Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Menganalisa Indikator Ekonomi dalam Trading Part 1
    Click image for larger version

Name:	penjelasan-indikator-arbr-untuk-trading.png
Views:	1
Size:	36.9 KB
ID:	13015612
    Kebanyakan trader ahli dan juga seorang pakar analisa akan berbicara tentang kondisi perekonomian berdasarkan apa yang mereka lihat dalam pemantauan indikator ekonomi yang penting. Ternyata, menganalisa indikator ekonomi dalam trading sangatlah penting. Mengapa demikian? Apa itu indikator ekonomi sehingga perlu diketahui trader sebelum trading?

    Apa Itu Indikator Ekonomi?

    Indikator ekonomi adalah alat atau media yang dipakai dalam analisa fundamental. Yakni metode yang dipakai untuk melakukan evaluasi kondisi perekonomian suatu negara. Indikator ekonomi ini ada banyak jenisnya, secara garis besar dapat diklasifikasikan berdasarkan barang dan jasa yang diproduksi dalam negara bersangkutan.

    Ada banyak sebenarnya mengenai jenis indikator tentang ekonomi. Jika para trader profesional tak ada waktu untuk melihat sebanyak 16 indikator ekonomi yang tersebar, maka di sini sudah dirangkum sebanyak tiga indikator dasar sebagai pondasi indikator dalam analisa fundamental.

    Tak masalah ketika tak memahami keseluruhan indikator, sekurang-kurangnya trader memiliki kemampuan memahami tiga indikator utama ini. Tiga indikator utama ini adalah:

    PDB (Produk Domestik Bruto)
    CPI (Indeks Harga Konsumen)
    Pengangguran

    Mengapa Indikator Ekonomi Berguna dalam Trading Forex?

    Pertanyaan ini umum dimiliki kebanyakan trader, terlebih bagi trader awam yang belum mengerti benar mengenai apa itu analisa fundamental dalam trading forex. Secara umum, indikator ekonomi menjadi penting sebab digunakan oleh bank sentral suatu negara dalam memahami serta mengukur kesehatan ekonomi dari negara tersebut.

    Dalam mengembangkan kebijakan moneter suatu negara, bank sentral memiliki tanggung jawab atas pengendalian suku bunga, mata uang serta jumlah uang yang akan digunakan dalam satu waktu tertentu.

    Inilah mengapa indikator ekonomi ini penting bagi trader dalam menyusun rencana trading, sebab dengan indikator ekonomi ini Anda dapat mengungkap kemana arah perekenomian dimasa depan, serta area mana saja yang mungkin untuk dipertimbangkan dan diinvestasikan oleh trader.

    Dapat dipastikan, ketika terjadi perubahan besar terkait kebijakan moneter, kondisi pasar akan bergejolak hebat, sebab akan ada banyak trader yang merebutkan posisi investasi dalam jumlah yang besar, bahkan ada pula trader yang menarik dan bersikap melindungi investasi yang mereka punya.

    Kebanyakan trader ahli dan pakar analisa selalu membicarakan arah perekonomian berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap indikator-indikator ekonomi penting. Karena memang hal ini adalah pekerjaan sehari-hari mereka.

    Sebagai contoh, kepala The Fed Ben Bernanke pada tahun 2007 lalu pernah memprediksikan bahwa negara Amerika Serikat tak akan pernah mengalami resesi ekonomi. Pada saat itu, ia mengungkapkan bahwa pasar saham dan perumahan akan menjadi aset investasi yang menjanjikan. Nyatanya, pernyataan dari Bernanke ini salah.

    Hal ini membuktikan bahwa tak semua prediksi pakar selalu bernilai benar. Dikarenakan prediksi tak selalu benar, sebagai pelaku pasar, penting bagi Anda mengerti dan memperhatikan perkembangan ekonomi serta indikator-indikator apa saja yang dapat mempengaruhi kondisi ekonomi ini.

    Dengan pemahaman terkait kondisi perekonomian serta indikator-indikator yang berpengaruh, Anda dapat mengambil keputusan tepat dalam investasi jangka panjang atau sekedar trading forex.

