Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Indikator Trading Forex Andrew’s Pitchfork Dijamin Maksimal
    Click image for larger version

Name:	Andrew-Pitchfork-1.jpg
Views:	1
Size:	73.0 KB
ID:	13018679
    Analisa teknikal adalah salah satu metode analisa yang umum dipergunakan dalam trading Forex. Di mana sebuah analisa teknikal bermanfaat dalam memungkinkan seorang trader untuk dapat melacak pergerakan pasar serta mengambil keputusan berdasarkan tren yang tengah berlangsung saat itu.

    Bukan hanya tren yang dapat dijadikan patokan, akan tetapi banyak pula tool lainnya seperti beragam pola pergerakan harga dan juga berbagai indikator teknikal. Salah satu di antara tool yang ada dalam analisa teknikal adalah indikator Andrews' Pitchfork yang akan kami bahas secara jelas kali ini.

    Dari namanya, Anda pasti sudah bisa menebak bahwa nama tersebut berasal dari nama penciptanya. Jika begitu, benar tebakan Anda.

    Dr. Alan H. Andrews, seorang fisikawan dari keluarga yang dekat dengan dunia finansial. Ayahnya seorang konsultan investasi sehingga tidak heran jika akrab dengan perbincangan seputar pasar finansial. Sebab topik tersebut menjadi bahan obrolan harian.

    Dengan kecerdasan juga kesadaran akan pentingnya pendidikan, Andrew berhasil lulus dari Harvard dan MIT. Dua universitas bergengsi di Amerika Serikat dan tidak perlu diragukan kualitasnya. Namun, Andrew tidak bekerja seorang diri, ia memperoleh bantuan juga dukungan dari Roger W. Babson dan George Marechal.

    Apa yang Dimaksid dengan Andrew's Pitchfork

    Sebenarnya, Andrew's Pitchfork bukanlah indikator, melainkan termasuk dalam keluarga 'Line Studies'. Line studies di sini adalah trendline, channel, Fibonacci Retracement dan lainnya.

    Namun, untuk mempermudah penyebutannya maka Andrews' Pitchfork dianggap sebagai indikator teknikal. Lalu, apa dan juga bagaimana sebenarnya mekanisme kerja dari indikator ini?

    Secara garis besar, ia merupakan indikator yang dapat dipergunakan dalam mengidentifikasi support dan juga resistance dengan dukungan dari tiga trendline sejajar. Tiga trendline tersebut terbentuk dari penempatan tiga titik acuan setelah Anda menentukan tren dengan jelas.

    Dapat dikatakan bahwa indikator ini nyaris serupa dengan channel, hanya saja ia mempunyai tiga garis, sedangkan pada umumnya channel hanya memiliki dua garis saja yaitu atas dan bawah. Ketiga garis dalam Andrews' Pitchfork aslanya dari tiga titik sebagai acuan dan itu sebagai titik puncak juga lembah secara signifikan.

    Garis yang berada di bagian tengah dari channel yang telah terbentuk disebut dengan 'median line'. Itu pula sebabnya, metode analisa seperti ini sering disebut dengan 'median line studies'. Pada Andrew's Pitchfork, median line disebut dengan 'helve' atau tangkai, sedangkan dua garis channel yang berada di atas dan bawah disebut 'teeth' atau gigi.

    Pitchfork sendiri artinya adalah garpu rumput jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Sehingga penamaan tangkai dan gigi itu mengacu pula pada bentuk dari garpu rumput yang memiliki tangkai serta gigi. Kedua gigi tersebut sebenarnya merupakan channel, di mana garis di atas berperan sebagai resistance sedangkan yang di bawah berperan sebagai support.

    Pengaplikasian Andrew's Pitchfork

    Untuk menggambar Andrews' Pitchfork, sebelumnya Anda harus sudah melihat keberadaan tren. Namun, perlu diingat kembali bahwa tren memiliki aturan yakni:

    Uptrend yaitu sederetan puncak dan juga lembah yang semakin tinggi

    Downtrend yaitu sederetan puncak dan juga lembah yang dalam pergerakannya semakin rendah

    Usai pitchfork telah tergambar dengan baik, langkah selanjutnya yaitu mencari peluang jual ataupun beli. Dalam melakukan trading, Anda dapat memanfaatkan area di antara sepanjang channel. Anda dapat menunggu hingga salah satu dari garis channel yaitu gigi tembus untuk bisa menerapkan breakout dalam trading.

    Metode yang juga umum dipergunakan ialah bounce trading dengan memanfaatkan channel sebagai support dan juga resistane serta helve atau median line sebagai pivot. Terdapat beberapa aturan dasar yang diterapkan dalam trading berdasarkan indikator Andrews' Pitchfork ini, diantaranya:

    Order sell pada saat harga berada di area channel bagian atas, target pertamanya adalah helve, sedangkan target terjauhnya yaitu channel bawah

    Order buy saat harga berada di area channel bagian bawah, target pertamanya ialah helve, sementara untuk target terjauh ialah channel atas

    Pada saat kondisi tengah downtrend, maka lakukan buy jika channel atas berhasil tembus

    Pada saat kondisi sedang uptrend, Anda harus sell jika channel bawah berhasil tembus

    Membuka Posisi di Dalam Chanel

    Lantas, bagaimana melakukan analisa teknikal dengan menggunakan Andrew's Pitchfork apabila harga berada di dalam chanelnya? Anda hanya perlu menganggap trading tersebut seperti halnya tengah mengamati fluktuasi emas.

