Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Pentingnya Marger dan Akuisisi Pada Dunia Trading
    Click image for larger version

Name:	5ee8bab95b76d1592310457.jpeg
Views:	1
Size:	94.5 KB
ID:	13017619
    Dalam dunia trading, ada dua istilah yang cukup penting, yakni marger dan akuisisi. Kedua istilah ini umumnya disebut dengan M&A. Sitilah ini dipakai untuk mendefinisikan tentang konsolidasi suatu perusahaan atau aset lain yang sudah dicatat dalam transaksi keuangan, termasuk di dalamnya adamerger, akuisisi, penawaran tender, konsolidasi, jual beli aset dan beberapa akuisisi manajemen.

    Umumnya, istilah M&A ini merujuk pada pekerjaan di institusi keuangan. Secara luas, istilah ini merujuk pada proses penggabungan antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Dalam prakteknya, ada perusahaan yang membeli perusahaan lain secara langsung. Perusahaan yang telah diakuisisi, tidak diperkenankan mengubah nama atau struktur hukumnya, hanya saja mereka telah menjadi milik perusahaan induk.

    Sedangkan marger adalah istilah yang dipakai untuk menyatakan penggabungan dari dua perusahaan dengan membentuk badan hukum baru di bawah naungan satu nama perusahaan saja. Kesepakatan dari marger dan akuisisi ini menghasilkan keuntungan cukup besar, terutama bagi industri investasi perbankan. Namun, tak semua kesepakatan merger dan akuisisi berakhir final.

    Sesaat setelah dua perusahan menyatakan diri untuk bergabung, beberapa diantaranya mengalami kemajuan dan perkembangan yang pesat. Sedangkan sebagian lain mengalami kegagalan secara spektakuler.

    Istilah merger dan akuisisi ini umumnya digunakan secara bergantian, sekalipun dalam prakteknya masing-masing memiliki arti yang berbeda. Pada saat perusahaan membeli atau mengambil alih perusahaan lain dan menetapkan dirinya sebagai pemilik baru, maka hal ini dikatakan sebagai akuisisi.

    Jika dilihat dari kacamata hukum, perusahaan target menjadi tak ada lagi. Perusahaan yang membeli tadi akan mengabsospsi bisnis dan saham dari perusahaan pembeli akan terus diperdagangkan. Sedangkan saham dari perusahaan target tidak lagi diperdagangkan.

    Bagaimana dengan merger? Sebaliknya, merger adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan dua perusahaan dengan skala yang kurang lebih sama dan memutuskan untuk bergabung menjadi satu. Tindakan ini biasa dikenal dengan istilah merger of equals.

    Saham dari kedua perusahaan yang memutuskan untuk bergabung tadi akan diserahkan, lalu dikeluarkan saham dari perusahaan baru sebagai gantinya. Sebagai contoh, antara Daimler-Benz dan Chrysler tidak ada lagi ketika keduanya memutuskan untuk bergabung menjadi perusahaan baru.

    Kesepakatan pembelian juga dikatakan sebagai merger apabila kedua CEO dari masing-masing perusahaan setuju untuk bergabung demi mencapai kepentingan bersama yang lebih besar demi perusahaan masing-masing.

    Dalam M&A ini, dikenal pula istilah transaksi tidak bersahabat atau hostile takeover, yakni keadaan dimana perusahaan target tak mau dbeli, namun selalu dianggap sebagai akuisisi. Kesepakatan yang seperti ini bisa dikatakan sebagai marger atau akuisisi dan ditentukan berdasarkan jenis transaksinya.

    Apakah akuisisinya bersahabat atau tidak serta bagaimana hal ini diumumkan. Dengan kata lain, perbedaan diantara keduanya ada pada bagaimana kesepakatan ini dikomunikasikan kepada jajaran dewan direksi, karyawan serta pemegang saham di perusahaan target.

    Macam-Macam Merger dan Akuisisi

    Merger dan akuisisi ini bisa diklasifikasikan menjadi beberapa jenis. Berikut diantaranya:

    1. Merger

    Dalam merger, kedua dewan direkasi antar perusahaan akan menyetujui kebijakan penggabungan perusahaan dan akan meminta persetujuan kepada para pemegang saham. Setelah merger dijalankan, maka perusahaan yang sudah menjalankan akusisi tidak menjadi bagian dari perusahaan yang mengakusisi.