    Indikator dan Faktor Analisa Fundamental dalam Trading

    Agar dapat mengetahui prediksi terkait pergerakan kondisi ekonomi dalam suatu negara, diperlukan yang namanya metode analisa fundamental. Dalam hal ini, sebagai trader Anda diharuskan mengamati beberapa jenis berita ekonomi yang memberikan pengaruh terhadap pasar forex, khususnya nilai tukar mata uang.

    Trader dapat melakukan analisa mengenai kekuatan pasar flobal berkat adanya berita fundamental ini. Secara umum, analisa fundamental dianggap sulit untuk dipelajari. Mengapa? Sebab memiliki sifat yang tak pasti, sering berubah karena harus mengikuti kondisi ekonomi suatu negara.

    Untuk itu, Anda harus memperhatikan beberapa faktor yang berpengaruh terhadap pergerakan nilai mata uang untuk dapat menerapkan analisa fundamental tadi. Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah mengamati perkembangan ekonomi, termasuk kebijakan moneter, krisis keuangan, jumlah hutang negara, kenaikan dollar, harga minyak bumi serta faktor berpengaruh lainnya.

    Ada beberapa faktor ekonomi dan hal lain yang turut berpengaruh terhadap hal ini. Lemah atau kuatnya kondisi ekonomi suatu negara dapat menjadi pemicu kebijakan yang dikeluarkan pemerintahan suatu negara. Dampaknya akan berpengaruh pada naik atau turunnya nilai tukar mata uang.

    Trader harus menyusun strategi agar dapat menentukan posisi transaksi mana yang tepat, sehingga terhindar dari kerugian dan mendapatkan keuntungan dalam jumlah yang cukup besar.

    Tak hanya memahami berita ekonomi yang berpengaruh pada nilai tukar mata uang, trader harus paham pula bahwa ada faktor sosial politik yang mencakup banyak hal dan juga mempengaruhi kondisi ekonomi suatu negara.

    Indikator-Indikator Ekonomi yang Wajib Diketahui Trader
    Click image for larger version

Name:	default.jpg
Views:	3
Size:	118.2 KB
ID:	13015613
    Secara umum, indikator ekonomi yang penting diketahui trader dapat dibagi menjadi dua klasifikasi dasar, yakni:

    Indikator-indikator leading (leading indicator); yakni indikator ekonomi yang akan berubah lebih dulu dari keadaan sebenarnya. Indikator leading ini dipakai dalam memprediksi trend di waktu yang akan datang.

    Indikator-indikator lagging (lagging indicator); jenis kedua dari indikator ekonomi ini adalah indikator lagging, yakni indikator ekonomi yang berubah pada saat trend baru terbentuk. Sekalipun tidak ada arah mengenai pergerakan ekonomi, indikator ini bisa memberikan perubahan pada apa saja yang terjadi dan mampu mengidentifikasi situasi ekonomi dalam jangka yang panjang.

    Indikator Ekonomi Leading

    Hal ini disebabkan indikator ekonomi secara leading memiliki potensi dipakai untuk melihat arah ekonomi. Maka jangan heran apabila pemerintah menjadikan indikator leading ini sebagai acuan dalam menentukan kebijakan fiskal dan moneter, serta dalam mengatur kebijakan yang akan menghindari resesi serta dampak negatif lainnya yang dapat terjadi dalam perekonomian suatu negara.

    Jika diperhatikan lebih lanjur, indikator ekonomi leading ini terbagi menjadi tujuh jenis. Apa saja? Berikut penjelasannya.

    1. Pasar Saham

    Sekalipun bukan indikator paling penting, tetap saja indeks harga saham menjadi hal paling pertama yang dilihat pelaku pasar apabila ingin mengetahui bagaimana perkembangan ekonomi pada saat ini.

    Harga saham akan mencerminkan harapan pendapatan badan-badan usaha milik negara (BUMN) serta perusahaan swasta lainnya yang sama-sama bergerak sebagai pelaku ekonomi yang memegang kendali terhadap arah perekonomian ke depan.

