Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Indikator Trading Forex untuk Memanfaat Release News Trading Forex
    Click image for larger version

Name:	thumbnail-276403-1519875406.jpg
Views:	1
Size:	52.8 KB
ID:	13018192

    Trading forex memiliki bagian-bagian tertentu yang sangat berpengaruh terhadap kondisi perekonomian. Seperti halnya penggunaan indikator, rupanya memiliki andil yang besar di dalam trading forex.

    Di dalam trading forex itunsendiri ada beberapa jenis indikator. Seperti halnya indikator leading dan lagging. Namun, pembahasan kita kali bukan seputar indikator leading, melainkan indikator yang sudah mengalami perubahan tertentu untuk membantu proses identifikasi mata uang.

    Indikator Trading Forex - Lagging

    - Perubahan GDB

    Sebelum memutuskan penggunaan mata uang untuk mendapatkan profit, sebaiknya Anda memantau beberapa kondisi mata uang. Salah satunya adalah dengan menggunakan indikator yang satu ini. Dengan memanfaatkan pengetahuan seputar GDP (Gross Domestic Bruto) Anda akan tahu seperti apa fluktuasi produksi.

    Penggunaan GDP sangat penting dalam pemilihan mata uang, karena sebagai seorang trader dapat memantau langsung bagaimana proses berjalannya ekonomi. Entah sedang mengalami kenaikan atau penurunan, keduanya wajib dipertimbangkan dalam proses pemilihan penggunaan mata uang.

    Dari adanya GDP dapat disimpulkan, bahwa kondisi perekonomian suatu negara sedang dalam keadaan meningkat apabila produksi negara banyak. Begitu pun sebaliknya, saat jumlah produksi sedikit, maka perekonomian suatu negara bisa dipastikan sedang menurun.

    Perlu diketahui, penggunaan indikator seperti ini rupanya memiliki kelemahan tersendiri. Seperti halnya, indikator tidak memperlihatkan keadaan pasar yang sesungguhnya, terutama pada saat indikator saham. Adapun ketika suatu negara mengalami penurunan berturut-turut setidaknya 2x, bisa dipastikan perekonomian negara tersebut sedang menuju resesi.

    - Indikator Pendapatan dan Upah

    Selain indikator GDP, menganalisis keadaan ekonomi suatu negara bisa dilihat dari pendapatan dan upah pekerja di dalamnya. Suatu negara menu akan membuktikan keadaan ekonominya meningkat dari jam kerja yang bertambah. Karena jam kerjanya bertambah, maka kemungkinan gaji meningkat sudah pasti ada.

    Namun, pada saat upah atau pendapatan menurun, bisa jadi karena jam kerjanya sengaja dikurangi. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan kecilnya upah juga karena disebabkan PHK. Sementara itu, di negara-negara industri turut memperhitungkan gender, pendidikan, serta jenis pekerjaan sebagai penilaian terhadap penghasilan negara.

    - Indikator Tingkat Pengangguran

    Mengetahui kondisi perekonomian suatu negara bisa dilihat dari berapa jumlah pengangguran yang ada di negara tersebut. Misalkan jumlah pengangguran meningkat, artinya perekonomian suatu negara sedang dalam fase lemah. Fase lemahnya ekonomi jika Anda melakukan trading di dalamnya juga akan sangat berpengaruh.

    Tingkat pengangguran suatu negara dapat dilihat berapa jumlah para pekerja dan orang-orang yang tidak bekerja. Karena jumlah pengangguran meningkat, bisa dipastikan daya beli masyarakatnya juga melemah. Namun, sebaliknya. Saat kondisi pengangguran melemah maka perekonomian bisa dinilai sedang meningkat, daya beli pun meningkat.

    Menggunakan indikator tingkat pengangguran untuk menganalisis suatu ekonomi negara dianggap kurang tepat. Meski kurang tepat, sebenarnya peran indikator yang satu ini sangatlah penting. Dianggap kurang tepatnya karena perhitungan jumlah pengangguran hanya dalam waktu sebulan. Sedangkan adanya freelance sering dianggap telah kerja full time.

