Вход

  • Rekan-rekan yang terhormat. Kami telah memperbarui bagian teknis forum. Jika Anda menemukan bug atau masalah, laporkan di thread ini.
  • Kami masih mengerjakan forum, tetapi Anda sudah dapat berkomunikasi dan membaca artikel

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Memahami Overtrading dan Bahayanya
    Click image for larger version

Name:	awas-4-bahaya-yang-mengancam-profit-trading-anda-292479-25677.jpg
Views:	1
Size:	35.7 KB
ID:	13018084
    Apapun konteksnya, segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan akan membawa dampak yang kurang baik, termasuk dalam dunia trading. Setiap trader pastilah akrab dengan istilah overtrading. Istilah overtrading lebih dulu dikenal dalam trading saham, dibanding trading forex.

    Dalam trading forex, overtrading digunakan untuk mendeskripsikan tindakan trader yang terlalu banyak membuka posisi di pasar. Hal ini umumnya disebabkan oleh keterlibatan emosi trader. Bisa disebabkan emosi trader yang mengalami kekalahan, dan juga emosi trader yang serakah akan keuntungan.

    Apabila sudah begini, banyak trader yang lupa dengan konsep trading yang aman. Ketika trader tersulut emosi, mereka akan lupa mengkonfirmasi sinyal trading terlebih dahulu. Bahkan mereka juga lupa untuk memastikan dan melakukan analisa mendalam sebelum memutuskan membuka banyak posisi. Trading tanpa adanya analisa yang jelas, akan memicu resiko kerugian yang cukup besar.

    Ciri dari Overtrading

    Dari pendahuluan singkat di atas, telah menggambarkan bahwa ovetrading adalah perilaku trading yang membahayakan. Tak hanya meningkatkan resiko kerugian yang besar, overtrading juga sangat berbahaya apabila dijadikan sebagai kebiasaan. Agar Anda terhindar dari hal ini, ada baiknya Anda mengenali gejala atau ciri dari overtrading sedari dini. Kecenderungan trader untuk overtrading bisa dikenali berdasarkan ciri berikut ini.
    - Apabila mendapati kemenangan berulang kali, trader akan besar diri. Sebaliknya, apabila mendapati kekalahan atau loss berulang kali, trader akan memaksakan dirinya untuk mengganti total kerugian yang didapat.

    - Kerap merasa khawatir akan kehilangan dan tertinggal peluang.

    - Merasa tak tenang apabila tidak melakukan trading, tidak melihat chart meski sebentar saja. Hal ini dikenal pula dengan sebutan trader yang ketagihan trading.

    - Merasa jenuh dengan cara trading yang biasa dilakukan. Trader tidak lagi merasakan adanya tantangan sekalipun sudah berhasil menuai keuntungan. Untuk mengusir rasa bosan, mereka akan mencari strategi baru yang belum teruji. Lebih bahaya lagi apabila strategi baru ini asal dicoba tanpa memperhatikan kemungkinan resiko yang sangat besar.

    Gejala overtrading yang dialami trader seperti yang disebut diatas, bisa terjadi kepada siapapun. Namun, apabila Anda sudah mengetahui apa saja gejalanya, semakin mudah bagi Anda untuk menghindar.

    Tips Melepaskan Diri dari Overtrading

    Bagaimana cara trader akan terhindar dari kebiasaan buruk ini? Setelah mengetahui apa saja cirinya, akan lebih mudah bagi Anda untuk berusaha menghindarinya. Berikut beberapa tips melepaskan diri dari overtrading yang bisa Anda coba.

    - Menyusun Rencana Trading dan Diterapkan dengan Disiplin

    Tips pertama yang akan membebaskan Anda dari jeratan overtrading adalah dengan menyusun rencana trading. Umumnya, tindakan overtrading adalah tindakan impulsif trader yang diluar dari rencana.

    Sekalipun begitu, bukan berarti mereka yang sudah menyusun rencana trading dengan matang akan terhindar dari bahaya ini. Masih ada kemungkinan yang layak diwaspadai. Memiliki rencana trading saja tidaklah cukup. Anda dituntut memiliki komitmen dalam menerapkan rencana yang sudah di susun, sebab akar dari overtrading adalah penyimpangan pada aturan yang sudah ditetapkan.

