Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Penyebab Adanya Tren Harga dan Cara Mengidentifikasinya
    Click image for larger version

Name:	1693039060.jpg
Views:	1
Size:	62.4 KB
ID:	13016163
    Dalam pasar forex dengan fluktuasi tinggi, tren memiliki peranan penting untuk menentukan profitabilitas pedagang atau trader. Inilah mengapa pengetahuan tepat terkait cara memastikan kelanjutan tren memegang peran penting dalam membantu trader mengatasi siklus bergelombang dalam pasar forex.

    Trending market adalah kondisi pada saat harga bergerak dalam satu arah, entah itu naik, turun atau sideways. Dalam pasar forex, harga umumnya bergerak dalam satu arah dalam rentang terbatas. Perubahan yang terjadi dari satu harga ke harga lainnya akan menghasilkan untung ataupun rugi bagi trader. Ternyata, ada empat hal yang menyebabkan terjadinya fluktuasi tren jangka panjang maupun jangka pendek dalam trading forex:

    Apa yang Mendorong Adanya Tren dalam Pasar Forex?

    Ada empat faktor utama yang menjadikan adanya fluktuasi jangka panjang dan jangka pendek dalam pasar forex. Sebab ini, sangat penting bagi trader untuk mengetahui bagaimana keempat eleman ini bekerja dalam menciptakan tren dalam pasar forex.

    Sekalipun masing-masing faktor ini mempunyai kategori yang berbeda, tiap-tiap mereka akan berinteraksi dan terhubung satu sama lainnya sehingga terciptanya berbagai efek yang berpengaruh pada fluktuasi jangka panjang dan jangka pendek.

    a) Keputusan Pemerintah dan Bank Sentral

    Ternyata, kebijakan fiskal dan moneter punya pengaruh signifikan dalam pasar keuangan. Kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Sentral bisa menyebabkan kenaikan atau penurunan pada suku bunga, yang pada akhirnya dapat memperlambat atau berupaya dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dari suatu negara.

    Sedangkan kebijakan pemerintah atau kebijakan fiskal, akan digunakan untuk mengurangi angka pengangguran serta menstabilkan harga. Selain itu, Bank Sentral dapat pula melakukan berbagai upaya dengan menentukan tingkatan bunga yang akan berlaku serta jumlah uang yang akan beredar di pasar.

    Kedua kebijakan ini akan berdampak pada transaksi internasional yang turut berperan dalam spekulasi, dan penawaran serta permintaan. Berita pemerintah yang dipublikasikan, misalnya perubahan pad kebijakan pengeluaran dan pajak, atau keputusan dari Bank Sentral terkait mempertahankan atau mengubah suku bunga, akan membawa dampat dramatis pada tren jangka panjang.

    Suku bungan yang rendah dengan tarif pajak bisa memicu adanya konsumsi dan pertumbuhan ekonomi. Hal ini cenderung mendorong harga pasar menjadi lebih tinggi. Namun sayang, tak selamanya pasar akan memberikan respons positif sebab ada faktor lain yang turut berperan. Di sisi lain, tingkat bunga dan pajak yang lebih tinggi dapat mengurangi angka konsumsi sehingga menyebabkan adanya kontraksi atau penurunan harga pasar untuk jangka waktu yang panjang.

    Dalam jangka pendek, kebijakan dari pemerintah dan juga Bank Sentral akan menyebabkan adanya fluktuasi harga yang cukup besar, sebab trader dan investor akan membeli dan menjual saham mereka sebagai respon atas publikasi kebijakan ini.

    b) Transaksi Skala Internasional

    Tak hanya kebijakan pemerintah dan Bank Sentral, aliran dana antar negara-negara besar turut berdampak pada kekuatan ekonomi dalam suatu negara, turut serta kekuatan mata uangnya. Pada saat ada banyak uang yang keluar dari suatu negara, maka keadaan ekonomi negara tersebut sedang melemah, begitu pula dengan mata uangnya.

    Negara dengan nilai ekspor yang lebih dominan, entah itu barang ataupun jasa, sebisa mungkin akan berusaha untuk mendatangkan uang yang lebih banyak ke negaranya. Uang ini akan diinvestasikan sehingga merangsang pasar keuangan yang ada di dalam negeri.