    Apabila harga saham sedang naik, maka pendapatan pelaku ekonomi akan meningkat pula, secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi turut meningkat. Begitu sebaliknya, pada saat harga saham turun, pendapatan pelaku ekonomi akan berkurang dan keseluruhan pertumbuhan ekonomi menurun.

    Sekalipun demikian, trader tak dapat mengandalkan satu indikator ekonomi ini saja. Mengapa?

    Perkiraan pendapatan suatu perusahaan bisa saja meleset; harga saham cenderung mudah untuk dimanipulasi. Istilah ini kerap didengar sebagai digoreng. Ternyata, manipulasi harga saham tak hanya terjadi dinegara berkembang, negara maju sekelas Amerika Serikat dan Jepang masih rawan mengalami hal ini.

    Dalam bursa Wall Street (AS) pernah terjadi ‘window dressing’ yakni semacam manipulasi yang dilakukan terhadao kinerja perusahaan terhadap sejumlah saham Bule-Chip. Hal ini menyebabkan volume perdagangan saham tersebut meningkat cukup pesat. Dalam kondisi ini, jelas bahwa harga saham dimanipulasi dengan tak menunjukkan kekuatan harga sesungguhnya.

    Di sisi lain, harga saham cenderung menggelembung. Kondisi ini biasanya menunjukkan terjadinya penggorengan saham secara besar-besaran dan mencerminkan ketahanan pelaku pasar yang cenderung untuk membeli saham ketika harganya tengah meningkat, tanpa peduli dengan indikator ekonomi lainnya. Berada dalam kondisi seperti ini akan membuka celah bagi crash di pasar saham.

    2. Aktivitas Manufaktur

    Aktivitas manufaktur akan berpengaruh terhadap pertumbuhan GDP atau Gross Domestic Product. Aktivitas manufaktur yang meningkat menunjukkan kenaikan jumlah permintaan yang akhirnya akan menggerakkan roda ekonomi. Adanya aktivitas manufaktur yang pesat mengindikasikan ekspansi ekonomi yang menjadikan terbukanya peluang baru bagi tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

    3. Inventory Level (Level Persediaan Barang)

    Meningkatnya persedian barang menunjukkan adanya dua kemungkinan. Bertambahnya jumlah permintaan sehingga wholesaler atau distributor harus menambah persedian barang yang mereka punya, atau terjadinya penurunan dratis terhadap permintaan, sehingga menyebabkan persediaan barang menumpuk sebab pasokan kian bertambah padahal belum ada permintaan dari retailer.

    Pada kondisi pertama, persediaan barang memang sengaja diadakan guna mengantisipasi adanya permintaan yang meningkat drastis. Apabila sesuai dengan prediksi, level persediaan barang yang tinggi dapat meningkatkan keuntungan bagi produsen dan juga distributor.

    Namun sebaliknya, pada saat terjadi kemungkinan kedua, pasokan melebihi angka permintaan. Harga barang akan menjadi turun, belum lagi ditambah dengan biaya penyimpangan dan operasional yang dapat merugikan produsen serta distributor.

    Untuk mengetahui kemungkinan mana yang akan terjadi, Anda dapat melihat pada retail sales atau indikator penjualan ritel. Pada saat persediaan barang diperhatikan, pelaku pasar akan cenderung mengamati indikator penjualan retail tadi.

    4. Retail Sales (Penjualan Retail)

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, penjualan retail akan berhubungan erat dengan level persediaan barang serta aktivitas manufaktur. Barang retail akan berhubungan langsung dengan konsumen dan berdampak pada tingkat inflasi.

    Untuk memilah mana yang katgori manufaktur berpengaruh pada inflasi, indikator ini dapat dibagi pula menjadi dua jenis, yaitu:

    - Core retail sales, tidak memperhitungkan penjualan otomotif
    - Retail sales
    Banyak analis yang mengungkapkan bahwa peningkatan data penjualan retail ini, akan turut berpengaruh pada kenaikan GDP. Pada akhirnya, GDP yang meningkat akan memperkuat nilai tukar mata uang.

