Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Pentingnya Mempelajari ROE (Return on Requety)
    Click image for larger version

Name:	iStock-1159203067.jpg
Views:	1
Size:	175.1 KB
ID:	13017656
    Apakah Anda tahu apa yang dikatakan dengan ROE? Dalam istilah ekonomi, ROE (Return on Requety) adalah ukuran yang digunakan untuk melakukan penghitungan atas kinerja keuangan, dengan cara membagi pendapatan bersih dengan ekuitas pemegang saham.

    Karena ekuitas pemegang saham sama artinya dengan aset perusahaan yang dikurangi jumlah hutang, maka ROE dinilai sebagai pengembalian aset bersih atau return on net assets. ROE dinilai pula sebagai ukuran yang menentukan seberapa efektif manajemen menggunakan aset suatu perusahaan demi mencapai keuntungan.

    Ada beberapa kunci penting untuk mempelajari ROE, yakni:

    - ROE digunakan untuk mengukur seberapa efektif manajemen memakai aset perusahaan demi meraih laba.

    - Kepuasaan dari ROE ini tergantung dari apa yang normal untuk industri atau rekan di perusahaan.

    - Untuk jalan pintas, investor bisa mempertimbangkan ROE yang mendekati angka rata-rata dalam jangka panjang S&P 500 atau 14% sebagai rasio yang dinilai masih bisa diterima, sedangkan yang kurang dari 10% dinilai sebagai rasio yang buruk.

    Masih bingung dengan yang namanya ROE? Simak ulasan berikut dengan cermat, Anda akan mendapatkan pemahaman mengenai ROE secara jelas.

    Memahami Apa Itu ROE (Return on Equity)

    ROE dikemas dalam bentuk persentase yang bisa dihitung untuk perusahaan mana saja asalkan memiliki pendapatan bersih serta ekuitas keduanya bernilai positif. Pendapatan bersih ini dihitung dari pendapatan sebelum dividen dibayarkan kepada pemegang saham, maka ROE bisa dihitung dengan rumus perhitungan berikut:

    ROE = pendapatan bersih/ekuitas rata-rata pemegang saham.

    Jadi, pendapatan bersih adalah total pendapatan, biaya bersih serta pajak yang didapat perusahaan untuk periode tertentu. Ekuitas rata-rata dari pemegang saham bisa didapat dengan menambahkan ekuitas di awal periode. Ekuitas awal dan akhir periode harus bertepatan dengan periode dimana pendatan bersih didapat.


    ROE dinilai baik atau buruk bergantung dari apa yang normal diantara Anda. Misalkan, utilitas memiliki banyak aset dan juga banyak hutang di neraca, apabila dibandingkan dengan jumlah pendapatan maka hasil atau pendapatan bersihnya relatif kecil.

    Maka ROE normal berada di sektor utilitas sekitar 10 % bahkan kurang. Perusahaan teknologi atau ritel yang memiliki akun neraca relatif lebih kecil dibanding dengan total pendapatan bersih, bisa saja memiliki tingkat ROE hanya 18%, namun masih bisa lebih.

    Aturan yang baiknya adalah menargetkan ROE yang sama atau tepat, ada di atas rata-rata dalam grup yang sejenis. Misalkan saja, perusahaan A sudah mempertahankan ROE stabil mereka di persentase 18% dalam beberapa tahun terakhir. Ketika dibandingkan dengan rata-rata perusahaan yang sejenis, perusahaan A unggul 3%.

    Maka investor bisa menyimpulkan bahwa manajemen perusahaan A berhasil menempati rata-rata dalam penggunaan aset perusahaan demi mendapatkan keuntungan. Rasio ROE bisa saja bervariasi antara satu kelompok industri dengan sektor lainnya. Apabila digunakan untuk evaluasi terhadap perusahaan yang sejenis, perbandingannya bisa lebih bermakna.

    Mengandalkan ROE Untuk Memperkirakan Besar Pertumbuhan

    Apa yang dimaksud dengan tingkat pertumbuhan berkelanjutan? Istilah ini digunakan utnuk memperkirakan tingkatan pertumbuhan perusahaan dengan mengandalkan ROE. Tingkat pertumbuhan dividen bisa diperkirakan dengan mengasumsikan bahwa rasio ROE sejalan bahkan tepat di atas rata-rata peer groupnya.

