Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Strategi Gabungan Strategi Candlestick Dalam Price Action
    Click image for larger version

Name:	bullish-trend-basics.jpg
Views:	1
Size:	66.5 KB
ID:	13017170 Seperti yang telah kita tahu, bahwa strategi dalam trading forex sangat banyak sekali. Salah satu strategi dalam trading forex adalah candlestick yakni price action. Strategi price action ini bisa digunakan oleh siapa saja.

    Namun, tentu saja sebelum Anda menggunakannya harus mencari dulu formasi yang sering kali muncul di candlestick. Dengan membaca perihal sejarahnya lebih jauh, maka Anda akan jadi lebih tahu apa saja formasi Candlestick yang ada di dalamnya dan begitu populer. Simak selengkapnya di bawah ini.

    Sejarah Price Action

    Perlu Anda ketahui seputar pergerakan harga dalam trading forex sebenarnya sudah ada sejak abad ke-18. Pada abad tersebut telah terjadi penggunaan candlestick yang berasal dari daerahnya, yakni Jepang. Penggunaan pergerakan harga pada masa itu masih sangat sederhana sekali. Lebih tepatnya menjurus ke kehidupan sehari-hari.

    Seperti halnya penggunaan price action di Jepang pada kala itu adalah untuk menghitung laju harga beras. Namun, seiring berjalannya waktu, yakni pada tahun 1870-an, price action lebih sensitif lagi dalam mengatur pergerakan harga. Terutama digunakan dalam dunia perputaran saham. Perhitungan price action dengan metode saham semakin meluas.

    Sehingga pada masa ke masa bukan hanya Jepang saja yang menggunakan price Action, disusul pada 1900 Amerika Serikat juga memanfaatkan penggunaan price action sebagai perputaran harga saham. Perputaran harga saham yang menggunakan price action sejak kala itu pun semakin populer hingga saat ini.

    Jadi kesimpulannya, terkait pola candlestick sebenarnya serupa dalam hal menampilkan informasi. Hanya saja perbedaannya terletak pada bar. Perlu Anda ketahui pula, bahwa penggunaan pergerakan harga di candlestick sejatinya jauh lebih jelas dalam menampilkan price action sehingga dianggap jauh lebih akurat.

    Selain dari pada itu, secara akurat juga dapat kita ketahui bahwa pergerakan harga dari segi penawaran dan permintaannya jauh lebih baik serta sangat mudah dipahami. Dengan penggunaan chart trading, nantinya kita akan tahu bagaimana trader di masa mendatang. Hal ini dilihat dari trader yang menjurus ke penjualan atau pembelian.

    Kenali Bentuk Chart Trading di Dalamnya
    Click image for larger version

Name:	47_pin_bar_dalam_strategi_forex_trend.png
Views:	1
Size:	20.2 KB
ID:	13017171
    Berbicara terkait pola Candlestick, siapa saja sebenarnya boleh menggunakan pola ini. Baik profesional maupun pemula, asalkan tahu dan paham triknya. Sehingga dapat diketahui, apabila Anda ingin menggunakan candlestick untuk price action, ada beberapa kunci. Pertama adalah dengan cara mengamai, kemudian perhatikan interpretasi harganya.

    Dalam candlestick pola price action juga bisa anda kenali karena sudah memiliki nama-nama tersendiri. ketersediaan nama dalam pola price action ini sebenarnya adalah bagian dari kepopulerannya yang mendunia. Untuk mengenal lebih jelasnya, berikut ini macam-macam formasi price action.

    - Bullish Price

    Dalam trading forex kita bisa memanfaatkan fungsi dari price action dan memiliki satu nama formasi yang disebut sebagai bullish price. Bullish price adalah bagaimana seorang trader menggambarkan pergerakan harga naik namun tidak melupakan waktu-waktu tertentu. Tentu saja nantinya kita akan tahu bahwa jumlah trader akan lebih besar.

