Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Memahami Strategi Jitu dalam Momentum Trading Forex
    Click image for larger version

Name:	trending-market-mendeteksi-trend-287785-31873.png
Views:	2
Size:	27.5 KB
ID:	13017705
    Beberapa trader mungkin belum memahami apa itu momentum atau trend momentum. Padahal ketika mereka mengetahuinya, tentunya momen tersebut benar-benar tidak akan terlewatkan. Biasanya cara paling mudah yang banyak digunakan orang untuk menjelaskan tentang momentum ialah dengan menganalogikannya dengan hukum newton mengenai gerak inersia.

    Misalnya seperti ini, ketika sebuah bola didorong dan digelindingkan ke lantai, maka bola tersebut akan berjalan sesuai dengan arah dan kekuatan dari pendorong tersebut. Namun ketika alat pendorong dilepaskan tiba-tiba, bola tidak seketika itu berhenti. Ia masih akan menggelinding meski dengan kecepatan yang semakin melemah karena faktor pendorong sudah tidak ada.

    Sisa gerakan yang terjadi setelah alat pendorong hilang inilah yang disebut dengan gerak inersia. Dalam trading, trend harga seperti ini disebut dengan istilah momentum. Ketika tekanan pasar menarik trend harga ke suatu arah tertentu hingga mendekati garis (misalnya) namun tekanan sudah berlangsung melemah, belum tentu harga langsung berbalik arah melainkan melanjutkan gerakannya terlebih dahulu.

    Pertanyaannya, apa istimewanya momentum? Bagaimana cara mengolahnya menjadi keuntungan? Bagaimana cara menggunakannya? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Kali ini kita akan membahas topik tersebut secara gamplang untuk menuntaskan rasa penasaran Anda.

    Cara Mengenali Momentum

    Kunci dalam memprediksi momentum sebenarnya ada pada kejelian trader dalam menimbang kekuatan trend yang sedang terjadi. Hal ini berbeda dengan anggapan yang mengatakan bahwa seorang trader hanya perlu melakukan pengawasan terhadap arah trend harga mata uang saja tanpa mempertimbangkan kekuatan sinyal yang dimilikinya.

    Kesalahan menghitung kadar kekuatan trend memang akan menyebabkan akibat fatal, mulai dari kerugian kecil hingga paling besar sekalipun. Untuk menghindarinya, ada baiknya sebelum melakukan trading momentum, Anda mempelajari terlebih dahulu bagaimana ciri-ciri sinyal yang mempunyai kekuatan besar dan berpotensi untuk mencapai momentum.

    Cara paling umum dan mudah untuk mendeteksi adanya potensi momentum ialah dengan memperhatikan zona divergence yang terbentuk antara indikator momentum dan harga. Indikator momentum memang sangat dibutuhkan dalam rangka melakukan identifikasi ini. Beberapa indikator momentum yang bisa Anda gunakan diantaranya:

    · MACD
    · RSI
    · W%R
    · ADX dan beberapa lainnya.

    Adanya divergence yang terjadi antara indikator dan harga menunjukkan bahwa trend harga yang sedang terjadi tengah melemah. Fenomena ini nyatanya sangat mungkin terjadi. Ketika trend harga menunjukkan kenaikan namun indikator momentum justru menampilkan penurunan. Inilah yang dimaksud uptrend yang sesungguhnya melemah dan pembalikan harga yang akan segera terjadi.

    Melakukan konfirmasi tetap menjadi prosedur yang tidak terbantahkan bagi para trader momentum. Pasalnya bisa saja Anda masuk ke pasar ketika harga belum stabil benar. Oleh karenanya, jangan terburu-buru mengambil tindakan, melainkan tunggu beberapa saat hingga indikator benar-benar menunjukkan posisi yang mantap.

    3 Strategi Trading Momentum Terbaik

    Untuk menaklukkan fase momentum, seorang trader terlebih dahulu harus membekali diri mereka dengan strategi trading yang paling jitu dan tepat. Aspek ini dibutuhkan agar proses trading bisa tepat fokus dan tidak meleset. Tanpa panjang lebar, langsung saja berikut ini tiga jurus andalan untuk metode trading momentum:

    - Menggunakan Price Action

    Price action bisa dipakai sebagai indikator trading yang tidak ada tandingannya dari sisi sederhana dan akuratnya. Ia menjadi indikator yang cukup ramah bahkan bagi pemula sekalipun. Price action juga banyak digunakan dalam berbagai strategi trading karena dianggap relevan dan mudah menyesuaikan dengan berbagai jenis keadaan.

