Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Gunakan Cara Trading Forex Ini Ketika Volatilitas Tinggi
    Click image for larger version

Name:	AABBCC.jpg
Views:	4
Size:	62.7 KB
ID:	13017632
    Keadaan pasar dengan volatilitas tinggi bisa dikatakan sebagai pisau bermata dua dalam trading, pasalnya trading dengan kondisi ini tidaklah gampang-gampang susah. Apabila profit, trader layak berpesta pora menikmati keuntungan. Sebaliknya, apabila loss trader bisa menangis darah.

    Bahkan tak sedikit trader senior yang menyarankan untuk menghindari trading ketika volatilitas tinggi, sebab resikonya sangatlah besar. Meski demikian, bukan berarti selamanya Anda harus menghindari pasar ketika volatilitas tinggi. Jika tahu triknya, trading ketika volatilitas tinggi tidaklah semenakutkan itu.

    Apa Itu Volatilitas dalam Trading Forex?

    Bagaimana caranya trading apabila Anda belum mengenal dengan baik apa yang dimaksud dengan volatilitas itu sendiri. Volatilitas adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan besarnya jarak antara naik dan turunnya harga saham ataupun valas. Volatilitas tinggi maka harga gerakannya cepat dan ank, lalu turunnya juga cepat. Sehingga menciptakan selisih cukup besar dari harga tinggi maupun rendah dalam satuan waktu.

    Untuk trading forex, ada dua jenis volatilitas yang harus dicermati oleh trader, yakni historis dan juga sisipan. Volatilitas historis adalah price action normal dalam satu periode trading, bisa bulanan atau tahunan. Sedangkan volatilitas yang hanya sisipan merupakan situasi tidak normal pada price action untuk masa mendatang.

    Bagi trader forex, volatilitas adalah indikator informasi yang berperang penting dalam penentuan putusan pembukaan dan penutupan posisi mata uang. Ada beberapa indikator mata uang yang bisa digunakan sebagai indikator penilaian dalam hal ini, diantaranya adalah bollinger bands, comodity channel index, dan average true range.

    Masing-masing indikator keuangan ini telah terintegrasi dalam platform yang populer. Ada satu indeks tambahan yang cukup penting, yakni RVI atau Indeks Volatilitas Relatif. Masing-masing indikator keuangan mencerminkan perubahan volatilitas harga sehingga dimanfaatkan dalam trading.

    Cara Aman Trading Forex Ketika Volatilitas Tinggi

    Banyak trader profesional yang menyarankan trader menghindari trading apabila volatilitas tinggi. Sebab resikonya lebih besar dibanding trading dengan keadaan pasar seperti biasanya. Namun, bukan berarti selamanya trader harus menghindari pasar dengan volatilitas tinggi. Berikut, ada 5 tips trading ketika volatilitas tinggi.

    Pada dasarnya, trading ketika volatilitas tinggi berfokus pada pengendalian resiko. Ketika Anda mahir dan menguasai metode ini dengan baik, volatilitas bukan lagi hal yang menyeramkan, malah menjadi kesempatan bagi trader memetik profit besar.

    - Perluas Target

    Satu hal yang paling logis untuk dilakukan apabila pasar mulai mengindikasikan kegelisahan adalah memperluas target take profit atau stop loss. Ada tiga perilaku yang ditunjukkan oleh price action apabila terjadi peningkatan pada volatilitas, yakni:

    1. Pasar dalam keadaan volatilitas tinggi akan menjalankan ratusan pip ke dalam satu arah, tanpa melihat ke belakang lagi.
    2. Ada kemungkinan ratusan pip yang bergerak dalam price action yang choppy, sehingga tercipta pembalikan harga di setiap leg-nya.
    3. Ada pula kemungkinan harga bergerak naik atau turun dengan sangat cepat dalam kurun waktu tertentu.

    Cara paling aman untuk trading ketika volatilitas tinggi di setiap jenis pasar adalah dengan menaikkan atau memperlebar target stop loss atau take profit, sehingga posisi Anda tetap aman. Selain itu, dengan memperluas area take profit atau stop loss, dapat menghindarkan Anda dari dampak negatif perubahan harga yang sangat cepat, serta meminimalisir loss ketika menaikkan potensi profit.

