Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Penyebab Mata Uang Rupiah Melemah, Apa Saja?
    Rupiah Indonesia terdepresiasi 50% antara Juli 2011 dan Februari 2020. Arus keluar modal selama Krisis Asia 1997-1998 mendepresiasi rupiah dari 2.400 per dolar menjadi 15.000 per dolar, mengikis modal bank dan mengurangi intermediasi keuangan.

    Bank-bank di Indonesia menghadapi ketidaksesuaian antara aset rupiah dan kewajiban mata uang asing. Saat rupiah melemah, modal bank menyusut. Menurut data Bank Indonesia, simpanan dan pinjaman bank swasta domestik turun hampir 20% selama krisis. Disintermediasi ini berkontribusi pada penurunan PDB Indonesia sebesar 14% pada tahun 1998.

    Tulisan ini akan mencoba mengulas, mengenai beberapa hal yang menjadi penyebab mata uang rupiah melemah. Untuk lebih jelasnya langsung simak ulasan berikut ini:

    Pengertian Nilai Tukar

    Nilai tukar mata uang adalah jumlah satu mata uang yang diperlukan untuk membeli unit tertentu dari mata uang lain, serta harga satu mata uang dalam proses pertukaran mata uang. Ada beberapa jenis nilai tukar yang disajikan, yaitu:
    • Nilai tukar/jual adalah berapa biaya untuk membeli mata uang asing dari bank sentral, dan nilai tukar pada waktu tertentu adalah jumlah yang Anda peroleh untuk uang Anda.
    • Tarif dasar (saat ini), adalah kurs yang berlaku pada waktu tertentu untuk pembelian mata uang asing tertentu yang ditentukan oleh bank sentral.
    • Kurs tengah adalah kurs beli dan jual di pasar valuta asing (atau pasar mata uang lokal) yang ditentukan oleh bank sentral dalam jangka waktu tertentu.


    Perubahan nilai tukar juga dapat terjadi dalam dua arah yang berlawanan, yaitu penguatan atau pelemahan. Ketika faktor-faktor lain diperhitungkan, seperti kerusakan yang disebabkan oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap harga domestik, kenaikan harga internasional lebih merugikan pembeli lokal daripada penjual. Sangat penting untuk memiliki prediksi yang akurat tentang apa permintaan atau apa penawaran di dunia internasional untuk menentukan permintaan dan penawaran secara global.

    Nilai tukar selalu rentan terhadap perubahan yang tidak dapat diprediksi. Nilai tukar berubah tergantung pada jumlah permintaan dan penawaran mata uang lain. Dalam hal ini, mata uang Malaysia dapat memberikan sejumlah nilai terhadap mata uang Indonesia. Nilai tukar dapat dipengaruhi dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan menyesuaikan inflasi, transaksi berjalan, dan suku bunga.

    Beberapa Penyebab Nilai Tukar Rupiah Melemah

    1. Inflasi

    Inflasi merupakan gejala ketika tingkat harga umum mengalami kenaikan yang terus menerus. Inflasi disebabkan oleh banyak faktor antara lain jumlah uang beredar yang berlebihan, perilaku konsumtif, defisit anggaran negara, dll.

    Inflasi dapat mengakibatkan investasi berkurang, suku bunga meningkat, pembangunan terhambat, kondisi ekonomi yang tidak stabil, defisit neraca pembayaran, dan penurunan kesejahteraan masyarakat. Gejolak pasar berkembang menjadi masalah bagi bank sentral dalam mengendalikan inflasi. Tingkat inflasi sasaran hampir tidak pernah tercapai. Salah satu langkah untuk mencapai inflasi yang mendekati sasarannya adalah dengan meningkatkan ketepatan prakiraan inflasi.

    Inflasi merupakan salah satu faktor yang memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap nilai tukar mata uang asing. Inflasi merupakan suatu kondisi kenaikan harga barang dan terus menerus serta untuk jangka waktu tertentu. Inflasi yang berlaku umumnya cenderung menurunkan nilai valuta asing. Kecenderungan ini disebabkan oleh pengaruh inflasi sebagai berikut:
    • Akibat inflasi, Anda akan menemukan bahwa harga domestik lebih mahal daripada harga luar negeri. Ini akan membuat harga impor lebih mahal.
    • Inflasi menyebabkan harga barang ekspor menjadi lebih mahal sehingga oleh karenanya inflasi cenderung menurunkan ekspor.
    • Keadaan (i) menyebabkan permintaan valuta asing meningkat, dan situasi (ii) menyebabkan pasokan ke valuta asing berkurang; maka harga valuta asing akan meningkat, artinya harga mata uang suatu negara yang mengalami inflasi mengalami penurunan.


