Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Beberapa Pengaruh Emas Pada Trading Forex
    Click image for larger version

Name:	670c8515920c6fd837c392923f130cc3.jpg
Views:	1
Size:	135.7 KB
ID:	13018086
    Sejak zaman dahulu kala, emas sudah menjadi bagian dari komoditas berharga. Bahkan pada era kerajaan nusantara, emas sudah diburu sebagai lambang kedigdayaan dan kemegahan. Emas adalah perhiasan khusus bagi keluarga kerajaan. Emas digunakan sebagai hadiah antar raja satu kepada raja lainnya. Emas juga menjadi alat penukaran yang paling berharga.

    Hingga hari ini, emas masih menjadi suatu bahan yang eksklusif. Sekalipun sudah tidak menjadi alat penukaran/pembayaran, harga emas terus merangkak naik seiring dengan berjalannya waktu. Kini emas berubah menjadi komoditas investasi yang menjanjikan karena ia tidak terpengaruh oleh inflasi ekonomi yang bisa terjadi kapan saja.

    Fakta menarik lainnya, banyak ahli menyatakan bahwa harga emas memiliki pengaruh besar bagi nilai mata uang resmi ataupun digital. Salah satunya ialah forex yang terkenal dengan fluktuasi nilai harganya yang sangat gesit. Faktor emas dapat turut serta berpengaruh karena disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

    Faktor Sejarah Kedigdayaan Emas

    Faktor pertama adalah fakta bahwa emas pernah menjadi nilai tukar paling berharga di masa lalu. Sekalipun zaman sudah berganti, eksistensi emas tidak bergeser. Pelarangan emas sebagai alat tukar pun belum lama, baru pada tahun 1970-an oleh seorang presiden Amerika Serikat saat itu.

    Sistem pembolehan penukaran emas dengan mata uang oleh negara dianggap menyimpan problem keuangan yang cukup sulit. Negara menjadi kesulitas untuk mencetak mata uang baru sebelum bank resmi (sebagai tempat masyarakat menukarkan emas mereka dengan mata uang biasa) memiliki persediaan emas yang senilai dengan jumlah mata uang yang akan dicetak.

    Dengan penghapusan sistem penukaran uang dengan emas, negara kini memiliki kebebasan untuk mengedarkan mata uang mereka sesuai dengan ketentuan keuangan internasional. Meskipun tentu saja dengan bentuk resiko baru, yakni kemungkinan terjadinya inflasi ketika peredaran uang ini sudah terlalu banyak di masyarakat.

    Emas Menjadi Tameng Anti-Inflasi

    Sebagaimana kita ketahui, inflasi ialah keadaan ekonomi suatu negara ketika hampir semua bahan mengalami kenaikan harga dan penduduk tidak memiliki cukup biaya untuk membelinya. Dengan demikian, peningkatan harga yang meningkat justru diikuti oleh daya beli yang menurun. Pada saat seperti ini, emas menjadi komoditas yang bertahan dalam kondisi seperti itu.

    Disaat banyak nilai mata uang yang tidak ada harganya karena inflasi, harga emas justru tetap bisa bertahan. Faktor ini pula yang menyebabkan banyak orang berminat menjadikan emas sebagai lahan investasi, karena dalam situasi terburuk pun ia dapat diandalkan.

    Emas Berkaitan Pula Dengan Kegiatan Impor/Ekspor

    Emas merupakan salah satu komoditas andalan impor/ekspor dari sebuah negara, tak terkecuali Indonesia. Secara umum, kegiatan jual beli antar negara ini sangat mempengaruhi situasi keuangan kedua belah pihak negara yang terlibat.

    Ketika kegiatan impor lebih dominan, maka nilai mata uang dari negara tersebut akan cenderung menurun. Sedangkan jika kegiatan ekspor lebih dominan, nilai mata uang negara menjadi lebih meningkat. Hal ini juga berlaku bagi kegiatan ekspor atau impor emas. Harga emas yang terus meningkat membuatnya komoditas yang sangat potensial bagi sebuah negara.