    Jumlah trader yang lebih besar akan jauh condong ke pergerakan harga yang naik. Sehingga dalam tahap awal apabila Anda ingin laju profit gencar maka jangan lupakan bagian yang saju ini. Bullish Price adalah bagian yang sangat penting untuk diperhatikan lebih jauh. Apalagi saat Anda menggambarkan bagaimana pergerakan harga tersebut melaju.

    - Bearish Candle

    Jika telah kita ketahui adanya pergerakan harga ke atas dan disebut sebagai Bullish candle, maka dalam peegeeakan harga yang lainnya ada pula bearish candle. Sebutan bearish candle lebih menjurus apabila seorang trader menggambar pergerakan harga ke arah bawah serta tidak melupakan waktu-waktu tertentu.

    Ketika dalam versi bullish kita ketahui jumlah trader yang menginginkan harga naik akan meningkat, maka dalam trader forex bearish candle Anda akan menjumpai banyak sekali buyyer karena mengharapkan harga yang lebih rendah dari pada harga pasaran. Oleh karenanya, Antara penggunaan bullish atau bearish harus Anda perhatikan.

    - Formasi Hammer

    Terdapat formasi lain yang lebih condong memanfaatkan harga trend menurun atau downtrend. Apalagi kalau bukan hammer? Hammer adalah apabila Anda menjumpai formasi candlestick yang mengindikasikan adanya Bullish. Dalam hal ini, Anda juga harus pastikan bahwa panjang ekor candle minimal 2x panjang bodinya.

    Dalam formasi pergerakan harga yang satu ini, tidaklah heran jika akan ada banyak sekali trader lebih condong menginginkan harga lebih baik masuk pasar. Ini dikarenakan formasi hammer tidak memiliki shadow ke arah atas. Sehingga wajar saja jika seorang trader lebih menginginkan pergerakan harga masuk pasar menjelang penutupan.

    - Formasi Harami

    Selain formasi hammer, jika kita tidak teliti membaca bisa-bisa yang satu ini dianggap sebagai hammer juga. Padahal harami. Pada formasi Harami biasanya terjadi pergerakan harga yang sifatnya tidak bisa dipastikan. Pergerakan harga dengan sifat yang tidak bisa dipastikan akibat adanya 3 indecision candle.

    Di dalam harami kita bisa mengetahui penanda yang mengetahui 2 buah reversal dari candle. Kemudian ada formasi khusus yang terdiri atas awak pertama lebih besar dari pada awak keduanya. Penggunaan formasi yang satu ini bisa dipastikan hanya menutup bagian body saja. Sehingga tidak heran apabila candle bagian kedua tidak menutup secara sempurna.

    - Formasi Long Upper Shadow

    Dengan membaca keterkaitan kata upper di dalam formasi yang satu ini, kita bisa melihat dengan pasti bahwa formasi yang satu ini ditujukan pada kebalikan upper yakni downtrend. Artinya, hanya menjurus kepada pergerakan harga ke bawah saja sehingga kerap disebut sebagai bearish. Tidaklah heran apabila panjang shadow dan bodynya sama.

    Sementara itu, Anda juga harus paham bahwa apabila semakin panjang shadow atasnya terbentuk, maka akan semakin baik pula long upper shadownya. Dalam hal ini kita bisa tahu jumlah bearish akan jauh lebih banyak. Hal ini karena mereka cenderung memilih terhadap penurunan harga dari pada pendukung terhadap penurunan harga.

    - Formasi Long Lower Shadow

    Masih terdapat formasi lain yang harus Anda ketahui. Apalagi kalau bukan long lower shadow, bukan? Dalam formasi yang satu ini merupakan kebalikan dari long upper shadow sehingga bersifat bullish. Formasinya memang hampir serupa dengan poin di atasnya, yakni minimal panjang ekor adalah sama dengan panjang bodinya.

    Dari penggunaan long lower shadow ini, kita akan tahu bahwa semakin panjang ekor shadownya maka akan semakin valid format yang dimunculkan. Pada akhirnya kita bisa ambil kesimpulan bahwa pergerakan terhadap kebaikan harga jauh lebih besar dari pada jumlah pendukung terhadap penurunan harganya.