    - Gunakan Metode Price Action

    Trading dengan metode price action bisa menyelamatkan Anda dari bahaya overtrading. Hal ini disebabkan Anda akan tahu apa yang Anda cari dari pergerakan harga di setiap kondisi pasar. Namun, apabila Anda merasa tak cocok dengan metode ini, Anda bisa melewatkannya, jangan memaksakan diri.

    - Berfikir dan Bersikap Realistis

    Untuk Anda yang baru saja mendapati loss, cobalah berfikir dan bersikap realistis. Daripada membuang banyak tenaga hanya untuk balas dendam dengan asal trading, lebih baik apabila Anda memulai untuk berfikir realistis. Ingatlah bahwa trading adalah sesuatu yang tak dapat diprediksi dengan pasti. Ketika ada peluang untuk berhasil, tentulah ada peluang gagal yang sama besar.

    Kekalahan dan kemenangan adalah hal yang wajar dalam trading. Apabila Anda berharap terus membawa pulang kemenangan dan terus mencetak keuntungan, menandakan Anda tak mampu berpikir realistis.

    Bahkan, trader profesional sekalipun pernah mengalami kerugian dan kekalahan dalam trading. Inilah mengapa Anda harus memanfaatkan ilmu manajemen resiko yang dapat menjadi penolong dalam meminimalisir kerugian.

    - Latihan Kesabaran untuk Mendapat Peluang Terbaik

    Ketika harga naik atau turun, tentunya Anda merasa antusias dalam menantikan peluang yang akan datang. Perlu Anda tahu, bahwa tak semua peluang membawa potensi yang besar. Inilah alasan mengapa Anda perlu bersabar dan menunggu peluang yang lebih pasti. Sehingga resiko kerugian masih bisa diantisipasi.

    Bahaya Overtrading yang Harus Trader Tahu
    Click image for larger version

Name:	sf-thumb-202003311518261479-crop-292479-0331151816.jpg
Views:	1
Size:	22.6 KB
ID:	13018085
    Banyak trader yang berasumsi semakin sering membuka posisi, maka akan semakin banyak peluang untuk membawa pulang profit dengan jumlah besar. Benarkah demikian? Tidak ada yang salah dari pernyataan trader yang berasumsi bahwa profit akan kian besar apabila mereka sering membuka posisi.

    Namun, tahukah Anda bahwa tak sedikit pula trader yang mendapatkan kerugian dari sering membuka posisi? Hal ini disebabkan oleh beban biaya trading yang akan semakin membengkak akibat terlalu sering menempatkan diri dalam pasar.

    Terlalu sering melakukan trading atau yang dikenal dengan overtrading adalah sikap trader yang biasanya dipicu oleh keserakahan dan juga keinginan untuk balas dendam atas kekalahan. Pada saat melihat pergerakan harga yang menguntungkan, mereka yang serakah akan terus membuka posisi dengan tujuan memperbesar ukuran trading, dan membawa profit yang besar.

    Di sisi lain, trader yang sering melakukan overtrading adalah trader yang ingin melakukan balas dendam atas kekalahan yang mereka terima, dengan harapan membawa pulang profit sebagai ganti rugi modal yang hangus. Ada beberapa bahaya yang akan Anda dapatkan apabila membiasakan overtrading. Berikut diantaranya:

    - Resiko Menjadi Lebih Besar

    Pada saat Anda membuka posisi, Anda akan mengekspos modal sebagai jaminan agar bisa mendapatkan profit. Akan tetapi, kemungkinan untuk setiap kali posisi trading yang masih berlangsung, bisa mendapatkan masalah dari akumulasi poin bernilai positif, atau bahkan mendapatkan kerugian akibat akumulasi poin yang nilainya negatif atau minus.

    Sebagai contoh, misalkan trader A membuka 5 posisi pada beberapa pair mayor dalam setiap harinya. Masing-masing posisi dibiarkan tetap berjalan tanpa adanya stop loss. Diasumsikan bahwa modal yang ia habiskan sejumlah USD 1,000 pada akun mini, dengan win rate 60% dan leverage maksimalnya 1:200.