    Dampak Penyimpanan Emas Oleh Bank Sentral

    Ketika kebijakan pelarangan emas sebagai alat penukaran dicetuskan, banyak orang mulai menjual emas mereka dan menukarkannya dengan mata uang resmi yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi jual beli. Emas-emas tersebut nantinya akan disimpan di bank sentral dalam jumlah yang sangat banyak.

    Dampak dari penyimpanan ini adalah terjadinya inflasi karena peredaran mata uang yang semakin melimpah dan tak terkendali. Nilai mata uang pun kian menurun, berkebalikan dengan nilai emas yang justru akan mengalami kenaikan. Inflasi pun menjadi keadaan yang tidak terhindarkan.

    Emas memang menjadi instrumen ekonomi yang memiliki peran sangat besar, bukan hanya dalam tingkat personal melainkan juga perekonomian dalam skala nasional. Keberadaan emas yang langka membuat nilai jualnya sangat sulit digoyahkan bahkan cukup mustahil untuk mengalami penurunan harga.

    Menjadi Salah Satu Tolok Ukur Nilai Mata Uang Sebuah Negara

    Faktanya emas dapat menjadi tolok ukur untuk mengetahui kualitas ekonomi suatu negara. Ketika sebuah negara memiliki nilai mata uang yang rendah, maka nilai emas di negara tersebut justru akan kian melambung. Tapi sebaliknya, peningkatan harga emas tidak berarti menandakan bahwa nilai mata uang suatu negara tersebut menjadi meningkat atau sebaliknya.

    Namun perlu diingat, perhitungan seperti ini tidak bisa diandalkan. Ada banyak faktor lain yang bisa saja mempengaruhi dan membuat rumus seperti diatas menjadi tidak berfungsi untuk diterapkan. Kadangkala, nilai harga emas yang meningkat karena banyaknya permintaan membuat harga mata uang di negara tersebut juga menjadi ikut mengalami peningkatan.

    Mengingat besarnya dampak yang disebabkan oleh emas bagi kondisi sebuah negara, tidak mengherankan jika banyak trader yang melakukan pengamatan secara intensif terhadap pergerakan harga emas. Emas menjadi salah satu aspek analisa fundamental yang menarik banyak minat trader karena dianggap menjadi salah satu kunci yang menggerakkan pergeseran harga dalam cryptocurrency.

    Kondisi pasar mata uang digital sangat berkaitan dengan kondisi perekonomian sebuah negara dan situasi peningkatan nilai mata uang dan inflasi di suatu negara juga sangat mungkin dipengaruhi oleh nilai emas. Kurang lebih demikianlah mata rantai yang bisa menggambarkan betapa eratnya kaitan antara pasar crypto di Forex dengan kondisi emas yang sedang berlaku.

    Pemberitaan seputar emas dapat disimak melalui banyak sumber, seperti media cetak seputar ekonomi, pemberitaan di TV nasional atau internasional, melalui berbagai ertikel di website, atau bahkan melalui tukar informasi antara sesama trader.

    Ulasan Urgensi Emas Dalam Forex

    Setelah membahas seluk beluk emas dengan mata uang suatu negara secara umum sebagaimana sudah dijelaskan dalam bab sebelumnya, pada bab ini kita akan membahas lebih spesifik mengenai hubungan langsung antara emas dengan nilai tukar digital dalam pasar cryptocurrency.

    Sebagai trader, fakta ini sulit diingkari. Masing-masing jenis mata uang digital seperti USD dan EUR memiliki intensitas yang berbeda-beda dengan emas. Kita perlu memahami satu-persatu relasi tersebut agar tidak terjebak dalam generalisasi. Tanpa panjang lebar, simak pernjelasannya secara mendetail di bawah ini:

    1. USD dan Emas

    Relasi pertama yang akan kita bahas ialah antara USD dengan emas. Kondisi keduanya dapat dikatakan sangat buruk karena pemerintah Amerika Serikat sendiri yang pernah membelanjakan anggaran negara mereka secara besar-besaran namun tidak dibarengi dengan pendapatan yang seimbang. Tujuan mereka sesungguhnya ialah negara dapat menyimpan emas dengan sebaik mungkin.