    Pastinya akan tantangan dengan ini, ROE bisa menjadi permulaan yang baik dalam mengembangkan estimasi tingkat pertumbuhan saham di masa depan, sekaligus tingkat pertumbuhan dividennya. Kedua perhitungan ini adalah fungsi satu sama lain, dan bisa dimanfaatkan guna mempermudah melakukan perbandingan di antara perusahaan yang sejenis.

    Bagaimana cara memperkirakan tingkat pertumbuhan perusahaan dimasa depan? Anda bisa mengkalikan ROE dengan rasio retensi perusahaan. Rasio retensi merupakan persentase dari pendapatan bersih yang diinvestasikan kembali dan digunakan untuk mendanai pertumbuhan perusahaan di masa depan.

    Hubungan ROE dengan Tingkat Pertumbuhan Berkelanjutan

    Asumsikan bahwa ada dua perusahaan yang memiliki ROE dan pendapatan bersih yang serupa, namun rasio dari retensinya berbeda. Perusahaan Y memiliki ROE sebesar 15% lalu dikembalikan sebesar 30% dari hasil bersih kepada pihak yang memegang saham. Hal ini dapat diartikan bahwa perusahaan Y mempertahankan 70% dari total pendapatan bersihnya. Sedangkan perusahaan Z dengan persentase ROE sama-sama 15%, hanya mengembalikan 10% dari pendapatan bersih miliknya dengan rasio retensi sebesar 90%.

    Perusahaan Y dengan tingkat pertumbuhan sebesar 10,5%, maka ROE dikalikan dengan rasio retensi adalah 15% dikalikan dengan 70%. Sedangkan tingkat pertumbuhan dari perusahaan Z adalah 13,5%, yakni 15% dikalikan dengan 90%.

    Analisa yang sperti ini bisa dikatakan sebagai model untuk menghitung tingkat pertumbuhan berkelanjutan. Investor bisa memanfaatkan model ini dalam memperkirakan masa depan dan juga mengidentifikasi saham mana saja yang mungkin berisiko ke depannya sebab memiliki ketidakmampuan dalam pertumbuhan berkelanjutan.

    Saham dengan tingkat pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan dengan tingkat keberlanjutannya dianggap sebagai saham yang buruk, bahkan pasar bisa mengabaikan apabila ada tanda-tanda berisiko dari perusahaan ini.

    Bagaimana Cara Memperkirakan Tingkat Pertumbuhan Dividen?

    Dari kasus perbandingan antara perusahaan Y dan perusahaan Z tadi, bisa dilanjutkan dengan memperkirakan tingkat pertumbuhan dividen. Pertumbuhan dividen bisa diperkirakan dengan menghitung ROE yang dikalikan dengan rasio pembayaran.

    Rasio pembayaran ini di dapat dari persentase pendapatan bersih yang sudah dikurangi jumlah yang dikembalikan kepada pemegang saham sebagai dividen. Dalam kasus ini, kita mendapatkan hasil perhitungan yang menguntungkan bagi perusahaan Y.

    Tingkat pertumbuhan dividen dari perusahaan A adalah 4,5%. Didapat dari hasil kali ROE dengan rasio pembayaran, yakni 15% dikalikan dengan 30%. Sedangkan tingkat pertumbuhan dari perusahaan Z sebesar 1,5% saja. Didapat dengan hasil kali dari 15% dan 10%.

    Saham yang menunjukkan dividen jauh di atas atau jauh di bawah dari tingkat pertumbuhan dividen berkelanjutan, dinilai mampu menimbulkan resiko di masa depan dan layak untuk diselidiki.

    ROE Sebagai Alat Indetifikasi Masalah

    Benarkan saham dengan ROE sangat tinggi menunjukkan nilai yang sangat baik? Adakalnya ROE dengan persentse terlalu tinggi berimbas baik bagi perusahaan, sengan syarat pendapatan bersihnya harus lebih besar pula dibandingkan dengan ekuitas pemegang saham, sebab kinerja perusahaan sangat kuat.