    - Indikator Inflasi

    Tingkat inflasi di suatu negara akan menunjukan berapa harga barang yang dikonsumsi masyarakat di dalamnya. Lumrahnya tingkat inflasi akan menunjukan berapa kenaikan harga barang-barang yang ada di dalamnya. Baik dari segi konsumen atau pun produsen. Sebenarnya ada beberapa jenis indikator inflasi.

    Namun, salah satu indikator yang paling familiar adalah CPI (Consumer price index). Indikator yang satu ini akan mengukur berapa kenaikan per barang baik itu makanan, minuman, dan lain sebagainya. Perhitungan dari kenaikan harga barang ini biasanya dari rata-rata per kelompok barang. Apabila ada tingkat kenaikan dalam inflasi meski satu barang, artinya tidak dianggap.

    Bukan hanya barang saja, kenaikan inflasi ini juga memperhitungkan berapa inslasi suatu jasa. Laju inflasi yang tinggi membuktikan bahwa keadaan harga jauh lebih tinggi dari penghasilan konsumen. Hal seperti ini yang nantinya akan menimbulkan daya beli konsumen menurun. Karena daya belinya menurun, gaya hidupnya pun menurun.

    - Indikator Nilai Tukar Mata Uang

    Indikator bukan hanya di atas, ada pula nilaibtukar mata uang yang kerap dijadikan pertimbangan. Apabila suatu negara memiliki daya jual yang tinggi, itu berarti memiliki nilai mata uang yang kuat. Karena nilai mata uangnya kuat, bisa dipastikan negara memiliki kemampuan mengimpor barang-barang dari luar negri dengan harga yang cukup murah.

    Demikian pula jika keadaan ekonomi suatu negara melemah, maka nilai dari mata uangnya lemah pula. Karena nilai mata uangnya lemah, negara pun tidak akan mengimpor barang-barang meski dengan harga yang murah. Dengan kata lain, yang ada malah meningkatkan produk-prosuk ekspor.

    - Indikator Harga Komoditi

    Harga komoditi dalam penentuan perekonomian suatu negara juga sangat berpengaruh. Terlebih pada saat negara Anda melakukan ekspor, komoditas sangat membantu perkembangan GDP supaya keadaan perekonomian semakin berkembang. Namun jika Anda beeperan sebagai pengimpor, harga komoditi yang tinggi berarti ekonomi sedang mahal.

    Penggunaan mata uang yang berlaku adalah US Dollar. Maka yang dihitung di dalamnya pun berupa perdagangan di pasar internasional. Hal.ini menjadikan perdagangan di pasar lokal tidak berlaku sebab tidak menggunakan mata uang US Dollar. Keadaan seperti ini yang akan menjawab sebesar apa perekonomian negara Anda.

    - Indikator Neraca Perdagangan

    Indikator lainnya yang masuk ke dalam perhitungan adalah neraca perdagangan. Biasanya indikator yang satu ini akan menampilkan surplus, yang berarti aliran dana masuk lebih banyak. Tidak menutup kemungkinan terjadi pula defisit. Hanya saja, maknanya adalah aliran dana yang keluar memang lebih banyak.

    - Indikator Laba Perusahaan

    Selain indikator di atas, ternyata indikator perhitungan laba juga sangat berpengaruh. Pengaruh dari indikator yang satu ini akan menampilkan berapa besar keuntungan yang Anda peroleh dari perusahaan-perusahaan raksasa. Dalam hal ini, GDP akan secara otomatis meningkat. Bahkan harga saham yang telah diinvestasikan oleh investor pun akan mengalami peningkatan.

    - Indikator Suku Bunga

    Penggunaan indikator suku bunga akan menampilkan kondisi mata uang yang kuat apabila suku hunganya juga meningkat. Penentuan dari sebuah suku bunga biasanya ditentukan dari bank sentral. Sementara itu, bank sentral nantinya akan memanfaatkan suku bunga untuk metode peningkatan inflasi.