    Saat itu, pemerintah menyatakan bahwa kebijakan mereka bertujuan untuk melakukan rangsangan ekonomi, namun tidak berhasil. Para investor justru beralih memperbanyak koleksi emas mereka. inflasi menjadi tidak terhindarkan karena peredaran mata uang kertas yang terlalu banyak di pasaran. Kebijakan ini menciptakan hubungan terburuk antara USD dengan emas.

    Hubungan kedua aspek ini sangat memudahkan trader untuk mengetahui kondisi satu sama lain. Penurunan nilai mata uang resmi selalu diikuti oleh kenaikan harga emas dan begitu pula sebaliknya, penurunan harga emas di Amerika serikat menandai adanya penurunan nilai mata uang resmi pula. Demikian kondisi perlawanan yang konsisten antara dua hal tersebut.

    2. EURO dengan Emas

    Kiprah emas di Eropa sudah dimulai semenjak Euro belum dikenal sebagai alat pembayaran yang sah. Kenaikan emas tertinggi pernah dicapai pada tahun 1980 dengan nilai harga mencapai 850 USD/Ounce. Namun setelahnya, harga tersebut terus meningkat sampai masuk tahun 1999. Euro mulai dikenalkan pada awal tahun 1999 ketika harga emas sedang mencapai puncak krisis yakni senilai 257 USD/Ounce.

    Dalam sejarahnya, nilai Euro terus meningkat apabila dibandingkan dengan USD. Hal tersebut harus terhenti setelah krisis hutang Yunani melanda. Peningkatan nilai mata uang euro tersebut disebabkan oleh ditemukannya program pencetakan uang yang lebih modern di bawah bank sentral Eropa.

    Pada dasarnya, euro memang berbeda dollar. Euro berada di bawah pengawasan langsung bank sentral eropa sedangkan dollar berada di bawah pengawasan bank sentral Amerika Serikat bernama The Fed.

    3. AUD dan Emas

    Pada dasarnya, negara Australia memiliki cadangan emas yang cukup banyak dibandingkan negara-negara adigdaya yang lain. Hal ini menciptakan relasi yang istimewa bahwa setiap harga emas mengalami kenaikan di negara tersebut akan segera disusul dengan kenaikan nilai mata uang yang berlaku secara resmi.

    Fakta lainnya, negara Australia menjadi salah satu negara pengekspor emas terbesar di dunia. Aspek ini sendiri sudah mempengaruhi perekonomian mereka yang makmur dengan mata uang yang stabil, memiliki kemungkinan yang kecil akan terjadinya inflasi.

    Namun begitu, tidak berarti mata uang AUD hanya dipengaruhi oleh emas saja. Ada juga beberapa faktor lainnya yang mempengaruhi nilai AUD yakni komoditas alam yang lain seperti minyak bumi dan bahan baku lainnya. Emas Australia yang dominan membuatnya sangat rentan terhadap kondisi sensitivitas emas di seluruh belahan dunia.

    Kaitan erat antara mata uang AUD dan emas menjadikan banyak trader lebih cenderung menyebut mata uang digital tersebut sebagai mata uang komoditas dibandingkan sebagai mata uang digital forex.

    4. Franc Swiss dan Emas

    Dibandingkan jenis mata uang yang lain, Franc swiss sedikit berbeda. Franc swiss adalah mata uang digital yang diterbitkan terakhir kali dari standart emas yakni pada tahun 2000. Jadi sebelum tahun tersebut, emas masih diberlakukan sebagai alat penukaran barang dan konversi dari emas ke mata uang resmi atau sebaliknya masih bisa dilakukan secara mudah dan dinaungi oleh negara.

    Sebelum tahun 2000 pula, emas di negara ini disebut sebagai safe haven karena pertahanannya dari kondisi ekonomi yang sulit. Masih banyak orang lebih mengandalkan emas dibandingkan dengan jenis mata uang lainnya karena dianggap lebih dapat diandalkan nilainya. Ini pulalah yang menyebabkan emas memiliki hubungan sangat baik dengan mata uang resmi.

    Meskipun emas memiliki pertahanan nilai sangat bagus tidak berarti bahwa mata uang franc sendiri tidak stabil. Stabilitas politik yang kuat membuat negara tersebut juga stabil perihal ekonomi dan kemungkinan akan terjadinya konflik juga sangat rendah. Hari ini, dengan berbagai kebijakan terbaru ekonomi, relasi emas dengan Fanc terus terkikis, tidak sekuat hubungan di era sebelumnya.

