Вход

Login |
  • Rekan-rekan yang terhormat. Kami telah memperbarui bagian teknis forum. Jika Anda menemukan bug atau masalah, laporkan di thread ini.
  • Kami masih mengerjakan forum, tetapi Anda sudah dapat berkomunikasi dan membaca artikel

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Breakout atau Momentum? Inilah Jawaban Sesungguhnya!
    Click image for larger version

Name:	5b382a3a38dd5.jpg
Views:	1
Size:	52.7 KB
ID:	13018155
    Setiap trader memiliki gaya tradingnya masing-masing. Gaya trading mereka bisa kita saksikan dalam indikator maupun strategi yang dipilih. Ada tradernya yang gemar menaklukan trend untuk dapat mengambil posisi yang tepat.

    Namun, ada trader lain yang lebih nyaman menggunakan momentum untuk menentukan arah yang kuat. Segalanya berbeda-beda dan tergantung pada siapa penggunanya. Akan tetapi, dalam artikel kali ini kaki justru akan membahas perihal breakout atau Momentum. Keduanya? Mana yang akan Anda pilih?

    Inilah Indikator Momentum

    Apa yang Anda pikirkan terkait indikator momentum? Indikator momentum sebenarnya adalah penggunaan indikator terkait harga. Tujuan memakai indikator ini, bisa menentukan pasangan mata uang yang memberikan petunjuk reaksi yang kuat, gerakan short atau long, atau memberikan petunjuk ke arah sampig tanpa adanya momentum.

    Sebelum melangkah lebih jauh pembahasan tentang indikator momentum, sebelumnya apakah Anda tahu bahwa trading ini telah disebarluaskan oleh para analis teknis secara gratis? Lebih uniknya, ternyata Anda bisa melakukannya dengan mengunjungi ragam platform trading. Lantas, apakah Anda pernah mendengar Moving Average, Bollinger Binds, MACD dan sebagainya?

    Itu adalah beberapa indikator yang sangat populer. Sama.pada penggunaan indikator pada umumnya, penggunaan indikator-indikator populer tersebut juga memanfaatkan penggunaan waktu serta memperhatikan pergerakan yang cenderung lebih bullish atau bearish. Selain dari pada itu, meskipun memiliki perbedaan nama, rumus yang digunakan sama.

    Mereka menggunakan rumus serupa untuk penentuan output di dalam trading. Jika Anda mencari yang terbaik, kami merekomendasikan RSI. Hal yang perlu Anda perhatikan terkait indikator momentum adalah penggunaannya yang tidak mengaitkan support maupun resistance. Mungkin, awalnya Anda tidak akan percaya hal ini.

    Namun, mereka pada dasarnya hanya memperhatikan bagaimana pergerakan harga pada trading berindikator momentum ini menunjukan Bullish atau bearish. Pun pada akhirnya juga akan diambil kesimpulan terjadi di time frame yang lebih pendek atau tinggi. Akan diambil trade umum apabila terjadi pada trade momentum yang sesuai.

    Dalam penggunaan indikator yang satu ini juga tersedia pendekatan atau penggunaan dari suatu indikator yang bisa diambil. Salah satunya adalah dengan mengambil suatu level support atau level resistance utama. Selain itu, jangan lupa pula untuk memperhatikan seperti apa pergerakan ang dipilih. Entah itu menembus atau bertahan.

    Inilah Indikator Breakout

    Selain Indikator momentum, dalam artikel yang satu ini kita juga akan mengulas seputar indikator breakout. Salah satu indikator yang populer dengan jenis perlawanan atau nama pada resistance dan supportnya. Dalam artian yang lain, mereka justru lebih memperhatikan ke arah bullish atau bearishnya.

    Hadirnya breakout menjadi angin segar untuk capaian sebuah entry momentum yang kuat. Caranya? Tentu saja dengan memasuki long trade dalam jangka waktu tertinggi kemudian akan tercatat sebagai periode waktu tertentu yang mampu ditembus. Tahukah Anda? Cara seperti ini ternyata menjadi pilihan yang paling populer dan ampuh digunakan.

