Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Strategi Mudah Main Pola Bollinger Bands Candlestick
    Click image for larger version

Name:	M.png
Views:	1
Size:	21.0 KB
ID:	13017662
    Bollinger bands merupakan salah satu indikator trading terkemuka di Indonesia. Tercatat ia sudah digunakan oleh puluhan ribu trader aktif, bahkan hingga di banyak belahan dunia sekalipun. Sebagaimana namanya, bollinger bands memiliki arti garis bollinger yang menunjukkan bahwa ia menggunakan garis sebagai basis penampil data untuk dibaca oleh trader.

    Bollinger bands sendiri dapat disebut sebagai ahlinya membaca pergerakan harga. Garis bollinger senantiasa berada di sekitar titik pergerakan harga, menganalisa ke mana arah harga tersebut akan berlanjut, serta menentukan pada fase mana kenaikan dan penurunan akan terjadi. Adapun landasan dasar yang ia jadikan acuan adalah pergerakan harga pada rata-rata.

    Tak mengherankan apabila indikator bollinger bands biasa juga disebut sebagai indikator middle bands karena basisnya pada data ketika di posisi seimbang dan dipantau dalam standart trading jangka menengah. Sistem bollinger bands yang demikian tidak hanya digunakan dalam analisa pasar mata uang digital saja, melainkan juga pasar saham atau transaksi komoditas.

    Sistem analisa harga berbasis middle bands sesungguhnya tidak hanya digunakan oleh indikator bollinger bands, melainkan juga sebagian besar aplikasi analisa harga crypto.

    Dalam menjalankan kinerjanya, indikator bollinger bands mempunyai instrumen, di antaranya adalah garus atas, bawah dan tengah. Garis bawah terbentuk dari rumus garis tengah dikurangi dua deviasi standart. Garis tengah terbentuk oleh gerakan harga yang terbentuk dalam rangka 20 periode (diambil dari gerakan rata-ratanya), sedangkan garis atas merupakan penambahan dari dua deviasi standart dengan garis tengah.

    Pengukuran harga dilakukan oleh menggunakan garis atas dan garis bawah yang bertindak sebagai alat pengukuran. Deviasi atandart atau persimpangan yang terjadi diantara kedua garis inilah yang nantinya diprediksi akan menjadi posisi fluktuasi harga. Lalu bagaimana kita mempergunakan indikator ini? Pada kesempatan ini, kita akan membahas strategi menggunakan indikator bollinger bands.

    Strategi Menggunakan Bollinger Bands Untuk Trading Maksimal
    Click image for larger version

Name:	Strategi Trading Menggunakan Bollinger Bands.jpg
Views:	1
Size:	28.8 KB
ID:	13017663
    Jika Anda telah belajar tentang bollinger bands, maka dijamin sudah kenal dengan beberapa istilah teknis yang ada di sana. Mulai dari ascending, triangle, double bottom dan masih banyak yang lainnya.

    Masing-masing bagian tersebut secara sinergis akan akan bekerja untuk menganalisa kadar kekuatan serta karakteristik yang dimiliki oleh sebuah trend. Karakteristik tersebut meliputi progresifitas arah trend tersebut, titik terendah dan tertinggi yang mungkin bisa dicapai, kemungkinan akan terjadi fluktuasi pada harga atau tidak, dan lain sebagainya dapat dianalisa oleh bollinger bands.

    Untuk mengetahui bagaimana antusiasme pelaku pasar pada satu jenis mata uang tertentu, Anda dapat mengetahuinya melalu jarak antar garis bollinger bands. Semakin dekat jarak antar dua garis, menunjukkan semakin besar kuantitas transaksi dalam jenis mata uang atau komoditas tersebut. Sebaliknya, dua garis yang kian renggang menunjukkan semakin rendah pula minat pasar pada transaksi tersebut.

    Pergerakan harga yang ekstrim, baik itu dalam penurunan ataupun peningkatan seringkali diawali oleh kondisi harga yang tenang dan tidak menunjukkan indikasi apapun. Situasi dengan fluktuasi rendah harus meningkatkan kewaspadaan trader karena ketenangan tersebut bisa saja hanya permukaan yang menutupi gemuruh arus transaksi yang tengah berproses membangun kondisi fluktuasi ektrim.