    Faktor-Faktor Turunnya Harga Emas
    Click image for larger version

Name:	karakteristik-trading-emas-yang-perlu-anda-tahu-229588-28751.jpg
Views:	2
Size:	46.5 KB
ID:	13018087
    Kendati prospek emas diprediksi akan cerah. Banyak orang melakukan investasi emas karena nilainya yang akan terus meningkat dan kemungkinan penurunan harga yang sangat sedikit. Sesungguhnya tidak sepenuhnya perkiraan tersebut akan tercapai karena ada beberapa faktor pula yang dapat mempengaruhi harga emas menjadi menurun.

    Penurunan harga emas secara umum tidak terlepas dari kondisi perekonomian suatu negara yang sedang berlangsung. Biasanya harga emas tak turun, akan tetapi sistem ekonomi lebih baik. Sehingga mampu memberikan sisi stabil pada harga emas dengan harga jualnya yang jauh lebih terjangkau. Berikut ini beberapa faktor yang dapat menyebabkan kenaikan harga emas:

    1. Kondisi Ekonomi Negara yang Kian Membaik

    Pada umumnya, harga emas memang selalu unggul dibandingkan dengan nilai harga standart yang tengah berlaku di masyarakat. Ketika nilai mata uang turun, harga emas menjadi semakin tidak terjangkau. Namun jika nilai mata uang sedang baik atau bahkan cenderung meningkat, tidak menutup kemungkinan harga emas menjadi stabil dan lebih terjangkau banyak kalangan.

    2. Industri Emas yang Terpuruk

    Keterpurukan industri emas bisa saja terjadi ketika produksi emas terus meningkat dan tidak dibarengi oleh peningkatan nilai beli. Bentuk keterpurukan industri emas ini hampir menyerupai konsep inflasi ketika peredaran mata uang terlalu banyak sehingga menyebabkan penurunan nilai.

    Suplai emas yang lebih tinggi dibandingkan demand juga akan berakibat hal yang sama. Kemungkinan hutang yang dimiliki oleh seorang produsen emas akan sangat menyulitkan mereka.

    Mengingat pertambangan emas yang langka, hal seperti ini hampir nampak mustahil terjadi bahwa suatu saat nanti emas akan melimpah. Namun tidak pernah ada fakta yang menjamin akan adanya fase dimana industri emas tidak akan mengalami kebangkrutan. Untuk menghindari kemungkinan ini, ada baiknya Anda terus mengikuti bagaimana perkembangan industri emas.

    3. Suku Bunga yang Meningkat

    Suku bunga emas dapat terjadi ketika FOMC memutuskan dalam rapat mereka untuk melakukan kenaikan suku bunga terhadap emas. Momentum ini memang akan merugikan mereka, para investor yang sudah siap untuk menjual aset emas mereka dalam harga yang tinggi. Namun di sisi lain, banyak pula investor lain yang sudah menunggu momentum ini untuk mendapatkan harga terbaik.

    Sejauh ini, nilai emas di dunia masih cukup berkaitan dengan kondisi perekonomian Amerika Serikat sebagai pemilik dollar. Mudahnya, perekonomian Amerika yang membaik sangat berpotensi membuat nilai emas di seluruh dunia menjadi menurun.

    Dari berbagai ulasan yang sudah kita pelajari diatas, tidak sepenuhnya benar jika kita mengatakan bahwa harga emas akan terus meningkat sesuai dengan mata uang resmi negara atau bahkan sebaliknya. Fakta yang benar justru bahwa hubungan emas beragam dengan berbagai jenis mata uang resmi. Ada yang positif/searah dan ada juga yang justru selalu menunjukkan perlawanan.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    Originally posted by Mas Bram View Post
    [ATTACH]345179[/ATTACH]
    Sejak zaman dahulu kala, emas sudah menjadi bagian dari komoditas berharga. Bahkan pada era kerajaan nusantara, emas sudah diburu sebagai lambang kedigdayaan dan kemegahan. Emas adalah perhiasan khusus bagi keluarga kerajaan. Emas digunakan sebagai hadiah antar raja satu kepada raja lainnya. Emas juga menjadi alat penukaran yang paling berharga.

