Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Pakailah Strategi Cost Averaging, Banyak Sekali Manfaatnya
    Click image for larger version

Name:	office-pen-calculator-computation-163032.jpeg
Views:	1
Size:	26.3 KB
ID:	13017606
    Strategi dalam trading forex sebenarnya sangat banyak sekali. Sebagian besar trader, terlebih pemula patut mencoba strategi trading forex yang paling mudah ini. Namanya adalah strategi dollar cost acerage.

    Strateginya yang mudah dipahami oleh banyak trader meski masih pemula ini akan memberikan banyak sekali manfaat tak terduga. Buat Anda yang ingin kenalan lebih jauh dengan strategi trading forex yang satu ini, kami akan memaparkannya lebih jelas seputar kelebihan dan kekurangan lainnya.

    Pengertian Dollar Cost Averaging

    Salah satu strategi yang paling mudah dipahami dan sangat familiar di kalangan segala trader baik pemula maupun profesional adalah Dollar Cost Averaging atau disingkat DCA. Strategi ini memiliki peran dimana trader melakukan investasi secara rutin dengan jumlah aset tertentu dan dalam jumlah yang sama pula.

    Meskipun strategi yang satu ini tergolong sangat sederhana, tidak menutup kemungkinan jika penggunaan sebenarnya ada tujuan tersendiri. Apalagi kalau bukan untuk mengurangi volatilitas pada saat trader melakukan transaksi pembelian secara keseluruhan. Kita akan menggunakan dollar cost averaging secara naluri Anda membeli aset berdasarkan waktu.

    Karena pembeliannya berdasarkan waktu, maka hal ini tidak terkait urutan harga. Model dollar cost averaging biasanya digunakan oleh mereka-mereka yang tidak memiliki banyak waktu dalam hal pemantauan. Sehingga cukup sekali saja memantau dan melakukan tabungan secara rutin.

    Bagaimana Cara Menerapkan Dollar Cost Averaging?

    Dollar cost averaging cukup mudah untuk diterapkan. Hanya saja untuk menerapkannya kita juga tidak bisa sembarangan. Ada cara khusus yang harus diperhatikan. Salah satu tips dan triknya hanyalah dengan membagi jumlah uang Anda untuk membeli aset namun di waktu tertentu saja.

    Karena dilakukan secara rutin, maka Anda bebas bisa melakukannya kapan pun juga. Misalkan akan membelinya pada tanggal sekian di setiap bulannya. Selain itu, perlu Anda ketahui bahwa penggunaan dana yang satu ini sebenarnya sangat cocok sebagai dana pensiun. Kenapa? Karena sibuknya Anda yang tidak ada waktu untuk mengontrol sehingga DCA sangat direkomendasikan.

    Penggunaan DCA hanya mengharuskan Anda untuk membeli aset secara rutin. Untuk lebih jelasnya, kami akan memaparkan salah satu ilustrasi. Misalkan Anda memiliki dana sebesar 2.000.000. Kebanyakan orang pastinya akan menyimpan uang ini sebagai bentuk tabungan dan harganya akan tetap segitu saja.

    Namun, lain cerita jika Anda menginvestasikan sebagian kecil dari uang yang Anda miliki. Bukan jumlahnya yang tetap seperti uang tabungan kala disimpan dalam jangka waktu beberapa bulan, melainkan Anda akan mendapatkan jumlah yang berkaki lipat dari sebagian uang yang diinvestasikan.

    Akan ada return yang lebih tinggi saat Anda menginvestasikan sebagian kecil uang pada aset likuid yang bersifat fluktuasi. Dalam hal ini nantinya Anda akan mendapatkan jumlah unit yang lebih sedikit, namun dengan catatan bahwa asetnya mengalami peningkatan di bulan berikutnya.

    Akan tetapi beda lagi jika harga aset sedang mengalami penurunan. Nantinya Anda akan mendapatkan lebih banyak unit. Melakukan investasi secara rutin ternyata membuat Anda mengalami kemudahan dalam jangka waktu yang panjang. Salah satu manfaat yang bisa Anda dapatkan adalah buah dari kesabaran Investasi yang rutin.

    Investasi secara rutin dalam waktu terus menerus, misalnya dalam satu tahun saja sudah jelas akan membuat Anda mendapat kemurahan dalam harga aset yang Anda miliki. Sudah jelas sekali hal ini tidak akan berpengaruh pada harga pasar serta harga yang lebih tinggi pada akhir periode aset.

    Perbedaan Dollar Cost Averaging dan Trading Forex

    Berbicara mengenai trading forex yang di dalamnya ada dollar cost averaging, ternyata keduanya memiliki perbedaan yang cukup kentara. Anda harus pahami hal ini dan kenali beberapa perbedaan yang menonjol di dalamnya. Kita semua tahu bahwa dollar cost averaging merupakan salah satu investasi jangka panjang.

