Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Memahami Cara Memakai Indikator Momentum dalam Trading Forex
    Click image for larger version

Name:	3-cara-menggunakan-indikator-momentum-179180-1.png
Views:	1
Size:	19.9 KB
ID:	13017647
    Jika ada pertanyaan, indikator trader apakah yang diciptakan di periode pertama kemunculan trend cryptocurrency? Jawaban yang benar ialah indikator momentum yang saat ini masih juga eksis dan digunakan oleh banyak kalangan trader senior. Rasanya, popularitasnya tak memudar sejak pertama ia diciptakan. Begitu juga dengan ketahanannya menghadapi gempuran indikator baru yang banyak bermunculan.

    Kita mengenal terdapat dua klasifikasi jenis analisan teknikal, yakni overlay dan oscilator. Jika overlay bekerja dengan cara menumpuk diri pada chart, oscilator menjadi indikator sebaliknya yakni bernaung di bawah chart tersebut. Indikator momentum masuk ke dalam jenis indikator kedua ini.

    Fungsi utama indikator momentum sendiri ialah menghitung kadar ukuran dan kecepatan perubahan harga yang terjadi dalam suatu fase. Misalnya ketika trend harga menunjukkan peningkatan, indikator momentum akan bergerak naik dan begitupun sebaliknya. Kesempatan kali ini kita akan membahas lebih jauh tentang indikator lawas yang satu ini.

    Lebih Jauh Mengenal Indikator Momentum

    Indikator momentum sesungguhnya merupakan sebuah indikator yang tersusun dari rumus yang sederhana, yakni pengurangan harga penutupan hari ini dengan beberapa hari sebelumnya. Rumusnya ialah sebagai berikut pertama harga penutupan hari ini dan harga penutupan N pada beberapa hari sebelumnya, jadi momentum ialah selisih harga dari pengurangan di atas.

    Adapun yang dimaksud dengan N diatas adalah variabel yang menunjukkan jumlah periode yang dihitung. Misalkan jika Anda menghitung dalam periode 7 hari, maka inisial N tersebut diganti dengan angka 7 dan seterusnya. Jika dahulu trader perlu menghitung pengurangan tersebut secara manual, kini sudah ada teknologi metatrader yang bisa secara otomatis menghitung dan memudahkan pengguna.

    Secara sistemis, metatrader sudah menghitung pengurangan diatas. Metatrader menampilkan indikator momentum layaknya oscilator yang berada di bawah level 100. Nantinya, indikator momentum ini akan mulai bergerak ke atas dan ke bawah mengikuti gerakan trend harga yang saling tarik menarik harga ke pihak mereka.

    Cara Menggunakan Indikator Momentum
    Indikator momentum termasuk indikator yang paling bergerak cepat dalam menginformasikan data ketika sinyal sudah mampu melewati batas garis 100. Acuan ini sangat penting karena ketika satu gerakan indikator berhasil menembus garis batas tengah tersebut menandakan bahwa trader harus segera ambil posisi.

    Banyak orang menganggap bahwa konsep indikator momentum sudah digeser oleh suatu indikator baru yang bernama Moving Average Convergence Divergence (MACD). Padahal keduanya memiliki perbedaan yang mencolok yaitu indikasi yang dihasilkan dari masing-masing keduanya.

    Di satu sisi lain, indikator momentum masih sering digunakan sebagai indikator konfirmasi dari indikator lain. Jadi selain mampu bertindak sebagai indikator utama, indikator momentum juga sah-sah saja apabila digunakan sebagai indikator tambahan. Salah satu indikator yang sering dikonfirmasi dalam hal ini ialah indikator price action.

    Indikator momentum juga cocok digunakan sebagai pendeteksi divergensi. Ketika kondisi ini terdeteksi, biasanya arah gerakan indikator momentum berseberangan dengan arah trend harga yang sedang berjalan. Misalnya saja, ketika trend utama sedang menunjukkan penurunan harga yang cukup besar hingga dapat menciptakan area low baru.

    Akan tetapi, indikator momentum menunjukkan arah sebaliknya. Ia justru terus merangkak naik dan mencapai titik tertinggi dalam ambang batas yang memungkinkan. Perbedaan seperti ini dapat menjadi salah satu indikasi akan terjadinya divergensi bullish. Keadaan serupa juga berlaku kebalikannya.

    Divergensi bearish terjadi ketika trend harga terus meninggi hingga ia dapat mencapai ambang batas tertinggi. Namun sistem gerak ini tidak ada dukungan dari indikator momentum bahkan arahnya berbalik. Kondisi ini juga dapat mengindikasikan akan terjadinya divergensi atau pembalikan arah trend harga.

    Manfaat Indikator Momentum

    Secara khusus, indikator momentum memiliki sebuah formula yang bisa digunakan untuk mengukur kecepatan serta ukuran dari perubahan trend harga. Adapun acuan periode yang digunakan dalam mode asli indikator ialah 14. Fungsi pengukuran ini menyebabkan indikator momentum seringkali disebut juga dengan Race of Change atau ROC.