    Hingga hari ini, emas masih menjadi suatu bahan yang eksklusif. Sekalipun sudah tidak menjadi alat penukaran/pembayaran, harga emas terus merangkak naik seiring dengan berjalannya waktu. Kini emas berubah menjadi komoditas investasi yang menjanjikan karena ia tidak terpengaruh oleh inflasi ekonomi yang bisa terjadi kapan saja.

    Fakta menarik lainnya, banyak ahli menyatakan bahwa harga emas memiliki pengaruh besar bagi nilai mata uang resmi ataupun digital. Salah satunya ialah forex yang terkenal dengan fluktuasi nilai harganya yang sangat gesit. Faktor emas dapat turut serta berpengaruh karena disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

    Faktor Sejarah Kedigdayaan Emas

    Faktor pertama adalah fakta bahwa emas pernah menjadi nilai tukar paling berharga di masa lalu. Sekalipun zaman sudah berganti, eksistensi emas tidak bergeser. Pelarangan emas sebagai alat tukar pun belum lama, baru pada tahun 1970-an oleh seorang presiden Amerika Serikat saat itu.

    Sistem pembolehan penukaran emas dengan mata uang oleh negara dianggap menyimpan problem keuangan yang cukup sulit. Negara menjadi kesulitas untuk mencetak mata uang baru sebelum bank resmi (sebagai tempat masyarakat menukarkan emas mereka dengan mata uang biasa) memiliki persediaan emas yang senilai dengan jumlah mata uang yang akan dicetak.

    Dengan penghapusan sistem penukaran uang dengan emas, negara kini memiliki kebebasan untuk mengedarkan mata uang mereka sesuai dengan ketentuan keuangan internasional. Meskipun tentu saja dengan bentuk resiko baru, yakni kemungkinan terjadinya inflasi ketika peredaran uang ini sudah terlalu banyak di masyarakat.

    Emas Menjadi Tameng Anti-Inflasi

    Sebagaimana kita ketahui, inflasi ialah keadaan ekonomi suatu negara ketika hampir semua bahan mengalami kenaikan harga dan penduduk tidak memiliki cukup biaya untuk membelinya. Dengan demikian, peningkatan harga yang meningkat justru diikuti oleh daya beli yang menurun. Pada saat seperti ini, emas menjadi komoditas yang bertahan dalam kondisi seperti itu.

    Disaat banyak nilai mata uang yang tidak ada harganya karena inflasi, harga emas justru tetap bisa bertahan. Faktor ini pula yang menyebabkan banyak orang berminat menjadikan emas sebagai lahan investasi, karena dalam situasi terburuk pun ia dapat diandalkan.

    Emas Berkaitan Pula Dengan Kegiatan Impor/Ekspor

    Emas merupakan salah satu komoditas andalan impor/ekspor dari sebuah negara, tak terkecuali Indonesia. Secara umum, kegiatan jual beli antar negara ini sangat mempengaruhi situasi keuangan kedua belah pihak negara yang terlibat.

    Ketika kegiatan impor lebih dominan, maka nilai mata uang dari negara tersebut akan cenderung menurun. Sedangkan jika kegiatan ekspor lebih dominan, nilai mata uang negara menjadi lebih meningkat. Hal ini juga berlaku bagi kegiatan ekspor atau impor emas. Harga emas yang terus meningkat membuatnya komoditas yang sangat potensial bagi sebuah negara.

    Dampak Penyimpanan Emas Oleh Bank Sentral

    Ketika kebijakan pelarangan emas sebagai alat penukaran dicetuskan, banyak orang mulai menjual emas mereka dan menukarkannya dengan mata uang resmi yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi jual beli. Emas-emas tersebut nantinya akan disimpan di bank sentral dalam jumlah yang sangat banyak.

    Dampak dari penyimpanan ini adalah terjadinya inflasi karena peredaran mata uang yang semakin melimpah dan tak terkendali. Nilai mata uang pun kian menurun, berkebalikan dengan nilai emas yang justru akan mengalami kenaikan. Inflasi pun menjadi keadaan yang tidak terhindarkan.