    · Double Bottoms dan Bollinger Band

    Salah satu situasi yang akan sering dijumpai oleh pengguna indikator ini adalah situasi double bottom atau munculnya dua garis bawah harga. Garis pertama menunjukkan kekuatan volume sedangkan garis bottom kedua menjadi sarana konfirmasi bagi kekuatan tersebut ketika mampu melewati dirinya.

    Fungsi khusus garis bottom pertama ialah menunjukkan adanya kenaikan volume transaksi yang besar serta diikuti oleh penurunan harga. Pada umumnya, trend pergerakan harga semacam ini mengindikasikan bahwa terjadi perlombaan harga secara natural (tidak diciptakan atau didesain oleh pihak tertentu). Perlombaan natural ini biasa disebut dengan automatic rally yang menunjukkan bahwa fenomena tersebut sangat alamiah dalam pasar mata uang digital yang terdesentralisasi.

    Titik automatic rally ini nantinya dapat menjadi garis resistance sekaligus level pertama dimulainya building procces kenaikan harga. Anda juga tidak perlu terkejut ketika pada awal proses tersebut harga justru menurun perlahan, bahkan hingga hampir menyentuh garis batas bawah atau support. Ini merupakan salah satu strategi sistem indikator untuk memeriksa kekuatan tekanan.

    Sebagai sebuah indikator, bollinger bands memang cukup cerdik dan sistematis. Untuk melakukan analisa trend harga terkini, ia perlu mengetahui terlebih dahulu apakah tekanan harga pada suatu posisi sama kuatnya dengan posisi yang sudah dicapai sebelumnya. Teknik pembandingan ini bukan sekedar untuk memprediksi trend harga melainkan juga mengukur kadar kekuatan tersebut.

    Kondisi seperti ini biasanya akan berakhir dengan kabar baik. Penurunan harga menunjukkan bahwa tekanan dari pihak sebelumnya telah melemah dan potensi pergantian posisi akan segera terjadi. Misalkan pada era sebelumnya penjual lebih mendominasi, kini posisi berbalik dan pembeli berhasil membalikkan keadaan.

    Selain itu, indikasi penting dalam bollinger bands juga dapat diketahui oleh pengguna melalui volume perdagangan. Semakin mendekati pergantian trend harga, biasanya volume perdagangan akan menurun lebih drastis. Hal ini merupakan sesuatu yang wajar dan bahkan sangat berkaitan.

    Salah satu contoh pemanfaatan kondisi automatic rully dalam bollinger bands terjadi pada kasus saham perusahaan ternama. Saat itu harga bergerak menurun hingga mencapai presentasi 40% dari harga asalnya. Nilai harga yang menurun ini juga dibarengi dengan penurunan volume perdagangan pasar.

    Namun memasuki beberapa saat, trend harga tiba-tiba naik hingga presentasi 12% dan bertahan hingga dua hari. Fenomena ini menjadi jawaban dari saat-saat ketika candlestick dalam indikator nampak sangat kewalahan mempertahankan posisinya untuk tidak menembus garis batas bawah bollinger. Inilah salah satu peristiwa bollinger bands double bottom terbesar yang pernah terjadi.

    · Berjalan Mengikuti Garis-Garis Bollinger

    Bollinger sendiri memang memiliki keistimewaan dibandingkan jenis indikator trading lainnya. Pasalnya, sebuah kriteria open posisi pada indikator lain belum tentu sekali berlaku dalam indikator bollinger bands. Misalkan dalam indikator lain, seorang trader disarankan untuk membuka posisi buy atau sell ketika harga yang dimaksud sudah menyentuh garis batas support / resistance.

    Namun dalam indikator bollinger, aturan tidak seperti itu. Ketika harga sudah mencapai garis batas atas atau bawah, jangan terburu-buru mengambil posisi melainkan lakukan peninjauan lebih jauh. Acuan yang justru dapat digunakan ialah ketika penutupan posisi harga ketika ia berada diatas atau dibawah garis bollinger.

    Jadi, sampai sini kita dapat memahami bahwa penembusan harga pada garis batas tidak dapat menjadi situasi intruksi untuk melakukan pembukaan posisi, melainkan kenaikan volume perdagangan yang meningkat bersamaan dengan penembusan harga tersebut. Hanya perlu mengacu pada rumus ini, maka kemungkinan Anda untuk berhasil mengumpulkan profit akan menjadi lebih besar.