    Apabila dilihat dari win ratenya, seharusnya trader A akan membawa keuntungan. Namun, pada kenyataannya ia malah mendapati kerugian selama 1 minggu berturut-turut. Mengapa hal ini terjadi? Ternyata begini ilustrasinya:

    Jumlah posisi yang ia tutup adalah 25 posisi, sebab trader A tidak melakukan trading di hari weekend, Sabtu dan Minggu. Jumlah posisi yang menghasilkan keuntungan ada 15 posisi, yang diambil dari 60% jumlah posisi yang ditutup.

    Sedangkan jumlah yang rugi ada 10 posisi, yang diambil dari 40% jumlah posisi yang ditutup. Rata-rata profit yang didapat dari masing-masing posisi senilai 10 pip, sehingga gros profitnya sejumlah 150 pip. Karena trader A tidak sekalipun menempatkan stop loss, rata-rata kerugian yang ia dapat untuk masing-masing posisi adalah 20 pip. Sehingga gross profitnya hanya sekitar 200 pip saja.

    Berdasarkan perhitungan yang sudah dilakukan, rupanya trader A mendapatkan kerugian sampai 50 pip, atau sekitar USD 50, belum termasuk jumlah biaya yang dikeluarkan untuk trading. Dapat disimpulkan bahwa semakin banyak jumlah open posisi Anda, maka akan semakin besar beban resiko yang dipikul.

    Sering melakukan open posisi tidaklah menjamin Anda bisa mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar, apalagi keuntungan yang konsisten, sekalipun win rate trading Anda tinggi.

    - Mengalami Stress Berlebihan

    Ketika Anda melakukan overtrading, psikologi Anda akan sangat terpengaruh. Bisa saja Anda menjadi sering cemas akibat terlalu menyimpan harapan berlebihan untuk membawa profit dalam waktu yang singkat. Secara perlahan dan tak sadar, waktu yang Anda habiskan untuk trading sebenarnya hanya dihabiskan untuk menata chart dan juga mengoreksi apabila ada posisi yang dinilai kurang tepat.

    Apabila hal ini dilakukan oleh trader pemula, bukan tak mungkin mereka akan merasa kebingungan. Satu posisi saja masih membuat pemula gusar ketika harga bergerak jauh dari prediksi. Bayangkan saja ketika mereka harus mengkhawatirkan banyak posisi yang berjalan dalam satu waktu bersamaan, bisa saja mereka mengalami stress.

    Haruskah Anda menghindari bahaya dan resiko dari overtrading? Tentu saja. Apabila kemampuan Anda dalam menangani resiko yang sudah disebutkan masih jauh dari kata baik, sebisa mungkin Anda harus menghindari segala bentuk resiko overtrading. Berikut tips yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari bahaya overtrading.

    · Susun Rencana dan Disiplin Menerapkannya

    Memiliki rencana atau strategi trading yang baik adalah cara pertama yang bisa dilakukan agar terhindar dari ancaman overtrading. Pada kenyataannya, pelaku overtrading didominasi oleh mereka yang bertindak impulsif dan melanggar peraturan yang sudah ditetapkan.

    Namun, bukan berarti mereka yang memiliki strategi matang akan terlepas dari ancaman ini. Nyatanya siapapun bisa terjerat overtrading, sekalipun ia trader profesional. Rencana yang matang saja tidaklah cukup, Anda harus disiplin dalam menerapkannnya. Komitmen dan disiplin, dijamin meminimalisir overtrading.

    · Realistis

    Apa yang Anda rasakan ketika mengalami banyak kekalahan dalam waktu bersamaan? Bukankah Anda merasa kesal dan berhasrat untuk membalas dendam? Sebaiknya, Anda berpikir ulang secara realistis dan membuang hasrat balas dendam sejauh mungkin. Anda tidak bisa berkata tidak pada potensi loss. Yang bisa dilakukan adalah menerima dan menemukan solusi antisipasi hal tersebut.

    Aktivitas trading bukanlah permainan yang bisa diprediksi dengan pasti. Dimana ada peluang untung, maka ada pula peluang rugi. Menang dan kalah, untung dan rugi, sama-sama hal yang wajar di alami apabila Anda mengambil bagian dalam trading forex.