    Dengan candlestick khasnya, trader tidak perlu menggunakan indikator tambahan lagi untuk dapat mengamati pola harga yang sedang terbentuk. Candlestick dapat merekam harga yang bergerak dengan sangat teliti dan akurat, yang menjadi tantangan bagi trader hanyalah memastikan bahwa trend harga yang sedang terjadi tersebut adalah gelombang sungguhan dan bukan termasuk dalam tipuan.

    Ada dua cara mudah untuk mengetahui trend harga yang sedang terjadi di pasar melalui candlestick price action, yaitu amati gerakan candlestick dan prediksikan pola yang terbentuk dari pergerakan tersebut, apakah bulllish atau bearish. Perhatikan juga dimana posisi terendah dan tertinggi berada untuk melakukan konfirmasi apakah melakukan perhitungan momentum sudah dibutuhkan.

    Price action juga memungkinkan kita untuk memasang strategi-strategi yang variatif, terutama dalam pengaturan kerja candlestick. Beberapa variasi tersebut diantaranya ialah hammer, pin bar, inside bar, hingga doji. Anda dapat memilih strategi manakah yang paling mudah dan nyaman untuk dilakukan.

    - Menggunakan Moving Average

    Sebagaimana sempat disinggung diatas, ketika seorang trader melakukan trading momentum maka ia perlu menggunakan minimal dua jenis indikator yakni indikator untuk trend dan indikator untuk momentum. Adapun salah satu indikator trend yang juga paling banyak digunakan oleh trader ialah indikator Exponental Moving Average (EMA) yang dianggap sangat valid dalam mengabarkan suatu kondisi trend.

    EMA menyediakan sebuah fitur yang akan sangat membantu para trader momentum yaitu crossing EMA. Fitur ini dapat mengukur gerakan trend harga sekaligus trend momentum. Selanjutnya indikator akan menampilkan sebuah persimpangan garis yang menganalogikan sebagai titik pertemuan antara kedua trend tersebut. Tugas trader hanyalah menganalisa sudut ini.

    Kedua indikator momentum ini juga membutuhkan timeframe yang sama. Pengaturan time frame disesuaikan terlebih dahulu dengan metode yang akan Anda gunakan. Keseimbangan antara keduanya nantinya akan menghasilkan suatu data yang valid dan dapat diandalkan.

    Katakanlah Anda mengambil timeframe momentum sebesar !8 dan indikator trend atau EMA sebesar 24 time frame. Dengan perpaduan ini, trader dapat mengandalkan candle yang berada pada garis EMA 24 atau yang berada diatasnya. Pada situasi ini, indikator momentum juga akan melewati sinyal pada level 100. Dari sinilah banyak trader profesional menyarankan para trader untuk menggunakan daily trading saja yang lebih tepat dan mudah digunakan.

    - Menggunakan Bollinger Bands

    Tentunya Anda sudah tidak asing dengan jenis indikator yang satu ini. Bollinger bands dapat memberikan sinyal entry bagi trader yang diambil dari analisa terhadap trend momentum. Selain berbagai informasi mengenai titip entry yang akurat, trader juga dapat mempelajari informasi terkait votalitas yang sedang berlangsung di pasar mata uang digital cryptocurrency.

    Analisa votalitas ini menjadi salah satu keunggulan indikator bollinger bands jika dibandingkan dengan jenis indikator trading lainnya. Dengan menjalankan kajian yang fokusnya pada votalitas, dijamn lebih sensitif ketika pemilihan sinyal referensi dan trand sinyal haraga yang benar-benar tidak menipu dan menjebak.

    Fitur channel pada bollinger bands bisa menjadi bagian terstruktur khusus untuk mengatasi banyaknya keluhan votalitas. Jika channel ini mengalami penyempitan maka yang terjadi di pasar ialah, votalitas pasar sedang mengalami penurunan. Sebaliknya, bentuk channel yang melebar menunjukkan bahwa votalitas harga di pasar sedang terus bergerak naik.

    Adapun untuk melakukan entry posisi, trader dapat mengacu kepada ‘call’ entry yang berjalan perlahan melewati zona middle bands. Jika ini terjadi, maka bisa dikatakan suasana sudah aman dan Anda bisa mulai memasukkan harga untuk mendapatkan keuntungan besar dari strategi trading.

