Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Panduan Belajar Tentang Penggabungan Indikator-Indikator Trading Forex
    Click image for larger version

Name:	index.jpg
Views:	1
Size:	15.6 KB
ID:	13017271
    Bisnis trading forex bukan lagi menjadi hal yang asing diminati. Apalagi di era pandemi yang mengharuskan orang di rumah saja. Maka kebutuhan akan ekonomi tak dapat dihindarkan. Maka berbisnis forex adalah salah satunya.
    Mayoritas trader tidak menggunakan indikator satu saja. Sering kali untuk menghasilkan profit yang diinginkan, trader harus menggabungkan beberapa indikator. Meskipun beberapa orang hanya condong pada salah satu analisis saja, hal ini tidak berlaku bagi macam indikator yang bisa dipilih.

    Kombinasi Indikator Bollinger Bands dan Stochastic

    Apakah Anda ingin menggunakan indikator gabungan untuk mendapatkan profit yang besar? Maka pilihan bollinger dan stochastic ini akan menjadi opsi pertama. Kombinasi kedua indikator ini memiliki kemampuan untuk mengetahui kemana arah jalan trend. Meskipun sudah ditentukan ke mana arah pastinya, dengan menggunakan indikator ini Anda tetap harus belajar.

    Ketika indikator Bollinger dapat mengetahui ke mana arah trend melaju, dengan adanya indikator stochastic justru kekuatan sebuah trend akan terukur. Sebenarnya, bagi Anda yang menginginkan profit besarnya tercapai, tidak menjadi masalah apabila hanya menggunakan satu indikator saja.

    Namun, hal seperti ini sejatinya sangat tidak disarankan. Terlebih jika Anda memilih penggunaan indikator Bollinger, misalnya. Indikator ini dapat diakui mengetahui ke mana arah trend melaju. Namun, dengan menggunakan trend ini pula tanpa adanya gabungan dari trend lainnya yang ada malah perolehan sinyalnya lambat.

    Karena pergerakan sinyalnya yang lambat, maka pergerakan indikator yang satu ini perlu diwaspadai. Selain itu, perlu diketahui pula sangat penting menggunakan indikator gabungan sebagai pelengkap Indikator bollinger. Hal ini berguna untuk menambah kekuatan sekaligus mengontrol indikator bollinger bersama indikator pelengkapnya, stochastic.

    Perlu Anda ketahui, bahwa penggunaan indikator stochastic ternyata bersifat oscilator. Karena bersifat oscilator ini sehingga indikator stochastic seringkali menunjukan pergerakan harga di masa pencapaian oversold atau overbought. Bukan hanya itu saja, perlu Anda ketahui pula adanya penunjuk angka potongan baik dari presentase D atau presentase K.

    Sehingga dengan demikian, kami sangat menyarankan Anda untuk memilih penggunaan gabungan kedua indikator ini. Saat Anda menggunakan kombinasi Indikator yang satu ini, maka Anda akan menemukan beberapa entry yang bisa terjadi, khususnya pada indikator stochastic. Beberapa di antaranya adalah:

    - Adanya Pergerakan Candle Pada Upper Band Atau Low Band

    Perlu Anda ketahui bahwa di dalam kombinasi trading forex yang satu ini tidak serta merta melewati masa uptrend atau low trend. Hal yang perlu digaris bawahipada kombinasi ini adalah ketika Anda menjumpai adanya harga yang ditutup pada atas upper, maka disebut sebagai downtrend. Begitu pula sebaliknya yang kemudian disebut sebagai uptrend.

    - Adanya Crossing Pada %D dan %K di Indikator Stochastic

    Hal lainnya yang harus Anda perhatikan adalah presentase pada D atau pun K yang kemungkinan terjadi. Presentase ini menunjukan adanya crossing, dimana kemungkinan terjadinya adalah apabila adanya Ccossing dari arah bawah ke atas maka disebut sebagai Bullish reversal atau entry buy.

    Sementara apabila terdapatcrossing dari atas ke bawah maka disebut sebagai bearish reversal. Bearish reversal juga kerap kali disebut sebagai entry sell. Sehingga apabila Anda menggunakan indikator yang satu ini dan indikator bollinger, maka keseimbangan antara gabungan iya dan tidak akan berat sebelah.

    - Adanya Sinyal Terbaik

    Selain memastikan ketersediaan dua hak di atas dari gabungan dua indikator Anda juga akan mendapatkan sinyal terbaik. Kita sudah tahu jika penggunaan indikator bollinger sangat lemah dari segi sinyalnya. Hal seperti ini selain membuat Anda semakin lambat mencapai profit impian juga berujung kerugian.

    Sehingga dengan penggunaan indikator stochastic akan menjadi semakin lengkap. Terlebih indikator yang satu ini memungkinkan Anda melakukan crossing namun dengan syarat apabila sudah berada di atas level 80 untuk overbought dan di bawah level 29 untuk oversold. Apabila dalam indikator gabungan Anda sudah mencapai level 80, maka bisa melakukan sell.