    Sungguh tidak realistis apabila Anda hanya mengharapkan keuntungan, karena faktanya seorang profesional sekalipun masih tidak bisa menghindarkan dirinya dari kerugian. Akan menjadi penting kemampuan dalam memanfaatkan manajemen resiko, sehingga bisa membantu Anda dalam meminimalisir peluang rugi.

    · Bersabar

    Peluang dalam pasar forex akan tercipta baik dalam kondisi harga turun ataupun harga naik. Hal ini dinilai dari seberapa efektif peluang memancing antusiasme trader. Hal yang perlu Anda ingat bahwa tak semua peluang yang tercipta memiliki potensi yang harus dimaksimalkan.

    Contohnya, situasi pasar dalam trading mempunyai kesempatan meraih keuntungan yang menjanjikan daripada dalam sideways. Di sisi lainnya, pasar rangking jauh lebih layak dimanfaatkan dibanding dengan kondisi choppy yang sulit diprediksi. Dari sini, Anda bisa belajar untuk mengenali dan juga memilih peluang mana yang paling terbaik untuk trading.

    Prinsip yang harus diingat adalah, semakin bagus kualitas dari suatu peluang, maka akan semakin jarang ia menampakkan diri. Hal ini akan selaras dengan ide pokok trader teknikal, mereka sudah membuktikan kebenaran hal ini dengan menggunakan indikator pada time frame trading.

    Anda patut merasa cemas apabila ternyata telah melewatkan peluang hanya karena harga yang bergerak dalam pola berulang. Memiliki keinginan untuk selalu membawa pulang profit bukanlah suatu soal. Akan menjadi soal apabila Anda melakukan dengan cara yang tidak benar. Alih-alih mendapatkan profit, Anda hanya akan menemukan kerugian dalam jumlah besar.





  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    Originally posted by Nina Nurul View Post
    [ATTACH=CONFIG]345173[/ATTACH]
    Apapun konteksnya, segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan akan membawa dampak yang kurang baik, termasuk dalam dunia trading. Setiap trader pastilah akrab dengan istilah overtrading. Istilah overtrading lebih dulu dikenal dalam trading saham, dibanding trading forex.

    Dalam trading forex, overtrading digunakan untuk mendeskripsikan tindakan trader yang terlalu banyak membuka posisi di pasar. Hal ini umumnya disebabkan oleh keterlibatan emosi trader. Bisa disebabkan emosi trader yang mengalami kekalahan, dan juga emosi trader yang serakah akan keuntungan.

    Apabila sudah begini, banyak trader yang lupa dengan konsep trading yang aman. Ketika trader tersulut emosi, mereka akan lupa mengkonfirmasi sinyal trading terlebih dahulu. Bahkan mereka juga lupa untuk memastikan dan melakukan analisa mendalam sebelum memutuskan membuka banyak posisi. Trading tanpa adanya analisa yang jelas, akan memicu resiko kerugian yang cukup besar.

    Ciri dari Overtrading

    Dari pendahuluan singkat di atas, telah menggambarkan bahwa ovetrading adalah perilaku trading yang membahayakan. Tak hanya meningkatkan resiko kerugian yang besar, overtrading juga sangat berbahaya apabila dijadikan sebagai kebiasaan. Agar Anda terhindar dari hal ini, ada baiknya Anda mengenali gejala atau ciri dari overtrading sedari dini. Kecenderungan trader untuk overtrading bisa dikenali berdasarkan ciri berikut ini.
    - Apabila mendapati kemenangan berulang kali, trader akan besar diri. Sebaliknya, apabila mendapati kekalahan atau loss berulang kali, trader akan memaksakan dirinya untuk mengganti total kerugian yang didapat.

    - Kerap merasa khawatir akan kehilangan dan tertinggal peluang.

    - Merasa tak tenang apabila tidak melakukan trading, tidak melihat chart meski sebentar saja. Hal ini dikenal pula dengan sebutan trader yang ketagihan trading.