    Sinyal momentum yang bergerak hingga diatas 100 level dapat dimanfaatkan oleh trader untuk menggali informasi terkait strategi kombinasi trend harga dan trend momentum. Tidak hanya ketika pasar sedang mengalami uptrend, melainkan ketika downtrend pun situasi tersebut tetap masih bisa dilacak yakni ketika garis trend sydah menyilang dan melewati turun dari level 100.
    Click image for larger version

Name:	draft-revisi-5-kunci-penting-membaca-chart-forex-286932-24064.jpg
Views:	1
Size:	53.7 KB
ID:	13017706
    Strategi trading momentum memang cukup mendebarkan serta mengandalkan perhitungan peluang yang harus jeli dan presisi. Namun secara keseluruhan teknik ini tidak begitu sulit. Para trader pemula tetap boleh mempraktikkannya disamping menerapkan tiga strategi trading momentum yang sudah dijabarkan diatas.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    contoh grafiknya kurang banyak, apa ini harusnya di thread indikator aja ya? atau di strategy forex?
     

    Comment

    Advanced mode
    • #3 Collapse

      Originally posted by Nas Media View Post
      [ATTACH=CONFIG]339863[/ATTACH]
      Beberapa trader mungkin belum memahami apa itu momentum atau trend momentum. Padahal ketika mereka mengetahuinya, tentunya momen tersebut benar-benar tidak akan terlewatkan. Biasanya cara paling mudah yang banyak digunakan orang untuk menjelaskan tentang momentum ialah dengan menganalogikannya dengan hukum newton mengenai gerak inersia.

      Misalnya seperti ini, ketika sebuah bola didorong dan digelindingkan ke lantai, maka bola tersebut akan berjalan sesuai dengan arah dan kekuatan dari pendorong tersebut. Namun ketika alat pendorong dilepaskan tiba-tiba, bola tidak seketika itu berhenti. Ia masih akan menggelinding meski dengan kecepatan yang semakin melemah karena faktor pendorong sudah tidak ada.

      Sisa gerakan yang terjadi setelah alat pendorong hilang inilah yang disebut dengan gerak inersia. Dalam trading, trend harga seperti ini disebut dengan istilah momentum. Ketika tekanan pasar menarik trend harga ke suatu arah tertentu hingga mendekati garis (misalnya) namun tekanan sudah berlangsung melemah, belum tentu harga langsung berbalik arah melainkan melanjutkan gerakannya terlebih dahulu.

      Pertanyaannya, apa istimewanya momentum? Bagaimana cara mengolahnya menjadi keuntungan? Bagaimana cara menggunakannya? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Kali ini kita akan membahas topik tersebut secara gamplang untuk menuntaskan rasa penasaran Anda.

      Cara Mengenali Momentum

      Kunci dalam memprediksi momentum sebenarnya ada pada kejelian trader dalam menimbang kekuatan trend yang sedang terjadi. Hal ini berbeda dengan anggapan yang mengatakan bahwa seorang trader hanya perlu melakukan pengawasan terhadap arah trend harga mata uang saja tanpa mempertimbangkan kekuatan sinyal yang dimilikinya.

      Kesalahan menghitung kadar kekuatan trend memang akan menyebabkan akibat fatal, mulai dari kerugian kecil hingga paling besar sekalipun. Untuk menghindarinya, ada baiknya sebelum melakukan trading momentum, Anda mempelajari terlebih dahulu bagaimana ciri-ciri sinyal yang mempunyai kekuatan besar dan berpotensi untuk mencapai momentum.

      Cara paling umum dan mudah untuk mendeteksi adanya potensi momentum ialah dengan memperhatikan zona divergence yang terbentuk antara indikator momentum dan harga. Indikator momentum memang sangat dibutuhkan dalam rangka melakukan identifikasi ini. Beberapa indikator momentum yang bisa Anda gunakan diantaranya:

      · MACD
      · RSI
      · W%R
      · ADX dan beberapa lainnya.

      Adanya divergence yang terjadi antara indikator dan harga menunjukkan bahwa trend harga yang sedang terjadi tengah melemah. Fenomena ini nyatanya sangat mungkin terjadi. Ketika trend harga menunjukkan kenaikan namun indikator momentum justru menampilkan penurunan. Inilah yang dimaksud uptrend yang sesungguhnya melemah dan pembalikan harga yang akan segera terjadi.