    · Memutarbalikkan dengan Bollinger Bands

    Berbeda dari dua metode sebelumnya, pemutarbalikan bollinger bands dilakukan dengan cara memantau trend harga yang nampak samar ketika mereka mulai memasuki zona batas atas dan bawah. Tak jarang terkadang momentum penembusan garis tersebut tidak nampak oleh trader. Salah satu solusi yang ditawarkan untuk menghadapi suasana ini ialah dengan kembali melakukan analisa terhadap candlestick.

    Tindakan seperti ini memang sesaat nampak seperti respon yang lambat terhadap situasi dalam trading. Tidak jarang, para trader sudah berbondong-bondong menjual saham mereka ketika melihat trend harga sudah menembus garis batas maksimal indikator. Padahalmelakukan pemantauan lebih lanjut adalah bentuk kehati-hatian dan kewaspadaan.

    Harga saham yang memiliki indikasi kenaikan harga dalam jangka waktu rendah biasanya ditandai dengan harga pembukaan tersebut meningkat sedangkan harga penutupan masih berkutat di sekitar harga terendah yang dapat dicapai oleh periode tersebut. Secara keseluruhan, kondisi harga masih berada dalam diluar garis-garis bollinger itu sendiri.

    Pastikan kondisi ini terlebih dahulu untuk mengetahui bagaimana sinyal tersebut akan berjalan lebih lanjut. Adapun untuk melakukan eksekusi penjualan untuk keuntungan maksimal, Anda dapat melakukan exit di tiga titik, yakni pada garis bawah, garis tengah, dan garis atas indikator.



    Saham direxion daily small cap bull pernah mengalami dimana harga saham mereka berhasil melewati garis bollinger namun tidak diikuti dengan penutupan harga pada garis bawah indikator. Kondisi ini berakhir dengan penurunan harga mencapai 2% selama 30 menit. Jika Anda jeli memprediksi, kesempatan semacam ini sangat menguntungkan dan tidak datang dua kali.

    · Penekanan Pada Garis Bollinger

    Adapun strategi terakhir yang dapat diterapkan oleh pengguna indikator bollinger bands ialah dengan menakar situasi untuk memprediksi kapankah momentum supply dan demand sama-sama menurun. Disini kita membutuhkan salah satu instrumen indikator bernama band width yang berguna untuk mengukur lebar jarak antara garis bawah dengan garis atas.

    Pembentukan sistematika ini sebenarnya cukup sederhana yakni; nilai di bagian atas garis bollinger dikurangi nilai pada bagian bawah garis bollinger atau pergerakan rata-rata harga (garis tengah bollinger). Dengan mengacu kepada rata-rata harga yang sudah terjadi, trader dapat menimbang bagaimana progresi gerakan fluktuatif suatu harga jika dibandingkan dengan situasi harga tenang yang sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir.

    Strategi penekanan garis bollinger ini memang tepat untuk digunakan memprediksi pergerakan harga besar. Karena semakin besar gerakan semakin besar resikonya, trader dapat menggunakan beberapa indikator tambahan untuk meyakinkan diri bahwa kondisi harga yang demikian memang sudah aman untuk dieksekusi.

    Beberapa jenis indikator tambahan yang paling Anda butuhkan ketika menerapkan strategi penekanan garis bollinger, diantaranya indikator perhitungan naik turunnya volume perdagangan, mendeteksi adanya akumulasi distribusi yang muncul, dan mendeteksi bagaimana harga melalui sebuah kisaran yang sempit dalam sistem perdagangan.

    Sebagaimana dalam tiap indikator trading, resiko adanya sinyal error atau permainan grafik tentu merupakan sesuatu yang lumrah dan oleh karenanya trader harus berhati-hati. Perhatikan pergerakan grafik dengan seksama untuk melihat kapan dan bagaimana sebuah harga mengalami kenaikan drastis. Langkah cepat yang harus segera dilakukan bukanlah membuka posisi namun segera mencari sarana konfirmasi yang dapat memastikan.

    Mari kita belajar dari situasi trading menggunakan indikator bollinger bands yang terjadi pada tahun 2011 lalu. Pertama-tama, terapat jarak yang dapat dikatakan sangat sempit antar garis bollinger bands dan oleh karena itu, membuat ia disebut dengan morning gap. Pada umumnya, sempitnya jarak ini memancing psikologis trader untuk segera membuka posisi sell mereka.

    Namun selain itu, ada juga opsi tindakan kedua yang bisa Anda terapkan jika ingin mendapatkan kepastian yang lebih ketat sebelum open posisi yakni, menunggu terlebih dahulu hingga candlestick masuk kembali dalam garis-garis bollinger tersebut.