    Fakta yang sebenarnya, turtle trader pun kerap terkenal dengan penggunaan metode entrInya yang memanfaatkan sejumlah harga tertinggi maupun rendah, dengan rentang 20 dan 55 hari. Perlu Anda ketahui, harga sepeeri ini rupanya ditunjukan oleh suatu indikator saluran Donchian. Meskipun terbilang sangat menarik, rupanya menjadi pendekatan yang sangat menarik.

    Bukan hanya itu saja, bahkan sangat menghemat waktu dan gradenya terkenal sangat mekanis. Hanya sangat disayangkan, strategi yang terbilang mekanis ini dipandang tidak mampu memberikan hasil yang memuaskan. Dalam indikator ini, kita hanya akan menemukan banyak sekali fakeout dari pada breakout.

    Hal seperti ini sangat berlaku bagi harga forex yang berlaku dalam sebuah range di mana pergerakannya lebih ketat, jika dibandingkan dengan saham maupun komoditas. Ada satu hal menarik yang selaku diingat oleh kalangan trader. Dimana apabila kita menjumpai breakout berhasil sukses, sejatinya sangat layak untuk diperdebatkan.

    Karena seperti yang sudah kita ketahui, jarang sekali breakout memberikan hasil yang dipandang sukses. Untuk lebih memahami apa yang sedang kami perbincangkan, berikut ilustrasinya. Anda menjumpai harga yang berhasil mencapai titik tembus. Selama beberapa PIP, harga tersebut bergerak secara menguntungkan.

    Akan tetapi, setelah itu justru mengalami pergerakan negatif sebanyak 100 pips. Lantas, apakah ini yang disebut sebagai breakout yang gagal? Bisa iya, bisa juga tidak. Jawaban pertanyaan seperti ini sangat bergantung dimana Anda meletakkan stop lossnya. Artinya, akan disebut gagal bilamana Anda meletakkan stop loss pada 50 pips. Pada akhirnya hanya menghasilkan kerugian.

    Namun, tidak menutup kemungkinan juga disebut berhasil bagi Anda. Tentu saja harus melewati serangkaian yang lebih rumit dari pada trade gagal. Misalnya, untuk mencapai keberhasilan ini Anda harus memanfaatkan penggunaan stop loss yang luas, volatilitas basic strategi, dan juga pengembalian harga pasca 100 pips menuju 1000 pips.

    Dalam trading forex berlaku stop loss dengan kelipatan 3 ATR (Average True Range) yang biasa digunakan dalam perdagangan trend, dimana penggunaan perdagangan entry juga sering memanfaatkan penggunaan breakout. Selain itu, penggunaan suluk seperti ini justru akan memberikan banyak sekali keuntungan meski peluangnya kecil.

    Indikator Breakout atau Indikator Momentum?
    Click image for larger version

Name:	21-0.jpg
Views:	1
Size:	61.4 KB
ID:	13018156
    Setelah membaca artikel di atas, artinya Anda sudah banyak tahu mengenai Indikator breakout dan juga momentum. Namun, apakah keduanya memang benar-benar pantas digunakan kesuksesan sebuah investasi trading forex yang ketat? Jika melihat dari segi strategi entry di atas, pastinya jauh lebih baik meski adanya persamaan entry dan perbedaan stop loss.

    Untuk membuktikan mana yang lebih layak di antara keduanya maka kita bisa saksikan perbandingannya dari ilustrasi pasangan mata uang EUR/USD pada periode sekian tahun, 2001-2014. Namun, sebelum mengetahui lebih lanjut, Anda juga harus tahu bahwa stop loss yang digunakan di dalamnya selaku setengah dari ATR (Average True Range) di 20 hari.

    Pembuktian dari ilustrasi berikut ini tradernya ditutup dalam jam berapa pun. Itu jika menggunakan indikator momentum. Pertama, trading menunjukan persamaan harga baik dalam jangka waktu sebulan maupun 3 bulan yang lalu. Kedua, ada persamaan posisi antara 10 SMA pada time frame H1, H4, D1 dan WI dengan 3 EMA.