    - Merasa jenuh dengan cara trading yang biasa dilakukan. Trader tidak lagi merasakan adanya tantangan sekalipun sudah berhasil menuai keuntungan. Untuk mengusir rasa bosan, mereka akan mencari strategi baru yang belum teruji. Lebih bahaya lagi apabila strategi baru ini asal dicoba tanpa memperhatikan kemungkinan resiko yang sangat besar.

    Gejala overtrading yang dialami trader seperti yang disebut diatas, bisa terjadi kepada siapapun. Namun, apabila Anda sudah mengetahui apa saja gejalanya, semakin mudah bagi Anda untuk menghindar.

    Tips Melepaskan Diri dari Overtrading

    Bagaimana cara trader akan terhindar dari kebiasaan buruk ini? Setelah mengetahui apa saja cirinya, akan lebih mudah bagi Anda untuk berusaha menghindarinya. Berikut beberapa tips melepaskan diri dari overtrading yang bisa Anda coba.

    - Menyusun Rencana Trading dan Diterapkan dengan Disiplin

    Tips pertama yang akan membebaskan Anda dari jeratan overtrading adalah dengan menyusun rencana trading. Umumnya, tindakan overtrading adalah tindakan impulsif trader yang diluar dari rencana.

    Sekalipun begitu, bukan berarti mereka yang sudah menyusun rencana trading dengan matang akan terhindar dari bahaya ini. Masih ada kemungkinan yang layak diwaspadai. Memiliki rencana trading saja tidaklah cukup. Anda dituntut memiliki komitmen dalam menerapkan rencana yang sudah di susun, sebab akar dari overtrading adalah penyimpangan pada aturan yang sudah ditetapkan.

    - Gunakan Metode Price Action

    Trading dengan metode price action bisa menyelamatkan Anda dari bahaya overtrading. Hal ini disebabkan Anda akan tahu apa yang Anda cari dari pergerakan harga di setiap kondisi pasar. Namun, apabila Anda merasa tak cocok dengan metode ini, Anda bisa melewatkannya, jangan memaksakan diri.

    - Berfikir dan Bersikap Realistis

    Untuk Anda yang baru saja mendapati loss, cobalah berfikir dan bersikap realistis. Daripada membuang banyak tenaga hanya untuk balas dendam dengan asal trading, lebih baik apabila Anda memulai untuk berfikir realistis. Ingatlah bahwa trading adalah sesuatu yang tak dapat diprediksi dengan pasti. Ketika ada peluang untuk berhasil, tentulah ada peluang gagal yang sama besar.

    Kekalahan dan kemenangan adalah hal yang wajar dalam trading. Apabila Anda berharap terus membawa pulang kemenangan dan terus mencetak keuntungan, menandakan Anda tak mampu berpikir realistis.

    Bahkan, trader profesional sekalipun pernah mengalami kerugian dan kekalahan dalam trading. Inilah mengapa Anda harus memanfaatkan ilmu manajemen resiko yang dapat menjadi penolong dalam meminimalisir kerugian.

    - Latihan Kesabaran untuk Mendapat Peluang Terbaik

    Ketika harga naik atau turun, tentunya Anda merasa antusias dalam menantikan peluang yang akan datang. Perlu Anda tahu, bahwa tak semua peluang membawa potensi yang besar. Inilah alasan mengapa Anda perlu bersabar dan menunggu peluang yang lebih pasti. Sehingga resiko kerugian masih bisa diantisipasi.

    Bahaya Overtrading yang Harus Trader Tahu
    [ATTACH=CONFIG]345174[/ATTACH]
    Banyak trader yang berasumsi semakin sering membuka posisi, maka akan semakin banyak peluang untuk membawa pulang profit dengan jumlah besar. Benarkah demikian? Tidak ada yang salah dari pernyataan trader yang berasumsi bahwa profit akan kian besar apabila mereka sering membuka posisi.

    Namun, tahukah Anda bahwa tak sedikit pula trader yang mendapatkan kerugian dari sering membuka posisi? Hal ini disebabkan oleh beban biaya trading yang akan semakin membengkak akibat terlalu sering menempatkan diri dalam pasar.