    Langkah kedua, ketahui terlebih dalhulu apakah beberapa bar indikator masih memungkinkan untuk dilewati oleh titik terendah pada bar sebelumnya. Jika kemungkinan ini masih ada, usahakan jangan masuk dalam posisi terlebih dahulu karena resiko pembalikan harga dapat terjadi kapan saja.

    Langkah ketiga, lakukan open posisi ketika (penjualan atau pembelian) trend harga sudah berhasil melewati titik terendah sekaligus candlestick pertama. Tidak dapat dipungkiri, memastikan ketiga kriteria ini akan membuat peluang menjadi lebih sulit untuk ditemukan. Oleh karena itu, tak jarang trader memilih untuk mengabaikannya karena takut kehilangan peluang.

    Namun ketika Anda sudah mulai terbiasa menerapkan langkah-langkah ini, dijamin melakukan trading akan terasa lebih mudah dan percaya diri. Tentu aspek emosional seperti ini tidak bisa diabaikan karena sedikit banyak juga akan mempengaruhi keuntungan yang bisa Anda dapatkan.

    Jika sudah mengetahui dasar teori serta bagaimana sistem dalam indikator bollinger bands bekerja, niscaya menggunakannya akan terasa mudah. Jangan lupa juga untuk selalu berhati-hati dan tidak merasa sudah mumpuni dalam melakukan teknik ini, karena sedikit saja kecerobohan dapat menimbulkan dampak yang besar.
  • <a href="https://www.instaforex.org/id/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    ikuti aja garis tengahnya, kalo udah mendatar baru bisa melihat bouncing di garis atas atau bawah, selama garis tengahnya ke atas atau ke bawah, tren masih berlangsung, biasanya memang orang2 mengandalkan bollinger band untuk situasi sideways

    Comment

    Advanced mode
    • #3 Collapse

      Originally posted by ninik nikmah View Post
      [ATTACH=CONFIG]338188[/ATTACH]
      Bollinger bands merupakan salah satu indikator trading terkemuka di Indonesia. Tercatat ia sudah digunakan oleh puluhan ribu trader aktif, bahkan hingga di banyak belahan dunia sekalipun. Sebagaimana namanya, bollinger bands memiliki arti garis bollinger yang menunjukkan bahwa ia menggunakan garis sebagai basis penampil data untuk dibaca oleh trader.

      Bollinger bands sendiri dapat disebut sebagai ahlinya membaca pergerakan harga. Garis bollinger senantiasa berada di sekitar titik pergerakan harga, menganalisa ke mana arah harga tersebut akan berlanjut, serta menentukan pada fase mana kenaikan dan penurunan akan terjadi. Adapun landasan dasar yang ia jadikan acuan adalah pergerakan harga pada rata-rata.

      Tak mengherankan apabila indikator bollinger bands biasa juga disebut sebagai indikator middle bands karena basisnya pada data ketika di posisi seimbang dan dipantau dalam standart trading jangka menengah. Sistem bollinger bands yang demikian tidak hanya digunakan dalam analisa pasar mata uang digital saja, melainkan juga pasar saham atau transaksi komoditas.

      Sistem analisa harga berbasis middle bands sesungguhnya tidak hanya digunakan oleh indikator bollinger bands, melainkan juga sebagian besar aplikasi analisa harga crypto.

      Dalam menjalankan kinerjanya, indikator bollinger bands mempunyai instrumen, di antaranya adalah garus atas, bawah dan tengah. Garis bawah terbentuk dari rumus garis tengah dikurangi dua deviasi standart. Garis tengah terbentuk oleh gerakan harga yang terbentuk dalam rangka 20 periode (diambil dari gerakan rata-ratanya), sedangkan garis atas merupakan penambahan dari dua deviasi standart dengan garis tengah.

      Pengukuran harga dilakukan oleh menggunakan garis atas dan garis bawah yang bertindak sebagai alat pengukuran. Deviasi atandart atau persimpangan yang terjadi diantara kedua garis inilah yang nantinya diprediksi akan menjadi posisi fluktuasi harga. Lalu bagaimana kita mempergunakan indikator ini? Pada kesempatan ini, kita akan membahas strategi menggunakan indikator bollinger bands.

