Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Cara Konfirmasi Pola Candlestick dalam Trading Price Action
    Click image for larger version

Name:	20190828225246293510.jpg
Views:	1
Size:	44.9 KB
ID:	13015440 Dalam trading forex, Anda akan kerap menemukan yang namanya candlestick. Apa itu candlestick? Candlesctik adalah jenis grafik chart yang digunakan untuk menunjukkan serta membaca harga yang berlangsung dalam pasar finansial untuk waktu tertentu. Lantas, bagaimana cara konfirmasi pola candlestick yang menunjukkan peluang untuk trading?

    Untuk membaca dan mengkonfirmasi pola candlestick, Anda harus mengetahui elemen-elemen dari candlestick ini terlebih dahulu. Candlestick dibangun dari beberapa elemen, dan masing-masing elemen ini harus dapat dipahami dengan baik oleh setiap trader.

    Mengenal Elemen-Elemen Candlestick

    a) Ukuran Badan Candlestick

    Poin awal untuk membaca informasi dari candlestick adalah dengan membaca ukuran badan dari candlestick itu sendiri. Panjang badan dari candlestick menunjukkan adanya kekuatan dari salah satu pihak.

    Ketika ukuran badan memanjang, hal ini menunjukkan adanya penguatan momentum. Namun, ketika badan mengencil, menunjukkan bahwa momentum akan bertambah pelan. Singkatnya, ukuran panjang tubuh candlestick ini menunjukkan seberapa jauh harga bergerak selama durasi candlestick tersebut.

    b) Panjang Sumbu Candlestick

    Panjang sumbu dari candlestick menujukkan volatilitas pergerakan harga. Apabila sumbu candlestick ini panjang, dapat dipastikan harga akan bergerak cepat selama durasi candlestick terkait, namun mengalami penolakan sebab adanya perlawanan.

    Ketika sumbuh terus bertambah panjang, berarti volatilitas harga kian meningkat. Biasanya hal ini terjadi pada akhir trend sebelum harga berbalik arah, dapat pula ketika harga mendekati titik support resistance penting.

    c) Rasio Panjang Badan dan Sumbu

    Dengan ini, Anda sudah mendapat gambaran besar terkait cara konfirmasi pola candlestick. Pada saat trend dengan momentum tinggi tengah berlangsung, Anda akan kerap mendapati candlestick dengan badan panjang dan sumbu yang kecil.

    Tetapi, ketika pasar berlangsung dengan ketidakpastian, maka volatilitas akan meningkat dan menyebabkan munculnya candlestick dengan badan yang lebih kecil namun sumbunya lebih panjang.

    d) Posisi Badan Candlestick

    Elemen keempat dari candlestick ini adalah bentuk pengembangan dari elemen sebelumnya. Dalam trading forex, mungkin Anda pernah menemukan candlestick bersumbu panjang dan badannya terletak di salah satu ujungnya saja.

    Candlestick seperti ini menunjukkan adanya perlawanan. Sedangkan candlestick dengan posisi badan berada ditengah-tengah antara sumbu bawah dan sumbu atas, menandakan sebuah keraguan atau ketidakpastian dari pasar.

    Dengan memahami elemen dasar dari candlestick ini, Anda akan semakin mudah dalam membaca informasi yang ada dari chart tanpa harus menghafal bentuknya satu persatu. Lalu, bagaimana cara konfirmasi pola candlestick ini?

    Ini Cara Membaca Candlestick

    Untuk membaca candlestick, ada beberapa metode yang dapat dilakukan, misalkan berdasarkan anatomi, warna dari candlestick hingga sumbunya.

    a) Anatomi

    Apabila melihat dari anatomi, candlestick itu terdiri atas sumber dan batang atau tubuh. Satu body candlestick disusun dari empat level harga, yakni pembukaan, harga tertinggi, harga terendah dan harga penutupan.

    b) Warna

    Candlestick yang terlihat dalam chart biasanya berwarna merah (candle bearish) serta berwarna hijau (candle bullish). Candlestick berwarna merah menunjukkan harag close lebih rendah ketimbang harga open, sehingga menampilkan kondisi bearish, harga tertekan sebab seller lebih kuat dibanding dengan buyer.

