Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Lebih Unggul Mana, Indikator Momentum vs Breakout Dalam Trading Forex
    Click image for larger version

Name:	draft-revisi-teknik-entry-breakout-dalam-trading-forex-283940-26973.png
Views:	2
Size:	13.7 KB
ID:	13017665
    Setiap trading forex biasanya akan mengangkat ragam indikator yang digunakan oleh masing-masing trader. Seperti yang telah kita ketahui, strategi yang digunakan oleh setiap trader itu beda. Demikian pula dengan indikator yang digunakan.



    Ada dua indikator yang sangat terkenal dan sering kali digunakan oleh banyak trader. Seperti halnya indikator momentum dan juga breakout, keduanya memiliki perbedaan yang mencolok. Akan tetapi, sesungguhnya lebih baik mana antara kedua indikator tersebut? Dan seperti apa dampak keunggulannya? Simak artikel lengkapnya berikut ini!

    Indikator Momentum

    Seperti yang telah kita ketahui, bahwa indikator momentum merupakan salah satu indikator yang berbeda dari kebanyakan. Namun terpopuler karena sering digunakan. Meskipun sudah ada satu nama yang mana kita kenal sebagai momentum, maka tidak menutup.kwmungkinan pula di dalam diri momentum juga dibagi menjadi beberapa bagian.

    Seperti halnya pada saat Anda akan melihat kondisi momentum di suatu pasangan mata uang yang akan menampilkan long, short, tau menampilkan sejumlah momentum lainnya. Di dalamnya terdapat banyak sekali momentum yang berbeda dan kesemuanya rerata adalah momentum yang terjadi pada harga.

    Di dalam trading forex tidak menutup kemungkinan tersedia kombinasi dari penggunaan momentum harga. Analisis teknikal ternyata telah melakukan perkembangan terhadap macam indikator yang tersedia dalam konteks luas dan gratis. Hal ini berada di sekitaran platform trading, khususnya basis yang berupa search engine.

    Perlu Anda ketahui pula, telah tercipta sejumlah indikator trading yang merupakan sangat populer dan kali ini hasil dari persilangan yang memukau. Indikator ini pada dasarnya dilakukan dengan memperhatikan kilas balik di masa tertentu kemudian dengan itu kita pun menganalisis. Apakah terjadi bullish atau bearish yang lebih dominan.

    Sementara itu, perihal rumus yang digunakan secara internal pun serupa. Biasanya RSI dianggap sebagai salah satu indikator yang paling baik. Sementara untuk masalah perilaku tradeenya sendiri dari indikator momentum memiliki ciri khas tersendiri. Anda dapat mengenalinya dari perilaku mereka yang biasanya cenderung mengabaikan support.

    Bahkan bukan hanya support saja, resistance juga diabaikannya dengan mudah. Mereka sejatinya hanya memperhatikan sekkias pergerakan harga yang tampak lebih bearish maupun bullish. Demikian pula time framenya, mereka juga hanya memperhatikannya secara sekilas saja.

    Dalam hal ini ada pendekatan lain sebagai penggantinya, dapat berupa support atau resistance. Penggunaan ini akan diperhatikan secara detail apakah memanfaatkan peluang yang bersifat menembus atau bahkan bertahan. Dalam situasi bullish akan tampak bahwa resistance menembus sementara support jauh lebih bertahan.

    Indikator Breakout

    Seperti yang tertera jelas pada judulnya, kita akan membahas perihal trading forex di indikator momentum dan breakout kemudian membandingkan keduanya manakah yang lebih baik. Ada satu perbandingan lagi yang harus Anda perhatikan. Dalam ilustrasi sebuah gambaran tentang breakout, misalnya.

    Misalkan Anda tidak menggunakan indikator momentum sebagai perantaranya, untuk menghasilkan entry data yang kuat Anda tetap bisa memanfaatkannya melalui breakout forex. Dalam hal ini prosesnya melewati Longbtrade yang kemudian mengenai harga tertinggi pun tercatat sebagai periode harga yang sangat sulit ditembus.

    Tidak lebih dari itu, ada pula isu yang mengatakan bahwa teknik seperti ini disebut sebagai pendekatan trading yang sangat terkenal. Bahkan teknik seperti ini pernah sangat dihormati pada zamannya. Bukan hanya itu saja, bahkan pendekatan dengan cara seperti ini kedengaran sangat unik serta tidak memakan banyak waktu.

    Kemudian, hal seperti ini disebut sebagai trade entry mekanis. Bicara perihal entry mekanis secara kasar sebenarnya dipastikan tidak akan bisa memberikan hasil yang baik. Bahkan pergerakannya di pasar modern tampil mencolok dengan fake out ketimbang breakout yang diharapkan.