    Lebih tepatnya untuk dana pensiun. Namun, berbeda lagi dengan trading forex yang lebih condong kepada tujuan jangka pendek. Untuk trading forex sendiri biasanya kita memanfaatkan selisih dari harga beli yang telah dilakukan. Selain itu tidak perlu untuk masa atau jangka waktu yang panjang.

    Perbedaan yang sangat jelas pada dollar cost averaging biasanya untuk mengambil keuntungan meski sudah dalam waktu yang lama, maka fluktuasi harga naik akan semakin kuat. Hal seperti ini akan melindungi seorang investor dari sejumlah kerugian dalam jangka waktu yang panjang.

    Tidak heran jika dollar cost averaging merupakan bagian yang paling disukai daripada trading forex. Perlu Anda ketahui pula, apabila terjadi beberapa kemungkinan seperti halnya indeks perekonomian bisa jadi lebih tinggi dari biasanya. Hal ini tidak halnya dengan obligasi yang justru akan mengalami penurunan harga.

    Pengguna Dollar Cost Averaging yang Sukses

    Tidak dapat dipungkiri memang benar adanya nanya dollar cost averaging memang mudah digunakan karena kesederhanaannya. Dari pemula yang baru belajar menggunakan strategi ini hingga profesional ternyata sudah ada beberapa list orang sukses. Di antara daftar orang sukses berikut kami tunjukan untuk memotivasi Anda dalam berinvestasi.

    1. Warren Buffet

    Seperti yang telah kita ketahui, bahwa setiap investor pasti memiliki gaya investasi yang berbeda-beda. Demikian halnya dengan warren buffet. Ia juga memiliki ciri khas tersendiri dalam gaya berinvestasi. Salah satunya adalah kepercayaan melakukan investasi sepanjang waktu.

    Ada banyak perbedaan pendapat, memang. Hal ini layaknya yang dipaparkan oleh beda-beda orang pula. Jika warren buffet, apabila menurutnya waktu terbaik menyimpan saham adalah sepanjang waktu alias tidak terikat kapan waktu berhentinya. Bisa dikatakan sepanjang waktunya bertujuan untuk investasi jangka panjang.

    Dalam hal ini Anda perlu ketahui bahwa ternyata Warren Buffet memiliki bidikan khusus dalam sejumlah saham yang tersedia di dalamnya. Kemudian ia menggunakan fundamental sebagai bahan koleksian tanpa memperhatikan apakah harganya sedang dalam keadaan naik maupun turun.

    Dalam sejumlah pengalamannya yang segudang, ia tercatat berhasil mengumpulkan saham hingga 32 tahun di Coca Cola, kemudian 27 tahun di American Express dan selama 15 tahun di Procter And Gambler (PnG). Kita semua tahu bahwa hal yang seperti ini tidak akan berkembang dalam waktu yang sebentar, melainkan harus ada waktunya.

    2. Boris Schlossberg

    Investor yang satu ini berbeda prinsip dengan Warren Buffet. Jika warren beranggapan waktu sahamnya sepanjang masa, lain halnya dengan Boris yang menganggap bahwa saham berdasarkan pergerakan naik natural pasar. Hal ini menganut hukum bilangan besar yang ada di dalam dollar cost averaging.

    Tentang hukum bilangan besar ini perlu Anda ketahui, satu keyakinan yang mendominasi adalah bahwa harga akan menyesuaikan ekspetasi. Maksudnya adalah harga yang timbul ini akan sesuai dengan ekspetasi. Asalkan kita memang memiliki sample yang cukup. Dengan begitu maka hasilnya pun akan sesuai.

    Apakah Menggunakan Dollar Cost Averaging itu Harus?
    Click image for larger version

Name:	sub_manajemen_risiko.jpg
Views:	1
Size:	51.3 KB
ID:	13017607
    Mungkin Anda akan bertanya-tanya mengenai strategi investasi yang begitu mudah ini. Saat kita berperan sebagai pemula, apakah harus menggunakannya? Jawabannya bisa saja ya. Kenapa? Karena saat kita masih pemula sering kali perlu belajar ilmu yang paling sederhana dulu. Baru jika sudah ada peningkatan pindah ke yang lebih pro.

    Seperti halnya investasi dalam metode DCA yang memiliki banyak sekali keunggulan di samping kerugian. Uniknya, jika Anda sebagai seorang pemula maka tentu saja akan merasa mudah melakukannya. Karena sederhana, sehingga Anda tidak perlu melakukan analisis dan tinggal menentukan aset saja.

    Akan tetapi ada pula sisi buruknya. Seperti halnya penggunaan dana yang konsisten ternyata tidak cocok bagi karyawan atau para pekerja yang penghasilannya tidak menentu. Karena dengan demikian biasanya tidak berjalan lancar kegiatan investasi kita.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    kalo jaman dulu mungkin masih masuk akal, kalo jaman sekarang di mana orang2 cenderung beli saham meskipun udah mahal, maka mungkin teknik ini cuman bisa dilakukan kalo market lagi resesi, kalo ngak ada resesi mungkin tidak ada peluang semacam itu

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X