    Sebaliknya, candlestick dengan body hijau menunjukkan harga close berada di atas harga open, atau harga pasar cenderung naik dan sifatnya bullish, harga meningkat sebab posisi buyer menguasai pasar.

    Pada dasarnya, warna dari candlestick ini dapat dirubah sesuai dengan keinginan trader, dengan syarat trader mengerti cara untuk membacanya.

    c) Sumbu

    Selain anatomi serta warna, cara konfirmasi pola candlestick dapat pula dilakukan dengan melihat sumbunya. Sumbu candlestick ini menunjukkan tingkat volatilitas dari harga. Ketika sumbu berada dibawah, menujukkan harga cenderung berbalik arah menuju atas, atau bullish reversal. Sebaliknya, pada saat sumbu berada diatas, harga cenderung berbalik arah menjadi turun atau bearish reversal.

    Dalam trading, candlestick menjadi acuan dalam strategi trading, salah satunya trading dengan price action. Apa itu strategi price action dan bagaimana penerapan candlestick dalam strategi ini?

    Sekilas Tentang Strategi Trading Price Action
    Click image for larger version

Name:	cara-membaca-candlestick-olymp-trade.jpg
Views:	1
Size:	50.5 KB
ID:	13015441
    Banyak upaya yang dilakukan trader untuk mendapatkan profit, salah satunya trading dengan strategi price action. Dengan strategi ini, trader dapat melihat pergerakan harga dari pasangan mata uang berdasarkan pergerakan harga pada periode sebelumnya.

    Bagi trader pemula, startegi price action dinilai sebagai metode paling sederhana, sebab trader hanya perlu melihat level support resistance atau moving average guna mengkonfirmasi sinyal trading. Hanya dengan dua cara ini, trader telah mendapatkan sinyal trading yang valid dan lebih akurat.

    1. Konfirmasi Sinyal dengan Level Support Resistance

    Cara pertama yang dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi price action dapat dilakukan dengan level support resistance. Pada dasarnya, level yang kerap dijangkau oleh harga akan menjadi level baru yang lebih kuat, sehingga sinyal yang dihasilkan lebih valid.

    2. Konfirmasi Sinyal dengan Indikator Moving Average

    Cara kedua yang dapat dilakukan untuk konfirmasi price action dengan menggunakan bantuan dari indikator moving average golongan EMA (Exponential Moving Average). EMA ini akan lebih baik apabila digunakan pada chart dengan periode 8 atau 21.

    Cara Konfirmasi Candlestick dalam Strategi Trading Price Action

    Bagaiamana cara konfirmasi pola candlestick dalam startegi trading price action? Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membaca informasi dari candlestick ini. Namun, sebelum itu, Anda harus mengerti dahulu macam-macam pola dari candlestick ini.
    Berikut adalah cara membaca candlestick berdasarkan beberapa kondisi pasar, yakni saat trending, sideways serta breakout. Berikut penjelasannya:

    a) Kondisi Pasar Saat Tranding

    Pasar dapat dikatakan sedang trading ketika harga cenderung bergerak ke suatu arah. Cara mudah menganalisa trend ini bisa dilaksanakan memakai konfirmatornya. Misalkan support resistance atau indikator moving average (MA).

    Hal ini bertujuan agar trader tak melakukan kesalahan dalam memprediksikan level entry. Ketika trader terlanjur melakukan entry namun harga bergerak turun, hal ini menandakan trader telah masuk dalam momen yang tidak tepat, atau bukan momen trend. Lantas bagaimana?

    Ketika pasar tengah mengalami downtrend dengan retracement pada level support resistance, beberapa pola dari candlestick yang terbentuk diantara kedua level tersebut (garis horixontal) dapat dijadikan sebagai acuan dalam menetapkan level entry serta level untuk exit. Terutama pin bar yang tengah mengalami rejection pada level support resistance, dapat pula pin bar yang memiliki ekor panjang yang berada di dekat level support.

    b) Ketika Kondisi Pasar Saat Sideways (Ranging)

    Perlu diketahui mengenai konfirmator yang sesuai sebagai proses penggunaan sideways. Untuk pasar adanya sideways, konfirmator dapat digunakan sebagai indikator ADX/Oscillator. Hal ini dikarenakan sinyal hasil tren tidak begitu kuat.

