Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Memahami Tentang Stimulus Fiskal, Fluktuasi dan Dampaknya dalam Trading
    Click image for larger version

Name:	LYNXNPEA9J0H4_L.jpg
Views:	1
Size:	61.1 KB
ID:	13015577Para trader kebanyakan belum mengerti apa bedanya antara stimulus fiskal dan stimulus moneter. Bahwa, pengaruh stimulus fiskal terhadap kurs mata uang itu cukup khas.

    Dalam informasi media ekonomi menjelang akhir tahun 2019, banyak disebut-sebut istilah stimulus fiskal. stimulus moneter dikatakan sudahlah tidak efektif lagi pada beberapa negara, sehingga pemerintah negara yang berhubungan ini haruslah menjalankan stimulus fiskal.

    Informasi yang sangat sering muncul yaitu berhubungan mengenai pair JPY, EUR, dan lain sebagainya. Namun, karena para trader yang tidak mengerti apa perbedaan stimulus fiskal dan stimulus moneter. Pengambil kebijakannya berbeda, bentuk kebijakannya berbeda, dan dampaknya terhadap kurs mata uang pun juga tidak sama.

    Pengertian Stimulus Fiskal

    Ada dua wilayah kebijakan utama yang bisa dimanfaatkan oleh otoritas untuk merubah perekonomian, yaitu kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Kebijakan moneter ini memiliki hubungan dengan peredaran uang di perekonomian yang masih masuk dalam kewenangan bank sentral. Sementara kebijakan fiskal berkaitan dengan pendapatan dan pengeluaran anggaran pemerintah.

    Kebijakan fiskal lebih lagging secara umum daripada kebijakan moneter. John Calverley dalam buku yang ditulis menjelaskan bahwapengaruh kebijakan moneter timbul dalam tempo 3 bulanan dan mungkin akan berakhir selama 1 tahun. Sementara dampak kebijakan fiskal baru akan timbul di periode 9-24 bulan. Tetapi sama saja, efek kebijakan fiskal dan moneter tidaklah long-term.

    Berikut ini adalah perbedaan kebijakan moneter dan fiskal secara singkat:

    · Moneter berhubungan dengan dengan jumlah uang berbedar, sementara fiskal berkaitan dengan APBN.
    · Moneter ada di bawah bank sentral, sementara fiskal ada di bawah pemerintah.
    · Pengaruh kebijakan fiskal lambat sampai pada perekonomian daripada kebijakan moneter.

    Stimulus fiskal yaitu adalah langkah kebijakan fiskal yang terbentuk ketika pemerintah menambah anggaran pengeluarannya. Biasa dikatakan juga sebagai pelonggaran anggaran atau expansionary fiscal policy. Penerapan stimulus fiskal bisa dibuat dalam variasi bentuk yang beragam, antara lain:

    • Pemotongan pajak, baik pajak personal maupun korporat
    • Penambahan dan pembagian subsidi secara langsung, misalnya tunjangan pengangguran, pensiunan, dan lain-lain
    • Membangun infrastruktur umum, misalnya jalan raya, jembatan, jalur kereta, pelabuhan, dan lain-lain.


    Seperti yang sudah diketahui terjadinya perubahan fiskal, yaitu pemerintah Indonesia yang sudah menetapkan tentang defisit anggaran sebesar 5% dari GDP dengan jangka 3 tahun, lalu ditambah sebesar 8% dari GDP. Oleh karena itu, artinya bahwa pemerintah Indonesia menerapkan stimulus fiskal. Sekedar defisit anggaran 5% itu saja tidak memperlihatkan adanya stimulus. Namun, langkah pemerintah untuk melakukan perubahan nilai defisit yang awalnya dari 5% menjadi 8% itu merupakan indikasi diluncurkannya stimulus fiskal.

    Pelonggaran fiskal dan pengetatan fiskal adalah suatu istilah yang berbeda. Di keadaan kebijakan fiskal ketat, pemerintah akan mengurangi defisit anggaran. Penerapannya antara lain dengan menambah pajak, pemotongan subsidi, dan juga penurunan anggaran pembangunan infrastruktur publik. Perubahan antara pelonggaran dan pengetatan fiskal akan dilakukan sesuai dengan kondisi perekonomian secara kontinyu.