    - Perluas Target, Kecilkan Loss

    Cukup target take profit atau stop loss yang diperlebar, Anda harus mengecilkan loss. Terkadang, ketika volatilitas tinggi dan price action choppy, Anda memang perlu menggunakan stop loss kecil untuk target take profit yag besar.

    Sebab teknik semacam ini memberikan efek atau hasil terbaik ketika diaplikasikan dalam pasar dengan volatilitas yang terbatas dalam range tertentu. Memang terkesan berbahaya, namun, teknik ini ampuh dalam mengantisipasi adanya resiko breakout.

    Misalkan saja, setelah event pengumuman kebijakan The Fed, pada Maret 2016 lalu, pasangan mata uang EUR/USD bergerak naik turun sekitar 400-500 pip dan terjadi dalam beberapa sesi, dengan batas bawah di kisaran 1.0500 dan batas atasnya sekitar 1.1050.

    Pada akhirnya, pasangan mata uang EUR/USD berhasil menembus level puncak dan harga melonjak ke 1.1450. Bayangkan saja, apabila Anda menempatkan order sell dengan target stop loss sebesar 100,200 atau 300 pip di atas level top, maka Anda akan menerima kerugian besar ketika terjadi breakout.

    - Jangan Naikkan Levelrage

    Dalam trading forex, levelrage sangat berguna bagi trader yang ingin mencetak profit besar namun memiliki modal yang terbatas. Jangan salah, levelrage bisa menjadi senjata makan tuan apabila tidak digunakan dengan benar.

    Apabila Anda sedang memperluas target stop loss sebab trading ketika pasar dalam kondisi volatilitas tinggi, Anda harus menurunkan levelrage. Untuk menjaga akun tetap aman, akun Anda harus memiliki rasio marging yang sebanding dengan situasi trading dalam pasar dengan volatilitas normal.

    Beberapa waktu lalu, pada saat pasar saham China tumbang, pergerakan beberapa pasangan mata uang forex berhasil mencapai angka 600 pip hanya dalam beberapa jam saja. Katakanlah Anda bisa memutuskan enter long ke pair USD/JPY setelah terjadi penurunan 200 pip pertama.

    Kemudian Anda bisa membuka posisi buy dengan target 300 pip untuk take profit dan juga stop loss. Namun, tiba-tiba saja pasangan mata uang USD/JPY bergerak turun 400 pip. Apabila Anda menggunakan levelrage hanya 3%, untuk stop loss 30 pip, maka Anda hanya kehilangan 30% dari saldo akun dalam sekali trading.

    Jika levelrage diperkecil, bukankah kerugian yang didapat semakin kecil? Misalkan saja levelrage Anda turunkan dari 1:10 ke 1:2, apabila pair bergerak turun maka Anda hanya akan kehilangan 2% saja.

    Perlu Anda ketahui, melakukan perubahan levelrage dalam trading forex tidaklah semudah yang dibayangkan, sebab tak semua broker bisa mengabulkan keinginan Anda dengan cuma-cuma. Sekalipun dikabulkan, biasnya prosesnya cukup lama.

    Oleh sebab itu, alangkah baiknya apabila Anda membuka akun lain dengan levelrage yang kecil, sehingga bisa digunakan khusus untuk trading apabila pasar dalam keadaan volatilitas yang meningkat. Atau Anda bisa memilih broker dengan sistem levelrage floating, misalkan FXTM, hal ini bisa menjadi solusi paling mudah.

    - Diversifikasi Portofolio Trading

    Untuk trading jangka panjang, cara paling aman adalah dengan melakukan diversifikasi protoflio trading Anda. Umumnya, institusi besar selalu mendiversifikasikan portofolio mereka dengan sejumlah instrumen pasar yang berbeda.

    Mengapa? Sebab diversifikasi ini memang memerlukan kerja keras ekstra apabila volatilitas sedang tinggi. Disisi lain, cara ini bisa sangat menguntungkan apabila harga sedang choppy dalam pasar forex dengan volatilitas yang tinggi.