    Misalkan pada formasi bar yang menunjukkan terbentuknya garis support dan resiatnce dengan candlestick inside bar dan pin bar, formasi ini menunjukkan sebuah sinyal entry yang valid. Namun, pada saat kondisi pasar berada dalam konsolidasi, Anda harus benar-benar berhati-hati dalam menentukan titik untuk exit target.

    Disamping itu, sebagai seorang trader Anda harus terbiasa dengan segala kemungkinan, misalkan harga yang mulanya stabil tiba-tiba bergerak atau berbalik dan berubah menjadi trending.

    Dalam hal ini Anda perlu memahami konsep mengenai risk reward ratio pada setiap rencana trading yang Anda bangun. Hal ini bertujuan agar manajemen keuangan Anda bisa dikontrol dengan lebih baik.

    c) Ketika Kondisi Pasar Breakout

    Dari beberapa cara konfirmasi price action sebelumnya, kondisi pasar breakout menjadi strategi yang paling sulit untuk dipelajari. Apabila breakout berhasil dikonfirmasi dan hasilnya valid, maka profit yang diperoleh akan tampak sangat menggiurkan. Sebaliknya, ketika sinyal breakout terkonfirmasi dan ternyata fake, jelas sudah resiko yang diterima tak kalah besarnya.

    Tak ada trader yang dapat mengetahui kapan tepatnya harga akan membentuk trend, umunya trader akan memiliki kecenderungan untuk mengamati pasar dari level-level support dan resistance yang berperan sebagai batas antara level tertinggi serta level terendah harga dalam suatu range. Tetapi, ketika batas ini berhasil ditembus, maka zona support resistance yang tadi tak akan berguna lagi.

    Sekalipun demikian, bukan berarti level-level penting yang telah ditembus tadi selalu mengindikasikan adanya trend continuation. Kondisi dari tembusnya level atau batas harga tertinggi atau terendah inilah yang kemudian menjadi penyebab berlangsungnya breakout.

    Untuk trading dengan kondisi pasar breakout dapat berjalan dengan baik, setidaknya ada tiga syarat yang harus Anda penuhi, yakni:

    - Pastikan level support dan resistance benar-benar kuat dan teruji dengan baik, atau harga harus sudah menembus level pembatas tersebut.
    - Pastikan bahwa harga penutupan candle (bar breakout) berada jauh di atas level resistance kunci atau dibawah leveh support kunci. Perlu untuk diingat, semakin jauh jarak antara harga penutupan candle bar dengan level kunci, maka sinyal yang dihasilkan akan semakin valid.
    - Jangan memasuki pasar dengan terburu-buru, tunggu sampai beberapa candle terbentuk lagi guna memastikan bahwa harga benar-benar ada pada level area yang baru, pasca breakout.


    Berdasarkan ulasan ini dapat disimpulkan bahwa strategi price action merupakan strategi trading forex yang dinilai sebagai strategi terbaik guna mendapatkan sinyal trading yang valid. Untuk memudahkan Anda dalam membaca serta mengkonfirmasi pola dari candlestick, Anda harus mengenal elemen-elemen dari candlestikc itu terlebih dahulu.

    Ada empat elemen yang masing-masing mengindikasikan pesan berbeda. Candlestick dapat dikonfirmasi dengan menggunakan beberapa metode yang nantinya dapat digunakan dalam tiga jenis pasar berbeda, yakni pasar ketika sedang trending, pasar ketika sedang sideways dan yang terakhir ketika pasar sedang breakout.

    Disamping itu, trader harus tetap siap dengan segala kemungkinan yang dapat terjadi di dalam beberapa kondisi pasar. Pastikan Anda memasuki pasar dengan strategi trading yang tersusun dengan matang.

