Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Trik Trading Dalam Inverted Dan Top Head And Shoulders Pattern
    Click image for larger version

Name:	images.png
Views:	1
Size:	3.9 KB
ID:	13017262
    Cukup mudah untuk mengenali ciri-ciri indikator yang satu ini, yakni elemen tubuhnya yang terdiri atas empat bagian yakni head, nickline, right shoulders dan left shoulders. Selain bagian inti tersebut, ada juga bagian pendukung lain yakni breakout, target harga, support dan resistance, serta volume. Perpaduan keseluruhan elemen inilah yang menyusun metode ini.

    Top inverted dan top head shoulders pattern seringkali tepat untuk diterapkan pada berbagai jenis pasar beserta kondisi-kondisi yang dapat terjadi didalamnya, ia juga dapat diaplikasikan pada berbagai jangka waktu dan pintar dalam mendeteksi terjadinya pullback atau pembalikan arah trend harga.

    Dalam metode trading ini, head and shoulders pattern terbentuk ketika pasar menunjukkan adanya kenaikan tren serta memunculkan indikasi adanya pembalikan harga. Nantinya akan ada semacam lembah yang terbentuk dan menampilkan posisi terendah serta tertinggi. Posisi-posisi terendah tersebut nantinya akan saling terhubung dan membentuk garis support.

    Lebih dalam Mengenal Top Head And Shoulders Pattern
    Click image for larger version

Name:	double-top.png
Views:	5
Size:	53.4 KB
ID:	13017263
    Ketika seorang trader menggunakan strategi top head and shoulders pattern untuk trading, penting untuk selalu menyimak bagaimana kondisi tren yang terjadi sebelumnya. Fase yang telah berlalu sangat penting diketahui karena ia akan menjadi acuan bagi trader untuk membandingkannya dengan kondisi yang terkini.

    Salah satu contohnya, trend naik akan menjadi acuan terhadap adanya kenaikan, penurunan atau bahkan pembalikan harga. Jika dikaitkan langsung dengan konsep head and shoulders, uptrend berfungsi untuk membentuk titik puncak tertinggi yang nantinya akan dijadikan tumpuan untuk menggambarkan nickline dan kedua sisi shoulders.

    Setelah left shoulder terbentuk seperti diatas, di bagian bawah left shoulder tersebut akan muncul bagian head yang nantinya menjulang melebihi ketinggian left shoulder itu sendiri. Setelah melewati fase ini, biasanya indikator akan menurun lagi hingga menembus garis trendline yang naik. Jika kondisi seperti ini benar terjadi, maka trend pertengahan sedang terancam.

    Right shoulder merupakan bagian yang hampir menunjukkan bahwa analisa sudah akan mencapai keputusan akhir. Ia menggambarkan kenaikan harga pasca puncak (head) dengan kenaikan lagi yang umumnya hampir sejajar dengan ketinggian left shoulder. Banyak trader yang mengandalkan kedua shoulder akan simetris, namun nyatanya fenomena tersebut sangat jarang terjadi.

    Dalam dunia mata uang digital yang serba fluktuatif, keadaan stabil atau minimal ukuran kedua shoulder yang dipisahkan oleh head adalah fenomena sangat langka dan murni kebetulan. Justru apabila indikator Anda menunjukkan beberapa kali kondisi tersebut, maka kemungkinan besar justru ada kerusakan dalam perangkat Anda tersebut.

    Komponen terakhir dalam metode head and shoulders yang tidak kalah pentingnya ialah neckline. Bagian ini memiliki bentuk titik-titik yang menghubungkan posisi-posisi terendah dalam indikator. Titik yang saling dikaitkan yaitu ujung left shoulder dengan pangkal head (terendah). Selanjutnya mulai lagi dari ujung head dengan pangkal right shoulders.

    Nickline tidak selalu lurus, terkadang ia juga mengalami kemiringan, entah ke kanan atau kiri, dengan beragam derajad. Bentuk kemiringan neckline inilah nanti yang bisa dijadikan sebagai acuan apakah potensi yang muncul saat itu adalah bearish ataukah bullish (semakin miring ke bawah, potensi bearish semakin besar, begitu pula sebaliknya).

    Adapun fungsi volume dalam indikator head and shoulders adalah sebagai aspek konfirmasi. Untuk mengukur volume, trader dapat menggunakan perangkat tambahan lain yang dapat membantu diantaranya yakni Chaikin Money Flow dan OBV. Jika akan menjalankan secara manual dengan memakai indikator Anda sendiri, maka bisa menggunakan level volume dan analisa sendiri.