    Kombinasi Indikator RSI dan MACD

    Strategi lain yang kami rekomendasikan untuk Anda adalah RSI dan MACD. Pernahkah Anda mendengar dua istilah ini? Pada gabungan indikator ini, baik RSI maupun MACD memiliki perbedaan yang sangat kontras, sama halnya bollinger dan stochastic. Namun, perbedaan yang sangat kontras itu justru memberikan perpaduan kelengkapan yang sempurna.

    Seperti halnya pada indikator RSI yang merupakan salah satu indikator dengan pola kerja menentukan berbagai macam entry sinyal dengan perantara overbought atau oversold, sedangkan indikator MACD lebih ke arah penentuan trendnya. Namun, penggunaan MACD tidak hanya untuk menentukan arah saja, melainkan juga sebagai momentum pasar.

    Perlu Anda ketahui, pada saat menggunakan indikator MACD, maka Anda akan menentukan apakah indikator berada pada lingkaran positif atau negatif berasal dari posisi barnya. Dengan melihat posisi bar, maka kita jadi akan lebih tahu terkait pergerakan baik menuju ke downtrend maupun uptrend.

    Dari sini yang perlu Anda ketahui adalah perihal pergerakannya. Misalnya, sedang berada di titik positif, maka sebagai seorang trader hendaknya kita tahu bahwa trading sedang berada di posisi uptrend. Begitu pula sebaliknya, jika tampilan indikator tampak di bawah titik negatif, sudah pasti market mengindikasikan downtrend.


    Perlu diketahui pula, dalam penggunaan sinyal ini Anda akan tahu bahwa dari indikator MACD nantinya akan ditampilkan perpotongan garis. Perpotongan garis biasanya dari EMA-12 hingga EMA-26. Dari garis tersebut dapat kita baca, bahwa apabila pergerakan crossing EMA 12 menuju EMA-26 dengan arah dari bawah ke atas maka artinya adalah buy.

    Sementara jika arahnya dari EMA-26 ke EMA-12 maka crossing level MACD memberikan makna sell. Dalam penggunaan indikator sinyal trading forex yang satu ini, sebenarnya tidak jadi masalah jika Anda langsung menentukan entry. Namun, mayoritas trader profesional lebih tertuju pada penggunaan sinyal dengan bantuan indikator lain supaya hasilnya lebih akurat.

    RSI adalah salah satu indikator pelengkap indikator MACD yang bisa Anda gunakan. Penggunaan indikator yang satu ini sebenarnya hampir serupa dengan indikator MACD, yakni memiliki kemampuan untuk overbought, oversold hingga menentukan entry trading forex. Perlu Anda ketahui, salah satu ciri khas dari RSI ini adalah kepemilikannya yang hanya ada 1 garis.

    Sekilas jika kita lihat antara RSK maupun indikator stochastic mungkin sama. Namun, jika Anda dapat menyaksikannya secara teliti, sejatinya kedua indikator ini tersedia banyak sekali perbedaan. Salah satunya sdalah tampilan garis RSI yang hanya satu sedangkan jika indikator stochastic lebih dari satu. Di bawah ini adalah entry posisi yang bisa Anda manfaatkan.

    - Adanya Crossing EMA-12 dengan EMA-26

    Seperti yang sudah kami sebutkan di atas, kenapa dengan penggunaan entry yang satu ini harus ada EMA-12 dan EMA-26? Benar, tidak heran jika ada pilihan seperti ini. Karena pada dasarnya sebagai seorang trader forex kita ingin meraih profit yang besar. Untuk memiliki profit besar, kita harus melakukan buy dan pada tahap inilah stochastic berperan penting.


    - Memastikan Garis RSI Menyentuh Oversold Atau Overbought

    Hal lain yang harus Anda perhatikan adalah memastikan bahwa garis RSI telah menyentuh level. Dalam penggunaan garis RSI ini, kita akan menjadi tahu bahwa level sedang berada di posisi oversold atau overbought. Kemudian biasanya untuk menggunakan level seperti ini tersedia angka-sngka tertentu yang harus dipenuhi lebih dahulu.

    Penggunaan Gabungan Mana yang Lebih Baik

    Seperti yang telah kita jabarkan di atas, bagi Anda yang mengharapkan profit besar pastinya akan menggunakan kombinasi Indikator. Namun, setelah membaca indikator-indikator kombinasi di atas sepertinya Anda mulai kebingungan memilih Indikator yang paling baik. Kira-kira mana indikator yang paling baik?
    Click image for larger version

Name:	indikator-terbaik.png
Views:	2
Size:	36.7 KB
ID:	13017272
    Sekilas jika kita lihat fungsinya sama. Namun, untuk menentukan indikator gabungan terbaik Anda harus perhatikan trend marketnya. Jika sudah memahami kondisi market, maka Anda tahu jawaban tentang indikator gabungan yang wajib direalisasikan.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    kalau jaman dulu RSI bisa jadi indikator os dan ob , tapi sekarang harus dikrosscek dulu dengan indikator lain, kalau memang RSI sakti seperti itu, udah banyak yang profit konsisten dari forex
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X