      Melakukan konfirmasi tetap menjadi prosedur yang tidak terbantahkan bagi para trader momentum. Pasalnya bisa saja Anda masuk ke pasar ketika harga belum stabil benar. Oleh karenanya, jangan terburu-buru mengambil tindakan, melainkan tunggu beberapa saat hingga indikator benar-benar menunjukkan posisi yang mantap.

      3 Strategi Trading Momentum Terbaik

      Untuk menaklukkan fase momentum, seorang trader terlebih dahulu harus membekali diri mereka dengan strategi trading yang paling jitu dan tepat. Aspek ini dibutuhkan agar proses trading bisa tepat fokus dan tidak meleset. Tanpa panjang lebar, langsung saja berikut ini tiga jurus andalan untuk metode trading momentum:

      - Menggunakan Price Action

      Price action bisa dipakai sebagai indikator trading yang tidak ada tandingannya dari sisi sederhana dan akuratnya. Ia menjadi indikator yang cukup ramah bahkan bagi pemula sekalipun. Price action juga banyak digunakan dalam berbagai strategi trading karena dianggap relevan dan mudah menyesuaikan dengan berbagai jenis keadaan.

      Dengan candlestick khasnya, trader tidak perlu menggunakan indikator tambahan lagi untuk dapat mengamati pola harga yang sedang terbentuk. Candlestick dapat merekam harga yang bergerak dengan sangat teliti dan akurat, yang menjadi tantangan bagi trader hanyalah memastikan bahwa trend harga yang sedang terjadi tersebut adalah gelombang sungguhan dan bukan termasuk dalam tipuan.

      Ada dua cara mudah untuk mengetahui trend harga yang sedang terjadi di pasar melalui candlestick price action, yaitu amati gerakan candlestick dan prediksikan pola yang terbentuk dari pergerakan tersebut, apakah bulllish atau bearish. Perhatikan juga dimana posisi terendah dan tertinggi berada untuk melakukan konfirmasi apakah melakukan perhitungan momentum sudah dibutuhkan.

      Price action juga memungkinkan kita untuk memasang strategi-strategi yang variatif, terutama dalam pengaturan kerja candlestick. Beberapa variasi tersebut diantaranya ialah hammer, pin bar, inside bar, hingga doji. Anda dapat memilih strategi manakah yang paling mudah dan nyaman untuk dilakukan.

      - Menggunakan Moving Average

      Sebagaimana sempat disinggung diatas, ketika seorang trader melakukan trading momentum maka ia perlu menggunakan minimal dua jenis indikator yakni indikator untuk trend dan indikator untuk momentum. Adapun salah satu indikator trend yang juga paling banyak digunakan oleh trader ialah indikator Exponental Moving Average (EMA) yang dianggap sangat valid dalam mengabarkan suatu kondisi trend.

      EMA menyediakan sebuah fitur yang akan sangat membantu para trader momentum yaitu crossing EMA. Fitur ini dapat mengukur gerakan trend harga sekaligus trend momentum. Selanjutnya indikator akan menampilkan sebuah persimpangan garis yang menganalogikan sebagai titik pertemuan antara kedua trend tersebut. Tugas trader hanyalah menganalisa sudut ini.

      Kedua indikator momentum ini juga membutuhkan timeframe yang sama. Pengaturan time frame disesuaikan terlebih dahulu dengan metode yang akan Anda gunakan. Keseimbangan antara keduanya nantinya akan menghasilkan suatu data yang valid dan dapat diandalkan.

      Katakanlah Anda mengambil timeframe momentum sebesar !8 dan indikator trend atau EMA sebesar 24 time frame. Dengan perpaduan ini, trader dapat mengandalkan candle yang berada pada garis EMA 24 atau yang berada diatasnya. Pada situasi ini, indikator momentum juga akan melewati sinyal pada level 100. Dari sinilah banyak trader profesional menyarankan para trader untuk menggunakan daily trading saja yang lebih tepat dan mudah digunakan.

      - Menggunakan Bollinger Bands

      Tentunya Anda sudah tidak asing dengan jenis indikator yang satu ini. Bollinger bands dapat memberikan sinyal entry bagi trader yang diambil dari analisa terhadap trend momentum. Selain berbagai informasi mengenai titip entry yang akurat, trader juga dapat mempelajari informasi terkait votalitas yang sedang berlangsung di pasar mata uang digital cryptocurrency.