    2. Akuisisi

    Dalam praktek akuisis yang sederhana, perusahaan yang mengakuisisi haruslah mendapatkan saham mayoritas dari perusahaan yang diakusisi tadi, tanpa harus merubah nama serta struktur hukumnya. Bahkan sering kali simbol dari saham yang ada masih dipertahankan pasca akuisisi.

    3. Konsolidasi

    Ada lagi yang dinamakan dengan konsolidasi, yakni penciptaan perusahaan baru dengan cara menggabungkan bisnis inti serta meninggalkan struktur dari perusahaan yang lama. Untuk melakukan konsolidasi, pemegang saham dari kedua perusahaan harus menyetujui dan menyatakan perjanjian setelahnya, dan menerima saham ekuitas dari perusahaan baru.

    4. Penawaran Tender

    Beda lagi konsepnya dengan penawaran tender. Penawaran tender merupakan suatu perusahaan yang memberikan penawaran agar bisa membeli saham dari perusahaan lainnya yang ada, dengan harga beda dari harga pasaran.

    Perusahaan yang hendak mengakuisisi, harus mengkonumikasikan penawaran secara langsung kepada para pemegang saham dari perusahaan target, dengan melewati manajemen dan juga dewan direksi.

    Contoh kasus, pada tahun 2008 lalu, Johnson & Johnson telah membuat penawaran tender untuk mengakuisisi Omrix Biopharm Pharmaceuticals senilai $438 juta. Perusahaan yang mengakuisisi ini akan terus ada, terlebih ketika ada pemegang saham tertentu yang memiliki perbedaan pendapat, sehingga sebagian besar penawaran tender berujung dengan merger.

    5. Akuisisi Aset

    Dalam prakteknya, perusahaan yang melakukan akuisisi aset akan mendapatkan aset dari perusahaan lain secara langsung. Mau tak mau, perusahaan yang diakuisisi harus menyerahkan aset mereka dan mendapatkan persetujuan dari pemegang saham. Umumnya, akuisisi aset ini terjadi di masa-masa kebangkrutan, dimana terjadi proses tawar menawar berbagai aset perusahaan yang pailit.

    6. Akuisisi Manajemen

    Tak hanya aset perusahaan yang bisa diakuisisi, manajemen juga bisa diakuisisi oleh perusahaan lain. dalam prakteknya. Akuisisi ini dikenal sebagai management-led-buyout (MBO). Yakni kondisi dimana eksekutif perusahaan membeli saham pengendali dari perusahaan lain lalu menjadikannya sebagai saham pribadi.

    Umumnya, mantan eksekutif ini akan bermitra dengan pemodal atau mantan pejabat di perusahaan untuk membantu mendanai atau memberikan modal dari transaksi yang dilakukannya. Umumnya, transaksi sejenis ini dibiayai secara tidak proporsional dengan hutang, dan mayoritas dari pemegang saham harus setuju.

    7. Struktur Merger

    Merger bisa disusun melalui banyak cara, didasarkan pada hubungan yang terjalin antara dua perusahaan yang terikat dalam kesepakatan.

    Merger horizontal yakni dua perusahaan yang di merger dan berada dalam persaingan secara langsung dan berbagi lini produk bahkan pasar yang sama.

    Merger vertical yakni dua pelanggan dan perusahaan atau pemasok dan perusahaan. Misalkan pemasok cone yang bergabung dengan perusahaan ice cream.

    Merger kongenerik yakni dua bisnis yang melayani basis konsumen yang sama, namun caranya berbeda, contoh sederhananya adalah pabrik TV dengan perusahaan kabel.

    Merger penggaperluasan-pasar: kondisi terjadi apabila ada dua perusahaan yang menjual produk serupa pada pasar yang berbeda.

    Merger ekstensi-produk: kondisi ini dikatakan sebagai merger-ekstensi-produk apabila ada dua perusahaan yang menjajakan produk berbeda namun terikat di pasar yang serupa.

    Konglomerasi yakni dua perusahaan yang memiliki area bisnis yang serupa.

    Selain itu, merger dapat pula dibedakan berdasarkan dua metode pembiayaan, dimana masing-masing memiliki konsekuensi tersendiri bagi investor. Ada merger pembelian dan juga merger konsolidasi.

    Merger pembelian adalah jenis yang terjadi apabila ada satu perusahaan melakukan pembelian pada perusahaan lain. transaksi dilakukan dengan uang tunai, dapat pula melalui penerbitan beberapa bentuk instrumen hutang.