    Dalam keadaan volatilitas normal, Anda belum bisa yakin 100% akan hasil yang didapat dari trading, apalagi pada saat ketidakpastian ini meningkat bersama volatilitas yang tinggi. Maka dari itu, seperti kata Warren Buffet, jangan letakkan semua telur ke dalam satu keranjang, sebarkan dalam beberapa keranjang lebih baik.

    Maknanya, apa? Artinya, Anda harus menyebarkan dana yang akan di tradingkan ke dalam beberapa pasangan mata uang dan arah yang berbeda, sehingga resiko yang mungkin terjadi bisa dibatasi.

    - Jangan Ragu

    Jangan sepelekan hal ini, sekali Anda ragu, maka lebih baik Anda mundur. Jangan memutuskan membuka posisi apapun dalam keadaan ragu-ragu apabila pasar dengan volatilitas tinggi. Lebih baik Anda mencermati kemana harga bergerak sampai ada kesempatan untuk Anda membuka posisi. Jangan khawatir, sebab kesempatan akan selalu ada, jadi, jangan serakah dan mengambil keputusan tanpa pemikiran yang matang.
    Click image for larger version

Name:	5-cara-aman-trading-forex-saat-volatilitas-tinggi-284688-21154.jpg
Views:	1
Size:	17.5 KB
ID:	13017633
    Pada dasarnya, Anda tidak bisa mengambil setiap pip yang diciptakan dari pasar yang bergerak naik turun, maka dari itu, Anda tak perlu selalu aktif di pasar. seorang trader senior Buge Satrio berpesan, tujuan dari trading adalah mencetak profit. Maka tak ada salahnya apabila bersabar dan menunggu sampai tercipta kesempatan yang bagus.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    volatilitas itu bisa ada yang bentiknya whipsaw, ada yang tren rally alias lurus satu arah, biasa nya yang memberikan kesempatan besar untuk trader supaya bisa profit adalah yang tipe rally, kalau whipsay mah bisa kejebak sl , kalu ngak pake sl malah lebih parah hasilnya

    Comment

    Advanced mode
    • #3 Collapse

      Originally posted by Nas Media View Post
      [ATTACH=CONFIG]337477[/ATTACH]
      Keadaan pasar dengan volatilitas tinggi bisa dikatakan sebagai pisau bermata dua dalam trading, pasalnya trading dengan kondisi ini tidaklah gampang-gampang susah. Apabila profit, trader layak berpesta pora menikmati keuntungan. Sebaliknya, apabila loss trader bisa menangis darah.

      Bahkan tak sedikit trader senior yang menyarankan untuk menghindari trading ketika volatilitas tinggi, sebab resikonya sangatlah besar. Meski demikian, bukan berarti selamanya Anda harus menghindari pasar ketika volatilitas tinggi. Jika tahu triknya, trading ketika volatilitas tinggi tidaklah semenakutkan itu.

      Apa Itu Volatilitas dalam Trading Forex?

      Bagaimana caranya trading apabila Anda belum mengenal dengan baik apa yang dimaksud dengan volatilitas itu sendiri. Volatilitas adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan besarnya jarak antara naik dan turunnya harga saham ataupun valas. Volatilitas tinggi maka harga gerakannya cepat dan ank, lalu turunnya juga cepat. Sehingga menciptakan selisih cukup besar dari harga tinggi maupun rendah dalam satuan waktu.

      Untuk trading forex, ada dua jenis volatilitas yang harus dicermati oleh trader, yakni historis dan juga sisipan. Volatilitas historis adalah price action normal dalam satu periode trading, bisa bulanan atau tahunan. Sedangkan volatilitas yang hanya sisipan merupakan situasi tidak normal pada price action untuk masa mendatang.

      Bagi trader forex, volatilitas adalah indikator informasi yang berperang penting dalam penentuan putusan pembukaan dan penutupan posisi mata uang. Ada beberapa indikator mata uang yang bisa digunakan sebagai indikator penilaian dalam hal ini, diantaranya adalah bollinger bands, comodity channel index, dan average true range.

      Masing-masing indikator keuangan ini telah terintegrasi dalam platform yang populer. Ada satu indeks tambahan yang cukup penting, yakni RVI atau Indeks Volatilitas Relatif. Masing-masing indikator keuangan mencerminkan perubahan volatilitas harga sehingga dimanfaatkan dalam trading.