    Hubungan antara inflasi dan nilai tukar akan terlihat pada saat rupiah terdepresiasi, sehingga inflasi akan berdampak. Inflasi akan meningkat akibat impor bahan baku dari luar negeri oleh perusahaan dalam negeri yang menyebabkan harga output menjadi mahal.

    Saat inflasi masih ringan, inflasi dapat memberikan pengaruh yang baik karena menggerakkan perekonomian. Namun inflasi akan berdampak buruk jika levelnya sudah tinggi sehingga pemerintah harus berusaha menjaga inflasi dengan berbagai kebijakan.

    2. Suku Bunga

    Pengertian suku bunga adalah bunga yang dinyatakan sebagai penyajian modal. Tingkat bunga adalah harga investasi. Jenis bunga bank) ada dua yaitu:
    • Bunga tabungan: bunga yang diberikan kepada nasabah sebagai stimulus agar nasabah melakukan penyetoran di bank. Misalnya giro, tabungan atau bunga deposito.
    • Bunga pinjaman: bunga yang harus dibayar pelanggan saat meminjam uang dari bank. Misalnya bunga kredit.


    Suku bunga BI 7 hari (Reserve) Repo Rate merupakan kebijakan suku bunga yang berlaku sejak 19 Agustus 2016 menggantikan BI rate. Jangka waktu BI Reserve (Repo Rate) 7 hari lebih pendek dari BI rate. Tujuan perubahan kebijakan tersebut adalah untuk memudahkan pengendalian efektivitas suku bunga yang berujung pada kelancaran penyaluran kredit kepada masyarakat.

    Suku bunga juga mempengaruhi kondisi nilai tukar. Berdasarkan teori suku bunga paritas, apabila dampak dari kebijakan kenaikan suku bunga, sehingga suku bunga dalam negeri lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga luar negeri, maka hal ini akan berdampak pada peningkatan modal. arus masuk. Peningkatan arus modal ini akan meningkatkan jumlah devisa. maka itu akan membuat nilai tukar mata uang domestik meningkat.

    Perubahan suku bunga akan berdampak pada nilai tukar. Semakin tinggi tingkat suku bunga maka permintaan uang di dalam negeri akan semakin meningkat. Perubahan suku bunga memiliki efek negatif. Kenaikan suku bunga akan meningkatkan hasil investasi keuangan yang diharapkan yang mengakibatkan aliran modal masuk ke negara tersebut, kemudian mempengaruhi penguatan nilai tukar domestik.

    3. Ekspor dan Impor

    Pengertian impor berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 adalah usaha yang secara resmi melalui proses perdagangan barang atau jasa yang dibeli dari luar negeri sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang berlaku.

    Dengan mengabaikan ELA, bank sentral independen bebas untuk menetapkan nilai tukar dan menjaga agar nilai tersebut sejalan dengan perkiraan mereka tentang penawaran dan permintaan. Transaksi berjalan dapat dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran barang-barang asing, jika barang yang dikirim keluar dari negara lebih berharga daripada barang yang diimpor dari negara itu kemungkinan akan menyebabkan surplus neraca berjalan.

    Pembayaran ini dalam rupiah Indonesia. Dan pembayaran ini dalam mata uang asing. Akibatnya, peningkatan volume (jumlah) produk ekspor akan meningkatkan permintaan Rupiah, sehingga nilai tukar Rupiah akan menguat terhadap mata uang mitra dagang. Jika ekspor meningkat, ini akan mengurangi permintaan dolar AS. Karena dolar AS selalu dianggap didukung oleh emas, sehingga melemah terhadap rupiah.

