Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Pemilihan Time Frame Ketika Memakai Analisa Teknikal Trading Forex
    Click image for larger version

Name:	zw6l7uZN_mid.png
Views:	1
Size:	30.1 KB
ID:	13016487

    Kini kita akan mengulas mengenai Time Frame (TF) dan cara memilih TF yang sesuai. Ketika menjalankan platform trading dan mengamati sebuah chart, Anda dapat mendapatkan Time Frame dari chart itu. Variasi pilihan Time Frame yang diperlukan oleh platform trading, mulai dari 1 menit, 5 menit, 15 menit, 30 menit, Hourly (1 jam), 4H (4 jam), Daily, Weekly, sampai Monthly.

    Para trader profesional yang telah memperluas sistemnya sendiri, akan mempunyai time frame custom misalnya seperti 20 menit, 8 jam, dan lain-lain. Namun bagi pemula yang sedang dalam proses belajar, pasti sangat ingin tahu. Apakah cara memilih time frame forex yang tepat dapat memberikan kita auto profit? Tentu saja tidak akan sesimple itu. Supaya dapat menggunakan time frame forex yang tepat, maka ada banyak faktor yang haruslah difikirkan. Apa saja faktor tersebut? kali ini kita akan mengupas lebih lengkap dengan cara memilih time frame forex yang tepat sesuai dengan gaya Anda.

    Mengapa Time Frame Menjadi Hal yang Perlu Diperhatikan?

    Waktu Anda sedang dalam analisa trading secara teknikal, Maka Anda sebenarnya melaksanakan pengelompokan data sebagai dasar untuk membuat analisa itu. Pengklarifikasi kategori data itu akan didasarkan pada satu waktu, hingga dengan dasar pengelompokan waktu yang berbeda itu, hasil analisis yang bisa anda dapatkan juga tidaklah sama.

    Chart dengan time frame 5 menit, contohnya akan, menampakkan pergerakan harga suatu pair dengan pengelompokan data setiap 5 menit. Time frame hourly dengan chart memberikan petunjuk gerakan harga pair dengan mengkategorikan data setiap jam, dan juga seterusnya. Apapun dalam time frame ini akan jelas terlihat dan lebih cepat dimengerti jika Anda memanfaatkan chart candlestick.

    Dekatkanlah kursor pada di setiap batang candlestick, maka akan keluar informasi tentang harga low, high, open, close serta volume transaksi pada jarak waktu tertentu. Semua data itu dikelompokkan berdasarkan time frame chart. Artinya, jika chart itu memakai time frame daily misalnya, maka yang terlihat di informasi di tiap batang candlestick adalah harga low, high, open, close, serta volume transaksi dalam 1 hari perdagangan.

    Hal ini dikarenakan harga pair bergerak dinamis secara naik dan turun setiap waktu, sehingga bisa dipakai sebagaii pergerakan arah tren pada time frame yang tidak sama. Contohnya, bisa jadi trend pada time frame daily naik, tapi jika diamati trend pada time frame 5 menit, harga mengalami penurun.

    Hal ini mempunyai arti bahwa, jika mengamati trend di time frame daily nampak menaik, tetapi di dalam beberapa saat contohnya dalam 20 menit terakhir sedang mengalami penurunan, maka trend di time frame 5 menit pun akan tampak menurun.

    Inilah alasannya mengapa menggunakan time frame forex yang tepat itu harus diperhatikan, karena pengamatan chart di pair yang sama pada Time Frame tidak sama dan akan sangat berdampak di hasil trading.

    Cara Tepat Memilih Time Frame Forex Yang Bagus?

    Bisa jadi ada suatu masa saat Anda bingung ketika menyimak percakapan antar trader di chat room. Ada pula seorang trader yang menyatakan, "Wah, GBP/USD naik nih" namun trader yang lainnya menjawab, "Naik gimana? jelas turun gitu loh."