    Transaksi internasional, neraca pembayaran antar negara serta kekuatan ekonomi akan lebih sulit untuk dianalisis dalam setiap harinya, sebab mereka memegang peran besar dalam tren jangka panjang yang ada di dalam pasar forex.

    Pasar forex bisa dikatakan sebagai tolak ukur seberapa baiknya nilai mata uang serta kondisi perekonomian suatu negara apabila dibandingkan dengan mata uang dari negara lain. Tingkat permintaan yang tinggi terhadap mata uang menandakan bahwa mata uang tersebut sedang menguat dibanding dengan mata uang lain. Sedangkan permintaan yang rendah akan menandakan hal sebaliknya.

    Pada saat mata uang suatu negara sedang melemah, maka hal ini akan menyebabkan menurunnya investasi yang ada pada negara tersebut. Sebab potensi keuntungan akan semakin terkikis dengan kondisi mata uang yang lemah.

    c) Spekulasi serta Harapan

    Bagian penting lainnya yang tak bisa terlewat dalam hal ini adalah spekulasi dan harapan. Spekulasi ada ketika konsumen, investor dan juga politisi yakin bahwa ekonomi di masa depan akan dipengaruhi oleh tindakan serta peritiwa yang dilakukan pada hari ini.

    Harapan dari acara yang ini akan membentuk sebuah tren dalam pasar. indikator sentimen umumnya dimanfaatkan untuk mengukur bagaimana perasaan pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi pada saat ini. Analisis komponen dan bentuk lain dari analisis fundamental dan juga teknikal, mampu menciptakan bias atau ekspektasi terhadap level harga yang akan datang serta arah dari tren selanjutnya.

    d) Penawaran serta Permintaan

    Penawaran serta permintaan akan produk, mata uang serta investasi lainnya akan menciptakan sebuah dinamika push dan pull dalam penetapan harga. Harga dan suku bunga akan bergeser sejalan dengan terjadinya perubahan pada penawaran dan permintaan.

    Apabila penawaran tak dapat mengimbangi permintaan, maka harga akan naik. Sedangkan penawaran yang naik dan melebihi permintaan yang ada akan menjadikan harga turun. Pada saat penawaran relatif stabil, harga bisa berfluktuasi atau turun seiring dengan adanya perubahan pada tingkat permintaan akan barang atau jasa.

    Hampir semua pasar memiliki dinamika yang serupa, pasar saham misalnya. Pasar saham akan berfluktuasi dalam skala jangka pendek dan juga jangka panjang dalam menciptakan tren. Ancaman akan berkurangnya pasokan pada harga, secara langsung memaksa pembeli untuk membeli dengan harga yang terus bertambah tinggi, hal ini menciptakan yang namanya kenaikan harga dalam jumlah cukup besar.

    Pada saat sekelompok besar penjual bersiap memasuki pasar, akan terjadi peningkatan pada penawaran saham yang tersedia sehingga menekan harga menjadi turun. Hal ini umum terjadi setiap saat.

    Secara keseluruhan, antara kebijakan pemerintah, Bank Sentral, transaksi internasional, spekulasi dan ekspektasi, serta tingkat penawaran dan permintaan saling berkaitan erat dengan ekspektasi kondisi pasar di masa depan pada saat membentuk tren.

    Otoritas akan berpengaruh pada tren dengan sebagian besarnya melalui kebijakan fiskal dan juga moneter. Kebijakan ini akan berpengaruh pada transaksi internasional yang akhirnya turut berpengaruh dalam kekuatan ekonomi.

    Spekulasi dan ekspektasi akan mendorong harga berdasarkan apa yang akan terjadi di masa depan, serta mendorong akan adanya perbedaan diantara penawaran serta permintaan. Terkahir, perubahan yang terjadi pada penawaran dan permintaan akan menciptakan sebuah tren sebab banyak pelaku pasar yang berusaha untuk mendapatkan harga yang terbaik.