    Emas memang menjadi instrumen ekonomi yang memiliki peran sangat besar, bukan hanya dalam tingkat personal melainkan juga perekonomian dalam skala nasional. Keberadaan emas yang langka membuat nilai jualnya sangat sulit digoyahkan bahkan cukup mustahil untuk mengalami penurunan harga.

    Menjadi Salah Satu Tolok Ukur Nilai Mata Uang Sebuah Negara

    Faktanya emas dapat menjadi tolok ukur untuk mengetahui kualitas ekonomi suatu negara. Ketika sebuah negara memiliki nilai mata uang yang rendah, maka nilai emas di negara tersebut justru akan kian melambung. Tapi sebaliknya, peningkatan harga emas tidak berarti menandakan bahwa nilai mata uang suatu negara tersebut menjadi meningkat atau sebaliknya.

    Namun perlu diingat, perhitungan seperti ini tidak bisa diandalkan. Ada banyak faktor lain yang bisa saja mempengaruhi dan membuat rumus seperti diatas menjadi tidak berfungsi untuk diterapkan. Kadangkala, nilai harga emas yang meningkat karena banyaknya permintaan membuat harga mata uang di negara tersebut juga menjadi ikut mengalami peningkatan.

    Mengingat besarnya dampak yang disebabkan oleh emas bagi kondisi sebuah negara, tidak mengherankan jika banyak trader yang melakukan pengamatan secara intensif terhadap pergerakan harga emas. Emas menjadi salah satu aspek analisa fundamental yang menarik banyak minat trader karena dianggap menjadi salah satu kunci yang menggerakkan pergeseran harga dalam cryptocurrency.

    Kondisi pasar mata uang digital sangat berkaitan dengan kondisi perekonomian sebuah negara dan situasi peningkatan nilai mata uang dan inflasi di suatu negara juga sangat mungkin dipengaruhi oleh nilai emas. Kurang lebih demikianlah mata rantai yang bisa menggambarkan betapa eratnya kaitan antara pasar crypto di Forex dengan kondisi emas yang sedang berlaku.

    Pemberitaan seputar emas dapat disimak melalui banyak sumber, seperti media cetak seputar ekonomi, pemberitaan di TV nasional atau internasional, melalui berbagai ertikel di website, atau bahkan melalui tukar informasi antara sesama trader.

    Ulasan Urgensi Emas Dalam Forex

    Setelah membahas seluk beluk emas dengan mata uang suatu negara secara umum sebagaimana sudah dijelaskan dalam bab sebelumnya, pada bab ini kita akan membahas lebih spesifik mengenai hubungan langsung antara emas dengan nilai tukar digital dalam pasar cryptocurrency.

    Sebagai trader, fakta ini sulit diingkari. Masing-masing jenis mata uang digital seperti USD dan EUR memiliki intensitas yang berbeda-beda dengan emas. Kita perlu memahami satu-persatu relasi tersebut agar tidak terjebak dalam generalisasi. Tanpa panjang lebar, simak pernjelasannya secara mendetail di bawah ini:

    1. USD dan Emas

    Relasi pertama yang akan kita bahas ialah antara USD dengan emas. Kondisi keduanya dapat dikatakan sangat buruk karena pemerintah Amerika Serikat sendiri yang pernah membelanjakan anggaran negara mereka secara besar-besaran namun tidak dibarengi dengan pendapatan yang seimbang. Tujuan mereka sesungguhnya ialah negara dapat menyimpan emas dengan sebaik mungkin.

    Saat itu, pemerintah menyatakan bahwa kebijakan mereka bertujuan untuk melakukan rangsangan ekonomi, namun tidak berhasil. Para investor justru beralih memperbanyak koleksi emas mereka. inflasi menjadi tidak terhindarkan karena peredaran mata uang kertas yang terlalu banyak di pasaran. Kebijakan ini menciptakan hubungan terburuk antara USD dengan emas.