    - Formasi Shooting Star

    Jika kita bicara terkait formasi yang satu ini, tidak heran teringat akan formasi hammer. Formasinya memang kebalikan dari hammer karena tujuannya adalah bearish. Dalam formasi shooting star, kita menjadi tahu bahwa dalam kejadian uptrend justru candlestick semakin valid. Sementara panjang ekor atau bodinya memang tidaklah familiar.

    Paling tidak Anda harus memastikan bahwa panjang shadow atas minimal adalah dua kali dari panjang body candlestick itu sendiri. Maka dari itu, pada price actionnya kita bisa tahu bahwa pergerakan harga dengan pendukung para trader penurunan harga lebih sering masuk pasar pada saat menjelang penutupan.

    - Formasi Spinning Tops

    Terdapat formasi yang lainnya, yakni Spinning Tops. Lagi-lagi formasi ini juga tidak bisa dipastikan seperti apa prediksi hasilnya. Karena prediksinya bersifat labil, spinning tops jadi masuk ke deretan indecision candle. Dapat Anda ketahui mengena chart yang bergerak bahwa memakai formasi ini memberikan titik yang cukup seimbang.

    Dikatakan akan menampilkan titik seimbang karena sering kali indikator menampilkan kondisi tarik-menarik antara penjual dan pembeli. Beruntungnya formasi yang satu ini masih tersedia body sehingga bisa dibedakan antara bullish dan bearish. Sementara bagi Anda yang ingin membacanya akan ditampilkan condong ke arah uptrend atau downtrend.

    - Formasi Engulfing

    Ada banyak sekali sejumlah formasi yang menampilkan dua canlde. Demikian pula formasi engulfing. Meskipun sama-sama menampilkan dua canlde layaknya formasi harami, formasi yang satu ini menampilkan candle pertama yang habis sepenuhnya terhadap candle kedua. Tidak heran jika jenis kedua candlestick itu berbeda.

    - Formasi Gravestone Doji

    Formasi yang satu ini pasti kedengarannya asing sekali, bukan? Bagaimana tidak asing, formasinya saja terbilang aneh. Formasinya yang aneh inilah menjadikan Anda tidak bisa berkutik pada saat menggunakan. Karena bearish yang kita kenal sebagai kondisi downtrend justru terjadi pada saat uptrend. Aneh, bukan?

    Meskipun aneh, kita bisa mengetahuinya dari pelemahan seorang pembeli yang telah mengusulkan terhadap penguatan harga. Tidak perlu banyak penelitian lagi, formasi yang satu ini memang lebih menjurus kepada harga saja ketimbang formasi lain yang juga memperhatikan pergerakan pasar.

    - Formasi Dragonfly Doji

    Formasi yang satu ini sudah bisa ditebak, merupakan kebalikan dari Gravestone Doji. Pergerakannya menunjukan bullish namun tampil dengan penampilan bullish. Seperti yang kita tahu di poin atasnya, formasi yang satu ini juga terbilang sangat jarang sekali terjadi karena seorang seller gagal mengindikasikan penurunan harga.

    - Formasi Doji

    Hampir serupa dengan formasi Harami, formasi yang satu ini memang tidak tentu juga dalam arah pergerakan harganya. Terbukti dari adanya pergerakan candle yang menunjukan satu saja. Karena arahnya tidak pasti, doji disebutkan akan muncul pada saat terjadi keraguan entah mau ke mana pergerakan harga pasar.

    Akhirnya kita dapat menjumpai adanya sentimen bullish dan bearish yang seimbang. Keseimbangan seperti ini justru menjadikan formasi trading forex stuck tidak tahu mau bergerak ke arah mana. Namun, dengan sejumlah formasi di atas diharapkan Anda bisa memilih salah satunya.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    kalo dari doji bakal susah untuk melihat signalnya, apalagi doji itu harus complete , dalam arti doji baru udah terbentuk, jika tidak bisa salah signal, kalo pake price action dengan patokan puncah higher low, itu kan susah, kalo ngak ada pergerakan di sebelah kanan, maka belum tentu puncak yang kita duga itu benar2 puncak lembah, kalo turun lagi ya mungkin belum ketemu puncaknya
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X