Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Pemakaian Indikator Standart Deviation untuk Ukur Volatilitas
    Click image for larger version

Name:	indikatorindikator-volatilitas-125491-41917.png
Views:	1
Size:	50.9 KB
ID:	13018626
    Dalam implementasinya, indikator standart deviation forex ternyata juga menggunakan konsep statistik dengan cara menghitung berbagai data harga guna mengukur tingkat volatilitas pasar. Istilah standart deviation, lebih dikenal dengan nama standar deviasi. Apabila Anda pernah belajar ilmu statistika, ketahuilah bahwa cabang ilmu ini diambil dari cabang ilmu statistik. Standar deviasi ini pun memiliki makna sebagai metode yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan sebuah distribusi pada nilai sekelompok data.

    Standar deviasi ini menjadi salah satu nilai persebaran nilai distribusi yang diambil dari nilai mean. Apabila standar deviasinya semakin rendah, maka yang terjadi adalah nilainya sebarannya juga semakin sempit nilainya. Dalam dunia finansial, khususnya, standar deviasi dapat dimanfaatkan dalam berbagai cara guna menghitung tingkat volatilitas pasar. Akan tetapi baiknya kita selalu ingat bahwa di saat ada pembicaraan yang terkait dengan volatilitas, maka dapat dipastikan pada istilah tersebut memiliki banyak makna.

    Mengpapa Anda Perlu Memperhatikan Volatilitas Market?

    Manajer keuangan atau siapapun yang memiliki keterkaitan langsung dengan hal finansial pastinya ia akan tertarik dengan standar deviasi. Oleh karenanya, dalam imlementasinya standar deviasi sangatlah berbeda penggunaannya dalam setiap bidang keuangan. Meskipun beberapa orang tetap saja menggunakan satu jenis yang sama. Itulah dasar utama yang benar-benar harus diperhatikan.

    Apalagi disaat membandingkan data keuangan, terdapat satu jenis perhitungan umum yang biasa disebut dengan sharpe ratio. Rasio tersebut biasanya digunakan untuk melakukan proses penghitungan perbedaan pendapatan ataupun ROI yang mekanisme jumlah perhitungannya. Pendapatannya dapat dikurangi menjadi sebuah rasio resiko yang telah terbagi dengan standar deviasi yang telah mengacu pada pemasukan yang dihitung di awal.

    Adanya bentuk standar deviasi ini memungkinkan terbentuknya dana pensiun yang dimiliki seseorang atau sejenisnya, yang nantinya dapat ia dibandingkan dengan reksa dana sesuai dengan resiko yang ada. Pada investor jangka panjang, mau tidak mau Anda harus memperhatikan tingkat votatilitas, karena hal tersebut menjadi petunjuk penting bagi Anda untuk mengetahui ekspektasi seberapa banyak kemungkinan serta kerugian yang Anda miliki dalam suatu investasi. Apabila dikaitkan dengan trading forex, kita akan mengetahui seberapa jauh harga mengalami penambahan dari harga rata-rata dalam satu periode waktu.

    Hal di atas tentu saja akan sangat berguna bagi kita dan dapat menjadikannya dalam berbagai alasan. Misalnya saja hal tersebut terjadi pada trader yang dapat melakukan pengukuran berapa jarak yang tepat untuk menempatkan stop-loss. Standar deviasi ternyata mampu menyediakan sebuah petunjuk apakah harga tersebut akan keluar dari jarak yang telah ditetapkan, ataukah ia akan kembali pada harga mean terkini.

    Memahami Tren yang Sulit Dikenali

    Jika Anda menemui standar deviasi pada satu mata uang terlalu besar, maka nilai harga tersebut akan terlihat acak dan jarak harganya pun menjadi lebar. Sederhanyanya adalah volatilitas bisa jadi sangat tinggi. dan ketika ada standar deviasi yang rendah, maka harganya pun kadang tidak sebanding dengan apa yang terlihat, seperti halnya Anda sedang mengacak volatilitas yang rendah. Dengan adanya kemampuannya tersebut, pada dasarnya indikator standard deviation merupakan sebuah indikator volatilitas.

    Bagi trader forex, volatilitas dapat memberikan dua dampak. Pertama, pada volatilitas tinggi, ia menawarkan peluang yang tinggi untuk sebuah keuntungan. Di sisi lain, di sana juga telah disediakan resiko yang lebih besar apabila harga bergerak melawan arus. Perlu diketahui bahwa seberapa banyak volatilitas yang And inginkan, tentu saja hal tersebut akan bergantung pada gaya trading yang Anda kenakan.

    Contohnya saja pada, trader swing yang secara aktif ia mencari volatilitas pasaryang lebih tinggi karena adanya fluktuasi yang tajam, dan harga tersebut pun mampu menyediakan keuntungan yang signifikan dalam kurun waktu yang tak lama. Pada kondisi sebaliknya, Anda akan banyak dibutuhkan oleh trader dngan jenis yang berbeda. Trader dalam jangka waktu yang panjang, cenderung memakai tren, yang lebih menggunakan instrumen yang menyediakan volatilitas kecil. Itulah mengapa noise dalam fluktuasi harga akan membuat tren menjadi lebih sulit dikenali dan ditunggangi apabila trader ingin menahan posisi.