      Analisa votalitas ini menjadi salah satu keunggulan indikator bollinger bands jika dibandingkan dengan jenis indikator trading lainnya. Dengan menjalankan kajian yang fokusnya pada votalitas, dijamn lebih sensitif ketika pemilihan sinyal referensi dan trand sinyal haraga yang benar-benar tidak menipu dan menjebak.

      Fitur channel pada bollinger bands bisa menjadi bagian terstruktur khusus untuk mengatasi banyaknya keluhan votalitas. Jika channel ini mengalami penyempitan maka yang terjadi di pasar ialah, votalitas pasar sedang mengalami penurunan. Sebaliknya, bentuk channel yang melebar menunjukkan bahwa votalitas harga di pasar sedang terus bergerak naik.

      Adapun untuk melakukan entry posisi, trader dapat mengacu kepada ‘call’ entry yang berjalan perlahan melewati zona middle bands. Jika ini terjadi, maka bisa dikatakan suasana sudah aman dan Anda bisa mulai memasukkan harga untuk mendapatkan keuntungan besar dari strategi trading.

      Sinyal momentum yang bergerak hingga diatas 100 level dapat dimanfaatkan oleh trader untuk menggali informasi terkait strategi kombinasi trend harga dan trend momentum. Tidak hanya ketika pasar sedang mengalami uptrend, melainkan ketika downtrend pun situasi tersebut tetap masih bisa dilacak yakni ketika garis trend sydah menyilang dan melewati turun dari level 100.
      [ATTACH]339864[/ATTACH]
      Strategi trading momentum memang cukup mendebarkan serta mengandalkan perhitungan peluang yang harus jeli dan presisi. Namun secara keseluruhan teknik ini tidak begitu sulit. Para trader pemula tetap boleh mempraktikkannya disamping menerapkan tiga strategi trading momentum yang sudah dijabarkan diatas.
      Saya tertarik dengan salah satu teknik diatas yaitu Priceaction.
      PA kalau menurut saya strategi yang cukup akurat dibandingkan teknik lainnya, hanya saja memerlukan waktu yang cukup lama untuk melakukan analisa.
      Terlebih lagi dalam menentukan S&R dan s&d yang meenjadi dasar pengambilan harga di price action, hanya saja saya masih cukup banyak mengalami kebingungan dalam pengaplikasiannya, bisa ngasih info nggak kira kira di forum ini yang agak ngerti tentang pa, saya pingin ikutin penjelasannya.

      Comment

      Advanced mode
      • #4 Collapse

        Originally posted by Nas Media View Post
        [ATTACH=CONFIG]339863[/ATTACH]
        Beberapa trader mungkin belum memahami apa itu momentum atau trend momentum. Padahal ketika mereka mengetahuinya, tentunya momen tersebut benar-benar tidak akan terlewatkan. Biasanya cara paling mudah yang banyak digunakan orang untuk menjelaskan tentang momentum ialah dengan menganalogikannya dengan hukum newton mengenai gerak inersia.

        Misalnya seperti ini, ketika sebuah bola didorong dan digelindingkan ke lantai, maka bola tersebut akan berjalan sesuai dengan arah dan kekuatan dari pendorong tersebut. Namun ketika alat pendorong dilepaskan tiba-tiba, bola tidak seketika itu berhenti. Ia masih akan menggelinding meski dengan kecepatan yang semakin melemah karena faktor pendorong sudah tidak ada.

        Sisa gerakan yang terjadi setelah alat pendorong hilang inilah yang disebut dengan gerak inersia. Dalam trading, trend harga seperti ini disebut dengan istilah momentum. Ketika tekanan pasar menarik trend harga ke suatu arah tertentu hingga mendekati garis (misalnya) namun tekanan sudah berlangsung melemah, belum tentu harga langsung berbalik arah melainkan melanjutkan gerakannya terlebih dahulu.

        Pertanyaannya, apa istimewanya momentum? Bagaimana cara mengolahnya menjadi keuntungan? Bagaimana cara menggunakannya? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Kali ini kita akan membahas topik tersebut secara gamplang untuk menuntaskan rasa penasaran Anda.

        Cara Mengenali Momentum

        Kunci dalam memprediksi momentum sebenarnya ada pada kejelian trader dalam menimbang kekuatan trend yang sedang terjadi. Hal ini berbeda dengan anggapan yang mengatakan bahwa seorang trader hanya perlu melakukan pengawasan terhadap arah trend harga mata uang saja tanpa mempertimbangkan kekuatan sinyal yang dimilikinya.