    Dalam hal ini terutama lebih kepada harga forex yang cenderung bergerak di sebuah range yang tepat dan tidak bisa disejajarkan dengan saham maupun komoditas tertentu. Satu hal yang perlu Anda perhatikan terkait breakout yang sukses sebenarnya sangat terbuka untuk dijadikan sebagai bahan perbincangan.

    Bayangkan saja, jika terdapat harga yang menembus kemudian pergerakannya sangat menguntungkan di beberapa PIP, maka setelah itu bergerak secara negatif di 100 PIP, ternyata belum tentu bisa dipastikan sebagai trading yang gagal. Gagal atau tidaknya ilustrasi tersebut bergantung pada Anda bagaimana menempatkan stop lossnya.

    Terkait stop loss ini, secara tradhisional Anda perlu mengetahui bahwa ternyata ada kelipatan jumlah 3 dari ATR. Kemudian digunakan pula dalam jenis perdagangan trend. Selain dari pada itu, Anda juga bisa menggunakan breakout semacam ini ke dalam bentuk entry. Jelas sekali dengan penggunaan kesempatan stop loss sepanjang ini akan memberikan banyak pemenang.

    Indikator Breakout atau Momentum?

    Setelah membaca seputar indikator baik momentu maupun breakout, maka Anda pun akan bertanya-tanya baiknya menggunakan indikator yang mana? Untuk membuktikan terkait jawabannya maka kita akan melakukan analisis terhadap data entry di atas yang sudah disebutkan secara umum dan dipastikan dapat bekerja dengan baik di dalam trading forex.

    Dari data yang kita gunakan maka kita pun akan tahu, karena kita akan menggunakan prediksi peningkatan mata uang pasangan dari EUR/USD dalam kurun waktu 13 tahun lamanya, yakni sejak 2001-2014. Perlu Anda ketahui, stop loss yang digunakan hasilnya adalah selalu setengah dari ATR dalam jangka waktu 20 hari.

    Terkait hal ini, jika kita memperhatikan trade momentum maka penggunaannya dapat dilakukan penutupan dalam jangka waktu berapapun. Misalkan harganya bisa dipastikan setara dengan harga di waktu satu atau tiga bulan yang lalu. Di mana 3 MA itu setara dengan 10 SMA tepatnya di time frame H1, H4, D1 dan juga W1.

    Sementara itu, penggunaan RSI juga memiliki kesamaan di beberapa periode, termasuk di 20 periode yang serupa dengan 50 time pada frame yang hampir serupa dengan 10 SMA di atas. Perlu Anda ketahui, bahwa kondisi yang seperti ini sejatinya harus menghasilkan reaksi baik bullish maupun bearish dalam kurun waktu yang sama.

    Tentu saja hal ini terjadi sebelum sebuah trade dapat dimasuki dan benar-benar menunjukan suatu momentum arah yang sangat kuat. Dengan demikian dapat disimpulkan terkait hasilnya adalah bahwa saat kita mengangkat penggunaan average to risk di waktu 2 kali stop loss maka akan terjadi APE 6,2% di setiap trade.

    Selain itu, dapat kita lihat pula reaksinya pada breakout dengan doinchan chanel. Dimulai dari trade yang memasuki posisi long pada saat hari pertama, tepatnya di saat mulai perdagangan dan mencapai angka tertinggi 80 hari sebelumnya. Atau dalam konteks short kita bisa memaknainya sebagai titik terendah di bawah waktu yang sama.

    Selain itu, dalam kondisi seperti ini harus dipastikan bahwa stop loss belum tercapai tepat sebelum trade dimasukan. Selain dari pada itu, takaran jangka waktu 80 hari ternyata dianggap sebagai waktu yang luas. Bersamaan dengan itu dianggap sebagai moment breakout yang terbaik pula.

    Dari situ akan terjadi reward to risk sebanyak 2x jumlah stop loss. Bukan hanya itu saja, kita dapat menjumpai adanya APae Sebasar 12,7% yang terjadi di setiap trade. Lantas setelah membaca perbandingan keduanya, antara momentum dan breakout sejatinya manakah yang menjadi indikator terbaik?
    Click image for larger version

Name:	swing-trader-new.jpg
Views:	2
Size:	29.1 KB
ID:	13017666
    Kesimpulannya terkait indikator momentum vs breakout manakah yang dianggap paling baik tidak dapat ditentuka secara pasti. Hal ini karena tidak banyak perbedaan yang berarti dari keduanya. Namun, untuk perihal bahasan ujung bawah, indikator breakout menduduki posisi yang lebih unggul dari momentum.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    yang disebutkan titik entry sell pada grafik di atas, itu mungkin benar jika grafiknya udah terjadi, tapi kalau masih berupa running price, maka trader perlu konfirmasikan dengan analisa fundamental, bisa aja udah terbentuk tren bearish baru dan itu bukan gerakan retracement
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X