Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Mengenal Indikator Stochastic dan Price Action Set-Up dalam Trading Forex
    Click image for larger version

Name:	menggunakan-indikator-stochastic-dalam-trading-forex-138885-36081.png
Views:	1
Size:	51.1 KB
ID:	13017638
    Begitu banyak indikator serta strategi pada analisis teknis yang dapat Anda pergunakan untuk mengoptimalkan aktivitas trading. Agar Anda dapat melampaui optimasi dari Relative Strength Index (RSI) ataupun Moving Average Convergence Divergence (MACD) ada indikator lain yang dapat menambang keuntungan Anda dalam trading selain itu. Misalnya saja yakni dengan indikator stochastic.

    Stochastic oscillator begitu menyerupai RSI, sejenis indikator teknis yang amat familiar digunakan untuk mengungkapkan dimana posisi area overbought serta oversold. Tahun 1950, ia menjadi salah satu indikator trading yang paling populer hingga kini. RSI maupun indikator stochastic mengacu pada momentum harga dibandingkan dengan harga absolut. Oleh karenanya, pada RSI maupun stochastic oscillator keduanya banyak digunakan pada analisis teknis agar dapat menunjukkan pada sang trader dimana letak turning point ataupun titik balik jangka pendek yang sering kali digabungkan.

    Seringkali ditemui fakta bahwa masing-masing dari mereka mempunyai rumus dasar yang berbeda. Pada stochastic oscillator, ia dibangun menggunakan asumsi harga penutupan harus ditutup ketika mendekati harga yang sama dengan arah trend yang terkini, namun berbeda dengan RSI yang hanya menunjukkan area overbought serta oversold yang digunakan untuk mengukur kecepatan pergerakan harga.

    Itu artinya menunjukkan bahwa RSI mampu mengukur kecepatan pergerakan harga untuk menunjukkan turning point, sedang pada indikator stochastic ia dapat melakukan hal yang sama akan tetapi ia cenderung menekankan pergerakan harga terkini. Oeh karenanya, stochastic oscillator dikenal sebagai indikator yang sensitif.

    Cara Mudah Membaca Indikator Stochastic dalam Trading Forex

    Ketika dianalisis RSI diketahui lebih tepat selama trending market berlangsung, sedang pada stochastic lebih tepat selama terjadi sideways market. Biasanya stochastic oscillator memiliki rentang nilai yang berkisar diantara rentang nilai 0 hingga 100. Apabila berada di atas angka 80, maka Anda dianggap berada pada area overbought dan apabila Anda mencapai angka di bawah 20, maka dianggap berada di level oversold.

    Akan tetapi, pada garis stochastic oscillator yang mengalami pergerakan dari atas ataupun ke bawah, pada level tersebut bisa jadi tidak selalu menunjukkan adanya pembalikan trend. Apabila trend begitu kuat, maka trend tersebut dapat bertahan pada wilayah yang mengalami overbought ataupun oversold dalam kurun waktu yang lama. Selanjutnya yang terjadi adalah proses divergensi bullish dan bearish yang sering kali terbentuk, selain itu pada divergensi ia akan menghasilkan pembalikan trend yang berat dalam jangka pendek.

    Jika Anda hanya mengandalkan area overbought serta oversold, dan berharap keduanya akan dapat memberikan false signal kepada trader, tentu saja akan memberikan impact negatif trade. Baiknya dalam hal ini trader mencari confluence indikator yang berbeda, dengan demikian akan ada banyak indikator yang akan mengarah ke arah pada arah yang sama. Stochastic oscillator dalam hal ini terdiri dari dua garis yakni yang berwarna biru serta berwarna merah yang digunakan pada pengaturan default. Hal tersebut dapat menampilkan nilai aktual oscillator dalam setiap sesi dan tentu saja dapat menampilkan simple moving average dalam kurun waktu tiga hari.

    Berdasarkan pada asumsi Anda dapat memperkirakan bahwa harga akan terus mengikuti momentum, crossover ataupun perpotongan kedua garis yang dianggap sebagai sinyal pembalikan arah yang dapat terjadi dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama. Hal tersebut akan menunjukkan adanya pergeseran momentum yang besar dalam kurun waktu dua hari.

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, divergensi dipandang sebagai sinyal pembalikan yang penting karena di saat trend harga mengalami kondisi bearish dan membentuk lower low, akan tetapi diketahui bahwa oscillator menunjukkan higher low, hal tersebut tentu saja dapat Anda jadikan penanda adanya pembalikan trend bullish karena dalam kondisi bearish sedang kehilangan momentum.

    Membandingkan RSI, Indikator Stochastic dan RSI Stochastic dalam Trading Forex

    RSI stochastic dapat Anda bangun dengan mengimplementasikan rumus stochastic oscillator dalam sekumpulan nilai Relative Strength (RSI) dan membandingkannya ke dalam data harga standar. Oscillator toch RSI dikembangkan dengan memanfaatkan kedua indikator momentum agar dapat membuat indikator lebih sensitif dan dapat disesuaikan dengan kinerja yang berbasis historis sekuritas tertentu daripada analisis umum yang terjadi pada perubahan harga. Namun, tidak satupun ada yang lebih unggul dari pada yang lain oscillator stoch RSI hanya dapat bergerak lebih cepat jika dibandingkan dengan RSI.