    Menghitung Standar Deviasi untuk Mengukur Volatilitas

    Jika akan menghitung standar deviasi dari suatu data harga, Anda akan menemui banyak langkah yang harus dilibatkan. Trader harus menentukan seberapa jauh periode yang akan ia diobservasi (misalnya saja dalam kurun waktu 20 periode), ia akan melakukan proses menghitung rata-rata harga (mean) untuk periode tertentu. Baiknya trader juga menghitung berapa banyak harga di setiap periode yang menyimpang dari harga mean. Apabila dibuat dalam rumus persamaan, sebagai berikut =1N(x-x)2. X pertama adalah harga, sedangkan X kedua merupakan nilai dari harga mean.

    Rumus standar deviasi di ataslah yang digunakan pada indikator platform trading. Indikator standard deviation, nantinya akan melakukan proses penghitungan harga pada periode tertentu. Selanjutnya ia akan menempatkan pada histogram agar menghasilkan standar deviasi yang ada pada jendela observasi. Jendela observasi akan terus mengalami perguliran seiring dengan adanya periode yang terus bergerak, sehingga yang ada pada nilai terbaru akan tertutup dengan nilai yang terbaru pada setiap bar harga yang berpindah.

    Hal ini tentu akan memberi kesempatan pada trader untuk melihat sekilas perubahan yang ada pada tingkat volatilitas harga seiring dengan pergantian waktu yang terus mengalami perubahan untuk satu instrumen. Selain itu, yang terjadi pada indikator standard deviation ia akan membantu trader untuk memperjelas adanya ekspekstasi pergerakan harga instrumen yang ia pilih untuk masa mendatang. Misalnya saja mengenai adanya instrumen yang akan naik volatilitasnya ataupun sebaliknya.

    Cara Menggunakan Indikator Standard Deviation dengan Baik dan Benar
    Click image for larger version

Name:	menggunakan-indikator-bollinger-bands-134139-23222.png
Views:	1
Size:	61.4 KB
ID:	13018627
    Berdasarkan asumsi pasar, standard deviationbisa sajamengalami pergerakan menyamping ataupun range saat fluktuasi harga jangka pendek terlihat begitu acak. Trader mungkin berasumsi telah terjadi pembalikan dari nilai mean, sehingga aka nada jalan untuk membuka trading sesuai dengan kondisi tersebut. Akan ada perberbedaan pada setiap informasi yang digunakanoleh trader, tergantung gaya apa yang akan ia gunakan dalam trading. Trader yang telah berafiliasi dalam tren, umumnya menggunakan nilai standar deviasi tertinggi dan melihatnya sebagai awal pembentukan tren yang baru.

    Penerapan standard deviation digunakan sebagai bagian dari indikator tunggal yang memiliki keterbatasan, ia akan berfungsi jauh lebih optimal saat dikombinasikan dengan indikator lain. Salah satu contoh, yang ada pada standar deviasi yang dapat digunakan sebagai kunci apabila ingin membangun bollinger band adalah Anda dapat menggunaka tipe indikator volatilitas yang paling populer yang digunakan oleh trader. Indikator ini akan membantu rata-rata pergerakan yang akan dimanfaatkan oleh sebagaian garis tengah dan dimana penempatan bollinger band akan mendapatkan beberapa poin jarak sebagai standar deviasi atas dan bawah. John Bollinger sebagai seorang penemu indikator menjelaskan bahwa jika trader menemui adanya gelombang mengerucut, di situlah ada peluang volatilitas yang tinggi.

    Sebagai pengguna strategi tren, Anda dapat memanfaatkan gelombang tersebut sebagai sinyal breakout. Selain itu, coba gunakan banyak cara kombinasi standard deviation dengan indikator lainnya. Trader juga dapat menggabungkan indikator untuk mengkonfirmasi tren. Yang masuk dalam indikator konfirmasi tren, yaitu MA (Moving Average dengan varian SMA dan EMA yang bermanfaat untuk tentukan tren pasar secara menyeluruh dari langkah pertama. Selanjutnya trader dapat menggunakan indikator standard deviation sebagai langkah kedua.

    Indikator standard deviation membantu trader membaca potensi pembalikan nilai mean, akan tetapi hal tersebut dapat terjadi apabila tren berjalan searah dengan tren yang lebih besar. Apabila ada begitu banyak mutasi yang dapat dicoba trader saat berlatih menggunakan indikator standard deviation. Maka indikator kombinasi dapat dipilih trader sebagai langkah mengoptimalkan hasil perhitungan standar deviasi.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    untuk mengukur volatilitas biasanya trader menggunakan bollinger band dan inchimoku, tapi itu semua tetap butuh banyak latihan akun demo supaya tau cara mengenali signal yang benar, jad intinya trader bisa pake indikator apa saja asal ada pengalaman trading sebelumnya

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X