      Cara Aman Trading Forex Ketika Volatilitas Tinggi

      Banyak trader profesional yang menyarankan trader menghindari trading apabila volatilitas tinggi. Sebab resikonya lebih besar dibanding trading dengan keadaan pasar seperti biasanya. Namun, bukan berarti selamanya trader harus menghindari pasar dengan volatilitas tinggi. Berikut, ada 5 tips trading ketika volatilitas tinggi.

      Pada dasarnya, trading ketika volatilitas tinggi berfokus pada pengendalian resiko. Ketika Anda mahir dan menguasai metode ini dengan baik, volatilitas bukan lagi hal yang menyeramkan, malah menjadi kesempatan bagi trader memetik profit besar.

      - Perluas Target

      Satu hal yang paling logis untuk dilakukan apabila pasar mulai mengindikasikan kegelisahan adalah memperluas target take profit atau stop loss. Ada tiga perilaku yang ditunjukkan oleh price action apabila terjadi peningkatan pada volatilitas, yakni:

      1. Pasar dalam keadaan volatilitas tinggi akan menjalankan ratusan pip ke dalam satu arah, tanpa melihat ke belakang lagi.
      2. Ada kemungkinan ratusan pip yang bergerak dalam price action yang choppy, sehingga tercipta pembalikan harga di setiap leg-nya.
      3. Ada pula kemungkinan harga bergerak naik atau turun dengan sangat cepat dalam kurun waktu tertentu.

      Cara paling aman untuk trading ketika volatilitas tinggi di setiap jenis pasar adalah dengan menaikkan atau memperlebar target stop loss atau take profit, sehingga posisi Anda tetap aman. Selain itu, dengan memperluas area take profit atau stop loss, dapat menghindarkan Anda dari dampak negatif perubahan harga yang sangat cepat, serta meminimalisir loss ketika menaikkan potensi profit.

      - Perluas Target, Kecilkan Loss

      Cukup target take profit atau stop loss yang diperlebar, Anda harus mengecilkan loss. Terkadang, ketika volatilitas tinggi dan price action choppy, Anda memang perlu menggunakan stop loss kecil untuk target take profit yag besar.

      Sebab teknik semacam ini memberikan efek atau hasil terbaik ketika diaplikasikan dalam pasar dengan volatilitas yang terbatas dalam range tertentu. Memang terkesan berbahaya, namun, teknik ini ampuh dalam mengantisipasi adanya resiko breakout.

      Misalkan saja, setelah event pengumuman kebijakan The Fed, pada Maret 2016 lalu, pasangan mata uang EUR/USD bergerak naik turun sekitar 400-500 pip dan terjadi dalam beberapa sesi, dengan batas bawah di kisaran 1.0500 dan batas atasnya sekitar 1.1050.

      Pada akhirnya, pasangan mata uang EUR/USD berhasil menembus level puncak dan harga melonjak ke 1.1450. Bayangkan saja, apabila Anda menempatkan order sell dengan target stop loss sebesar 100,200 atau 300 pip di atas level top, maka Anda akan menerima kerugian besar ketika terjadi breakout.

      - Jangan Naikkan Levelrage

      Dalam trading forex, levelrage sangat berguna bagi trader yang ingin mencetak profit besar namun memiliki modal yang terbatas. Jangan salah, levelrage bisa menjadi senjata makan tuan apabila tidak digunakan dengan benar.

      Apabila Anda sedang memperluas target stop loss sebab trading ketika pasar dalam kondisi volatilitas tinggi, Anda harus menurunkan levelrage. Untuk menjaga akun tetap aman, akun Anda harus memiliki rasio marging yang sebanding dengan situasi trading dalam pasar dengan volatilitas normal.

      Beberapa waktu lalu, pada saat pasar saham China tumbang, pergerakan beberapa pasangan mata uang forex berhasil mencapai angka 600 pip hanya dalam beberapa jam saja. Katakanlah Anda bisa memutuskan enter long ke pair USD/JPY setelah terjadi penurunan 200 pip pertama.