    Terlalu sering melakukan trading atau yang dikenal dengan overtrading adalah sikap trader yang biasanya dipicu oleh keserakahan dan juga keinginan untuk balas dendam atas kekalahan. Pada saat melihat pergerakan harga yang menguntungkan, mereka yang serakah akan terus membuka posisi dengan tujuan memperbesar ukuran trading, dan membawa profit yang besar.

    Di sisi lain, trader yang sering melakukan overtrading adalah trader yang ingin melakukan balas dendam atas kekalahan yang mereka terima, dengan harapan membawa pulang profit sebagai ganti rugi modal yang hangus. Ada beberapa bahaya yang akan Anda dapatkan apabila membiasakan overtrading. Berikut diantaranya:

    - Resiko Menjadi Lebih Besar

    Pada saat Anda membuka posisi, Anda akan mengekspos modal sebagai jaminan agar bisa mendapatkan profit. Akan tetapi, kemungkinan untuk setiap kali posisi trading yang masih berlangsung, bisa mendapatkan masalah dari akumulasi poin bernilai positif, atau bahkan mendapatkan kerugian akibat akumulasi poin yang nilainya negatif atau minus.

    Sebagai contoh, misalkan trader A membuka 5 posisi pada beberapa pair mayor dalam setiap harinya. Masing-masing posisi dibiarkan tetap berjalan tanpa adanya stop loss. Diasumsikan bahwa modal yang ia habiskan sejumlah USD 1,000 pada akun mini, dengan win rate 60% dan leverage maksimalnya 1:200.

    Apabila dilihat dari win ratenya, seharusnya trader A akan membawa keuntungan. Namun, pada kenyataannya ia malah mendapati kerugian selama 1 minggu berturut-turut. Mengapa hal ini terjadi? Ternyata begini ilustrasinya:

    Jumlah posisi yang ia tutup adalah 25 posisi, sebab trader A tidak melakukan trading di hari weekend, Sabtu dan Minggu. Jumlah posisi yang menghasilkan keuntungan ada 15 posisi, yang diambil dari 60% jumlah posisi yang ditutup.

    Sedangkan jumlah yang rugi ada 10 posisi, yang diambil dari 40% jumlah posisi yang ditutup. Rata-rata profit yang didapat dari masing-masing posisi senilai 10 pip, sehingga gros profitnya sejumlah 150 pip. Karena trader A tidak sekalipun menempatkan stop loss, rata-rata kerugian yang ia dapat untuk masing-masing posisi adalah 20 pip. Sehingga gross profitnya hanya sekitar 200 pip saja.

    Berdasarkan perhitungan yang sudah dilakukan, rupanya trader A mendapatkan kerugian sampai 50 pip, atau sekitar USD 50, belum termasuk jumlah biaya yang dikeluarkan untuk trading. Dapat disimpulkan bahwa semakin banyak jumlah open posisi Anda, maka akan semakin besar beban resiko yang dipikul.

    Sering melakukan open posisi tidaklah menjamin Anda bisa mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar, apalagi keuntungan yang konsisten, sekalipun win rate trading Anda tinggi.

    - Mengalami Stress Berlebihan

    Ketika Anda melakukan overtrading, psikologi Anda akan sangat terpengaruh. Bisa saja Anda menjadi sering cemas akibat terlalu menyimpan harapan berlebihan untuk membawa profit dalam waktu yang singkat. Secara perlahan dan tak sadar, waktu yang Anda habiskan untuk trading sebenarnya hanya dihabiskan untuk menata chart dan juga mengoreksi apabila ada posisi yang dinilai kurang tepat.

    Apabila hal ini dilakukan oleh trader pemula, bukan tak mungkin mereka akan merasa kebingungan. Satu posisi saja masih membuat pemula gusar ketika harga bergerak jauh dari prediksi. Bayangkan saja ketika mereka harus mengkhawatirkan banyak posisi yang berjalan dalam satu waktu bersamaan, bisa saja mereka mengalami stress.

    Haruskah Anda menghindari bahaya dan resiko dari overtrading? Tentu saja. Apabila kemampuan Anda dalam menangani resiko yang sudah disebutkan masih jauh dari kata baik, sebisa mungkin Anda harus menghindari segala bentuk resiko overtrading. Berikut tips yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari bahaya overtrading.