    Eforia Pasar Saat Release News
    Click image for larger version

Name:	memanfaatkan-gap-saat-market-buka-di-awal-pekan-62080-22599.jpg
Views:	1
Size:	18.7 KB
ID:	13018193
    Trading forex bagi setiap trader berbeda-beda. Ada yang memanfaatkan analisis teknikal, fundamental, maupun release news. Trader dengan penggunaan analisis teknikal kerap kali engjindari masa-mass.di mana suatu negara terjadi kondflik, masalah ekonomi, dan lain sebagainya. Hal.seperri ini sangat berbeda dengan penganut berita.

    Pada saat detik-detik kemunculan berita, para penganut new release kerap kali akan panen besar-besaran. Pasalnya memang Anda harus mengambil keuntungan dari berita tersebut. Waktu dari penggunaanya pun berbeda-beda, termasuk dalam suatu negara dengan tingkat perdagangan mata uang yang cukup ramai.

    Akan tetapi, bagi warga negara wilayah Asia, khususnya di Indonesia sendiri sering kali harus menunggu waktu agak lama untuk saat-saat seperti ini. Terlebih beritanya yang sering muncul di tengah malam. Apakah bukan pengorbanan, namanya? Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih jelasnya, mari kita cari tahu bagaimana memanfaatkan hubungan news dan mata uang?

    Pertama, ada ilustrasi yang harus Anda pahami. Terkait pergerakan harga di mata uang GPB/USD saat setelah maupun sebelum kemunculan berita di AS. Untuk pengaruhnya, kita akan tahu di titik mata uang USD. Saat sebelum muncul rilis, pergerakan kedua mata uang ini sangat lambat. Namun, apa yang terjadi pada saat rilis muncul?

    Pergerakan keduanya melesat nyaris sempurna! Bahkan bisa dikatakan hanya dalam jangka waktu 45 menit saja sudah bisa menghasilkan 100 pips! Jika kita melihat di mata uang pada umumnya, mungkin tidak wajar angka 100 dalam waktu yang singkat mendudukan perolehan pipa. Namun, memang demikian faktanya.

    Dari pergerakan ilustrasi di atas, sejatinya sebagai trader mampu meraih manfaat dari berita yang baru rilis. Biasanya, untuk measuk ke pasar keadaan seperti ini lumayan beresiko. Akan tetapi, yang lwbih berat lagi ketika pergerakan mata uangnya tidak mampu diprediksi. Ambil aman, Anda bisa menerapkan perangkap layaknya pending order.

    Sementara itu, Anda pasti sangat penasaran bagaimana manfaatkan berita yang harus rilis, bukan? Maka langkah awal yang harus dilakukan adalah membuat garis goriudengan manfaatkan 20 pips. Penggunaan garis horizontal ini memanfaatkan waktu yang berlaku kisaran 5-10 menit saja.

    Selanjutnya, Anda bisa masuk ke proses pending order ke 1.5550 untuk melakukan proses sell sebanyak 50 pips di atas harga dan juga 15510 untik posisi buy, kisaran 20 pips di bawah harga. Dengan planning seperti ini, salah satu harga akan terbuka, terlebih pada saat menyentuh batas garis horizontal yang telah Anda gambr sebelumnya.

    Proses selanjutnya Anda hanya perlu membatalkan segala posisi yang tidak tersentuh. Dalam tahap ini, Anda hanya perlu menunggu pendapatan take profit. Jika dirasa memang profit yang didapatkan telah cukup, sementara tradingnya mulai melemah, maka Anda bisa langsung close secara manual. Bagaiman? Mudah sekali, bukan cara memanfaatkan release berita?
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    ngak perlu terlalu rumit lah, selama itu masih dalam masa news keluar, pasti pergerakannya penuh dengan spike and whipsaw, makanya tidak baik untuk trading dengan kondisi tersebut, bagaimana pun news lebih banyak membawa ketidak pastian, jadi lebih baik dilewatkan aja hingga terbentuk arah market yang jelas

    Comment

    Advanced mode
    • #3 Collapse

      Originally posted by Nina Nurul View Post
      [ATTACH=CONFIG]348530[/ATTACH]

      Trading forex memiliki bagian-bagian tertentu yang sangat berpengaruh terhadap kondisi perekonomian. Seperti halnya penggunaan indikator, rupanya memiliki andil yang besar di dalam trading forex.

