Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Trik Tentukan Batas Toleransi Resiko Selama Trading
    Click image for larger version

Name:	investing-4013413_1920.jpg
Views:	1
Size:	128.5 KB
ID:	13017051
    Selain mendapatkan profit sebanyak-banyaknya, aspek yang tidak boleh dilupakan oleh trader adalah menjaga stabilitas modal yang mereka miliki. Misalkan saja, tidak memasukkan keseluruhan aset yang dimiliki ke dalam posisi trading. Meskipun peluang nampak sangat meyakinkan, namun dalam pasar mata uang digital, resiko kehilangan akan selalu ada dan diwaspadai.

    Prinsip dasar sederhananya ialah, Anda tetap bisa menjadi seorang trader baik setelah sukses trading maupun pasca mengalami kerugian. Akan berbeda cerita ketika trader menginvestasikan seluruh asetnya dalam suatu trading, ia terancam tak akan bisa jadi trader lagi ketika seluruh asetnya hilang setelah mengalami kerugian.

    Untuk menghindari hal tersebut, terdapat sebuah konsep yang wajib diketahui oleh para trader yakni manajemen resiko. Didalamnya, trader akan dibimbing bagaimana cara mengatur modal, kerugian dan keuntungan. Ada beberapa versi pula dalam menajemen resiko, misalnya ada yang mengatakan batas maksimal aset trading adalah 1%, 2%, bahkan 5%.

    Sebelum semakin penasaran, pada kesempatan kali ini kita akan membahas beberapa tips dan trik untuk menerapkan manajemen resiko.

    Mengenal Konsep-Konsep Dalam Manajemen Resiko

    Manajemen resiko sendiri merupakan sebuah konsep besar yang di dalamnya terdapat beberapa konsep kecil lain. Selain itu, ada beberapa macam jenis dan ketentuan yang perlu dipelajari agar Anda dapat mengetahui konsep ini secara matang dan mantap.

    - Penerapan Rasio Reward To Risk

    Dalam aturan ini, trader memperhitungkan berapa jumlah keuntungan yang ia ingin dapatkan sesuai dengan kondisi pasar serta kekuatan peluang yang tersedia kala itu. Salah satu contoh penerapan rasio reward to risk ialah, ketika trader menginvestasikan sebuah aset untuk mendapatkan keuntungan tiga kali lipat dari investasi tersebut.

    Katakanlah apabila Anda menetapkan resiko dan keuntungan berbanding 1;3, maka trader akan menginvestasikan satu untuk mendapatkan tiga. Dengan demikian, trader bisa tetap mendapatkan keuntungan meskipun ia mengalami satu kerugian. Inilah yang disebut taktik rasio reward to risk.

    - Mengatur Exit Plan

    Meskipun nampak sebagai sebuah langkah biasa yang sama pentingnya dengan entry posisi, nyatanya exit plan mempunyai efek yang lebih menegangkan dan seringkali menguras emosi trader. Hal ini tidak lain karena exit sangat menentukan besaran profit, apakah trader akan menghasilkan keuntungan optimal ataukah sebaliknya.

    Momen exit trading seringkali menjadi ajang uji emosional, terkadang gerak harga sangat menggoda trader untuk melakukan perubahan posisi stop loss maupun atau pergeseran level dari target profit. Bagi para trader pemula, kemungkinan besar exit plan akan menjadi tantangan terberat untuk menahan diri menjaga prinsip manajemen resiko.

    - Menerapkan Manajemen Resiko Meski Sedang Mengalami Kerugian

    Ketika ternyata trading berakhir dengan kerugian, apa yang perlu dilakukan trader dalam rangka mempertahankan prinsip manajemen resiko? Caranya sesungguhnya cukup mudah.

    Pertama, perhatikan dengan seksama posisi stop loss Anda. Stop loss merupakan tameng terbaik untuk meminimalisir kerugian yang akan didapatkan. Misalnya harga nampak terus bergerak menjauh dari pihak Anda, titik posisi bisa segera ditutup. Cara ini masih menjadi trik paling ampuh yang bisa diterapkan oleh trader dalam rangka meminimalisir kerugian.

    Cara kedua, yakni memanfaatkan cut loss dan switch yang berfungsi sebagai penutup transaksi serta pembuka transaksi baru. Ketiga harga mulai bergerak menjauh dan menyentuh batas maksimal kerugian, switch bisa turun tangan untuk menghentikan transaksi tersebut dan mencari arah baru.

    Dengan ketiga trik ini, minimal seorang trader dapat konsisten dalam mempertahankan prinsip manajemen resiko mereka. Dan dengan demikian, meminimalisir kerugian merupakan salah satu tujuan utama dalam konsep ini.

    Prosedur Dalam Menentukan Batas Toleransi Resiko
    Click image for larger version

Name:	index.jpg
Views:	1
Size:	10.9 KB
ID:	13017052
    Banyak trader memiliki keluhan berupa kebingungan mereka dalam menentukan presentasi batas toleransi resiko dalam manajemen resiko. Terlebih lagi, ada beberapa versi pendapat yang bisa kita jumpai misalnya ada yang menyatakan presentasi investasi adalah 1% dan ada yang lebih dari itu. Apakah batas toleransi tidak bisa fleksibel?