    Secara ideal, volume kenaikan trend yang membentuk left shoulders harus lebih tinggi dibandingkan ketika ia menaiki head. Di sisi lain, pada kondisi tersebut ukuran penurunan volume tertinggi dapat menjadi peringatan dan alarm bagi trader. Gambaran ini memang tidak dapat dijadikan patokan karena tidak pasti akan mengandung potensi sama dalam tiap kondisi.

    Selain penurunan volume, sinyal kewaspadaan trader juga harus dinyalakan ketika terjadi penurunan trend harga dari head ke fase selanjutnya namun di waktu yang sama volume menunjukkan peningkatan. Di fase selanjutnya, volume menurun kembali ketika menuju ke right shoulder.

    Apabila di akhir sesi ternyata trend harga masih terus mengalami penurunan dan sedangkan volume tetap meningkat, maka kondisi ini akan menjadi konfirmasi akan terjadinya pembalikan harga. Selain itu, penembusan harga terhadap support dan resistance yang terbentuk dari titik-titik nickline juga menjadi potensi tersendiri untuk membuka posisi sell.

    Ketika level resistance berhasil ditembus, maka level tersebut juga dapat diubah menjadi level support pula. Namun fenomena seperti ini tidak selalu terjadi karena terkadang trend harga dapat berbalik arah kapan saja tanpa dapat diprediksi oleh trader.

    Jika sudah berhasil melewati support neckline,barulah trend harga dapat ditentukan. Caranya ialah dengan mengukur jarak yang terbentuk dari posisi neckline ke titik trend harga tertinggi yang dicapai oleh head. Target harga ini nantinya harus ditimbang kembali melalui berbagai aspek lainnya seperti garis support yang sudah dicapai pada fase sebelumnya.

    Target harga ini akan menjadi gambaran terkait hasil akhir trading yang ingin dicapai. Trader juga bisa menggunakan beberapa indikator pembantu untuk menetapkan apakah target yang terbentuk dalam indikator tersebut benar-benar valid, misalnya menggunakan moving average jangka panjang atau perangkat fibonacci retracement.

    Ketelitian dalam melihat garis batas maksimal support atau resistance nickline dengan mengonfirmasi volume ketika trend harga mengalami penembusan garis batas tersebut akan menjadi pertimbangan penting untuk memastikan bahwa sinyal tersebut valid. Selebihnya, kesamaan ukuran kedua shoulders tidak bisa dijadikan sebagai patokan utama.

    Ada pula kasus dimana trend harga dan volume lagi-lagi menunjukkan kondisi yang berlawanan. Misalkan saja trend harga mengalami penurunan bertahap sedangkan volume terus meningkat dan bertambah, kita dapat menyimpulkan bahwa kondisi ini merupakan indikasi bahwa seller akan menawarkan aset mereka dengan nilai harga lebih rendah.

    Fenomena ini cukup langka dan tidak akan ada kesempatan untuk menemukan kesempatan yang persis sama seperti itu. Oleh karenanya, diharapkan trader dapat mengukur dengan baik bagaimana cara memanfaatkan peluang tersebut seoptimal mungkin.

    Cara Mengidentifikasi Invers Head And Shoulders Pattern

    Inverse head and shoulders pattern ialah penggunaan sebuah pola dalam indikator yang dikaitkan dengan terjadinya penurunan atau pembalikan harga. Cara ini sebenarnya adalah trik yang paling umum dan banyak digunakan oleh trader pemula untuk mengetahui bagaimana potensi pembalikan dan penurunan dapat terjadi.

    Pola dapat digambarkan seperti ini: trend harga yang sudah mulai menurun hingga menyentuk titik resistance akan membentuk sebuah lembah dan selanjutnya akan kembali naik ke atas secara bertahap. Garis resistance akan berusaha untuk menekannya menuju ke lembah yang lain.

    Sistem sederhananya, garis resistance akan terus menekan harga agar terus berada di bawah (bahkan melewati garis support) hingga yang terakhit kali. Apabila kondisi pasar ternyata tidak memungkinkan bagi trend harga untuk mencapai posisi terendah sebelumnya, maka higher low justru akan naik kembali. Kondisi seperti inilah yang nantinya membentuk kondisi lembah.