      Di dalam trading forex itunsendiri ada beberapa jenis indikator. Seperti halnya indikator leading dan lagging. Namun, pembahasan kita kali bukan seputar indikator leading, melainkan indikator yang sudah mengalami perubahan tertentu untuk membantu proses identifikasi mata uang.

      Indikator Trading Forex - Lagging

      - Perubahan GDB

      Sebelum memutuskan penggunaan mata uang untuk mendapatkan profit, sebaiknya Anda memantau beberapa kondisi mata uang. Salah satunya adalah dengan menggunakan indikator yang satu ini. Dengan memanfaatkan pengetahuan seputar GDP (Gross Domestic Bruto) Anda akan tahu seperti apa fluktuasi produksi.

      Penggunaan GDP sangat penting dalam pemilihan mata uang, karena sebagai seorang trader dapat memantau langsung bagaimana proses berjalannya ekonomi. Entah sedang mengalami kenaikan atau penurunan, keduanya wajib dipertimbangkan dalam proses pemilihan penggunaan mata uang.

      Dari adanya GDP dapat disimpulkan, bahwa kondisi perekonomian suatu negara sedang dalam keadaan meningkat apabila produksi negara banyak. Begitu pun sebaliknya, saat jumlah produksi sedikit, maka perekonomian suatu negara bisa dipastikan sedang menurun.

      Perlu diketahui, penggunaan indikator seperti ini rupanya memiliki kelemahan tersendiri. Seperti halnya, indikator tidak memperlihatkan keadaan pasar yang sesungguhnya, terutama pada saat indikator saham. Adapun ketika suatu negara mengalami penurunan berturut-turut setidaknya 2x, bisa dipastikan perekonomian negara tersebut sedang menuju resesi.

      - Indikator Pendapatan dan Upah

      Selain indikator GDP, menganalisis keadaan ekonomi suatu negara bisa dilihat dari pendapatan dan upah pekerja di dalamnya. Suatu negara menu akan membuktikan keadaan ekonominya meningkat dari jam kerja yang bertambah. Karena jam kerjanya bertambah, maka kemungkinan gaji meningkat sudah pasti ada.

      Namun, pada saat upah atau pendapatan menurun, bisa jadi karena jam kerjanya sengaja dikurangi. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan kecilnya upah juga karena disebabkan PHK. Sementara itu, di negara-negara industri turut memperhitungkan gender, pendidikan, serta jenis pekerjaan sebagai penilaian terhadap penghasilan negara.

      - Indikator Tingkat Pengangguran

      Mengetahui kondisi perekonomian suatu negara bisa dilihat dari berapa jumlah pengangguran yang ada di negara tersebut. Misalkan jumlah pengangguran meningkat, artinya perekonomian suatu negara sedang dalam fase lemah. Fase lemahnya ekonomi jika Anda melakukan trading di dalamnya juga akan sangat berpengaruh.

      Tingkat pengangguran suatu negara dapat dilihat berapa jumlah para pekerja dan orang-orang yang tidak bekerja. Karena jumlah pengangguran meningkat, bisa dipastikan daya beli masyarakatnya juga melemah. Namun, sebaliknya. Saat kondisi pengangguran melemah maka perekonomian bisa dinilai sedang meningkat, daya beli pun meningkat.

      Menggunakan indikator tingkat pengangguran untuk menganalisis suatu ekonomi negara dianggap kurang tepat. Meski kurang tepat, sebenarnya peran indikator yang satu ini sangatlah penting. Dianggap kurang tepatnya karena perhitungan jumlah pengangguran hanya dalam waktu sebulan. Sedangkan adanya freelance sering dianggap telah kerja full time.