    Namun, di lain sisi ROE yang sangat tinggi bisa saja terjadi akibat akun ekuitas yang lebih kecil dibanding dengan pendapatan bersih, jika begini maka mengindikasikan resiko. Ada beberapa masalah yang akan sering Anda temui apabila persentase ROE sangat tinggi, berikut penjelasannya:

    a) Keuntungan yang Tidak Konsisten

    Ketika ROE sangat tinggi, bisa saja keuntungan yang didapat tidak konsisten. Asumsikan saja perusahaan L yang tidak memiliki keuntungan dalam beberapa tahun. Kerugian yang mereka dapat dalam setiap tahun akan tercatat dalam neraca ekuitas sebagai saldo rugi.

    Kerugian ini akan bernilai negatif dan mengurangi ekuitas dari pemegang saham. Katakan saja bahwa perusahaan L tiba-tiba memenangkan sebuah peruntungan dalam beberapa tahun terakhir. Sehingga kembali profitabilitas. ROE yang sangat tinggi tercipta dari penyebut yang terlalu kecil dalam perhitungan ROE sebagai imbas dari kerugian selama bertahun-tahun.

    b) Hutang yang Kelebihan

    Masalah lain yang bisa menjadikan ROE sangat tinggi adalah hutang perusahaan yang tinggi juga. Apabila suatu perusahaan lebih agresif dalam meminjam dana, maka ROE bisa meningkat sebab ekuitas sama dengan aset yang dikurangi hutang. Hutang yang semakin banyak akan menyebabkan ekuitas semakin rendah.

    c) Pendapatan Bersih Bernilai Negatif

    Ada satu masalah lagi yang didapat perusahaan ketika ROE sangat tinggi. Pendapatan bersih yang bernilai negatif, akan menjadikan ROE sangat tinggi. Namun, apabila perusahaan memiliki kerugian bersih atau ekuitas pemegang saham yang sama-sama bernilai negatif, maka ROE tidak boleh dihitung.

    Ketika ekuitas yang memegang saham itu negatif, konflik paling umum terjadi itu berlebihan hutang dan tidak konsistennya keuntungan perusahaan. Namun, ada pengecualian untuk perusahaan tertentu, malah membawa keuntungan bagi mereka. Yakni perusahaan yang menggunakan arus kas untuk kembali membeli saham mereka sendiri.

    Contoh ROE dan Cara Penggunaannya
    Click image for larger version

Name:	O6PHHI0-scaled-800x533.jpg
Views:	1
Size:	55.6 KB
ID:	13017657
    Bagaimana cara menggunakan ROE ini? Sebagai contoh, bisa dilihat dari ilustrasi berikut ini. Misalkan ada sebuah perusahaan dengan total pendapatan tahunan sebesar $1.800.000 serta ekuitas pemegang saham rata-ratanya adalah $12.000.000 maka ROE dari perusahaan ini bisa dihitung dengan perhitungan berikut:

    ROE = $1.800.000 / $12.000.000 = 15%

    Pertimbangkan dengan perusahaan A yang pada 29 September 2018 lalu menghasilkan pendapatan bersih senilai US $59,5 miliar. Pada akhir tahun fiskal, pemegang saham perusahaan A berhasil mendapatkan ekuitas senilai $107,1 miliar versus $134 miliar di permulaannya. Maka ROE dari perusahaan A adalah 49,4% atau senilai $59,5 miliar dibagi dengan hasil penjumlahan dari $107,1 miliar dengan $134 miliar dan dibagi dua.

    ROE perusahaan A= $59,5 miliar/(($107,1 miliar + $134 miliar) /2)

    Perusahaan sejenis memiliki ROE seperti ini:

    A dengan ROE 27% di tahun 2018. Perusahaan M dengan ROE 23% di Q3 2018, dan perusahaan G dengan ROE 12% di kuartal ke 3 di tahun 2018. Jika dibandingkan dengan perusahaan sejenis, perusahaan A memiliki ROE yang sangatlah kuat.

  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    equity itu bukan profit, tapi komponennya macam2, termasuk didalamnya duid cash, lalu bagaiaman kalo ternyata perusahaan itu dapat dana segar dari penjualan saham baru, jelas itungan ROE bakal menyesatkan banyak orang, seakan2 ada peningkatan tajam dalam performance perusahaan
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X