        Kesalahan menghitung kadar kekuatan trend memang akan menyebabkan akibat fatal, mulai dari kerugian kecil hingga paling besar sekalipun. Untuk menghindarinya, ada baiknya sebelum melakukan trading momentum, Anda mempelajari terlebih dahulu bagaimana ciri-ciri sinyal yang mempunyai kekuatan besar dan berpotensi untuk mencapai momentum.

        Cara paling umum dan mudah untuk mendeteksi adanya potensi momentum ialah dengan memperhatikan zona divergence yang terbentuk antara indikator momentum dan harga. Indikator momentum memang sangat dibutuhkan dalam rangka melakukan identifikasi ini. Beberapa indikator momentum yang bisa Anda gunakan diantaranya:

        · MACD
        · RSI
        · W%R
        · ADX dan beberapa lainnya.

        Adanya divergence yang terjadi antara indikator dan harga menunjukkan bahwa trend harga yang sedang terjadi tengah melemah. Fenomena ini nyatanya sangat mungkin terjadi. Ketika trend harga menunjukkan kenaikan namun indikator momentum justru menampilkan penurunan. Inilah yang dimaksud uptrend yang sesungguhnya melemah dan pembalikan harga yang akan segera terjadi.

        Melakukan konfirmasi tetap menjadi prosedur yang tidak terbantahkan bagi para trader momentum. Pasalnya bisa saja Anda masuk ke pasar ketika harga belum stabil benar. Oleh karenanya, jangan terburu-buru mengambil tindakan, melainkan tunggu beberapa saat hingga indikator benar-benar menunjukkan posisi yang mantap.

        3 Strategi Trading Momentum Terbaik

        Untuk menaklukkan fase momentum, seorang trader terlebih dahulu harus membekali diri mereka dengan strategi trading yang paling jitu dan tepat. Aspek ini dibutuhkan agar proses trading bisa tepat fokus dan tidak meleset. Tanpa panjang lebar, langsung saja berikut ini tiga jurus andalan untuk metode trading momentum:

        - Menggunakan Price Action

        Price action bisa dipakai sebagai indikator trading yang tidak ada tandingannya dari sisi sederhana dan akuratnya. Ia menjadi indikator yang cukup ramah bahkan bagi pemula sekalipun. Price action juga banyak digunakan dalam berbagai strategi trading karena dianggap relevan dan mudah menyesuaikan dengan berbagai jenis keadaan.

        Dengan candlestick khasnya, trader tidak perlu menggunakan indikator tambahan lagi untuk dapat mengamati pola harga yang sedang terbentuk. Candlestick dapat merekam harga yang bergerak dengan sangat teliti dan akurat, yang menjadi tantangan bagi trader hanyalah memastikan bahwa trend harga yang sedang terjadi tersebut adalah gelombang sungguhan dan bukan termasuk dalam tipuan.

        Ada dua cara mudah untuk mengetahui trend harga yang sedang terjadi di pasar melalui candlestick price action, yaitu amati gerakan candlestick dan prediksikan pola yang terbentuk dari pergerakan tersebut, apakah bulllish atau bearish. Perhatikan juga dimana posisi terendah dan tertinggi berada untuk melakukan konfirmasi apakah melakukan perhitungan momentum sudah dibutuhkan.

        Price action juga memungkinkan kita untuk memasang strategi-strategi yang variatif, terutama dalam pengaturan kerja candlestick. Beberapa variasi tersebut diantaranya ialah hammer, pin bar, inside bar, hingga doji. Anda dapat memilih strategi manakah yang paling mudah dan nyaman untuk dilakukan.

        - Menggunakan Moving Average

        Sebagaimana sempat disinggung diatas, ketika seorang trader melakukan trading momentum maka ia perlu menggunakan minimal dua jenis indikator yakni indikator untuk trend dan indikator untuk momentum. Adapun salah satu indikator trend yang juga paling banyak digunakan oleh trader ialah indikator Exponental Moving Average (EMA) yang dianggap sangat valid dalam mengabarkan suatu kondisi trend.

        EMA menyediakan sebuah fitur yang akan sangat membantu para trader momentum yaitu crossing EMA. Fitur ini dapat mengukur gerakan trend harga sekaligus trend momentum. Selanjutnya indikator akan menampilkan sebuah persimpangan garis yang menganalogikan sebagai titik pertemuan antara kedua trend tersebut. Tugas trader hanyalah menganalisa sudut ini.