      - Indikator Inflasi

      Tingkat inflasi di suatu negara akan menunjukan berapa harga barang yang dikonsumsi masyarakat di dalamnya. Lumrahnya tingkat inflasi akan menunjukan berapa kenaikan harga barang-barang yang ada di dalamnya. Baik dari segi konsumen atau pun produsen. Sebenarnya ada beberapa jenis indikator inflasi.

      Namun, salah satu indikator yang paling familiar adalah CPI (Consumer price index). Indikator yang satu ini akan mengukur berapa kenaikan per barang baik itu makanan, minuman, dan lain sebagainya. Perhitungan dari kenaikan harga barang ini biasanya dari rata-rata per kelompok barang. Apabila ada tingkat kenaikan dalam inflasi meski satu barang, artinya tidak dianggap.

      Bukan hanya barang saja, kenaikan inflasi ini juga memperhitungkan berapa inslasi suatu jasa. Laju inflasi yang tinggi membuktikan bahwa keadaan harga jauh lebih tinggi dari penghasilan konsumen. Hal seperti ini yang nantinya akan menimbulkan daya beli konsumen menurun. Karena daya belinya menurun, gaya hidupnya pun menurun.

      - Indikator Nilai Tukar Mata Uang

      Indikator bukan hanya di atas, ada pula nilaibtukar mata uang yang kerap dijadikan pertimbangan. Apabila suatu negara memiliki daya jual yang tinggi, itu berarti memiliki nilai mata uang yang kuat. Karena nilai mata uangnya kuat, bisa dipastikan negara memiliki kemampuan mengimpor barang-barang dari luar negri dengan harga yang cukup murah.

      Demikian pula jika keadaan ekonomi suatu negara melemah, maka nilai dari mata uangnya lemah pula. Karena nilai mata uangnya lemah, negara pun tidak akan mengimpor barang-barang meski dengan harga yang murah. Dengan kata lain, yang ada malah meningkatkan produk-prosuk ekspor.

      - Indikator Harga Komoditi

      Harga komoditi dalam penentuan perekonomian suatu negara juga sangat berpengaruh. Terlebih pada saat negara Anda melakukan ekspor, komoditas sangat membantu perkembangan GDP supaya keadaan perekonomian semakin berkembang. Namun jika Anda beeperan sebagai pengimpor, harga komoditi yang tinggi berarti ekonomi sedang mahal.

      Penggunaan mata uang yang berlaku adalah US Dollar. Maka yang dihitung di dalamnya pun berupa perdagangan di pasar internasional. Hal.ini menjadikan perdagangan di pasar lokal tidak berlaku sebab tidak menggunakan mata uang US Dollar. Keadaan seperti ini yang akan menjawab sebesar apa perekonomian negara Anda.

      - Indikator Neraca Perdagangan

      Indikator lainnya yang masuk ke dalam perhitungan adalah neraca perdagangan. Biasanya indikator yang satu ini akan menampilkan surplus, yang berarti aliran dana masuk lebih banyak. Tidak menutup kemungkinan terjadi pula defisit. Hanya saja, maknanya adalah aliran dana yang keluar memang lebih banyak.

      - Indikator Laba Perusahaan

      Selain indikator di atas, ternyata indikator perhitungan laba juga sangat berpengaruh. Pengaruh dari indikator yang satu ini akan menampilkan berapa besar keuntungan yang Anda peroleh dari perusahaan-perusahaan raksasa. Dalam hal ini, GDP akan secara otomatis meningkat. Bahkan harga saham yang telah diinvestasikan oleh investor pun akan mengalami peningkatan.

      - Indikator Suku Bunga

      Penggunaan indikator suku bunga akan menampilkan kondisi mata uang yang kuat apabila suku hunganya juga meningkat. Penentuan dari sebuah suku bunga biasanya ditentukan dari bank sentral. Sementara itu, bank sentral nantinya akan memanfaatkan suku bunga untuk metode peningkatan inflasi.

      Eforia Pasar Saat Release News
      [ATTACH=CONFIG]348531[/ATTACH]
      Trading forex bagi setiap trader berbeda-beda. Ada yang memanfaatkan analisis teknikal, fundamental, maupun release news. Trader dengan penggunaan analisis teknikal kerap kali engjindari masa-mass.di mana suatu negara terjadi kondflik, masalah ekonomi, dan lain sebagainya. Hal.seperri ini sangat berbeda dengan penganut berita.