      Strategi Menggunakan Bollinger Bands Untuk Trading Maksimal
      [ATTACH=CONFIG]338189[/ATTACH]
      Jika Anda telah belajar tentang bollinger bands, maka dijamin sudah kenal dengan beberapa istilah teknis yang ada di sana. Mulai dari ascending, triangle, double bottom dan masih banyak yang lainnya.

      Masing-masing bagian tersebut secara sinergis akan akan bekerja untuk menganalisa kadar kekuatan serta karakteristik yang dimiliki oleh sebuah trend. Karakteristik tersebut meliputi progresifitas arah trend tersebut, titik terendah dan tertinggi yang mungkin bisa dicapai, kemungkinan akan terjadi fluktuasi pada harga atau tidak, dan lain sebagainya dapat dianalisa oleh bollinger bands.

      Untuk mengetahui bagaimana antusiasme pelaku pasar pada satu jenis mata uang tertentu, Anda dapat mengetahuinya melalu jarak antar garis bollinger bands. Semakin dekat jarak antar dua garis, menunjukkan semakin besar kuantitas transaksi dalam jenis mata uang atau komoditas tersebut. Sebaliknya, dua garis yang kian renggang menunjukkan semakin rendah pula minat pasar pada transaksi tersebut.

      Pergerakan harga yang ekstrim, baik itu dalam penurunan ataupun peningkatan seringkali diawali oleh kondisi harga yang tenang dan tidak menunjukkan indikasi apapun. Situasi dengan fluktuasi rendah harus meningkatkan kewaspadaan trader karena ketenangan tersebut bisa saja hanya permukaan yang menutupi gemuruh arus transaksi yang tengah berproses membangun kondisi fluktuasi ektrim.

      · Double Bottoms dan Bollinger Band

      Salah satu situasi yang akan sering dijumpai oleh pengguna indikator ini adalah situasi double bottom atau munculnya dua garis bawah harga. Garis pertama menunjukkan kekuatan volume sedangkan garis bottom kedua menjadi sarana konfirmasi bagi kekuatan tersebut ketika mampu melewati dirinya.

      Fungsi khusus garis bottom pertama ialah menunjukkan adanya kenaikan volume transaksi yang besar serta diikuti oleh penurunan harga. Pada umumnya, trend pergerakan harga semacam ini mengindikasikan bahwa terjadi perlombaan harga secara natural (tidak diciptakan atau didesain oleh pihak tertentu). Perlombaan natural ini biasa disebut dengan automatic rally yang menunjukkan bahwa fenomena tersebut sangat alamiah dalam pasar mata uang digital yang terdesentralisasi.

      Titik automatic rally ini nantinya dapat menjadi garis resistance sekaligus level pertama dimulainya building procces kenaikan harga. Anda juga tidak perlu terkejut ketika pada awal proses tersebut harga justru menurun perlahan, bahkan hingga hampir menyentuh garis batas bawah atau support. Ini merupakan salah satu strategi sistem indikator untuk memeriksa kekuatan tekanan.

      Sebagai sebuah indikator, bollinger bands memang cukup cerdik dan sistematis. Untuk melakukan analisa trend harga terkini, ia perlu mengetahui terlebih dahulu apakah tekanan harga pada suatu posisi sama kuatnya dengan posisi yang sudah dicapai sebelumnya. Teknik pembandingan ini bukan sekedar untuk memprediksi trend harga melainkan juga mengukur kadar kekuatan tersebut.

      Kondisi seperti ini biasanya akan berakhir dengan kabar baik. Penurunan harga menunjukkan bahwa tekanan dari pihak sebelumnya telah melemah dan potensi pergantian posisi akan segera terjadi. Misalkan pada era sebelumnya penjual lebih mendominasi, kini posisi berbalik dan pembeli berhasil membalikkan keadaan.

      Selain itu, indikasi penting dalam bollinger bands juga dapat diketahui oleh pengguna melalui volume perdagangan. Semakin mendekati pergantian trend harga, biasanya volume perdagangan akan menurun lebih drastis. Hal ini merupakan sesuatu yang wajar dan bahkan sangat berkaitan.

      Salah satu contoh pemanfaatan kondisi automatic rully dalam bollinger bands terjadi pada kasus saham perusahaan ternama. Saat itu harga bergerak menurun hingga mencapai presentasi 40% dari harga asalnya. Nilai harga yang menurun ini juga dibarengi dengan penurunan volume perdagangan pasar.