    Hubungan kedua aspek ini sangat memudahkan trader untuk mengetahui kondisi satu sama lain. Penurunan nilai mata uang resmi selalu diikuti oleh kenaikan harga emas dan begitu pula sebaliknya, penurunan harga emas di Amerika serikat menandai adanya penurunan nilai mata uang resmi pula. Demikian kondisi perlawanan yang konsisten antara dua hal tersebut.

    2. EURO dengan Emas

    Kiprah emas di Eropa sudah dimulai semenjak Euro belum dikenal sebagai alat pembayaran yang sah. Kenaikan emas tertinggi pernah dicapai pada tahun 1980 dengan nilai harga mencapai 850 USD/Ounce. Namun setelahnya, harga tersebut terus meningkat sampai masuk tahun 1999. Euro mulai dikenalkan pada awal tahun 1999 ketika harga emas sedang mencapai puncak krisis yakni senilai 257 USD/Ounce.

    Dalam sejarahnya, nilai Euro terus meningkat apabila dibandingkan dengan USD. Hal tersebut harus terhenti setelah krisis hutang Yunani melanda. Peningkatan nilai mata uang euro tersebut disebabkan oleh ditemukannya program pencetakan uang yang lebih modern di bawah bank sentral Eropa.

    Pada dasarnya, euro memang berbeda dollar. Euro berada di bawah pengawasan langsung bank sentral eropa sedangkan dollar berada di bawah pengawasan bank sentral Amerika Serikat bernama The Fed.

    3. AUD dan Emas

    Pada dasarnya, negara Australia memiliki cadangan emas yang cukup banyak dibandingkan negara-negara adigdaya yang lain. Hal ini menciptakan relasi yang istimewa bahwa setiap harga emas mengalami kenaikan di negara tersebut akan segera disusul dengan kenaikan nilai mata uang yang berlaku secara resmi.

    Fakta lainnya, negara Australia menjadi salah satu negara pengekspor emas terbesar di dunia. Aspek ini sendiri sudah mempengaruhi perekonomian mereka yang makmur dengan mata uang yang stabil, memiliki kemungkinan yang kecil akan terjadinya inflasi.

    Namun begitu, tidak berarti mata uang AUD hanya dipengaruhi oleh emas saja. Ada juga beberapa faktor lainnya yang mempengaruhi nilai AUD yakni komoditas alam yang lain seperti minyak bumi dan bahan baku lainnya. Emas Australia yang dominan membuatnya sangat rentan terhadap kondisi sensitivitas emas di seluruh belahan dunia.

    Kaitan erat antara mata uang AUD dan emas menjadikan banyak trader lebih cenderung menyebut mata uang digital tersebut sebagai mata uang komoditas dibandingkan sebagai mata uang digital forex.

    4. Franc Swiss dan Emas

    Dibandingkan jenis mata uang yang lain, Franc swiss sedikit berbeda. Franc swiss adalah mata uang digital yang diterbitkan terakhir kali dari standart emas yakni pada tahun 2000. Jadi sebelum tahun tersebut, emas masih diberlakukan sebagai alat penukaran barang dan konversi dari emas ke mata uang resmi atau sebaliknya masih bisa dilakukan secara mudah dan dinaungi oleh negara.

    Sebelum tahun 2000 pula, emas di negara ini disebut sebagai safe haven karena pertahanannya dari kondisi ekonomi yang sulit. Masih banyak orang lebih mengandalkan emas dibandingkan dengan jenis mata uang lainnya karena dianggap lebih dapat diandalkan nilainya. Ini pulalah yang menyebabkan emas memiliki hubungan sangat baik dengan mata uang resmi.

    Meskipun emas memiliki pertahanan nilai sangat bagus tidak berarti bahwa mata uang franc sendiri tidak stabil. Stabilitas politik yang kuat membuat negara tersebut juga stabil perihal ekonomi dan kemungkinan akan terjadinya konflik juga sangat rendah. Hari ini, dengan berbagai kebijakan terbaru ekonomi, relasi emas dengan Fanc terus terkikis, tidak sekuat hubungan di era sebelumnya.

    Faktor-Faktor Turunnya Harga Emas
    [ATTACH=CONFIG]345180[/ATTACH]
    Kendati prospek emas diprediksi akan cerah. Banyak orang melakukan investasi emas karena nilainya yang akan terus meningkat dan kemungkinan penurunan harga yang sangat sedikit. Sesungguhnya tidak sepenuhnya perkiraan tersebut akan tercapai karena ada beberapa faktor pula yang dapat mempengaruhi harga emas menjadi menurun.