      Pada saat detik-detik kemunculan berita, para penganut new release kerap kali akan panen besar-besaran. Pasalnya memang Anda harus mengambil keuntungan dari berita tersebut. Waktu dari penggunaanya pun berbeda-beda, termasuk dalam suatu negara dengan tingkat perdagangan mata uang yang cukup ramai.

      Akan tetapi, bagi warga negara wilayah Asia, khususnya di Indonesia sendiri sering kali harus menunggu waktu agak lama untuk saat-saat seperti ini. Terlebih beritanya yang sering muncul di tengah malam. Apakah bukan pengorbanan, namanya? Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih jelasnya, mari kita cari tahu bagaimana memanfaatkan hubungan news dan mata uang?

      Pertama, ada ilustrasi yang harus Anda pahami. Terkait pergerakan harga di mata uang GPB/USD saat setelah maupun sebelum kemunculan berita di AS. Untuk pengaruhnya, kita akan tahu di titik mata uang USD. Saat sebelum muncul rilis, pergerakan kedua mata uang ini sangat lambat. Namun, apa yang terjadi pada saat rilis muncul?

      Pergerakan keduanya melesat nyaris sempurna! Bahkan bisa dikatakan hanya dalam jangka waktu 45 menit saja sudah bisa menghasilkan 100 pips! Jika kita melihat di mata uang pada umumnya, mungkin tidak wajar angka 100 dalam waktu yang singkat mendudukan perolehan pipa. Namun, memang demikian faktanya.

      Dari pergerakan ilustrasi di atas, sejatinya sebagai trader mampu meraih manfaat dari berita yang baru rilis. Biasanya, untuk measuk ke pasar keadaan seperti ini lumayan beresiko. Akan tetapi, yang lwbih berat lagi ketika pergerakan mata uangnya tidak mampu diprediksi. Ambil aman, Anda bisa menerapkan perangkap layaknya pending order.

      Sementara itu, Anda pasti sangat penasaran bagaimana manfaatkan berita yang harus rilis, bukan? Maka langkah awal yang harus dilakukan adalah membuat garis goriudengan manfaatkan 20 pips. Penggunaan garis horizontal ini memanfaatkan waktu yang berlaku kisaran 5-10 menit saja.

      Selanjutnya, Anda bisa masuk ke proses pending order ke 1.5550 untuk melakukan proses sell sebanyak 50 pips di atas harga dan juga 15510 untik posisi buy, kisaran 20 pips di bawah harga. Dengan planning seperti ini, salah satu harga akan terbuka, terlebih pada saat menyentuh batas garis horizontal yang telah Anda gambr sebelumnya.

      Proses selanjutnya Anda hanya perlu membatalkan segala posisi yang tidak tersentuh. Dalam tahap ini, Anda hanya perlu menunggu pendapatan take profit. Jika dirasa memang profit yang didapatkan telah cukup, sementara tradingnya mulai melemah, maka Anda bisa langsung close secara manual. Bagaiman? Mudah sekali, bukan cara memanfaatkan release berita?
      Saya sendiri lebih manfaatkan momentum ketika ada news di reles di market baik itu suku bunga sampai news claim penganguran.saya lebih menggunakan indikator bolanger band atau melihat hasil newsnya dan disitu kesempatan ambil profit yang di inginkan.

      Ada juga saya melakukan pending order dan buy stop atau sell stop,memasang sekaligus jadi mau naik atau turun akan kena tapi jangan lupa pakai stop los terlebih dahulu agar aman.

      Comment

      Advanced mode
      • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
      • #4 Collapse

        itu kayakny news realease bukan indikator dan tidak selalu ada kesemaptan profit di situ, jadi hati2 aja, kalo memang ada pergerakan signifikan, lebih baik tunggu saja sampe arah trennya jelas baru tetapkan entry
        Place your siggy here

        Comment

        Advanced mode

        Online

        Working...
        X