Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Mempelajari Pola Grafik Terbaik dalam Trading Forex
    Click image for larger version

Name:	Di-Rumah-Saja-Bisa-Raup-Uang-Berlimpah-dengan-Trading-Forex-Lho-Berikut-Rahasianya120cb8b9ded8d7.jpg
Views:	1
Size:	60.0 KB
ID:	13016204 Pola grafik adalah bagi seorang trader sangatlah membantu sekali.Karena inilah adalah alat perdagangan yang terbentuk dari dasar tekanan jual beli di market. Dapat dikatakan bahwa pola grafik merupakan rekam jejak nyata yang memang digunakan untuk membaca sinyal, membuka posisi dan juga identifikasi target harga.

    Bagi Anda yang merupakan seorang trader, tentu saja mempelajari pola grafik sangatlah membantu untuk dapat menganalisa kemana arah market sedang berjalan. Ada beberapa pola grafik terbaik yang perlu diketahui, dijamin Anda akan dapat lebih leluasa dalam menjalankan trading forex.

    10 Pola Grafik dalam Trading Forex

    Ada 10 pola grafik dalam trading forex yang penting sekali untuk dipahami. 10 pola ini sendiri memberikan kesempatan Anda untuk bisa melakukan analisa demi mendapatkan profit. Dapat dikatakan bahwa pola grafik adalah analisa teknik yang pergerakan harga. Berikut ini adalah pola grafik trading forex yang harus Anda ketahui:

    1. Pola Head and Shoulders

    Pola grafik pertama yang dianggap terbaik oleh para trader adalah Head and Shoulders. Untuk grafik yang satu ini menunjukan pelemahan trend, di mana contohnya adalah ketika trendi sedang naik dan pada saat puncak head normalnya market hanya akan dikoreksi hingga puncak left shoulder.

    Namun, yang terjadi malah koreksi terlalu dalam sehingga membuat market koreksi sejajar dengan left shoulder. Disinilah terlihat bahwa telah terjadi penurunan pada market yang sering kali tidak disadari oleh trader. Selanjutnya, akan terjadi kenaikan yang sering dikira trader waktu untuk market meninggi dan tidak akan turun.

    Tapi pada kenyatannya, usaha untuk menaikan level gagal bahkan akan turun dan tidak bisa melebihi high sebelumnya. Dari sinilah terlihat ada sebuah sinyal penurunan dan membentuk sebuah grafik head and shoulder.

    2. Pola Double Top dan Double Bottom

    Bisa dikatakan pola yang satu ini cukup sering sekali muncul dan sangat mudah sekali untuk dikenali. Untuk pola grafik double top sering sekali digunakan untuk memasuki posisi bearish setelah trend bullish terjadi. Bentuk dari grafis ini sendiri adalah puncak kedua tidak pernah lebih tinggi dari puncak pertama.

    Dari sini akan terlihat adanya pengujian ulang harga untuk mencapai level yang lebih tinggi akan tetapi gagal. Untuk Anda bisa memasuki posisi ini sendiri, keagresifan sangatlah diperlukan untuk memasuki puncak kedua. Sedangkan jika Anda adalah trader conservative maka akan mencari konfirmasi tambahan.

    Sedangkan untuk double bottom sendiri adalah bullish version dari grafik ini. Di sini Anda akan melihat terjadinya penurunan level. Untuk bisa memasuki posisi ini ada baiknya Anda menggunakan teknik popular setup yang diajarkan oleh Jason Spatleton yaitu trade 2618. Dari trade tersebut maka Anda bisa mengetahui kapan harus masuk dan keluar.

    3. Pola Triple Top dan Triple Bottom

    Untuk pola yang satu ini pun sama dengan double top dan double bottom, dimana yang membedakan adalah adanya 3 puncak dan 3 dasar. Sama-sama pola pembalikan, Triple top dan triple bottom lebih dipengaruhi oleh support dan resistance. Untuk membaca grafik ini terbilang sangat mudah.