    Apakah penyebab yang membuat pengamatan mereka tidak sama? Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, mungkin yang terjadi yaitu adalah kedua trader itu memperhatikan chart dengan time frame yang tidak sama, hingga yang mereka mengambil kesimpulan bahwa terhadap trend pergerakan suatu pair menjadi tidak sama. Para trader baru akan salah paham dan mengira bahwa biang kerok dari perbedaan itu ada di broker yang hobi menggunakan chart atau koneksi internetnya. Padahal, kesalahannya adalah karena belum tahu cara menggunakan time frame forex.

    Kemudian muncul pertanyaan dari Anda, time frame berapa yang paling bagus? setiap time frame mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Misalnya saja senjata, tergantung seperti apa Anda menguasainya. Cara menentukan time frame forex yang efektif yaitu adalah dengan mengenalnya terlebih dahulu. Jawaban itu dapat dilihat dari berapa lama Anda menahan suatu posisi dari open sampai close. Sebenarnya, ada 3 jenis trader forex yang berdasarkan waktu ambil posisinya:
    • Scalper adalah trader yang biasanya melaksanakan open-close transaksi dalam jangka waktu yang singkat dengan target pendapatan pips yang rendah. Trader tipe ini umumnya memakai chart dengan Time Frame antara 1 menit hingga 30 menit.

    • Day trader adalah trader yang umumnya melaksanakan open-close transaksi dalam rentang waktu sehari. Mereka akan memilih time frame antara hourly sampai daily.

    • Swinger merupakan trader yang buka posisi buka tutup di rentang waktu harian sampai mingguan, bahkan hitungan bulan. Dan mereka ini pda umumnya menerapkan time frame 4h, daily sampai monthly.

    Bagi Anda yang mempunyai ketahanan modal dan juga kesabaran yang cukup tinggi, menjadi swing trader yang menahan posisi hingga mingguan atau bulanan mungkin dapat dilaksanakan karena salah satu prinsip analisa teknikal yaitu adalah: History repeat itself, alias ada sebuah pola yaitu disaat harga condong akan memantul atau merosot lagi.

    Harus diingat bahwa menahan posisi terbuka dalam waktu yang cukup lama dapat memberikan pengaruh pada emosi trading Anda, terutama bila terjadi floating loss. Biasanya, akan banyak trader pemula direkomendasikan untuk menerapkan time frame daily supaya lebih mudah mensortir sinyal dan noise yang diperlihatkan oleh chart. Tetapi, gambaran di atas tidak harus digunakan sebagai acuan. Dalam faktanya, swing trader yang menerapkan time frame 15 menit pada saat-saat tertentu. Sebab itulah, penerapan akun demo sebagai cara menggunakan time frame forex sangat disarankan.

    Dengan memanfaatkan beberapa time frame, trader dapat menentukan waktu trading yang akurat sesuai dengan pengalaman yang dialami.

    Berikut ini akan diulas tentang transaksi dalam trading forex dengan menerapkan banyak time frame untuk menciptakan strategi. Dengan memakaitime frame dengan jumlah banyak, trader mudah membagi waktu sesuai pengalamannya selama ini.

    Salah satu pertanyaan yang sering yaitu adalah, time frame apa yang paling tepat diterapkan untuk bertransaksi? Jawaban paling singkat adalah tidak ada time frame yang paling tepat. Semua ini bisa diterapkan oleh trader sesuai dengan kesukaannya masing-masing. Ada gambaran perbandingan harga di 4 time frame paling populer (daily, 4 jam, 1 jam, 5 menit) yang bisa diambil kesimpulan bahwa semuanya bisa diterapkan untuk transaksi.

    Dalam time frame ada gambaran dari chart tentang harga di masa lalu atau yang telah terjadi. Hingga, hanya time frame saja tidak memberikan informasi apapun tentang kriteria harga di masa depan. sehingga, bagaimana cara penggunaan time frame yang tepat itu?

    Gunakan Time Frame Sesuai Tujuan Anda
    Click image for larger version

Name:	candlestick-long-logged-doji-2.png
Views:	1
Size:	38.1 KB
ID:	13016488
    Pada umumnya trader memperoleh pandangan di analisanya tentang masing-masing time frame. Hal ini membuat bingung para trader ketika sinyal pada time frame yang satu dapat memberikan indikasi untuk buy, sementara time frame yang lain akan menunjukan indikasi untuk sell. Contohnya saja di kasus trading mata uang menerapkan time frame 1 jam dan daily. Di time frame 1 jam harga berpotensi mempunyai indikasi uptrend. Tetapi pada time frame daily memberikan petujuk indikasi downtrend.