    Harus diketahui, bahwa pembuatan kebijakan fiskal akan sangat mudah dipengaruhi oleh motif politis daripada urgensi riil, maka biasanya dianggap populis. Ada pemerintahan yang merasa tidak perlu membuat stimulus fiskal yang disebabkan karena pemilih menganggapnya sebagai pemborosan misalnya di Jerman. Namun ada pemerintahan yang merasa perlu membuat dan juga sering mengeluarkan stimulus fiskal karena pemilih menyukai statistik ekonomi yang bagus misalnya Indonesia.

    Pengaruh Stimulus Fiskal Kepada Kurs Mata Uang

    Stimulus fiskal memiliki tujuan untuk menambah output dan permintaan agregat di jangka pendek, sehingga dapat menciptakan kesan perekonomian bertumbuh pesat. Stimulus fiskal juga bisa dibuat supaya tertarget ke sektor tertentu, sehingga dapat membuat investor terdorong masuk ke sektor tersebut secara besar-besaran. Misalnya, keputusan Presiden AS Donald Trump untuk memotong pajak korporasi di awal masa jabatannya, membuat investor memburu saham-saham perusahaan top AS.

    Lalu timbullah pertanyaan, Apa pengaruh stimulus fiskal terhadap nilai tukar (kurs) mata uang? Mengakibatkan terjadi bullish maupun bearish. Berikut ulasan selengkapnya.
    • Dampak Bullish

    Berita tentang stimulus fiskal pada umumnya mengakibatkan investor menginginkan berhentinya perlambatan ekonomi, atau bahkan juga meningkatnya pertumbuhan GDP. Di lain hal, pemerintah memerlukan tambahan pemasukan untuk menambah dana stimulus tersebut. Maka dari mana sumber pemasukan tambahan itu? Jawabannnya adalah utang.

    Disaat pemerintahan menjalankan stimulus fiskal masif, mereka akan melakukan penjual lebih banyak pada obligasi negara. Maka uang masuk arus ke negara tersebut untuk membeli obligasi, sehingga akan mendorong kurs mata uang yang berhubungan untuk menguat dalam jangka pendek.Walaupun begitu, pengumuman stimulus fiskal pada umumnya tidak akan berdampak besar. Bila diumpamakan dengan tanda pengaruh yang pada umumnya wajar muncul dalam kalender forex, maka hanya dibuat dengan warna oranye atau dua banteng saja.

    Mengapa stimulus fiskal tidak berpengaruh besar terhadap kurs mata uang? Pertama yaitu, kebijakan fiskal itu sendiri mempunyai pengaruh yang memiliki sifat lebih lagging daripada kebijakan moneter. Yang kedua, adanya dampak stimulus fiskal kepada nilai tukar dalam jangka panjang bisa bersifat bearish.
    • Dampak Bearish

    Ketika pemerintah memotong pajak atau menambahkan subsidi, artinya uang di kantong Anda akan bertambah pula. Anda memiliki lebih banyak uang untuk shopping, berwisata, atau membeli properti. Hasilnya, maka permintaan domestik akan bertambah. Jika penawaran domestik tidak akan bertambah secara seimbang dalam periode waktu yang sama, maka impor akan bertambah. Apabila penambahan impor mengakibatkan defisit neraca dagang, maka nilai tukar mata uang akan melemah.

    Disaat Anda memiliki uang yang cukup banyak, maka Anda akan siap mengeluarkan uang lebih banyak untuk berbelanja ataupun membayar biaya jasa. Maka, harga barang dan jasa juga cenderung akan meningkat. Peningkatan harga tersebut juga bermanfaat pula bagi barang-barang yang akan diekspor. Produk asal negara yang berhubungan akan menjadi semakin tidak kompetitif di pasar internasional, yang mengakibatkan permintaan mancanegara akan berkurang dan ekspor menurun. Penurunan ekspor yang menimbulkan akibat pada defisit neraca dagang, dapat pula melemahkan nilai tukar mata uang.