    · Susun Rencana dan Disiplin Menerapkannya

    Memiliki rencana atau strategi trading yang baik adalah cara pertama yang bisa dilakukan agar terhindar dari ancaman overtrading. Pada kenyataannya, pelaku overtrading didominasi oleh mereka yang bertindak impulsif dan melanggar peraturan yang sudah ditetapkan.

    Namun, bukan berarti mereka yang memiliki strategi matang akan terlepas dari ancaman ini. Nyatanya siapapun bisa terjerat overtrading, sekalipun ia trader profesional. Rencana yang matang saja tidaklah cukup, Anda harus disiplin dalam menerapkannnya. Komitmen dan disiplin, dijamin meminimalisir overtrading.

    · Realistis

    Apa yang Anda rasakan ketika mengalami banyak kekalahan dalam waktu bersamaan? Bukankah Anda merasa kesal dan berhasrat untuk membalas dendam? Sebaiknya, Anda berpikir ulang secara realistis dan membuang hasrat balas dendam sejauh mungkin. Anda tidak bisa berkata tidak pada potensi loss. Yang bisa dilakukan adalah menerima dan menemukan solusi antisipasi hal tersebut.

    Aktivitas trading bukanlah permainan yang bisa diprediksi dengan pasti. Dimana ada peluang untung, maka ada pula peluang rugi. Menang dan kalah, untung dan rugi, sama-sama hal yang wajar di alami apabila Anda mengambil bagian dalam trading forex.

    Sungguh tidak realistis apabila Anda hanya mengharapkan keuntungan, karena faktanya seorang profesional sekalipun masih tidak bisa menghindarkan dirinya dari kerugian. Akan menjadi penting kemampuan dalam memanfaatkan manajemen resiko, sehingga bisa membantu Anda dalam meminimalisir peluang rugi.

    · Bersabar

    Peluang dalam pasar forex akan tercipta baik dalam kondisi harga turun ataupun harga naik. Hal ini dinilai dari seberapa efektif peluang memancing antusiasme trader. Hal yang perlu Anda ingat bahwa tak semua peluang yang tercipta memiliki potensi yang harus dimaksimalkan.

    Contohnya, situasi pasar dalam trading mempunyai kesempatan meraih keuntungan yang menjanjikan daripada dalam sideways. Di sisi lainnya, pasar rangking jauh lebih layak dimanfaatkan dibanding dengan kondisi choppy yang sulit diprediksi. Dari sini, Anda bisa belajar untuk mengenali dan juga memilih peluang mana yang paling terbaik untuk trading.

    Prinsip yang harus diingat adalah, semakin bagus kualitas dari suatu peluang, maka akan semakin jarang ia menampakkan diri. Hal ini akan selaras dengan ide pokok trader teknikal, mereka sudah membuktikan kebenaran hal ini dengan menggunakan indikator pada time frame trading.

    Anda patut merasa cemas apabila ternyata telah melewatkan peluang hanya karena harga yang bergerak dalam pola berulang. Memiliki keinginan untuk selalu membawa pulang profit bukanlah suatu soal. Akan menjadi soal apabila Anda melakukan dengan cara yang tidak benar. Alih-alih mendapatkan profit, Anda hanya akan menemukan kerugian dalam jumlah besar.




    Overtrading akan selalu di lakukan oleh trader yang tidak punya sistem trading yang jelas.overtrading pembukaan posisi yang lebih dari satu sampai dua posisi di market.lebih ke hedging membuka banyak posisi dengan harapan ketika market balik arah maka profit lebih maksimal.resiko dalam overtrading tentu ada dengan membuka posisi yang banyak hatus di dukung dengan modal yang banyak karena ketahan dlam menahan floting dari posisi yang terbuka.sistem ini dapat menghilangak modal kalau analisa tetap salah dan tidak baliknarah sesuai yang di harapkan.

    Comment

    Advanced mode
    • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
    • #3 Collapse

      orang yang sering kelelahan, tidak fokus kerja, mudah emosional, itu udah tanda2 ketidak siapan trading, mungkin saja udah overtrade, jadi analisanya juga kacau, dan bisa berakhir dengan banyak loss
      Place your siggy here

      Comment

      Advanced mode

      Online

      Working...
      X