Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Memahami Indikator Forex Leading dan Lagging
    Click image for larger version

Name:	download_(1).png
Views:	1
Size:	207.6 KB
ID:	13017598
    Sebagai salah satu instrumen dari bagian untuk analisa teknikal, indikator trading memiliki sifat leading atau lagging. Maka, apa saja contohnya indikator leading dan lagging itu? Tahukah Anda cara memanfaatkan indikator yang memiliki sifat leading atau lagging? Jika Iya, Anda pasti paling tidak sudah memahami bagaimana dua sifat dasar yang dijalankan dari indikator ini.

    Secara umum, indikator leading dan lagging dapat ditemukan di setiap indikator. Keduanya memiliki fungsi untuk memberikan informasi tenang keadaan pasar kepada trader. Tetapi, secara spesifik, apakah yang membuat keduanya berbeda, simaklah terus ulasan berikut ini.

    Indikator Leading

    "Lead" dalam bahasa Indonesia memiliki arti "memimpin"; dan juga dengan halnya pada indikator ini. Indikator leading ini ialah indikator yang akan condong untuk mengawali atau memimpin pergerakan harga, hingga pada penerapannya sangat mengharapkan agar bisa membimbing trader sebelum mengambil keputusan.

    Kelebihan indikator leading yaitu adalah bisa mengkonfirmasi pergerakan harga hanya dari 1 candle saja, hingga bisa menolong secara maksimal dalam pengambilan keputusan entry dengan cepat. Tetapi sesuai dengan faktanya, trading memanfaatkan indikator leading ini akan nampak seperti risky but tricky.

    Memanga apabila indikator leading memberikan sinyal entry yang jauh lebih cepat, akan tetapi juga mempunyai sinyal yang bisa dilihat di false signal. Dalam keadaan seperti ini, keterampilan dan jam terbang masing-masing trader akan menjadi salah satu kunci yang sangat penting untuk bisa membatasi kesalahan sinyal. Selain itu, berbagai tips untuk mengurangi false signal juga dapat dijadikan referensi tambahan.

    Jika diaplikasikan dalam chart, indikator-indikator dengan sifat leading ini biasanya termasuk pada golongan oscillator, yaitu jenis indikator teknikal yang dapat memperlihatkan keadaan overbought dan oversold. Jika Anda ingin trading dengan menggunakan sinyal dari indikator leading, maka ada beberapa pilihan oscillator berikut ini dapat Anda gunakan dalam chart:

    - Stochastic

    Stochastic diciptakan oleh George C. Lane, pertama kalinya di akhir tahun 1950-an. Sebagai indikator oscillator yang sangat bermanfaat untuk mengukur momentum, stochastic akan memperlihatkan saat-saat di mana pergerakan harga telah mencapai level overbought (jenuh beli) dan oversold (jenuh jual). Indikator ini telah diterapkan selama lebih dari 50 tahun, hingga akurasinya tak usah diragukan lagi.

    Stochastic tersusun dari dua garis, yaitu garis %D dan %K. Kedua garis ini sangat berfungsi untuk menjalankan identifikasi perilaku tren yang sedang terjadi, yang didasarkan pada kesenjangan atau selisih antara garis %D dan %K (Divergensi). Jika jarak antara garis %D dengan %K melebar, maka akan ada kecondongan tren akan sedang menguat. Sedangkan bila %D dan %K menyempit, maka tren condong melemah. Pelemahan tren ini dapat dijadikan sebagai titik awal pembalikan arah tren, atau yang disebut reversal.

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, indikator Stochastic, juga dimanfaatkan sebagai penunjuk keadaan overbought dan oversold. Overbought bisa saja terjadi jika garis-garis stochastic dapat menembus level 80, hingga entry yang bisa diperoleh adalah entry SELL. Sedangkan keadaan harga bisa dinyatakan sebagai oversold jika kedua garis stochastic ada di level 20 kebawah. Di keadaan seperti ini, Anda bisa memperoleh profit maksimal dengan menjalankan entry BUY.

    - Relative Strength Index (RSI)

    Relative Strength Index (RSI) diciptakan pada tahun 1978 oleh J. Welles Wilder melaui buku yang dikarangnya dan digunakan banyak trader sampai saat ini. Indikator RSI lalu dikenal sebagai sebuah indikator oscillator yang cukup populer dan dapat dianggap cukuplah handal. Indikator ini juga cukup banyak dipakai oleh hampir semua orang di berbagai jenis pasar, termasuk juga pasar forex.

    Indikator oscillator, RSI memiliki fungsi untuk menunjukan keadaan harga overbought dan oversold, sama seperti stochastic. Namun perbedaannya, indikator ini hanya terdiri atas satu garis RSI. Selain itu, tingkat level overbought dan oversold juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan trader yang sesuai. Bila stochastic pada umumnya memakai level 20-80, RSI dapat di-set dengan memanfaatkan level 30-70 atau 20-80.

    Dalam penerapan RSI, masuknya garis ke area oversold dapat memberikan tanda bahwa melemahnya kekuatan downtrend. Sementara jika garis RSI mencapai batas overbought, maka dapat menjadi sinyal kekuatan uptrend yang melemah.

    Bagaimana RSI bisa menunjukan entry posisi? Bila Anda mengharapkan entry posisi SELL, maka posisi garis indikator RSI haruslah berada di tingkat overbought dulu, lalu tunggu sampai garis itu turun lagi ke bawah tingkat overbought. Namun kebalikannya, jika akan entry posisi BUY, maka bisa dipastikan jika garis indikator RSI akan melalui level oversold terlebih dulu, kemudian tunggu hingga sampai garis naik lagi di atas area oversold.