    Setelah bertahun-tahun terisolasi ekonomi, pemerintah Indonesia telah mencari cara untuk menghasilkan pendapatan domestik dan ekspor yang lebih besar. Salah satunya dengan mengimpor barang murah dari negara lain. Ini akan menyebabkan depresiasi defisit transaksi berjalan dalam dolar. Hubungan antara jumlah barang impor dengan nilai tukar rupiah adalah positif dan peningkatan impor menyebabkan nilai tukar rupiah melemah karena diimbangi dengan kenaikan devisa yang akan digunakan untuk membayar barang impor.

    4. Jumlah Uang Beredar

    Jumlah uang beredar adalah berapa banyak uang yang diedarkan di seluruh komunitas atau perekonomian, dan berapa banyak yang diperlakukan sebagai uang. Berikut adalah beberapa jenis dari peredaran uang
    • Uang Beredar dalam arti sempit adalah setiap jumlah uang beredar yang tidak termasuk simpanan dan juga tidak termasuk total kredit.
    • Jumlah uang beredar dalam arti luas adalah uang ditambah cek, tabungan dan giro dan uang yang terhutang kepada pemerintah federal.


    Di beberapa negara, jumlah uang beredar juga menjadi faktor penyebab fluktuasi nilai tukar. Dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi, pemerintah akan menempuh beberapa kebijakan, salah satunya kebijakan moneter ekspansif.

    Ketika nilai mata uang meningkat, pemerintah akan menaikkan tingkat inflasi agar tetap stabil dengan nilai uang tersebut. Selain itu, kebijakan moneter kontraktif pemerintah juga dilakukan pada saat mata uang mengalami penurunan yang bertujuan untuk mengurangi jumlah uang beredar.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    Originally posted by Soleh Hasan Wahid View Post
    Rupiah Indonesia terdepresiasi 50% antara Juli 2011 dan Februari 2020. Arus keluar modal selama Krisis Asia 1997-1998 mendepresiasi rupiah dari 2.400 per dolar menjadi 15.000 per dolar, mengikis modal bank dan mengurangi intermediasi keuangan.

    Bank-bank di Indonesia menghadapi ketidaksesuaian antara aset rupiah dan kewajiban mata uang asing. Saat rupiah melemah, modal bank menyusut. Menurut data Bank Indonesia, simpanan dan pinjaman bank swasta domestik turun hampir 20% selama krisis. Disintermediasi ini berkontribusi pada penurunan PDB Indonesia sebesar 14% pada tahun 1998.

    Tulisan ini akan mencoba mengulas, mengenai beberapa hal yang menjadi penyebab mata uang rupiah melemah. Untuk lebih jelasnya langsung simak ulasan berikut ini:

    Pengertian Nilai Tukar

    Nilai tukar mata uang adalah jumlah satu mata uang yang diperlukan untuk membeli unit tertentu dari mata uang lain, serta harga satu mata uang dalam proses pertukaran mata uang. Ada beberapa jenis nilai tukar yang disajikan, yaitu:
    • Nilai tukar/jual adalah berapa biaya untuk membeli mata uang asing dari bank sentral, dan nilai tukar pada waktu tertentu adalah jumlah yang Anda peroleh untuk uang Anda.
    • Tarif dasar (saat ini), adalah kurs yang berlaku pada waktu tertentu untuk pembelian mata uang asing tertentu yang ditentukan oleh bank sentral.
    • Kurs tengah adalah kurs beli dan jual di pasar valuta asing (atau pasar mata uang lokal) yang ditentukan oleh bank sentral dalam jangka waktu tertentu.


    Perubahan nilai tukar juga dapat terjadi dalam dua arah yang berlawanan, yaitu penguatan atau pelemahan. Ketika faktor-faktor lain diperhitungkan, seperti kerusakan yang disebabkan oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap harga domestik, kenaikan harga internasional lebih merugikan pembeli lokal daripada penjual. Sangat penting untuk memiliki prediksi yang akurat tentang apa permintaan atau apa penawaran di dunia internasional untuk menentukan permintaan dan penawaran secara global.

    Nilai tukar selalu rentan terhadap perubahan yang tidak dapat diprediksi. Nilai tukar berubah tergantung pada jumlah permintaan dan penawaran mata uang lain. Dalam hal ini, mata uang Malaysia dapat memberikan sejumlah nilai terhadap mata uang Indonesia. Nilai tukar dapat dipengaruhi dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan menyesuaikan inflasi, transaksi berjalan, dan suku bunga.