    Ketiga, tersedianya persamaan sisi 50 di time frame H1, H4, D1 dan W1. Perlu Anda ketahui, kejadian dari ketiga trading forex ini harus mendapat bagian bullish maupun bearish di satu waktu, namun sebelum sebuah trade dapat dimasuki, dimana akan ditunjukan dari suatu arah atau momentum yang kuat.

    Untuk mengetahui hasilnya, perhatikan penjelasan berikut. Anda akan mendapatkan APE (Average Positif Expectacy) besaran 6,2% per trade dengan target reward to risknya dua kali stop loss. Selain itu, akan tersedia pula average positif expancity sebesar 39,6% per trade Ika reward to risknya 10x stop loss.

    Lantas, apa kabar dengan indikator breakout donchian chanel? Trade ini akan memasuki posisi long di hari pertama saat melakukan perdagangan tertinggi 80 hari sebelumnya. Tidak menutup kemungkinan akan terjadi short, namun hal ini juga yang akan menyebabkan harga terendah dalam satu waktu. Di sinilah yang wajib Anda perhatikan betul.

    Meskipun level stop lossnya tidak tercapai, Anda tidak perlu menyerah. Periode 80 hari mampu membuktikan pandangan yang baik. Dengan reward to risk 2x stop loss, akan muncul average positif expancity sebesar 11,72% per trade. Adapun dengan targe reward to risk 10x stop loss, pada akhirnya Anda akan dapatkan APE sebesar 42,68% per trade. Pilih breakout atau momentum?
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    lah kok itu contohnya pake chart 1 menit, kan ngak bagus tuh, kalau memang harus pake chart 1h harusnya contoh gambarnya begitu juga, break out diketahui ya setelah terjadi breakout, gitu aja, kalo ada rally ya baru bisa ikutan profit
     

    Comment

    Advanced mode
    • #3 Collapse

      Originally posted by Nina Nurul View Post
      [ATTACH]347402[/ATTACH]
      Setiap trader memiliki gaya tradingnya masing-masing. Gaya trading mereka bisa kita saksikan dalam indikator maupun strategi yang dipilih. Ada tradernya yang gemar menaklukan trend untuk dapat mengambil posisi yang tepat.

      Namun, ada trader lain yang lebih nyaman menggunakan momentum untuk menentukan arah yang kuat. Segalanya berbeda-beda dan tergantung pada siapa penggunanya. Akan tetapi, dalam artikel kali ini kaki justru akan membahas perihal breakout atau Momentum. Keduanya? Mana yang akan Anda pilih?

      Inilah Indikator Momentum

      Apa yang Anda pikirkan terkait indikator momentum? Indikator momentum sebenarnya adalah penggunaan indikator terkait harga. Tujuan memakai indikator ini, bisa menentukan pasangan mata uang yang memberikan petunjuk reaksi yang kuat, gerakan short atau long, atau memberikan petunjuk ke arah sampig tanpa adanya momentum.

      Sebelum melangkah lebih jauh pembahasan tentang indikator momentum, sebelumnya apakah Anda tahu bahwa trading ini telah disebarluaskan oleh para analis teknis secara gratis? Lebih uniknya, ternyata Anda bisa melakukannya dengan mengunjungi ragam platform trading. Lantas, apakah Anda pernah mendengar Moving Average, Bollinger Binds, MACD dan sebagainya?

      Itu adalah beberapa indikator yang sangat populer. Sama.pada penggunaan indikator pada umumnya, penggunaan indikator-indikator populer tersebut juga memanfaatkan penggunaan waktu serta memperhatikan pergerakan yang cenderung lebih bullish atau bearish. Selain dari pada itu, meskipun memiliki perbedaan nama, rumus yang digunakan sama.

      Mereka menggunakan rumus serupa untuk penentuan output di dalam trading. Jika Anda mencari yang terbaik, kami merekomendasikan RSI. Hal yang perlu Anda perhatikan terkait indikator momentum adalah penggunaannya yang tidak mengaitkan support maupun resistance. Mungkin, awalnya Anda tidak akan percaya hal ini.