    Kekurangan terbesar dari indikator penjualan retail ini tidak menyebutkan bagaimana seorang konsumen harus membeli barang tersebut, apakah konsumen harus berhutang untuk mendapatkannya, atau dengan dana yang didapat dari pinjaman.

    Apabila banyak masyarakat yang memutuskan membayar dengan kartu kredit, uang hasil pinjaman, maka potensi terjadinya kredit macet semakin terbuka dan berpotensi menimbulkan masalah ekonomi yang baru. Sekalipun demikian, keuntungan dari peningkatan data penjualn retail memberikan dampak positif pada perekonomian negara.

    5. Izin Untuk Mendirikan Bangungan (Building Permits)

    Adanya izin untuk membangun atau mendirikan pekerjaan terkait konstruksi seperti rumah baru akan menunjukkan prediksi ketersediaan bangunan atau real estate dalam kurun waktu yang cukup lama.

    Jumlah building permits yang terus bertambah menunjukkan adanya pertumbuhan indsutri konstruksi tepat yang akan berpengaru besar terhadap perekonomian. Peningkatan pada industri konstruksi mampumembuka lowongan kerja baru yang menjamin adanya peningkatkan hasil perusahaan serta naiknya GDP.

    Sekalipun demikian, sama halnya dengan level persediaan barang, semakin banyak rumah yang harus dibangun akan melebihi kebutuhan dari konsumen. Hal ini menyebabkan level pasokan rumah menadi lebih besar dibanding dengan angka permintaan.

    Akhirnya, akan terjadi penurunan harga yang diakibatkan oleh surplus. Akhirnya, tak hanya perumahan baru yang mengalamai penurunan harga, hal ini akan turut berdampak pada perumahan lama atau objek lain yang telah dibangunn terdahulu.

    6. Housing Market

    Harga perumahan yang menurun menjadi tugas koreksi dari inflasi pasar perumahan, yang diakibatkan adanya penggelembungan harga. Ketika pasar perumahan sedang melemah, Anda akan merasakan dampak negatif yang terjadi pada perekonomian negara, sebab kekayaan dari pemilik rumah menjadi berkurang seiring dengan turunnya harga yang dipatok.

    Inflasi pasar perumahan yang terjadi dengan angka cukup tinggi dapat membahayakan kondisi perekonomian, seperti yang terjadi di negara Amerika Serikat pada tahun 2007 silam. Housing bubble kerap dikatakan sebagai alasan utama terjadinya resesi di negara AS pada saat itu.

    Inilah mengapa pelaku pasar biasanya melakukan pengamatan pada beragam data perumahan sekaligus dalam waktu satu periode.

    7. New Bussines StartUp

    Apa yang dimaksud dengan new bussines startup? Istilah ini digunakan untuk menggambarkan adanya bisnis-bisnis baru baik skala kecil, menengah bahkan atas dan termasuk dalam home industries serta sektpr informal lainnya.

    Jenis-jenis bisnis semacam inilah yang selalu tumbuh silih berganti seiring dengan pendapatan nasional dilingkungan masyarakat. Ada sebuah survei yang pernah dilakukan, dalam perekrutan tenaga kerja baru, sektor ini akan membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak dalam periode tertentu jika dibandingkan dengan perusahaan dengan skala lebih besar.

    Perusahaan kecil atau startup akan membantu negara dan memberikan konstribusi terkait cara untuk mengatasi tingginya angka pengangguran di negara ini. Pada negara-negara berkembang, bisnis dengan skala kecil dan menengah sudah cukup berkontribusi dengan menunjukkan angka signifikan pada GDP. Ibde, inovasi serta rancangan produk yang mereka hasilkan dapat meningkatka volume perdagangan.

    Ternyata, hal ini berlaku pula pada negara-negara maju seperti Jepang. Pemerintahan negara Jepang sangatlah memperhatikan perkembangan bisnis yang ada, baik skala kecil, menengah bahkan startup sekalipun.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    kalau dirasa faktor yang harus diperhatikan dalam analisa fundamental terlalu banyak, maka cobalah membuat priorita supaya hal2 penting saja yang diawasi, secara trader juga perlu membuat analisa teknikal yang mungkin makan waktu juga sebelum bisa op
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X