    Bagaimana Cara Untuk Mengidentifikasi Tren Harga?
    Click image for larger version

Name:	image28.jpg
Views:	1
Size:	7.8 KB
ID:	13016164
    Umumnya, pedangan valas lebih senang dengan volatilitas yang tinggi. Secara umum, mengikuti arah tren atau menjadi pengikut dari tren dinilai lebih aman dan menguntungkan, sebab strategi mengikuti tren bisa diandalkan dengan baik.

    Dalam hal ini, likuiditas adalah hal yang sangat penting jika Anda menggunakan strategi berbasis tren. Pasangan mata uang dengan likuiditas yang tinggi akan memiliki pergerakan yang bisa diharapkan dalam jumlah yang lebih banyak.

    Hal penting untuk diperhatikan bahwa untuk mengikuti atau menjadi pengikut dari trend haruslah dilakukan dengan benar. Anda harus mampu mengidentifikasi situasi dimana tren lanjutan akan muncul, atau kapan akan terjadinya pembalikan trend.

    Sebuah posisi akan dikatakan sebagi trending pada saat banyak pedagang dalam posisi tertentu dengan posisi yang sama. Hal ini bisa diperbaiki dengan cara ada beberapa trader yang mengambil untung. Apabila banyak pedagang menutup posisi mereka atau memutuskan berdagang berlawanan, maka pembalikan tren akan terjadi. Namun, bukanlah hal mudah dalam mengidentifikasi adanya koreksi serta pembalikan tren.

    Koreksi yang terus berlanjut bisa menyebabkan terjadinya pembalikan harga apabila menembus level support atau level resistance. Jadi, untuk memprediksi keadaan koreksi akan berakhir atau berlanjut cukup sulit.

    Untuk mengidentifikasi kelanjutan tren cenderung lebih mudah. Apabila uptrend terus berlanjut, maka trader cenderung mengambil posisi long. Sedangkan downtrend yang terus berlanjut akan menjadikan trader cenderung melakukan aksi jual.

    Tak sedikit pedagang yang memanfaatkan indikator rata-rata bergerak daalm mengidentifikasi arah dari tren, terutama dalam SMA 200 hari dalam tren jangka panjang. Semakin jauh harga bergerak diatas indikator SMA, maka akan semkain kuat pula tren naiknya.

    Umunya, koreksi akan terjadi sementara sebab pedangan yang tampak sibuk untuk kembali ke posisi awal mereka setelah aksi ambil untung singkat berakhit. Namun, cukup disayangkan banyak trader yang salah dalam mengantisipasi koreksi dengan cara memasuki posisi yang berlawanan dengan asumsi bahwa, akan terjadi pembalikan harga dalam waktu cepat.

    Koreksi ini bisa ditampilkan dalam beberapa pola. Yang paling umum adalah koreksi 3 gelombang atau zigzag alam teori Elliot Wave. Kerapnya pola zigzag ini digabung dengan pola segitiga.

    Selain pola zigzag dan pola segitiga, ada pula pola koreksi dari Elliot Wave lainnya, yakni dikenal dengan ABC zigzag. Umumnya, gelombang B adalah gelombang terpendek diantara smeua gelombang. Formasi zigzag ini dapat terjadi 2 sampai dengan 3 kali secara berulang, tetapi tetap dalam urutas ABC.

    Breakout dapat terjadi pada saat gelombang C berakhir dan harga berhasil menembus harga tertinggi dari gelombang B. Tidak akan mudah dalam mengidentifikasi jenis-jenis gelombang ini. Selain itu, terasa sulit pula dalam mengenali pola gelombang sehingga bisa membedakan mana yang impulsif dan mana yang korektif. Pada saat Anda ragu dengan hal ini, lebih baik menunda terlebih dahulu untuk memasuki pasar.

  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    pake trenline lah supaya kelihatan polanya dalam sekala besar, kalo kita melihatnya terlalu kecil bakal ngak bisa tau tren sekaran gini bearish , bullish, moderat atau sideways, kalo ngak ada tren, itu artinya no trade days, tentunya harus sering2 bandingkan antara kerangka waktu yang besar dan kecil
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X