    Yang terpenting ialah, trading tanpa menerapkan batas toleransi resiko akan berpotensi sangat merugikan bagi trader. Oleh karenanya, manajemen resiko harus dilakukan untuk tetap bertahan dalam dunia trading. di bawah ini kita akan membahas beberapa kiat jitu menetapkan batas toleransi resiko terbaik:

    - Pahami Tujuan Terlebih Dahulu

    Beberapa trader melakukan kegiatan trading sebagai pekerjaan sampingan demi mencari tambahan penghasilan. Kalangan lain bahkan hanya menjadikannya sebagai hobi dan sarana mengasah kepekaan. Namun ada pula golongan yang menjadikan trading sebagai basis mata pencaharian utama. Dalam arti, hasil trading sangat menentukan perekonomian mereka.

    Golongan manakah Anda? Hal inilah yang harus pertama kali Anda pahami. Jika trading hanya sebagai pekerjaan sampingan atau hobi saja, Anda bisa menyesuaikan presentasi resiko sesuai dengan kondisi ekonomi dan keuangan saat itu. Namun tetap saja, tabungan uang harus terus dilakukan. Jangan gunakan seluruh sisa uang untuk investasi trading.

    Jika Anda memanfaatkan trading sebagai mata pencaharian utama, maka trading dengan jumlah besar akan sangat beresiko. Manajemen resiko yang diterapkan harus lebih ketat karena menang ataupun rugi, Anda harus tetap memiliki uang atau aset untuk bertahan hidup.

    - Penyesuaian Ukuran Modal

    Langkah kedua yang perlu dilakukan oleh trader ialah mengetahui ukuran modal yang mereka miliki. Ukuran modal ini nantinya akan menentukan ukuran lot yang akan Anda ambil. Misalnya jumlah modal besar, maka tentu tidak masalah apabila mengambil lot yang besar pula. Namun apabila modal kecil, mengambil lot kecil atau standart adalah sangat beresiko.

    Lot kecil atau standart sangat rentan tenggelam ketika terjadi votalitas harga pada pasar. Apalagi jika trader kurang mampu menyesuaikan antara lot trading dengan ukuran modal yang dimiliki, justru melakukan trading akan memberikan resiko yang lebih besar yaitu terjadinya margin call.

    - Pengalaman Adalah Takaran

    Maksudnya, keberanian seseorang dalam mengambil resiko harga atau mengambil keputusan untuk entry posisi dan exit posisi sangat ditentukan oleh pengalaman mereka dalam dunia mata uang digital. Mudahnya, seorang trader pemula akan ragu-ragu dan kurang yakin untuk mengambil harga terlalu besar atau melakukan tindakan-tindakan trading ekstrim.

    Sebaliknya, trader yang sudah berpengalaman bertahun-tahun menjadi lebih lihai dan berani dalam mengambil resiko di pasar mata uang digitl cryptocurrency. Oleh karena itu, pengalaman merupakan modal terbesar bagi seorang trader. Tak perlu terpaku pada hasil, baik kemenangan atau kegagalan, yang terpenting ialah selalu evaluasi dan mencoba lagi.

    Penting pula bagi seorang trader untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki. Jangan mudah meremehkan resiko karena cara pikir demikian akan membuat trader terbiasa tidak berhati-hati dan waspada. Selalu lakukan strategi dan teknik terbaik, selebihnya serahkan saja kepada waktu dan keadaan pasar.

    - Utamakan Kenyamanan

    Pada dasarnya tidak ada aturan tertentu seorang trader harus mengambil posisi harga pada level berapa atau presentase berapa. Yang melebihi segala peraturan tersebut adalah kenyamanan Anda selaku trader itu sendiri. Tanpa adanya kesadaran akan pentingnya peran trader, manajemen resiko hanya akan menjadi aturan yang kaku dan tidak efektif.

    Misalkan saja Anda memiliki modal yang sebenarnya besar dan bisa saja melakukan trading pada suatu harga besar, namun Anda terbiasa dengan besaran harga tertentu yang lebih kecil. Pemikiran seperti ini tidak masalah karena banyak pula trader yang tidak memprioritaskan optimalisasi hasil trading.

    Dari penjelasan diatas kita dapat belajar bahwa manajemen resiko memiliki peran besar dalam menentukan kesuksesan karir seorang trader. Oleh karena itu, penting hukumnya untuk selalu mempelajarinya dengan baik. Menentukan presentasi dalam manajemen resiko pun sebetulnya cukup mudah setelah mempertimbangkan empat aspek yang sudah dijelaskan di atas.
  • <a href="https://www.instaforex.org/id/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    nah yang seperti itu harus coba dulu trading dengan akun demo, bisa aja sih bikin perencanaan dulu, tapi itungan yang pas mungkin setelah tradernya coba trading dulu dengan akun demo, supaya tau mana yang terbaik dan bisa profit denga lebih mudah
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X