Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Strategi Trading Forex dengan Sistem Serangan Balik
    Click image for larger version

Name:	realisasi-plan-emas.png
Views:	1
Size:	253.1 KB
ID:	13016079
    Dalam trading forex, ada strategi yang dikenal dengan counterattacks, yakni strategi serangan balik dengan memanfaatkan momentum koreksi. Wajar, apabila banyak trader yang belum mengerti dan bingung bagaimana trading forex yang profitable, maka startegi sistem serangan balik ini bisa dijadikan alternatif.

    Strategi ini biasanya disebut dengan teknik serangan balik, sebab terinspirasi dari taktik dalam permainan sepak bola. Sama halnya dengan startegi lain dalam trading. Tentu saja strategi ini bukan yang pertama dan masih memiliki resiko dan pastinya tak dapat membuat Anda kaya mendadak. Namun, strategi ini cukup unik, sehingga layak dipertimbangkan.

    Teknik atau strategi serangan balik tidak memerlukan analisa teknikal yang rumit. Pada saat market jenuh, overbought ataupun oversold, maka pada saat inilah trader akan entry market dengan melawan arah trend. Pada saat kondisi pasar overbought, maka Anda bisa mengambil possi sell. Sedangkan pasar dengan kondisi oversold, bisa digunakan untuk mengambil posisi sell.

    Namun, sebelum memutuskan untuk entry market, Anda harus menyiapkan rencana cadangan. Dalam menyusun rencana ini, Anda harus bisa memprediksi dan membayangkan kira-kira harga akan bergerak ke arah mana?

    Selain itu, Anda harus bisa pula membayangkan realisasinya. Plan A pada saat entri market yang pertama kali, sedangkan plan B dan C digunakan sebagai manajemen resiko. Penentuan level entry yang ada pada plan A, B, C akan mengacu pada level-level psikologis yang terdapat dalam market. Hal inilah alasan mengapa strategi serangan balik hanya bisa dilakukan pada saat tertentu saja, yakni ketika ada moment harga yang tinggi ataupun rendah.

    Apa Acuan Kita dalam Melawan Trend?

    Market yang bullish atau up trend, suatu saat pasti mengalami koreksi. Begitu pula dengan market yang bearish atau down trend. Potensi koreksi inilah yang kemudian dimanfaatkan sebagai strategi trading. Setiap pasar akan selalu ada potensi untuk koreksi, sebab harga bergerak layanya gelombang.

    Trading dengan strategi serangan balik ini memerlukan kecermatan dalam menyimpulkan apakah market sudah jenuh atau belum. Dalam hal ini, maka dibutuhkan indikator yang dapat mengukur kejenuhan harga. Ada banyak indikator yang bisa dipakai, ada beberapa trader yang lebih suka menggunakan moving averages. Mengukur kejenuhan dalam market biasa dilakukan pada time frame 4 jam.

    Selain itu, strategi ini membutuhkan margin yang cukup besar pula. Berkisar antara $50.000 untuk regular, $5.000 untuk minilot serta $500 untuk mikrolot. Ketika Anda entry dan harga bertambah tinggi atau bertambah rendah atau berlawanan arah dengan posisi entry yang kita punya, maka Anda perlu melakukan averaging sebagai manajemen resiko dnegan jumlah lot yang bisa digandakan. Margin dengan bilangan yang cukup besar berguna untuk ketahanan dana.

    Selanjutnya, Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut ketika bermaksud untuk menggunakan strategi trading dengan sistem serangan balik. Sebaiknya memulai entry market dengan lot terkecil, selanjutnya ketika entry buy, pastikan bahwa harga sudah rendah, sedangkan sell pada saat harga sudah tinggi.

    Apakah dengan ini Anda sudah cukup paham terkait sistem kerja trading dengan teknik serangan balik? Jika belum cukup, silahkan simak penjelasan berikut.