    Penggunaan dua time frame akan menyediakan sinyal petunjuk yang saling berlawanan dan kontra produktif dalam analisis. Oleh sebab itu, sebaiknya trader merancang rencana frame frame mana yang sesuai dengan strategi andalan.

    Macam-Macam Penggunaan Time Frame


    Dengan demikian, Sebagai langkah pertama Anda harus mengerti jenis jenis penerapan time frame di analisa pergerakan harga sebelum trading:

    1. Analisa dengan Beragam Time Frame

    Di beberapa kasus, trader dapat memperoleh keuntungan dari menerapan beberapa time frame. Penggunaan time frame yang cukup banyak ini akan bermanfaat bagi trader agar memperoleh input sinyal yang akurat dan memperoleh informasi yang cukup banyak dalam analisisa yang mereka rancang. Contoh penerapan analisa dengan bervariasi time frame dapat diamati di strategi trading triple screen.

    2. Penggunaan Time Frame yang Lebih Besar

    Jika trader sudah melaksanakan time frame lebih banyak, pasti berakibat pada analsa yang digunakan pada masa yang cukup panjang. Hal ini sangat mungkin bagi trader untuk mengamati gambaran trend yang lebih lama dari pair mata uang, hingga mereka akan memperoleh analisis mengenai trend secara keseluruhan, serta tidak akan membuka posisi yang bertentangan dengan tren besar yang sedang berlangsung.

    3. Penggunaan Time Frame yang Lebih Kecil

    Time frame yang lebih kecil bisa diterapkan untuk memperkirakan harga dalam jangka pendek. Hal ini akan mengakibatkan trader dapat mengambil keputusan untuk bisa menjalankan bertransaksi lebih cepat, dengan meraih profit dalam jangka waktu yang relatif singkat.

    Contoh Analisa Dengan Beragam Time Frame

    Jika Anda memanfaatkan time frame daily dan 4 jam untuk mencoba analisa. Disaat menerapkan time frame itu kita akan mendapatkan informasi tentang pergerakan trend secara keseluruhan dalam tempo harian dan 4 jam. Sesudah mengetahui trend harga secara umum di time frame besar, Anda akan menggunakan time frame kecil untuk menemukan titik yang tepat untuk entry sesuai arah trend di time frame besar.

    Ada tampilan grafik daily pair USD/JPY pada bulan Februari yang menjelaskan banyak hal. Harga yang nampak bergerak di bawah garis MA 50, walaupun sebelumnya sempat berusaha naik menembus garis tersebut. Lalu, titik jenuh stochastic ada di bawah 20 dengan garis K yang ada di bawah garis D. Yang didasarkan pada pembacaan indikator stochastic, sangat jelas jika perdagangan sedang didominasi sentimen bearish.

    Jadi melihat dari time frame D1, Anda telah mengetahui bahwa USD/JPY akan condong melemah. Setelah mengerti, maka akan memfokuskan perhatian untuk menanti momen-momen yang tepat untuk entry sell. Di time frame H4 , nampak bagaimana pasangan mata uang USD/JPY yang memberikan petunjuk downtrend. Saat stochastics yang sudah berada di daerah 80, maka dari sini Anda dapat mulai mempersiapkan untuk entry.

    Bisa diambil kesimpulan, bahwa dalam analisa dengan beragam time frame, Anda bisa memanfaatkan time frame besar sebagai acuan dasar pergerakan trend hingga saat ini. Sementara untuk entry yang akan Anda manfaatkan, amatilah pada time frame kecil untuk menemukan titik tepat saat open. Setelah time frame besar dan kecil selaras, Anda bisa menjalankan buka posisi.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    kalo gw sih pake time frame yang berbeda kecil dan besar untuk perbandingan aja, lebih banyak trenline untuk yang tf gede, sementara indikator banyak di tf 1h dan 4h, biar ngak lama nunggu dan signal lebih akurat

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X