    Sementara itu, utang yang dimiliki pemerintah dalam upaya memberikan dana stimulus fiskal, akan menambah beban anggaran negara dalam jangka panjang. Apabila stimulus fiskal sudah sesuaii, maka pihak pemerintah tidak bingung untuk pembayaran utang dan bunganya.
    Tetapi, jika target stimulus fiskal sejak awal sudah salah, maka negara kelak bakal kesusahan untuk membayar utang. Kemudian, krisis ekonomi, default (gagal bayar), atau bahkan pengambil-alihan aset oleh kreditur pun bisa terjadi.


    Pengertian Fluktuasi

    Tahukah Anda apa yang dimaksud fluktuasi. Fluktuasi sering terdengar di dunia forex.Sebenarnya, apakah yang ada dalam fluktuasi nilai mata uang lalu apa dampak dalam pasar forex?Ketika Anda mendengar atau membaca mengenai berita ekonomi, sering menemui kata fluktuasi nilai mata uang. Apabila fluktuasi nilai mata uang terlihat nampak berbahaya untuk negara, bank sentral akan menjalani intervensi agar perekonomian kembali stabil.

    Fluktuasi? Intervensi? Bank Sentral? Sepertinya nampak membingungkan dan banyak istilah-istilah yang tidak umum lainnya? Tidak usah khawatir, informasi ini akan memberikan Anda pengertian tentang apa itu fluktuasi mata uang dan peran penting bank sentral dalam menghadapinya.

    Memahami Apa Itu Fluktuasi Nilai Mata Uang

    Fluktuasi nilai mata uang yaitu adalah naik-turunnya harga suatu mata uang dibandingkan dengan mata uang lainnya. Perubahan harga terjadi dikarenakan permintaan dan penawaran di pasar untuk mata uang tersebut dibanding mata uang lainnya. Jika Anda mendengarkan berita tentang nilai mata uang rupiah yang memilikifluktuasi dengan mata uang dolar AS. Sehingga harga terus bergerak, baik turun atau naik. Akibatnya ada suatu transaksi dengan adanya keterlibatan kedua nilai mata uang.

    Hal inilah yang bisa melakukan pembentukan kurs, artinya level harga atau tentang nilai tukar mata uang ketika dibandingkan pada mata uang lain. Kini, nilai tukar mata uang memiliki peranan penting, karena kegiatan ekonomi pasar bebas yang melibatkan transaksi dari sebagian besar negara-negara di dunia. Untuk perusahaan investasi dan investor mancanegara, nilai tukar mata uang akan sangat berpengaruh.

    Alasan Fluktuasi Nilai Mata Uang

    Nilai mata uang berfluktuasi diakibatkan oleh naik turunnya permintaan dan penawaran (demand and supply) yang memberi pengaruh terhadap mata uang. Mata uang akan naik bila permintaan melebihi penawaran. Sedangkan saat jumlah penawaran jauh lebih banyak dibandingkan permintaan, maka nilai dijamin menurun. Berikut ini ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi permintaan dan penawaran mata uang antara lain:

    1. Kebijakan pemerintah.
    2. Kondisi ekonomi negara.
    3. Faktor tidak terduga, contoh: bencana alam atau kerusuhan yang bisa segera mempengaruhi kondisi politik, perekonomian, dan lain-lain.

    Kondisi perekonomian suatu negara mencakup berbagai komponen, yaitu mulai dari pertumbuhan PDB, inflasi, belanja masyarakat, hingga ketenagakerjaan. Masing-masing aspek ini akan berkontribusi terhadap outlook ekonomi, yang kemudian mempengaruhi sentimen pasar dalam dinamika permintaan dan penawaran terhadap suatu mata uang.

    Contohnya, semakin tinggi tingkat pengangguran suatu negara, maka semakin sedikit masyarakat yang mampu membelanjakan uangnya. Bisa dikatakan, daya beli masyarakat menjadi rendah, sehingga akan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi menjadi lesu. Indikasi pertumbuhan yang seperti itu akan mengakibatkan daya tarik mata uang melemah, dan menurunkan tingkat permintaan terhadap mata uang negara tersebut.

    Bank Sentral Dalam Fluktuasi Nilai Mata Uang

    Kondisi ekonomi suatu negara yang baik dan sehat adalah bila fluktuasi nilai mata uang seimbang, dalam artian tidak akan terus-menerus menguat ataupun terus melemah.