      Namun, mereka pada dasarnya hanya memperhatikan bagaimana pergerakan harga pada trading berindikator momentum ini menunjukan Bullish atau bearish. Pun pada akhirnya juga akan diambil kesimpulan terjadi di time frame yang lebih pendek atau tinggi. Akan diambil trade umum apabila terjadi pada trade momentum yang sesuai.

      Dalam penggunaan indikator yang satu ini juga tersedia pendekatan atau penggunaan dari suatu indikator yang bisa diambil. Salah satunya adalah dengan mengambil suatu level support atau level resistance utama. Selain itu, jangan lupa pula untuk memperhatikan seperti apa pergerakan ang dipilih. Entah itu menembus atau bertahan.

      Inilah Indikator Breakout

      Selain Indikator momentum, dalam artikel yang satu ini kita juga akan mengulas seputar indikator breakout. Salah satu indikator yang populer dengan jenis perlawanan atau nama pada resistance dan supportnya. Dalam artian yang lain, mereka justru lebih memperhatikan ke arah bullish atau bearishnya.

      Hadirnya breakout menjadi angin segar untuk capaian sebuah entry momentum yang kuat. Caranya? Tentu saja dengan memasuki long trade dalam jangka waktu tertinggi kemudian akan tercatat sebagai periode waktu tertentu yang mampu ditembus. Tahukah Anda? Cara seperti ini ternyata menjadi pilihan yang paling populer dan ampuh digunakan.

      Fakta yang sebenarnya, turtle trader pun kerap terkenal dengan penggunaan metode entrInya yang memanfaatkan sejumlah harga tertinggi maupun rendah, dengan rentang 20 dan 55 hari. Perlu Anda ketahui, harga sepeeri ini rupanya ditunjukan oleh suatu indikator saluran Donchian. Meskipun terbilang sangat menarik, rupanya menjadi pendekatan yang sangat menarik.

      Bukan hanya itu saja, bahkan sangat menghemat waktu dan gradenya terkenal sangat mekanis. Hanya sangat disayangkan, strategi yang terbilang mekanis ini dipandang tidak mampu memberikan hasil yang memuaskan. Dalam indikator ini, kita hanya akan menemukan banyak sekali fakeout dari pada breakout.

      Hal seperti ini sangat berlaku bagi harga forex yang berlaku dalam sebuah range di mana pergerakannya lebih ketat, jika dibandingkan dengan saham maupun komoditas. Ada satu hal menarik yang selaku diingat oleh kalangan trader. Dimana apabila kita menjumpai breakout berhasil sukses, sejatinya sangat layak untuk diperdebatkan.

      Karena seperti yang sudah kita ketahui, jarang sekali breakout memberikan hasil yang dipandang sukses. Untuk lebih memahami apa yang sedang kami perbincangkan, berikut ilustrasinya. Anda menjumpai harga yang berhasil mencapai titik tembus. Selama beberapa PIP, harga tersebut bergerak secara menguntungkan.

      Akan tetapi, setelah itu justru mengalami pergerakan negatif sebanyak 100 pips. Lantas, apakah ini yang disebut sebagai breakout yang gagal? Bisa iya, bisa juga tidak. Jawaban pertanyaan seperti ini sangat bergantung dimana Anda meletakkan stop lossnya. Artinya, akan disebut gagal bilamana Anda meletakkan stop loss pada 50 pips. Pada akhirnya hanya menghasilkan kerugian.

      Namun, tidak menutup kemungkinan juga disebut berhasil bagi Anda. Tentu saja harus melewati serangkaian yang lebih rumit dari pada trade gagal. Misalnya, untuk mencapai keberhasilan ini Anda harus memanfaatkan penggunaan stop loss yang luas, volatilitas basic strategi, dan juga pengembalian harga pasca 100 pips menuju 1000 pips.

      Dalam trading forex berlaku stop loss dengan kelipatan 3 ATR (Average True Range) yang biasa digunakan dalam perdagangan trend, dimana penggunaan perdagangan entry juga sering memanfaatkan penggunaan breakout. Selain itu, penggunaan suluk seperti ini justru akan memberikan banyak sekali keuntungan meski peluangnya kecil.