    Untuk triple top sendiri anda akan melihat tanda bahwa harga market tidak akan naik lebih tinggi, di mana terdapat 3 puncak yang sejajar atau tidak begitu jauh rentan perbedaannya. Harga yang ada di pola grafik ini akan berhasil apabila jika 3 puncak ini sudah melewati nickline yang merupakan support awal.

    Sedangkan untuk triple double sendiri tentu saja kebalikan dari triple top, dimana harga tidak akan naik turun lebih rendah lagi. Jika Anda lihat pola yang satu ini akan terlihat memiliki tiga puncak dasar yang mempunyai nilai atau harga yang sama. Harga akan dinyatakan valid apabila sudah melewati nickline.

    4. Pola Rounding Top dan Rounding Bottom

    Pola grafik selanjutnya yang perlu Anda pahami adalah rounding top dan rounding bottom.Untuk kedua pola ini sendiri dijadikan signal pembalikan serta signal penerusan. Untuk lebih jelasnya pola rounding bottom akan menjadi signal penerusan ketika sedang terjadi uptrend, sedangkan untuk signal pembalikan adalah pola rounding top.

    Apabila posisi sedang dalam keadaan downtrend maka rounding top akan menjadi signal penerusan dan rounding bottom akan menjadi signal pembalikan. Tampilan dari pola ini sendiri mirip dengan pola grafik cup dan handle. Namun ada perbedaan yang perlu diperhatikan, di mana untuk pola ini akan muncul ketika akhir downtrend.

    Bisa juga pola ini muncul ketika pasae sideways berjalan secara terus menerus atau dalam waktu yang lebih lama. Pola yang satu ini butuh keteletian saat membacanya karena bisa bergerak lambat, dimana akhirnya pergerakan akan ada percepatan secara lembut pada bagian akhirnya.

    5. Pola Rectangles

    Jika pada poin sebelumnya adalah pola pembalikan, maka untuk pola rectangles adalah pola kelanjutan. Pola ini sendiri terbentuk pada saat harga dibatasi oleh support dan level resistance. Grafik ini juga terjadi ketika adanya keraguan antara pembeli dan penjual untuk melakukan giliran order yang masih belum ditembus oleh support dan resistance.

    Dari adanya kondisi maka akan ada beberapa kali pengujian harga support dan resistance sebelum pada akhirnya Anda akan melihat break. Ketika sudah beberapa kali terjadi pengujian pada harga, maka akan terbentuk trend baik downtrend atau uptrend setelah breakout.

    Untuk pola bearish rectangles biasanya akan terjadi ketika penjual perlu berhenti sejenak dan menutup posisi karena tidak mencapai target. Untuk pola ini sendiri dikondisikan pada saat sedang terjadi downtrend. Sedangkan pada saat uptrend Anda dapat menemukan pola bullish rectangles.

    Dimana akan terbentuk pola grafik yang meninggi, di mana sebelumnya grafik sempat diam sejenak. Hal ini terjadi karena harga naik secara cepat dan mempunyai tinggi yang sama dengan pola atau bahkan lebih dari itu.

    6. Pola Wedges

    Pola yang selanjutnya adalah wedges.Untuk pola ini sendiri mempunyai dua jenis yaitu failing wedges dan rising wedges. Pola ini sendiri terjadi ketika adanya jeda pada trend yang sedang terjadi. Pola ini juga bisa dijadikan signal untuk pola penerusan juga yang mana memang sangat penting sekali untuk Anda kenali.

    Untuk pola rising wedges bisa terbentuk saat harga mengalami kenaikan dan dikombinasikan antara support morong menuju ke atas.dalam pola ini garis support bisa membentuk miring pada garis resistance. Dari sini menandakan bahwa higher lows lebih cepat terbentuk dibandingkan higher high.

    Sedangkan untuk failing wedges yang sering dijadikan sinyal kelanjutan. Pola yang terbentuk sendiri berada di bawah dan cenderung menurun. Hal ini menandakan bahwa uptrend akan terjadi dalam waktu dekat.