    Counterattack strategi sebenarnya adalah strategi trading yang memanfaatkan penggunaan kombinasi antara beberapa indikator. Yakni indikator moving averages sebagai indikator utama, sedangkan indikator bollinger bands digunakan sebagai indikator pembanding atau konfirmator.

    Indikator moving averages ini bertujuan untuk membantu Anda dalam mengidentifikasi trend naik atau turun. Ternyata, indikator ini bisa memberikan informasi yang lebih dari itu. Indikator MA sebenarnya memiliki tujuan untuk memberikan bantuan kalangan trader agar mudah mengenali tren baik turun maupun naik. Akan tetapi indikator ini informasi yang diberikan juga bisa lebih dari itu.

    Apa yang dinamakan dengan koreksi? Pada dasarnya koreksi ini adalah kondisi dimana pada saat harga yang berada jauh diatas, akan turun dan mendekati serta bertemu dengan garis merah dalam satu titik. Demikian pula apabila harga yang berada jauh di bawah, harga akan bergerak naik dan mendekati sampai betemu dengan garis merah tadi.

    Sebenarnya, ketika Anda bingung dan kesulitan ketika menentukan harga turun maupun, ada baiknya memanfaatkan dari sisi koreksinya. Koreksi ini sifatnya lebih pasti. Pada saat market sedang up trend, koreksinya pasti akan turun. Sedangkan market yang sedang downtrend, maka koreksinya akan naik.

    Jika begini, kapan dan dimana kita harus membuka posisi untuk trading? Pada saat harga bergerak menjauh dari garis merah yang ada di atas atau dibawahnya, lalu kita bisa entry market, benarkah?

    Sebab kata jauh itu sifatnya relatif, bisa saja kita menganggap harga telah bergerak jauh, padahal harga masih bergerak sedikit lebih tinggi ataupun lebih rendah. Jawaban yang paling tepat adalah kita entry market ketika harga sudah mencapai titik jenuh. Overbought ataupun oversold.

    Pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara untuk mengetahui bahwa pasar sudah mengalami overbought atau oversold? Inilah yang menjadi rahasia dari strategi serangan balik. Hal ini pula yang menjadi bagian paling penting atau krusial yang dimiliki strategi serangan balik.

    Kesalahan dalam menyimpulkan apakah pasar sudah mengalami fase overbought ataupun oversold, dapat berakibat fatal sebab kita akan melakukan entry terlalu cepat atau entry dini. Untuk itulah diperlukan indikator yang benar-benar presisi.

    Ada banyak indikator yang bisa dimanfaatkan dalam mengukur apakah harga sudah memasuki overbought atau oversold. Biasanya indikator yang paling sering dipakai adalah MA dengan periode 15 atau periode 20. Lalu, selain ada MA 60 (merah), maka ada pula tambahan MA 15 (biru).

    Pertanyaan berikutnya, bagaimana cara mengetahui apakah harga sudah jenuh dengan MA 15? Mudah saja, pada saat harga telah berada jauh diatas MA merah, maka sudut antara MA merah dan Ma biru akan melebar dan tak lagi menjadi sejajar. Hal ini akan menyebabkan harga memantul 1 atau kali dari MA biru. Dari sini Anda lebih tepat menerapkan sistem entry market.

    Sebagai konfimator, Anda bisa menggunakan indikator bollinger bands. Hal yang bisa dimanfaatkan dari indikator ini adalah garis bands-nya yang bagian atas atau upper-band dan garis bands yang bawah.

    Pada saat lingkaran kuning yang menyatakan area level entry berada di luar atau di dekat garis bands, baik atas maupun bawah, maka dapat dinyatakan sebagai confirm. Dengan catatan bahwa indikator ini sedang tidak mengalami penyempitan sehingga membentuk leher botol.