      Namun memasuki beberapa saat, trend harga tiba-tiba naik hingga presentasi 12% dan bertahan hingga dua hari. Fenomena ini menjadi jawaban dari saat-saat ketika candlestick dalam indikator nampak sangat kewalahan mempertahankan posisinya untuk tidak menembus garis batas bawah bollinger. Inilah salah satu peristiwa bollinger bands double bottom terbesar yang pernah terjadi.

      · Berjalan Mengikuti Garis-Garis Bollinger

      Bollinger sendiri memang memiliki keistimewaan dibandingkan jenis indikator trading lainnya. Pasalnya, sebuah kriteria open posisi pada indikator lain belum tentu sekali berlaku dalam indikator bollinger bands. Misalkan dalam indikator lain, seorang trader disarankan untuk membuka posisi buy atau sell ketika harga yang dimaksud sudah menyentuh garis batas support / resistance.

      Namun dalam indikator bollinger, aturan tidak seperti itu. Ketika harga sudah mencapai garis batas atas atau bawah, jangan terburu-buru mengambil posisi melainkan lakukan peninjauan lebih jauh. Acuan yang justru dapat digunakan ialah ketika penutupan posisi harga ketika ia berada diatas atau dibawah garis bollinger.

      Jadi, sampai sini kita dapat memahami bahwa penembusan harga pada garis batas tidak dapat menjadi situasi intruksi untuk melakukan pembukaan posisi, melainkan kenaikan volume perdagangan yang meningkat bersamaan dengan penembusan harga tersebut. Hanya perlu mengacu pada rumus ini, maka kemungkinan Anda untuk berhasil mengumpulkan profit akan menjadi lebih besar.

      · Memutarbalikkan dengan Bollinger Bands

      Berbeda dari dua metode sebelumnya, pemutarbalikan bollinger bands dilakukan dengan cara memantau trend harga yang nampak samar ketika mereka mulai memasuki zona batas atas dan bawah. Tak jarang terkadang momentum penembusan garis tersebut tidak nampak oleh trader. Salah satu solusi yang ditawarkan untuk menghadapi suasana ini ialah dengan kembali melakukan analisa terhadap candlestick.

      Tindakan seperti ini memang sesaat nampak seperti respon yang lambat terhadap situasi dalam trading. Tidak jarang, para trader sudah berbondong-bondong menjual saham mereka ketika melihat trend harga sudah menembus garis batas maksimal indikator. Padahalmelakukan pemantauan lebih lanjut adalah bentuk kehati-hatian dan kewaspadaan.

      Harga saham yang memiliki indikasi kenaikan harga dalam jangka waktu rendah biasanya ditandai dengan harga pembukaan tersebut meningkat sedangkan harga penutupan masih berkutat di sekitar harga terendah yang dapat dicapai oleh periode tersebut. Secara keseluruhan, kondisi harga masih berada dalam diluar garis-garis bollinger itu sendiri.

      Pastikan kondisi ini terlebih dahulu untuk mengetahui bagaimana sinyal tersebut akan berjalan lebih lanjut. Adapun untuk melakukan eksekusi penjualan untuk keuntungan maksimal, Anda dapat melakukan exit di tiga titik, yakni pada garis bawah, garis tengah, dan garis atas indikator.



      Saham direxion daily small cap bull pernah mengalami dimana harga saham mereka berhasil melewati garis bollinger namun tidak diikuti dengan penutupan harga pada garis bawah indikator. Kondisi ini berakhir dengan penurunan harga mencapai 2% selama 30 menit. Jika Anda jeli memprediksi, kesempatan semacam ini sangat menguntungkan dan tidak datang dua kali.

      · Penekanan Pada Garis Bollinger

      Adapun strategi terakhir yang dapat diterapkan oleh pengguna indikator bollinger bands ialah dengan menakar situasi untuk memprediksi kapankah momentum supply dan demand sama-sama menurun. Disini kita membutuhkan salah satu instrumen indikator bernama band width yang berguna untuk mengukur lebar jarak antara garis bawah dengan garis atas.

      Pembentukan sistematika ini sebenarnya cukup sederhana yakni; nilai di bagian atas garis bollinger dikurangi nilai pada bagian bawah garis bollinger atau pergerakan rata-rata harga (garis tengah bollinger). Dengan mengacu kepada rata-rata harga yang sudah terjadi, trader dapat menimbang bagaimana progresi gerakan fluktuatif suatu harga jika dibandingkan dengan situasi harga tenang yang sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir.