    Selain mengukur trend harga, sistem indikator momentum juga memiliki kecenderungan untuk membandingkan ukuran trend yang sedang terjadi dengan gerakan trend di fase sebelumnya. Jika dirangkum, manfaat utama dari indikator ini ada tiga, yakni sebagai indikator atas trend reversal, indikator atas trend following, dan menjadi semacam leading indikator. Mari kita bahas fungsi tersebut satu persatu:

    - Indikator Pada Trend Reversal

    Kemampuan pertama yang dimiliki oleh indikator momentum ialah memprediksi kadar kemungkinan terjadinya reversal pada sebuah harga. Indikator akan menganalisa kejadian overbough dan oversold yang terjadi untuk mengukur seberapa besar kadar reversal berpeluang terjadi.

    Salah satu gejala utama akan terjadinya reversal ialah ketika trend harga dan indikator momentum menunjuk ke arah yang berlawanan. Misalkan trend merangkak naik sedangkan indikator bergerak ke arah bawah, maka trader dapat memasang kuda-kuda apabila reversal bullish benar-benar akan terjadi.

    Demikian juga ketika sinyal reversal bearish mulai menghantui. Gejala dimulai ketika trend harga terus mengalami penurunan sedangkan indikator justru terus bergerak naik hingga mampu membuat semacam celah pada garis batas atas tertinggi. Ini merupakan gejala awal yang menandai akan terjadinya reversal bearish.

    Untuk bisa memberikan kepastian atas peluang itu mempunyai prospek yang tinggi ataupun tidak, maka bisa mengenali lewat gerak harga yang ekstrem. Salah satunya ketika indikator momentum sudah mencapai level harga yang tertinggi dan terendah, maka sampai disini Kita dapat menyimpulkan bahwa trend harga masih akan terus berlangsung.

    Contoh yang lain, ketika indikator momentum mengalami penurunan tiba-tiba setelah selama beberapa saat berhasil mencapai titik tertinggi. Jika ini terjadi, jangan terburu-buru mengambil tindakan. Harga masih bisa kembali naik sewaktu-waktu. Tunggu dahulu hingga harga benar-benar sudah turun dan berpeluang besar bagi trader memasang posisi sell mereka.

    Lalu bagaimana memastikan bahwa harga sudah benar-benar aman?

    Caranya cukup mudah. Trader dapat menggunakan indikator tambahan lain sebagai sarana mengonfirmasi sebuah trend harga yang telah dan akan terjadi. Sejauh ini, cara ini adalah yang paling aman dan efektif untuk memastikan suatu kondisi harga tertentu. Salah satu indikator tambahan yang bisa digunakan ialah simple moving average (SMA).

    - Indikator Trend Following

    Level yang dijadikan acuan dalam metatrader indikator momentum umumnya adalah level 100. Ketika garis kurva yang memotong level acuan tersebut bergerak dari bawah ke atas, maka kondisi itu menunjukkan adanya kecenderungan pasar menjadi bullish dan sebaliknya, jika garis kurva tadi membelah level acuan dari atas ke bawah, maka ia sedang menunjukkan level bearish.

    Jika pengguna ingin menyaring sinyal trading yang mengandung nilai probabilitas tinggi, mereka bisa menggunakan indikator tambahan bernama simple moving average (SMA). Penggunaan indikator ketiga ini difungsikan sebagai arena konfirmasi atas sinyall yang sudah muncul di fase sebelumnya.

    - Menjadi Leading Indikator

    Kita tahu, trader harus mampu mengenali berbagai kondisi yang sedang terjadi di lapangan. Salah satunya ketika trend harga sedang menunjukkan adanya divergensi bearish atau divergensi bullish yang sedang terjadi. Kedua kondisi tersebut akan memberikan potensi tersendiri jika dimanfaatkan dengan benar.

    Divergensi bullish ditandai dengan adanya indikator berwarna biru. Indikator biru secara tidak langsung memberikan intruksi kepada trader untuk melakukan open buy. Divergensi bearish ditandai dengan warna merah yang mengintruksi trader untuk melakukan open posisi sell.
    Click image for larger version

Name:	MOM.jpg
Views:	1
Size:	180.3 KB
ID:	13017648
    Cukup sederhana bukan, cara menggunakan indikator momentum dalam trading? Dapat dikatakan jenis indikator ini merupakan pengetahuan dasar yang harus diketahui oleh trader sebelum mereka menggunakan indikator turunan lain yang lebih canggih dan sistematis. Jangan lupa untuk mencoba mempraktekkan indikator yang satu ini dan rasakan kemudahannya.
  • <a href="https://www.instaforex.org/id/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    kalau mau pake indikator, ngak perlu belajar satu2, cukup masuk ke thread stratetgy yang populer, nanti kan masing2 tradernya mengmukakan teknik trading dan indikatornya, dari situ bisa langsung belajjar cara membaca signal dan juga membuat analisa trading yang baik

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X