    Penurunan harga emas secara umum tidak terlepas dari kondisi perekonomian suatu negara yang sedang berlangsung. Biasanya harga emas tak turun, akan tetapi sistem ekonomi lebih baik. Sehingga mampu memberikan sisi stabil pada harga emas dengan harga jualnya yang jauh lebih terjangkau. Berikut ini beberapa faktor yang dapat menyebabkan kenaikan harga emas:

    1. Kondisi Ekonomi Negara yang Kian Membaik

    Pada umumnya, harga emas memang selalu unggul dibandingkan dengan nilai harga standart yang tengah berlaku di masyarakat. Ketika nilai mata uang turun, harga emas menjadi semakin tidak terjangkau. Namun jika nilai mata uang sedang baik atau bahkan cenderung meningkat, tidak menutup kemungkinan harga emas menjadi stabil dan lebih terjangkau banyak kalangan.

    2. Industri Emas yang Terpuruk

    Keterpurukan industri emas bisa saja terjadi ketika produksi emas terus meningkat dan tidak dibarengi oleh peningkatan nilai beli. Bentuk keterpurukan industri emas ini hampir menyerupai konsep inflasi ketika peredaran mata uang terlalu banyak sehingga menyebabkan penurunan nilai.

    Suplai emas yang lebih tinggi dibandingkan demand juga akan berakibat hal yang sama. Kemungkinan hutang yang dimiliki oleh seorang produsen emas akan sangat menyulitkan mereka.

    Mengingat pertambangan emas yang langka, hal seperti ini hampir nampak mustahil terjadi bahwa suatu saat nanti emas akan melimpah. Namun tidak pernah ada fakta yang menjamin akan adanya fase dimana industri emas tidak akan mengalami kebangkrutan. Untuk menghindari kemungkinan ini, ada baiknya Anda terus mengikuti bagaimana perkembangan industri emas.

    3. Suku Bunga yang Meningkat

    Suku bunga emas dapat terjadi ketika FOMC memutuskan dalam rapat mereka untuk melakukan kenaikan suku bunga terhadap emas. Momentum ini memang akan merugikan mereka, para investor yang sudah siap untuk menjual aset emas mereka dalam harga yang tinggi. Namun di sisi lain, banyak pula investor lain yang sudah menunggu momentum ini untuk mendapatkan harga terbaik.

    Sejauh ini, nilai emas di dunia masih cukup berkaitan dengan kondisi perekonomian Amerika Serikat sebagai pemilik dollar. Mudahnya, perekonomian Amerika yang membaik sangat berpotensi membuat nilai emas di seluruh dunia menjadi menurun.

    Dari berbagai ulasan yang sudah kita pelajari diatas, tidak sepenuhnya benar jika kita mengatakan bahwa harga emas akan terus meningkat sesuai dengan mata uang resmi negara atau bahkan sebaliknya. Fakta yang benar justru bahwa hubungan emas beragam dengan berbagai jenis mata uang resmi. Ada yang positif/searah dan ada juga yang justru selalu menunjukkan perlawanan.
    Emas merupakan bagian dari trading di forex.emas juga mempengaruhi mata yang yang ada di forex yang ada korelasinya.emas sangat momok yang menakuti bagi trader yang lain sebab pergerakan dan spreadnya begitu melebar dak cepat pergerakannya di bandingkan dengan pergerakan mata uang.emas di pengaruhi beberapa faktor fundamental seperti saat ini pandemi yang menghancurkan ekonomi sehingga banyak memilih transaksi di emas.

    Comment

    Advanced mode
    • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
    • #3 Collapse

      emas itu kan tujuan investasi kebanyakan trader, jadi kalo naik pasti banyak yang mau ikutan beli, sama halnya orang2 beli matauang asing, tentunya mau invest di negara tersebut atau mau mengadakan transaksi, jadi emas pasti jadi bagian penting dalam perdagangan dunia
      Place your siggy here

      Comment

      Advanced mode

      Online

      Working...
      X