    Contoh dari penerapan strategi serangan balik ini bisa dilihat pada banyak jenis trading. Jika Anda ingin menggunakan strategi ini dalam gold (XAU/USD). Pada saat harga sudah beregrak jauh di atas MA merah, serta MA biru sudah melebar dengan MA merah, ditambah dengan harga yang sudah memantul dari MA biru. Maka inilah momen paling pas untuk entry. Targetnya adalah saat harga mendekati atau bertemu dengan MA merah, hanya ini, jangan berharap lebih.

    Lantas, bagaimana jika harga bergerak berlawanan dengan posisi entry yang kita punya? Misalkan kita memutuskan untuk entry sell dengan anggapan bahwa harga sudah overbought, ternyata harga bergerak naik.

    Kemungkinan seperti ini selalu ada. Maka inilah alasan mengapa kita memerlukan antisipasi dengan mempersiapkan plan B serta plan C. Dengan posisi entry tadi, kita bisa menemukan level psikologis yang ada di atasnya, yakni resistance untuk entry plan B, serta resistance 2 yang bisa digunakan untuk entry plan C.

    Posisi entry tetap sama, namun jumlah lotnya yang akan digandakan. Jadi, misalkan pada plan A Anda menggunakan 1 lot, letakkan 2 lot pada plan B serta 4 lot dalam plan C. Jika plan A dengan 0,1 lot, maka plan B 0,2 lot dan plan C 0,4 lot. Hal ini kita dapatkan dengan menggunakan pending order yang ada dalam MT4.

    Mengapa masih diperlukan plan B dan plan C? Sebab ketika kita menyimpulkan bahwa harga sudah berada dalam fase overbought tapi harga masih naik. Maka hal ini dimanfaatkan sebagai peluang baru.

    Apabila plan B serta plan C ini turut tersentuh dan harga bergerak sesuai dengan perkiraan awal. Maka tak perlu lagi menunggu sampai harga kembali pada level plan A. Ketika harga sudah mencapai level plan B, kita sudah bisa menutup semua posisi sebab secara kumulatif kita akan profit. Inilah tujuan mengapa diperlukan plan B serta plan C.

    Inilah mengapa strategi ini memerlukan margin atau modal yang besar. Margin yang besar ini bisa dimanfaatkan untuk ketahanan dana sekaligus menahan posisi ketika harga bergerak berlawanan arah dari posisi entry yang kita punya.

    Terlebih ketika plan B serta plan C turut tersentuh. Hal yang perlu diingat terkait keamanan dana, jangan pernah memulai transaksi dengan jumlah lot yang besar, silahkan mulai dengan lot paling kecil untuk meminimalisir resiko.

    Sebab melawan trend, strategi serangan balik haruslah digunakan dengan ketelitian yang tinggi. Jangan asal menerapkan strategi ini dalam akun ril sebelum Anda betul-betul paham bagaimana konsepnya.

    Strategi serangan balik lebih baik digunakan pada pair dengan sideway yang bisa dilihat dalam TF 4 jam. Jangan mencoba menggunakannya apabila market terlihat sedang trending pada TF4
    Click image for larger version

Name:	planning-emas.jpg
Views:	1
Size:	79.5 KB
ID:	13016080
    Catatan penting: Dalam penerapkan strategi serangan balik wajib berhati-hati sebab melawan trend yang ada. Jangan sampai Anda laksanakan strategi ini pada akun asli, sebelum paham betul akarnya. Counterattack strategy atau strategi serangan balik ini sebaiknya diterapkan pada pair yang sedang sideway dilihat pada TF4 jam.

    Jangan laksanakan apabila market dalam kondisi trending. Sebab hal ini bia menyebabkan Anda mengalami swing atau terseret hingga jauh. Sebetulnya, trend di TF yang lebih kecillah yang akan menggerakkan harga apabila TF4 terlihat sideway.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    biasanya memang lebih gampang menarik garis horizontal untuk mendata area SnR dari puncak2 yang udah terbentuk sebelumnya, sisanya tinggal lengkapi dengan bollinger band, dan juga indikator semacam MA, BB, MACD supaya trader bisa melihat arah market tren yang jelas

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X