        Kedua indikator momentum ini juga membutuhkan timeframe yang sama. Pengaturan time frame disesuaikan terlebih dahulu dengan metode yang akan Anda gunakan. Keseimbangan antara keduanya nantinya akan menghasilkan suatu data yang valid dan dapat diandalkan.

        Katakanlah Anda mengambil timeframe momentum sebesar !8 dan indikator trend atau EMA sebesar 24 time frame. Dengan perpaduan ini, trader dapat mengandalkan candle yang berada pada garis EMA 24 atau yang berada diatasnya. Pada situasi ini, indikator momentum juga akan melewati sinyal pada level 100. Dari sinilah banyak trader profesional menyarankan para trader untuk menggunakan daily trading saja yang lebih tepat dan mudah digunakan.

        - Menggunakan Bollinger Bands

        Tentunya Anda sudah tidak asing dengan jenis indikator yang satu ini. Bollinger bands dapat memberikan sinyal entry bagi trader yang diambil dari analisa terhadap trend momentum. Selain berbagai informasi mengenai titip entry yang akurat, trader juga dapat mempelajari informasi terkait votalitas yang sedang berlangsung di pasar mata uang digital cryptocurrency.

        Analisa votalitas ini menjadi salah satu keunggulan indikator bollinger bands jika dibandingkan dengan jenis indikator trading lainnya. Dengan menjalankan kajian yang fokusnya pada votalitas, dijamn lebih sensitif ketika pemilihan sinyal referensi dan trand sinyal haraga yang benar-benar tidak menipu dan menjebak.

        Fitur channel pada bollinger bands bisa menjadi bagian terstruktur khusus untuk mengatasi banyaknya keluhan votalitas. Jika channel ini mengalami penyempitan maka yang terjadi di pasar ialah, votalitas pasar sedang mengalami penurunan. Sebaliknya, bentuk channel yang melebar menunjukkan bahwa votalitas harga di pasar sedang terus bergerak naik.

        Adapun untuk melakukan entry posisi, trader dapat mengacu kepada ‘call’ entry yang berjalan perlahan melewati zona middle bands. Jika ini terjadi, maka bisa dikatakan suasana sudah aman dan Anda bisa mulai memasukkan harga untuk mendapatkan keuntungan besar dari strategi trading.

        Sinyal momentum yang bergerak hingga diatas 100 level dapat dimanfaatkan oleh trader untuk menggali informasi terkait strategi kombinasi trend harga dan trend momentum. Tidak hanya ketika pasar sedang mengalami uptrend, melainkan ketika downtrend pun situasi tersebut tetap masih bisa dilacak yakni ketika garis trend sydah menyilang dan melewati turun dari level 100.
        [ATTACH]339864[/ATTACH]
        Strategi trading momentum memang cukup mendebarkan serta mengandalkan perhitungan peluang yang harus jeli dan presisi. Namun secara keseluruhan teknik ini tidak begitu sulit. Para trader pemula tetap boleh mempraktikkannya disamping menerapkan tiga strategi trading momentum yang sudah dijabarkan diatas.
        Menunggu momentum tidak semua trader yang bisa menunggu dan tidak sabaran.kesabaran penting dan berperan penting dalam diri untuknkendalikan psikoligis mau cepat open posisi dan mau cepat profit.momentum bisa di lihat dengan alat bantu seperti indikator yang di gunakan akan mempermudah trader dalam melakukan analisa di market.

        Indikator yang sering di pakai saya sendiri RSI dan BB.indikator ini membantu trader melihat momentum untuk bisa di lakukan open posisi di market.dengan indikator RSI ketika garis sudah mentok ke atas sekali dan bawahnitu sebuah momentum tinggal lihat candelstik yang terbentuk agar mendukung open posisi.

        Comment

        Advanced mode
        • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
        • #5 Collapse

          bisa aja trading menggunakan beberapa indikator, tapi jika masih baru di forex mungkin bisa mulai dengan beberapa indikator yang umum digunakan trader jadi bisa dapat inspirasi dari thread analisa trader lain dan juga pengalaman trading sendiri, kalo terlaluy banyak maka trader pasti akan bingung duluan sebelum bisa membaca signal trading yang tepat
           

          Comment

          Advanced mode

          Online

          Working...
          X