    Posisi yang terbaik adalah ketika Anda mengambil arah searah dengan tren. Tentukan order sell atau buy sesuai aturan Andrew's Pitchfork yang sebelumnya sudah dibahas. Berdasarkan pada aturan dasar tersebut, Anda dapat mencoba mencari posisi sell saat harga bergerak di channel bagian atas.

    Area Take Profit (TP) berada di area helve atau median line sebagai target pertama, sedangkan target terjauh yakni di channel bagian bawah.

    Ketika area sell berada di area channel bagian atas, sementara harga justru turun ke area helve. Maka dalam kasus ini artinya harga tidak berhasil mencapai target terjauh, yaitu area channel bagian bawah. Namun hal itu tidak masalah, karena umumnya trader mengambil keuntungan di area target pertama, yaitu area helve.

    Setelah itu mungkin akan muncul pertanyaan, "Saat harga telah sampai pada area upper channel, bagaimana cara mengidentifikasi bahwa itulah saat yang tepat membuka posisi sell?"

    Jawabannya, Anda dapat memanfaatkan bantuan dari indikator lain seperti misalnya stochastic, RSI, MACD ataupun CCI. Di mana konsepnya adalah pada saat harga telah berada di area upper channel, maka Anda tinggal mencari konfirmasi sinyal jual yang dimunculkan oleh indikator tambahan tersebut.

    Hal yang sama juga berlaku ketika Anda ingin mencari posisi buy pada saat harga tengah berada di area lower channel. Namun, yang perlu Anda cari dari indikator tambahan tersebut yakni sinyal beli.

    Open Posisi di Luar Channel

    Lalu, bagaimana apabila harga tidak lagi mengalami pergerakan di dalam channel Andrews' Pitchfork?

    Terdapat cara lain untuk memanfaatkannya, akan tetapi metode ini amat jarang penggunaannya. Sebab cara ini menjurus kepada breakout trading. Di mana seperti Anda ketahui bahwa apabila terjadi breakout ke atas ressitance ataupun ke bawah support, maka akan ada potensi reversal atau pembalikan arah tren.

    Dalam kondisi ini area upper channel berperan sebagai resistance sedangkan lower channel berperan sebagai support. Harus diingat, bahwasanya berhasil ditembusnya support ataupun resistance merupakan indikasi awal dari kemungkinan perubahan arah trend. Namun, Anda jugs harus tetap memperhatikan apakah penembusan yang terjadi tersebut valid atau malah palsu.

    Apabila Anda ingin menerapkan strategi breakout pada Andrews' Pitchfork, maka Anda dapat membuka posisi buy saat candlestick yang berhasil menembus upper channel telah close. Dengan kata lain, Anda dapat membuka posisi buy hanya setelah candlestick berikutnya telah dimulai.

    Kebalikannya, ketika Andrews' Pitchfork gerakan naik akan tetapi ternyata ada lower channel tembusnya, maka jika disandarkan breakout trading, direkomendasikan buka posisi pada sell.

    Namun, harus selalu Anda ingat bahwa tidak ada metode trading yang bisa 100% akurat hasilnya. Oleh sebab itu jangan lupa untuk selalu menempatkan stop loss sebagai langkah antisipasi seandainya pergerakan market tidak sesuai dengan harapan Anda.

    Dengan begitu kemungkinan kerugian dapat Anda minimalkan. Potensi profit juga masih bisa diupayakan untuk ditingkatkan. Sebab bagaimanapun juga trading Forex bukanlah hal yang mampu untuk diprediksi meski menggunakan teknik analisa terbaik maupun strategi.

    Pergerakan pasar bisa berubah sewaktu-waktu dengan pengaruh dari faktor di luar pasar. Oleh sebab utulah diperlukan adanya manajemen resiko dan juga take profit serta stop loss sebagai langkah pencegahan sekaligus antisipasi. Bukan lagi tentang sebaik apa strategi tetapi sebaik apa Anda mampu menyesuaikan dengan kondisi market saat ini.

    Sebab hanya trader yang adaptif dan mampu membaca situasi yang bisa mencapai kesuksesan di bisnis ini. Jangan berhenti belajar dan asah kemamouan dalam berstrategu maupun analisa juga memanfaatkan indikator yang pas bagi trading yang Anda jalani. Agar dapat memperoleh hasil sesuai yang Anda ingini.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    indikatornya kayaknya bukan tipe standard, lalu bagaimana cara praktekannya kalo ngak ada indikator yang dishare di sini?
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X