telah mengalami kerugian.

    Cross hedging bertujuan agar trader dapat meminimalisir resiko sehingga tidak terjadi kerugian yang lebih besa. Langkah hedging ini hingga kini masih menjadi perdebatan di kalangan trader. Sebagian dari mereka ada yang beranggapan bahwa lebih baik berada dalam posisi cut loss secara jantan apabila ia merasa salah posisi. Daripada mengunci kerugian yang pada akhirnya dapat bermain dengan diri sendiri.

    Dalam satu keadaan tertentu akan ada buah posisi yang berlawanan arah, yakni buy dan sell dimana seorang trader mau tak mau harus membuka salah satu posisi serta menutup posisinya agar ia dapat meminimalisir resiko hingga ia dapat menghasilkan keuntungan.

    Sebenarnya prinsip dari cross hedging sama halnya dnegan hedging yang biasa dilakukan trader. Perbedaannya yakni apabila trader mengalami cross hedging seperti yang dilakukan melalui pair yang berbeda akan tetapi mereka masih satu rumpun.

    Misalnya saja pada posisi buy yang berada pada pasangan mata uang GBP/USD serta posisi sell yang ada pada pasangan mata uang EUR/USD ataupun buy yang ada pada pasangan AUD/USD serta posisi sell yang berada pada pasangan mata uang NZD/USD.

    Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa mereka harus berada dalam satu rumpun yang sama? Karena di sana terdapat pergerakan yang nyaris sama, yang terletak pada satu zona mata uang, sehingga dapat memengaruhi berita fundamental yang sama.

    Ketahui Teknik Penggunaan Cross Hedging dengan Baik dan Benar
    Click image for larger version

Name:	134-1.jpg
Views:	1
Size:	102.9 KB
ID:	13019018
    Agar trader lebih mudah untuk melakukan percobaan, bagaimana menganalisa pergerakan pasangan mata uang GBP/USD, baik melalui analisa teknikal maupun fundamental, diperkirakan nantinya akan ada pergerakan harga yang bergerak sehingga mengalami bullish. Oleh karenanya trader dapat memutuskan untuk membuka posisi pembelian mata uang GBP/USD yang terdapat di angka 1.2400 dengan harapan aka nada harga yang bergerak hingga mencapai pergerakan diangka 1.2450.

    Akan tetapi, adanya isu ekonomi dapat menyebabkan penguatan mata uang dollar dan terjadi pergerakan harga pada mata uang GBP/USD yang turun hingga di angka 1.2395 dan tidak menutup kemungkinan harga tersebut akan mengalami floating loss sebesar 5 pips.

    Sebelumnya telah dijelaskan bahawa pada teknik hedging yang berada pada posisi 1.2395. Hal tersebut akan dibuka satu posisi sell yang baru untuk melakukan penguncian kerugian di angka 5 pips. Dalam hal ini cross hedging bukanlah merupakan cara yang biasa di lakukan trader. Namun, trader dapat melakukan dua cara lain yakni, pertama menahan posisi pembelian mata uang GBP/USD yang berada dalam kondisi terbuka.

    Kedua, Anda dapat membuka posisi sell yang baru pada pasangan mata uang EUR/USD yang berada pada level 1.0790, sehingga yang terjadi pada saat pasangan mata uang EUR/USD mengalami penurunan, maka trader dalam hal ini masih bida mendapatkan keuntungan dari sana.

    Setelah melalui langkah di atas, bisa saja akan terjadi pembelian pasangan mata uang GBP/ USD yang berada diangka 1.2400 dan ia pun turun pada di angka 1.2393 dengan floating loss 7 pips. Tidak menutup kemungkinan juga akan ada kegiatan penjualan pada pasangan mata uang EUR/USD diangka 1.0790 yang turun dalam posisi 1.0785 dengan hitungan floating profit 5 pips.

    Dari kedua posisi ini total tersebut bisa dimungkinkan trader akan mengalami rugi dan mendapatkan labanya sebanyak 7-5 pips, hingga mencapai jumlah total 2 pips. Angka tersebut dirasa jauh lebih baik jika dibandingkan apabila kita telah mengalami posisi loss buy pada pasangan mata uang GBP/USD sebesar 7 pips.

    Mungkin sebagian dari kita akan mengira bahwa teknik ini tidak begitu efektif karena menyisakan kerugian, akan tetapi jika trader masih berpikir seperti itu, maka baiknya ia memahami kembali apa dan bagaimana tujuan manajemen resiko dalam trading.

    Tujuannya bukanlah membalikkan kerugian menjadi sebuah profit, akan tetapi yang baik dan benar adalah trader dapat meminimalisir resiko agar kerugian yang terjadi tidak terlalu besar dan disarankan pada teknik cross hedging trader dapat menguasai retracement serta reversal.
  • <a href="https://www.instaforex.org/id/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    yang pasti trader ngak bisa op pada saat signal divergennya muncul, pasti udah lewat beberapa pips, jadi kemungkinannya trader harus jelas meliat signal dengan cara yang di atas, artinya cara ini tidak berlaku u ntuk analisa kerangka waktu lebih kecil dari chart harian

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X