    Penjualan ini akan dikenakan pajak. Menariknya, perusahaan yang mengakuisisi yang akan mendapatkan keuntungan dari pajak tadi. Aset yang diakuisisi bisa dikatakan sebagai harga pembelian aktual, perbedaan antara nilai buku dan harga pembelian aset bisa terdepresiasi di setiap tahunnya, biaya ini di kurangi dengan total biaya pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan yang mengakuisisi tadi.

    Merger konsolidasi; yang terakhir ada merger konsolidasi. Merger ini akan menciptakan sebuah perusahaan baru, kedua perusahaan yang dibeli dan digabungkan akan berada dibawah entitas baru.

    8. Pertimbangan Khusus

    Perusahaan bisa melakukan pembelian pada perusahaan lain dengan pembayaran berupa uang tunai, saham, asumsi hutang bahkan kombinasi diantaranya. Dalam praktek yang lebih kecil, suatu hal yang umum apabila suatu perusahaan bisa mendapatkan total aset yang dimiliki oleh perusahaan lain.

    Misalkan, perusahaan X melakukan pembelian atas semua aset dari perusahaan Y dengan pembayaran uang tunai, maka perusahaan Y hanya akan mendapatkan uang tunai. Dengan kata lain, perusahaan Y hanya menjadi shell company hingga akhirnya melikuidasi atau merangsek pada bidang usaha lain.

    Ada pula kesepakatan akuisisi lain yang dikenal sebagai reverse merger, yang memungkinkan bagi perusahaan swasta berubah menjadi perusahaan publik hanya dalam waktu yang singkat. Reserve merger ini terjadi ketika ada perusahaan swasta dengan prospek besar dan menginginkan pembiayaan untuk membeli sell company yang terdaftar pada bursa, tanpa adanya operasi bisnis yang sah dan asetnya terbatas.

    Perusahaan swasta ini membalikkan merger menjadi perusahaan publik, hingga akhirnya bersama-sama menjadikan perusahaan publik yang baru dengan saham yang bisa di perdagangkan.

    9. Persoalan Penilaian

    Perusahaan yang terlibat kesepakatan M&A akan melakukan penilaian pada target dengan cara yang berbeda. Penjual akan menghargai perusahaan dengan harga setinggi mungkin, sedangkan pembeli berusaha membeli perusahaan lain dengan harga serendah mungkin.

    Untungnya, perusahaan bisa dinilai secara obyektif dengan mempelajari perusahaan yang sejenis dalam suatu industri, dengan mengandalkan metrik berikut:

    Rasio Komparatif; yakni dasar untuk penawaran yang dilakukan oleh perusahaan yang mengakuisisi.

    Price-Earnings Ratio (P/E Ratio); rasio ini digunakan perusahaan yang melakukan akusisi untuk menciptakan penawaran dengan kelipatan dari pendapatan perusahaan target. Memeriksa P/E dari semua saham dalam kelompok industri yang serupa bisa memberikan panduan tentang berapa P/E target yang seharusnya.

    Enterprise-Value-to-Sales-Ratio (EV/Sales); rasio ini digunakan perusahaan yang mengakuisisi untuk membuat penawaran adalah kelipatan dari pendapatan.

    10. Biaya Penggantian

    Ada beberapa kasus dimana akuisisi didasarkan pada biaya penggantian perusahaan target. Sederhananya, anggap saja nilai dari perusahaan hanyalah jumlah dari keseluruhan peralatan dan biaya-biaya stafnya. Perusahaan yang mengakuisisi bisa memerintahkan perusahaan target untuk menjual aset pada harga tersebut, sehingga tercipta pesaing dengan biaya yang sama.

    11. Discount Cash Flow (DCF)
    Click image for larger version

Name:	merger-ahead-small-620x350.jpg
Views:	1
Size:	45.5 KB
ID:	13017620
    DCF adalah alat penilaian utama dalam M&A. DCF dikatakan juga sebagai arus kas yang telah didiskontokan untuk menentukan nilai perusahaan pada saat ini, disesuaikan dengan estimasi arus kas di masa depan.

    Dengan memahami konsep M&A ini, diharapkan trader mampu mengambil langkah bijak dan menerapkan ke dalam sistem trading untuk mendapat keuntungan yang menakjubkan.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    kalau akusisi diambil semua perusahaannya oleh perusahaan lain, alias dibeli, tapi kalau masih ada kepemilikan sebagian, maka itu adalah akusisi
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X