    Tiga lembah dalam head and shoulders pattern left shoulders, head, dan right shoulders) nantinya akan menciptakan suatu kondisi pullback sebanyak dua kali, yang pertama ketika left shoulder menginjak ujung head. Titik tertinggi dari pembalikan harga tersebut akan dihubungkan oleh rendline menuju ke garis resistance yang ada di kanan (neckline).

    Pada dasarnya, inverse head and shoulders pattern merupakan salah satu pola trading yang mengarah kepada potensi buy. Potensi membelilah yang harus lebih diperhatikan oleh trader ketika menggunakan metode ini. Fokus mempersiapkan rencana untuk melakukan eksekusi ketika indikator sudah berhasil menembus batas resistance atau ketika harga naik melewati nickline.

    Adapun breakout pada metode ini terjadi ketika harga reli yang berada di atas garis neckline mengarah bersama right shoulders. Meskipun disebut dengan breakout, nyatanya fase ini hanyalah suatu penanda bahwa invers sudah terbentuk secara sempurna. Untuk memakai sistem stop loss, Anda sebagai trader bisa mengambil posisi di bagian titik right shoulder palng rendah.

    Dalam beberapa kondisi, neckline juga dapat dimanfaatkan sebai posisi entry ketika ia memiliki tren pergerakan yang kecil serta ukuran lembah yang juga lebih kecil. Keduanya selanjutnya membentuk pola dalam tingkat level yang sama. Kondisi kedua ketika koreksi yang dapat dicapai ternyata lebih rendah dibandingkan pertama.

    Mengambil tindakan buy ketika right shoulders pertama mempunyai posisi yang lebih tinggi dibandingkan posisi kedua adalah tindakan kurang bijak karena masih mengandung banyak resiko (neckline masih terlalu tinggi). Lebih aman apabila trader memasukkan posisi buy setelah fase koreksi yang kedua selesai.

    Penggunaan entry pasca fase koreksi kedua juga disarankan ketika kemunculan harga kedua ternyata lebih rendah dibandingkan yang pertama, maka gunakan trend terakhir tersebut sebagai posisi entry. Jika neckline membentuk sebuah sudut ekstrim, maka Anda bisa menggunakan posisi ketinggian yang kedua sebagai posisi entry.

    Pola grafik akan memberikan referensi target harga akan menuju serta menunjuk suatu area yang berpotensi menjadi muara sebuah trend tertuju. Prediksi indikator ini terbentuk secara otomatis melalui pola yang terbentuk dari analisa lapangan, menyusun data-data digital. Trader juga dapat menghitung posisi wilayah potensial tersebut sebagai berikut.

    Lakukan pengurangan atas harga terendah yang sudah dicapai oleh head dengan peringkat harga tertinggi yang dirumuskan oleh koreksi selanjutnya. Hasil dari pengurangan tersebut akan merujuk kepada ukuran ketinggian dari pola indikator yang terbentuk tersebut.

    Untuk dapat melewati berbagai tahapan yang diperlukan ketika menggunakan head and shoulders pattern. Seperti menyimak pergerakan lembah hingga memasukkan posisi dalam lembah tersebut, trader harus dalam kondisi emosional yang tenang, tidak sedang marah, cemas atau tertekan. Situasi tersebut akan menyebabkan bias dan ketiadaan objektifitas.

    Kami sangat menyarankan bagi Anda untuk memulai menerapkan trik ini pada akun demo untuk mengurangi resiko yang bisa ditimbulkan. Meskipun ada kalangan trader yang memiliki pengalaman memakai indikator jenis lain yang dianggap mudah merealisasikannya. Akan tetapi masih perlu membiasakan diri dulu agar terhindar dari kemungkinan yang tidak diinginkan.

    Penggunaan revers head and shoulders pattern juga menghendaki perhitungan risk and reward yang ketat. Metode ini termasuk memiliki banyak rumusan yang mengharuskan trader nantinya dapat memahami hal tersebut secara bertahap bersamaan ketika mereka mempraktekkannya.
  • <a href="https://www.instaforex.org/id/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    HnS udah ngak relevan jaman sekarang, karena biasanya memang harga rebound lebih dari 2 atau 3 kali sebelum nembus garis tren, jadi yang perlu trader perhatikan adalah bagaimana pergerakan market setelah breakout bukan momen sebelumnya
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X