    Beberapa Penyebab Nilai Tukar Rupiah Melemah

    1. Inflasi

    Inflasi merupakan gejala ketika tingkat harga umum mengalami kenaikan yang terus menerus. Inflasi disebabkan oleh banyak faktor antara lain jumlah uang beredar yang berlebihan, perilaku konsumtif, defisit anggaran negara, dll.

    Inflasi dapat mengakibatkan investasi berkurang, suku bunga meningkat, pembangunan terhambat, kondisi ekonomi yang tidak stabil, defisit neraca pembayaran, dan penurunan kesejahteraan masyarakat. Gejolak pasar berkembang menjadi masalah bagi bank sentral dalam mengendalikan inflasi. Tingkat inflasi sasaran hampir tidak pernah tercapai. Salah satu langkah untuk mencapai inflasi yang mendekati sasarannya adalah dengan meningkatkan ketepatan prakiraan inflasi.

    Inflasi merupakan salah satu faktor yang memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap nilai tukar mata uang asing. Inflasi merupakan suatu kondisi kenaikan harga barang dan terus menerus serta untuk jangka waktu tertentu. Inflasi yang berlaku umumnya cenderung menurunkan nilai valuta asing. Kecenderungan ini disebabkan oleh pengaruh inflasi sebagai berikut:
    • Akibat inflasi, Anda akan menemukan bahwa harga domestik lebih mahal daripada harga luar negeri. Ini akan membuat harga impor lebih mahal.
    • Inflasi menyebabkan harga barang ekspor menjadi lebih mahal sehingga oleh karenanya inflasi cenderung menurunkan ekspor.
    • Keadaan (i) menyebabkan permintaan valuta asing meningkat, dan situasi (ii) menyebabkan pasokan ke valuta asing berkurang; maka harga valuta asing akan meningkat, artinya harga mata uang suatu negara yang mengalami inflasi mengalami penurunan.


    Hubungan antara inflasi dan nilai tukar akan terlihat pada saat rupiah terdepresiasi, sehingga inflasi akan berdampak. Inflasi akan meningkat akibat impor bahan baku dari luar negeri oleh perusahaan dalam negeri yang menyebabkan harga output menjadi mahal.

    Saat inflasi masih ringan, inflasi dapat memberikan pengaruh yang baik karena menggerakkan perekonomian. Namun inflasi akan berdampak buruk jika levelnya sudah tinggi sehingga pemerintah harus berusaha menjaga inflasi dengan berbagai kebijakan.

    2. Suku Bunga

    Pengertian suku bunga adalah bunga yang dinyatakan sebagai penyajian modal. Tingkat bunga adalah harga investasi. Jenis bunga bank) ada dua yaitu:
    • Bunga tabungan: bunga yang diberikan kepada nasabah sebagai stimulus agar nasabah melakukan penyetoran di bank. Misalnya giro, tabungan atau bunga deposito.
    • Bunga pinjaman: bunga yang harus dibayar pelanggan saat meminjam uang dari bank. Misalnya bunga kredit.


    Suku bunga BI 7 hari (Reserve) Repo Rate merupakan kebijakan suku bunga yang berlaku sejak 19 Agustus 2016 menggantikan BI rate. Jangka waktu BI Reserve (Repo Rate) 7 hari lebih pendek dari BI rate. Tujuan perubahan kebijakan tersebut adalah untuk memudahkan pengendalian efektivitas suku bunga yang berujung pada kelancaran penyaluran kredit kepada masyarakat.

    Suku bunga juga mempengaruhi kondisi nilai tukar. Berdasarkan teori suku bunga paritas, apabila dampak dari kebijakan kenaikan suku bunga, sehingga suku bunga dalam negeri lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga luar negeri, maka hal ini akan berdampak pada peningkatan modal. arus masuk. Peningkatan arus modal ini akan meningkatkan jumlah devisa. maka itu akan membuat nilai tukar mata uang domestik meningkat.