    Kegiatan ekspor impor sangatlah bergantung kepada nilai tukar. Tidak ada satu negara pun yang dapat memenuhi semua hal dan kebutuhannya sendiri. Oleh sebab itu, mereka menjalankan transaksi dengan negara lain memakai nilai tukar mata uang yang berlaku. Dalam jangka pendek, efek negatif perubahan nilai tukar hanya akan dirasakan oleh pengusaha besar yang tidak membawa keuntungan. Tetapi jika didiamkan, dapat menjadi bom waktu bagi seluruh lapisan masyarakat di negara tersebut. Jadi, bank sentral akan meluncurkan kebijakan-kebijakan untuk mengendalikan fluktuasi nilai mata uang yang tak terkontrol.

    Di Indonesia, bank sentralnya adalah Bank Indonesia. Bank Indonesia sudah merasakan apa yang selama ini terjadi yaitu sulitnya menyesuaikan pasokan uang sebagai kebutuhan yang ada kaitannya dengan bisnis. Untuk mengatasi permintaan uang yang tujuannya spekulatif, bank sentral memberikan penerapan dengan menyesuaikan tingkat suku bunga agar para investor bisa dibeli lagi mata uangnya jika suku bunga saat itu tinggi.

    Tentang suku bunga yang wajib bisa beradaptasi, ada pendapat tentang kasus ini yaitu aksi spekulator untuk lemahkan perekonomian secara riil, salah satunya spekulator tingkat besar yang bisa menekan mata uang. Disaat ini terjadi, spekulan mata uang bisa membeli kembali dengan harga yang lebih rendah, menutup posisi mereka, maka mereka dapat menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya. Contoh yang paling fenomenal, yaitu aksi dari George Soros yang mengakibatkan Bank of England kesusahan.

    Fluktuasi Mata Uang Dengan Trading Forex
    Click image for larger version

Name:	main-qimg-9dcda6dc788b102a755e97e6146a73f6.jpg
Views:	1
Size:	41.3 KB
ID:	13015578
    Dalm trading forex, bagi para trader sangat bermanfaat mempelajari tentang fluktuasi mata uang suatu negara. Keputusan untuk buka posisi, akan sangat tepat jika Anda mengetahui arah harga mata uang bergerak kemana. Berikut ini akan diberikan contoh kasus yang dapat dimengerti dengan mudah.

    Disaat Anda mendengar berita bahwa mata uang negara tertentu sedang melemah, ada 2 hal yang dapat Anda lakukan, yaitu:
    • Melakukan open posisi buy (dengan tujuan harga naik supaya bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi), atau
    • Melakukan open sell untuk menghindari kerugian yang lebih besar, terutama bila sebelumnya sudah telanjur membeli pada harga yang lebih tinggi, atau belum ada tanda-tanda reversal.

    Maka trading forex menjadi sangat unik, karena Anda tetap bisa meraih keuntungan meskipun fluktuasi nilai mata uang sedang naik ataupun turun. Tetapi, harus diingat bahwa buka maupun tutup posisi haruslah diikuti dengan pertimbangan mengenai manajemen resiko. Perhatikan ketahanan modal Anda, dan ingatlah bahwa tidak semua kesempatan bisa langsung dijalakan. Itu semua bergantung pada strategi yang Anda terapkan dan bagaimana aturan manajemen resiko yang sesuai dengan batas toleransi resiko Anda.

    Walaupun sekilas trading sesuai dengan fluktuasi nilai mata uang nampak mudah, Tetapi Anda harus tetap disiplin dengan rencana trading yang telah dirancang, karena reaksi pasar bisa berubah-ubah. Informasi ini bisa menjadi tambahan ilmu baru untuk para trader dalam bertansaksi. Perhatikanlah selalu informasi perekonomian yang ada. Semua itu akan membantu Anda dalam menguasai semua tentang trading forex.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    biasanya sih stimulus fiskal ini diberikan kalau pemotongan bunga bank sentral tidak memberi kenaikan signifikan pada pertumbuhan ekonomi, karena kalo pajak berkurang maka pasti banyak pemotongan anggaran pemerintah dan pelayanan kepada masyarakat
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X