      Kemudian Anda bisa membuka posisi buy dengan target 300 pip untuk take profit dan juga stop loss. Namun, tiba-tiba saja pasangan mata uang USD/JPY bergerak turun 400 pip. Apabila Anda menggunakan levelrage hanya 3%, untuk stop loss 30 pip, maka Anda hanya kehilangan 30% dari saldo akun dalam sekali trading.

      Jika levelrage diperkecil, bukankah kerugian yang didapat semakin kecil? Misalkan saja levelrage Anda turunkan dari 1:10 ke 1:2, apabila pair bergerak turun maka Anda hanya akan kehilangan 2% saja.

      Perlu Anda ketahui, melakukan perubahan levelrage dalam trading forex tidaklah semudah yang dibayangkan, sebab tak semua broker bisa mengabulkan keinginan Anda dengan cuma-cuma. Sekalipun dikabulkan, biasnya prosesnya cukup lama.

      Oleh sebab itu, alangkah baiknya apabila Anda membuka akun lain dengan levelrage yang kecil, sehingga bisa digunakan khusus untuk trading apabila pasar dalam keadaan volatilitas yang meningkat. Atau Anda bisa memilih broker dengan sistem levelrage floating, misalkan FXTM, hal ini bisa menjadi solusi paling mudah.

      - Diversifikasi Portofolio Trading

      Untuk trading jangka panjang, cara paling aman adalah dengan melakukan diversifikasi protoflio trading Anda. Umumnya, institusi besar selalu mendiversifikasikan portofolio mereka dengan sejumlah instrumen pasar yang berbeda.

      Mengapa? Sebab diversifikasi ini memang memerlukan kerja keras ekstra apabila volatilitas sedang tinggi. Disisi lain, cara ini bisa sangat menguntungkan apabila harga sedang choppy dalam pasar forex dengan volatilitas yang tinggi.

      Dalam keadaan volatilitas normal, Anda belum bisa yakin 100% akan hasil yang didapat dari trading, apalagi pada saat ketidakpastian ini meningkat bersama volatilitas yang tinggi. Maka dari itu, seperti kata Warren Buffet, jangan letakkan semua telur ke dalam satu keranjang, sebarkan dalam beberapa keranjang lebih baik.

      Maknanya, apa? Artinya, Anda harus menyebarkan dana yang akan di tradingkan ke dalam beberapa pasangan mata uang dan arah yang berbeda, sehingga resiko yang mungkin terjadi bisa dibatasi.

      - Jangan Ragu

      Jangan sepelekan hal ini, sekali Anda ragu, maka lebih baik Anda mundur. Jangan memutuskan membuka posisi apapun dalam keadaan ragu-ragu apabila pasar dengan volatilitas tinggi. Lebih baik Anda mencermati kemana harga bergerak sampai ada kesempatan untuk Anda membuka posisi. Jangan khawatir, sebab kesempatan akan selalu ada, jadi, jangan serakah dan mengambil keputusan tanpa pemikiran yang matang.
      [ATTACH=CONFIG]337479[/ATTACH]
      Pada dasarnya, Anda tidak bisa mengambil setiap pip yang diciptakan dari pasar yang bergerak naik turun, maka dari itu, Anda tak perlu selalu aktif di pasar. seorang trader senior Buge Satrio berpesan, tujuan dari trading adalah mencetak profit. Maka tak ada salahnya apabila bersabar dan menunggu sampai tercipta kesempatan yang bagus.
      Volatilitas tinggi ini akan terjadi ketika ada fundamental yang buat pergerakan bergerak lebih cepat dan jarak antara selisih buy sell melebar.setiap broker ada mengalami hal semacam ini di market malahan ada market yang eror ketika kita entry posisi saat pergerakan mengalami volatilitas tinggi,pasti adakan trader yang alami.hehee namun yang harus di waspadai pemakaian lot dan pemasangan stop loss karena market bergerak cepat.

      Comment

      Advanced mode
      • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
      • #4 Collapse

        volatilitas tinggi, artinya market bergerak aktif, tentunya pada arah yang jelas tidak banyak whipsaw dan spike, jadi trader bisa ikuti tren dengan menghasilkan profit, kalau arahnya tidak jelas, malah mungkin trader bisa kejebak loss nantinya
        Place your siggy here

        Comment

        Advanced mode

        Online

        Working...
        X