    Perubahan suku bunga akan berdampak pada nilai tukar. Semakin tinggi tingkat suku bunga maka permintaan uang di dalam negeri akan semakin meningkat. Perubahan suku bunga memiliki efek negatif. Kenaikan suku bunga akan meningkatkan hasil investasi keuangan yang diharapkan yang mengakibatkan aliran modal masuk ke negara tersebut, kemudian mempengaruhi penguatan nilai tukar domestik.

    3. Ekspor dan Impor

    Pengertian impor berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 adalah usaha yang secara resmi melalui proses perdagangan barang atau jasa yang dibeli dari luar negeri sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang berlaku.

    Dengan mengabaikan ELA, bank sentral independen bebas untuk menetapkan nilai tukar dan menjaga agar nilai tersebut sejalan dengan perkiraan mereka tentang penawaran dan permintaan. Transaksi berjalan dapat dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran barang-barang asing, jika barang yang dikirim keluar dari negara lebih berharga daripada barang yang diimpor dari negara itu kemungkinan akan menyebabkan surplus neraca berjalan.

    Pembayaran ini dalam rupiah Indonesia. Dan pembayaran ini dalam mata uang asing. Akibatnya, peningkatan volume (jumlah) produk ekspor akan meningkatkan permintaan Rupiah, sehingga nilai tukar Rupiah akan menguat terhadap mata uang mitra dagang. Jika ekspor meningkat, ini akan mengurangi permintaan dolar AS. Karena dolar AS selalu dianggap didukung oleh emas, sehingga melemah terhadap rupiah.

    Setelah bertahun-tahun terisolasi ekonomi, pemerintah Indonesia telah mencari cara untuk menghasilkan pendapatan domestik dan ekspor yang lebih besar. Salah satunya dengan mengimpor barang murah dari negara lain. Ini akan menyebabkan depresiasi defisit transaksi berjalan dalam dolar. Hubungan antara jumlah barang impor dengan nilai tukar rupiah adalah positif dan peningkatan impor menyebabkan nilai tukar rupiah melemah karena diimbangi dengan kenaikan devisa yang akan digunakan untuk membayar barang impor.

    4. Jumlah Uang Beredar

    Jumlah uang beredar adalah berapa banyak uang yang diedarkan di seluruh komunitas atau perekonomian, dan berapa banyak yang diperlakukan sebagai uang. Berikut adalah beberapa jenis dari peredaran uang
    • Uang Beredar dalam arti sempit adalah setiap jumlah uang beredar yang tidak termasuk simpanan dan juga tidak termasuk total kredit.
    • Jumlah uang beredar dalam arti luas adalah uang ditambah cek, tabungan dan giro dan uang yang terhutang kepada pemerintah federal.


    Di beberapa negara, jumlah uang beredar juga menjadi faktor penyebab fluktuasi nilai tukar. Dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi, pemerintah akan menempuh beberapa kebijakan, salah satunya kebijakan moneter ekspansif.

    Ketika nilai mata uang meningkat, pemerintah akan menaikkan tingkat inflasi agar tetap stabil dengan nilai uang tersebut. Selain itu, kebijakan moneter kontraktif pemerintah juga dilakukan pada saat mata uang mengalami penurunan yang bertujuan untuk mengurangi jumlah uang beredar.
    Nilai tukar rupiah saat ini mengalami pelemahan akibat stimulus ekonomi di dalam negeri tidak stabil.dengan pandemi saat ini semua sektor ekonomi di indonesia ganjang ganjing sebab banyak investor yang alami kerugian tidak jalannya sektor ekonomi dan kurangnya pemasukan.

    Sedang suku bunga mulai di naikan dan para usaha mikro sampai ke atas mengalami kesulitan untuk melakukan peminjaman sebagai untuk modal usaha.dengan kondisi ini uang beredar transaksi jual beli di tambah impor dan ekspor barang terhambat sehingga rupiah semakin melemah.

    Comment

    Advanced mode
    • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
    • #3 Collapse

      penyebabnya jelas import dan utang luar negeri yang tinggi, sementara cadangan energi dan kekayaan alam tidak ada, itulah yang menyebabkan Indonesia punya matauang yang lemah, apalagi perkembangan jumlah penduduk pesat tanpa kenaikan produksi pangan yang setara

      Comment

      Advanced mode

      Online

      Working...
      X