    Saat Anda membandingkan RSI stochastic, RSI, serta indikator stochastic, maka Anda dapat mengamati adanya rentang waktu selama enam bulan, terdapat enam proses penjualan yang signifikan. Disaat periode tersebut berlangsung, maka indikator stochastic tujuh kali menyentuh area overbought, sedang pada RSI stochastic ia akan menyentuh sebanyak delapan kali.

    Sebaliknya pada RSI ia akan menyentuhnya sebanyak dua kali. Berarti total volatilitas dari pasangan mata uang USD ataupun EUR dalam rentang waktu tersebut yakni sebanyak 3,75%, bisa dibilang hal tersebut memiliki resiko yang cukup rendah.


    Indikator stochastic bisa dibilang dapat bekerja lebih baik pada forex jika dibandingkan dengan RSI. Akan tetapi hal tersebut memberikan sinyal overbought yang salah selama periode tersebut berlangsung. Misalnya saja pada pasangan mata uang USD ataupun EUR yang membuat posisi lower low jika dibandingkan dengan stoch RSI dan RSI yang membentuk higher low. Divergensi tersebut disinyalir mengalami peningkatan yang cukup drastis yakni sebesar 3,6%, tentu saja itu adalah pencapaian yang luar biasa mengingat angka 3,75% merupakan volatilitas maksimum dari seluruh rentang waktu selama enam bulan.


    Kenali Price Action Set Up Agar Tidak Tersedot saat Melakukan Trading Forex


    Para trader juga memahami bahwa price action trading menjadi seni melihat grafik mentah pada pasangan forex, saham ataupun instrument. Dalam hal ini Anda hanya akan menggunakan data yang memiliki harga mentah untuk dapat menafsirkan adanya order flow dimana mereka bisa saja menemukan pola kemugkinan yang begitu tinggi serta berulangkali dalam pasar. Saat Anda memahami pola beserta clue ataupun tanda pada order flow trader maka Anda akan mudah menempatkan diri dalam jalur yang benar untuk mendapat keuntungan dari pergerakan harga selanjutnya.

    Begitu banyak orang yang membincangkan set up serta pola terbaik apa yang dapat dicari, dan apa yang dapat membantu mereka untuk mengetahui pola apa yang perlu Anda hindari. Istilah yang begitu umum dapat menjelaskan bahwa trader yang tersedot dapat masuk melalui trading dalam kondisi false break. Sementara itu pada trading dengan kondisi false break akan bisa menjadi trading yang menguntungkan dengan probabilitas yang begitu tinggi dalam trader price action.

    False Break dalam Trading Forex

    Istilah false break dikenal sebagai pola yang menguntungkan bagi trader yang sabar, dan tidak berlaku bagi trader yang tergesa-gesa serta tidak menunggu adanya konfirmasi dan menjadikannya sebagai sucker trade. Anda dengan mudah dapat mengenali false break karena pada dasarnya ia hanya dicatat dengan menggunakan harga yang bergerak melalui suatu level sebelum kembali mengarah ke yang lain. Pada pergerakan false break kerap terjadi dan ditemui pada key level support atau resistance.

    Bagi trader yang masuk di saat harga tengah menembus jauh dari prediksinya, maka ia dapat masuk dan mlakukan stop out karena harga telah berbalik arah. Namun, ttrader yang sabar justru hanya melakukan pengamatan sejauh mana harga bergerak mundur dan ia akan menggunakannya untuk melakukan trading yang berlawanan arah dengan adanya penembusan.

    Biasaya trader akan menemui gambar grafik yang menunjukan adanya pergerakan harga yang mulai merangkak lebih tinggi melalui resistance. Pada gambar grafik yang lain Anda akan menemui adanya grafik yang menunjukan adanya harga yang mundur lebih rendah akan menghentikan break out trader. Dengan demikian trader yang telah bersabar akan menggunakan sinyal false break untuk melakukan short trade dan menggunakannya sebagai salah satu hal yang menguntungkan.

    Trader nantinya akan masuk melalui titik tertinggi dan terendah ekstrem saat menjalankan trading forex. Saat trader masuk dalam trading forex, ia akan memiliki keinginan kuat untuk menjalankan trading dari titik tertinggi dan terendah dengan cara yang ekstrem. Resiko yang akan Anda dapatkan saat memasuki trade setelah market melakukan pergerakan besar yakni orang yang menghasilkan uang dari pergerakan besar akan mulai mengambil keuntungan. Hal tersebut tentu saja menyebabkan pasar akan berbalik ke arah yang lain.

    Di saat trader mulai masuk pasar dengan titik tertinggi atapun titik terendah yang ekstrim, maka trader profesional akan mengambil keuntungan serta meninggalkan pasar yang menyebabkan harga berubah serta arah melawan posisi trader. Saat sang trader berda di puncak pasar, dimana begitu banyak trader yang mencoba trading dengan trend.

    Maka muncul kekhawatiran bahwa trader yang memiliki keuntungan dapat melakukan take profit dalam titik tertinggi tentu saja hal tersebut akan menyebabkan harga bergerak menuju posisi yang lebih rendah dan menghentikan kegiatan trader baru. Cara terbaik bagi Anda untuk dapat memasuki trade dengan probabilitas yang tinggi yakni dengan trend menunggu harga berputar dari titik tertinggi ataukah dari terendah ekstrim menuju value area.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    RSI biasanya menunjukan signal baik kalau digunakan pada kerangka waktu 4 jam an, dan biasanya signal beli atau jual mengikuti arah balik garis merah ke angka 80 atau 20, tapi bisa aja tren berlanjut dan angkanya malah ke 100 atau 0
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X