    Indikator Lagging
    Click image for larger version

Name:	leading-indicator.png
Views:	1
Size:	8.4 KB
ID:	13017599
    Sangat berbeda dengan indikator leading, maka indikator lagging akan condong lebih lamban dalam menampakan sinyal entry, hingga trader bisa jadi kehilangan peluang untuk dapat menghasilan keuntungan yang maksimal. Indikator lagging biasanya akan cukup banyak terlihat di indikator pengukur arah tren, hingga indikator ini juga terkenal sebagai "Trend Following Indikator."

    Walaupun begitu, tidak berarti bila Anda tak dapat menggunakan indikator lagging ini. Pada umumnya, kenyatannya untuk indikator lagging memberikan banyak pertolongan kalangan trader saat kondisi harga mengalami trending. Dibilang sebagai indikator trend following, sehingga Anda akan dikabarkan momen yang tepat untuk dapat entry posisi ketika tren sedang menguat.

    Hal ini lalu akan menjadi fenomena baru, jika ternyata cukup banyak para trader menjadi trend follower. Bila Anda bisa mengendalikan emosi anda dengan baik, maka strategi trend following ini dapat menjanjikan profit yang maksimal dalam jangka panjang.

    Beberapa indikator lagging penunjuk arah tren ini akan dijelaskan , sebagai berikut ini:

    - Moving Average (MA)

    Moving average bisa disebut sebagai indikator yang cukup simple dan gampang dipakai digunakan, hingga tidak mengherankan bila indikator ini akan banyak digunakan oleh trader pemula. Di balik tampilannya yang terlihat sederhana itu, moving average ternyata mempunyai banyak informasi yang dapat diambil.

    Sebagai indikator penunjuk arah tren, MA bisa menunjukan keadaan uptrend maupun downtrend yang didasarkan pada posisi candle terhadap garis MA-nya. Bila candle terletak di atas garis MA, maka keadaan itu akan condong memberikan tanda uptrend. Begitu juga jika candle ada di bawah garis MA, maka bisa dikatakan jika downtrend sedang berlangsung.

    MA juga berfungsi sebagai hal untuk mendapatkan peluang buy-sell dari crossing antara dua garis MA. MA yang dimanfaatkan pun haruslah dengan periode yang juga berbeda, misalnya saja MA berperiode 5 (MA-5) dan MA berperiode 20 (MA-20).

    - Bollinger Bands (BB)

    Bollinger Bands (BB) pertama kali dikenalkan oleh John A. Bollinger pada tahun 1980. Indikator bollinger bands ini merupakan salah satu indikator yang sangat populer dipakai dalam trading, utamanya untuk dimanfaatkan ketika keadaan trending. Tren naik yang cukup kuat (uptrend) dapat dikatakan begitu jika harga telah mencapai upper band dan akan ditutup di luar pita bollinger. Kebalikannya, saat suatu tren bisa dibilang menurun (downtrend) jika harga mencapai lower band dan ditutup pula di luar pita bollinger.

    - Moving Average Convergence Divergence (MACD)

    MACD ini memang terkenal dan banyak sekali yang memakainya, terutama trader yang suka memantau pasar forex. Gerald Appeal di tahun 1979 memperkenalkan indikator teknikal ini dan dalam waktu yang cukup singkat memperoleh sambutan dari berbagai kalangan, sebab akan dinilai sederhana dan fleksibel.

    Dua garis EMA yang menyusunnya berperiode 12 dan 26 (selanjutnya disebut EMA-12 dan EMA-26), indikator MACD digunakan untuk mengkonfirmasi arah tren sekaligus sinyal entry. Tren arahnya dapat diketahui dari posisi bar MACD (OsMA), sedangkan sinyal entry bisa diambil dari crossing antara kedua garis EMA.

    Lebih Penting Indikator Leading Atau Lagging?

    Indikator ini harus diutamakan sebab memberikan informasi sejauh mana harga telah berjalan, berapa lama periode yang telah dilalui, serta tingkat level apa yang telah dicapai. Tetapi, pemanfaatan indikator leading juga dibutuhkan, supaya Anda mengerti titik entry yang tepat dengan peluang untuk memperoleh keuntungan profit sebesar besarnya. Maka sangat tepat jika penggunaan kedua indikator trading itu bisa seimbang dan juga disesuaikan dengan keadaan pasar.

    Disaat pasar sedang trending, maka indikator lagging akan lebih cocok Anda pakai. Hal ini cukup penting karena indikator lagging utamanya terdiri atas indikator penunjuk arah tren, seperti moving average, bollinger bands, atau MACD. Sedangkan indikator dengan sifat leading, sebaiknya dipakai bila harga pasar sedang sideways, sebab dapat mengindikasikan kondisi oversold atau overbought, seperti indikator RSI dan stochastic.

    Indikator leading dan lagging sebaiknya dalam penerapannya tidak berdiri sendiri. Yaitu maksudnya, Anda sebaiknya mengkombinasikan beberapa indikator yang telah diulas di atas. Hal ini sangat penting agar hasil analisa anda bisa terkonfirmasi secara akurat. Salah satu contoh indikator leading dan lagging yang bisa dikombinasikan adalah RSI dengan MACD. Adakah gabungan indikator lain serta apa saja indikasinya di dalam trading?
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    ya dicoba aja sih mana yang cocok,e ntar profit yang paling banyak kan yang bisa buktikan indikator itu bagus atau tidak, kalo gw mah banyakan pake yang tipe lagging, tapi mungkin kebetulan aja, secara gw ngak perhatikan soal itu dari awal trading forex

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X