      Strategi penekanan garis bollinger ini memang tepat untuk digunakan memprediksi pergerakan harga besar. Karena semakin besar gerakan semakin besar resikonya, trader dapat menggunakan beberapa indikator tambahan untuk meyakinkan diri bahwa kondisi harga yang demikian memang sudah aman untuk dieksekusi.

      Beberapa jenis indikator tambahan yang paling Anda butuhkan ketika menerapkan strategi penekanan garis bollinger, diantaranya indikator perhitungan naik turunnya volume perdagangan, mendeteksi adanya akumulasi distribusi yang muncul, dan mendeteksi bagaimana harga melalui sebuah kisaran yang sempit dalam sistem perdagangan.

      Sebagaimana dalam tiap indikator trading, resiko adanya sinyal error atau permainan grafik tentu merupakan sesuatu yang lumrah dan oleh karenanya trader harus berhati-hati. Perhatikan pergerakan grafik dengan seksama untuk melihat kapan dan bagaimana sebuah harga mengalami kenaikan drastis. Langkah cepat yang harus segera dilakukan bukanlah membuka posisi namun segera mencari sarana konfirmasi yang dapat memastikan.

      Mari kita belajar dari situasi trading menggunakan indikator bollinger bands yang terjadi pada tahun 2011 lalu. Pertama-tama, terapat jarak yang dapat dikatakan sangat sempit antar garis bollinger bands dan oleh karena itu, membuat ia disebut dengan morning gap. Pada umumnya, sempitnya jarak ini memancing psikologis trader untuk segera membuka posisi sell mereka.

      Namun selain itu, ada juga opsi tindakan kedua yang bisa Anda terapkan jika ingin mendapatkan kepastian yang lebih ketat sebelum open posisi yakni, menunggu terlebih dahulu hingga candlestick masuk kembali dalam garis-garis bollinger tersebut.

      Langkah kedua, ketahui terlebih dalhulu apakah beberapa bar indikator masih memungkinkan untuk dilewati oleh titik terendah pada bar sebelumnya. Jika kemungkinan ini masih ada, usahakan jangan masuk dalam posisi terlebih dahulu karena resiko pembalikan harga dapat terjadi kapan saja.

      Langkah ketiga, lakukan open posisi ketika (penjualan atau pembelian) trend harga sudah berhasil melewati titik terendah sekaligus candlestick pertama. Tidak dapat dipungkiri, memastikan ketiga kriteria ini akan membuat peluang menjadi lebih sulit untuk ditemukan. Oleh karena itu, tak jarang trader memilih untuk mengabaikannya karena takut kehilangan peluang.

      Namun ketika Anda sudah mulai terbiasa menerapkan langkah-langkah ini, dijamin melakukan trading akan terasa lebih mudah dan percaya diri. Tentu aspek emosional seperti ini tidak bisa diabaikan karena sedikit banyak juga akan mempengaruhi keuntungan yang bisa Anda dapatkan.

      Jika sudah mengetahui dasar teori serta bagaimana sistem dalam indikator bollinger bands bekerja, niscaya menggunakannya akan terasa mudah. Jangan lupa juga untuk selalu berhati-hati dan tidak merasa sudah mumpuni dalam melakukan teknik ini, karena sedikit saja kecerobohan dapat menimbulkan dampak yang besar.
      Indikator bollnger band indikator lama tapi indikayor ini selalu di pakai kalangan trader untuk melihat trend termasuk saya sendiri.bolingerr band bisa menunuukan momentum yang akan datang dengan cara apabila bolinger band mulai kerucut itu tanda tanda akan ada pergerakan yang kuat siap siap cari moment yang pas.selain itu cari moment yangblain bisa juga di lakukan apabila candlestik menyentuh garis bolinger band atas atau bawah siap siap.cari moment untuk entry posisi.indikator ini simple untuk memahaminya maka saya suka dengan bolinger band dengan pengaturan BB bawaan.

      Comment

      Advanced mode
      • <a href="https://www.instaforex.org/id/?x=ruforum">InstaForex</a>
      • #4 Collapse

        bollinger band itu bisa menetukan tren mulai dan berakhir dari bentuk selubung luar yang membesar dan mengecil, juga jika digunakan pada kerangka waktu harian , maka trader bisa lihat posisi retracement sebelum tren market balik ke arah semula

        Comment

        Advanced mode

        Online

        Working...
        X