    Tentu saja pada saat pola ini sedang terjadi, Anda harus dapat mengeksekusi dengan cepat agar bisa membuka posisi yang tepat. Sinyal yang diberikan akan terlihat sangat jelas dan juga akan membantu Anda untuk bisa mengambil keputusan yang tepat.

    7. Pola Flag

    Pola grafik selanjutnya adalah pola flag yang mirip baji, dimana ada perbedaan adalah flag terbentuk secara parallel dan tidak konvergen. Jika Anda melihat pola ini maka akan terlihat tiang flag yang juga menjadi bagian dari pola grafik yang satu ini. Hal ini sendiri dikarenakan harga diukur dengan cara yang berbeda.

    Di dalam pola ini juga bisa menjadi bearish dan bullish, di mana untuk flag bullish terlihat pada grafik yang letaknya ada di atas. Pada flag bullish terbentuk pada saat trend sedang naik dengan parallel yang berada di atas dan di bawah dari aksi harga market. Sedangkan untuk flag bearish maka sudah pasti kebalikannya.



    8. Pola Triangle

    Untuk pola yang satu ini sendiri dapat terbentuk secara simetris, naik atau turun. Jika Anda perhatikan bentuk dari segitiga ketiganya terlihat sangat mirip.Ada perbedaan yang bisa Anda lihat dengan jelas. Apabila segitiga yang naik atau menanjak akan memiliki garis trend yang rata.Sedangkan segitiga yang turun maka trend yang terjadi lebih rendah.

    Bisa diperhatikan bahwa trendline simetris adalah pola yang paling banyak terjadi, dimana terjadi trend sedang naik dan turun. Pada trendline yang sudah terlihat titik breakout yang lebih rendah dari downtrend, maka dipastikan bahwa trend turun sedang terjadi. Apabila pola yang terbentuk sebaliknya maka sudah dipastikan trend naik sedang berlangsung.

    Pola ini sendiri juga sering kali menjadi ambigu ketika Anda salah membaca. Seperti yang sudah disebutkan bahwa pola yang satu ini memiliki kemiripan satu sama lain yang harus bisa dibaca dengan sangat teliti. Maka dari pada itu, perlu sekali mengenali pola triangle ini.

    9. Pola Cup and Handle

    Pola grafik yang sudah disebutkan sebelumnya dan juga paling terakhir adalah pola cup and handle. Mirip dengan pola rounding, hanya saja perbedaannya adalah adanya pegangan tambahan atau pullback. Pola yang satu ini sendiri menunjukan bahwa grafik berjalan ketika trend sedang naik.

    Pada saat grafik ini sedang terjadi, biasanya penjual akan mencoba untuk mendorong harga untuk turun, dimana biasanya sangat sulit sekali. Terlebih lagi biasanya pembeli tidak ingin mendapatkan rugi dan ingin mendapatkan harga pasar yang sedang terjadi pada trend.

    Tentu saja ini mampu menciptakan sentiment antara penjual dan pembeli. Pullback yang ada di pola grafik ini sendiri digunakan oleh penjual sebagai cara terakhir untuk dapat mendominasi harga market. Dari grafik ini sendiri bisa menjadi salah satu cara yang bisa Anda gunakan untuk menganalisa mana trend apa yang akan sedang terjadi dalam waktu dekat.

    Mengenal pola grafik pada forex sangatlah penting, di mana dengan memahami pergerakan grafik yang sedang terjadi dapat membantu Anda untuk lebih mengerti apa yang sedang terjadi di market. Hal ini sendiri juga bisa menjadi penentu di mana Anda harus membuka atau menutup posisi pada waktu yang tepat.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    ngak ada contoh grafiknya ya bro? mungkin bisa digoogle aja mana grafiknya untuk masing2 istilah, tapi kalau mau enak trading harus banyak latihan dengan akun demo ketimbang menghapal teori2 yang mungkin tidak terlalu banyak berguna, usahakan mencangkul itu lebih dalam jangan melebar
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X