      Indikator Breakout atau Indikator Momentum?
      [ATTACH]347403[/ATTACH]
      Setelah membaca artikel di atas, artinya Anda sudah banyak tahu mengenai Indikator breakout dan juga momentum. Namun, apakah keduanya memang benar-benar pantas digunakan kesuksesan sebuah investasi trading forex yang ketat? Jika melihat dari segi strategi entry di atas, pastinya jauh lebih baik meski adanya persamaan entry dan perbedaan stop loss.

      Untuk membuktikan mana yang lebih layak di antara keduanya maka kita bisa saksikan perbandingannya dari ilustrasi pasangan mata uang EUR/USD pada periode sekian tahun, 2001-2014. Namun, sebelum mengetahui lebih lanjut, Anda juga harus tahu bahwa stop loss yang digunakan di dalamnya selaku setengah dari ATR (Average True Range) di 20 hari.

      Pembuktian dari ilustrasi berikut ini tradernya ditutup dalam jam berapa pun. Itu jika menggunakan indikator momentum. Pertama, trading menunjukan persamaan harga baik dalam jangka waktu sebulan maupun 3 bulan yang lalu. Kedua, ada persamaan posisi antara 10 SMA pada time frame H1, H4, D1 dan WI dengan 3 EMA.

      Ketiga, tersedianya persamaan sisi 50 di time frame H1, H4, D1 dan W1. Perlu Anda ketahui, kejadian dari ketiga trading forex ini harus mendapat bagian bullish maupun bearish di satu waktu, namun sebelum sebuah trade dapat dimasuki, dimana akan ditunjukan dari suatu arah atau momentum yang kuat.

      Untuk mengetahui hasilnya, perhatikan penjelasan berikut. Anda akan mendapatkan APE (Average Positif Expectacy) besaran 6,2% per trade dengan target reward to risknya dua kali stop loss. Selain itu, akan tersedia pula average positif expancity sebesar 39,6% per trade Ika reward to risknya 10x stop loss.

      Lantas, apa kabar dengan indikator breakout donchian chanel? Trade ini akan memasuki posisi long di hari pertama saat melakukan perdagangan tertinggi 80 hari sebelumnya. Tidak menutup kemungkinan akan terjadi short, namun hal ini juga yang akan menyebabkan harga terendah dalam satu waktu. Di sinilah yang wajib Anda perhatikan betul.

      Meskipun level stop lossnya tidak tercapai, Anda tidak perlu menyerah. Periode 80 hari mampu membuktikan pandangan yang baik. Dengan reward to risk 2x stop loss, akan muncul average positif expancity sebesar 11,72% per trade. Adapun dengan targe reward to risk 10x stop loss, pada akhirnya Anda akan dapatkan APE sebesar 42,68% per trade. Pilih breakout atau momentum?
      Siang om,saya lebih pakai teknik breakout dan ketika terjadi breakout muncum momentum untuk ambil posisi.dibutuhkan kesabaran untuk menunggu momentum dalam teknik breakout kali ini.teknik ini akurasinya 80-90% dan jangan lupa selalu pasang stop loss untuknlebih amannya.

      Teknik breakout dapat di padukan dengan indikator yang ada dalam platform mt4 atau mt5 dengan pakai bollinger band.indikator BB merupakan indikator trend bisa melihat batas higt dan low dan bisa melihat momentum yang akan muncul dalam indikator ini.settingan bawaan dan selalu menunggu momentum ketika harga breakout.

      Comment

      Advanced mode
      • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
      • #4 Collapse

        dari contoh dia atas memang juga tidak ditunjukan signal mana yang dimaksudkan, breakout itu kan harus lihat potensi resikonya, jadi trader juga lihat kalo breakoutnya bisa lari brp jauh, apa bisa melewati spread , lalu apakal sesuai dengan sl yang dipake, jadinya memang tidak tampak seserhadan penjelasan di atas
         

        Comment

        Advanced mode

        Online

        Working...
        X