  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    Originally posted by ninik nikmah View Post
    [ATTACH]319625[/ATTACH] Dalam trading forex, Anda akan kerap menemukan yang namanya candlestick. Apa itu candlestick? Candlesctik adalah jenis grafik chart yang digunakan untuk menunjukkan serta membaca harga yang berlangsung dalam pasar finansial untuk waktu tertentu. Lantas, bagaimana cara konfirmasi pola candlestick yang menunjukkan peluang untuk trading?

    Untuk membaca dan mengkonfirmasi pola candlestick, Anda harus mengetahui elemen-elemen dari candlestick ini terlebih dahulu. Candlestick dibangun dari beberapa elemen, dan masing-masing elemen ini harus dapat dipahami dengan baik oleh setiap trader.

    Mengenal Elemen-Elemen Candlestick

    a) Ukuran Badan Candlestick

    Poin awal untuk membaca informasi dari candlestick adalah dengan membaca ukuran badan dari candlestick itu sendiri. Panjang badan dari candlestick menunjukkan adanya kekuatan dari salah satu pihak.

    Ketika ukuran badan memanjang, hal ini menunjukkan adanya penguatan momentum. Namun, ketika badan mengencil, menunjukkan bahwa momentum akan bertambah pelan. Singkatnya, ukuran panjang tubuh candlestick ini menunjukkan seberapa jauh harga bergerak selama durasi candlestick tersebut.

    b) Panjang Sumbu Candlestick

    Panjang sumbu dari candlestick menujukkan volatilitas pergerakan harga. Apabila sumbu candlestick ini panjang, dapat dipastikan harga akan bergerak cepat selama durasi candlestick terkait, namun mengalami penolakan sebab adanya perlawanan.

    Ketika sumbuh terus bertambah panjang, berarti volatilitas harga kian meningkat. Biasanya hal ini terjadi pada akhir trend sebelum harga berbalik arah, dapat pula ketika harga mendekati titik support resistance penting.

    c) Rasio Panjang Badan dan Sumbu

    Dengan ini, Anda sudah mendapat gambaran besar terkait cara konfirmasi pola candlestick. Pada saat trend dengan momentum tinggi tengah berlangsung, Anda akan kerap mendapati candlestick dengan badan panjang dan sumbu yang kecil.

    Tetapi, ketika pasar berlangsung dengan ketidakpastian, maka volatilitas akan meningkat dan menyebabkan munculnya candlestick dengan badan yang lebih kecil namun sumbunya lebih panjang.

    d) Posisi Badan Candlestick

    Elemen keempat dari candlestick ini adalah bentuk pengembangan dari elemen sebelumnya. Dalam trading forex, mungkin Anda pernah menemukan candlestick bersumbu panjang dan badannya terletak di salah satu ujungnya saja.

    Candlestick seperti ini menunjukkan adanya perlawanan. Sedangkan candlestick dengan posisi badan berada ditengah-tengah antara sumbu bawah dan sumbu atas, menandakan sebuah keraguan atau ketidakpastian dari pasar.

    Dengan memahami elemen dasar dari candlestick ini, Anda akan semakin mudah dalam membaca informasi yang ada dari chart tanpa harus menghafal bentuknya satu persatu. Lalu, bagaimana cara konfirmasi pola candlestick ini?

    Ini Cara Membaca Candlestick

    Untuk membaca candlestick, ada beberapa metode yang dapat dilakukan, misalkan berdasarkan anatomi, warna dari candlestick hingga sumbunya.

    a) Anatomi

    Apabila melihat dari anatomi, candlestick itu terdiri atas sumber dan batang atau tubuh. Satu body candlestick disusun dari empat level harga, yakni pembukaan, harga tertinggi, harga terendah dan harga penutupan.

    b) Warna

    Candlestick yang terlihat dalam chart biasanya berwarna merah (candle bearish) serta berwarna hijau (candle bullish). Candlestick berwarna merah menunjukkan harag close lebih rendah ketimbang harga open, sehingga menampilkan kondisi bearish, harga tertekan sebab seller lebih kuat dibanding dengan buyer.

    Sebaliknya, candlestick dengan body hijau menunjukkan harga close berada di atas harga open, atau harga pasar cenderung naik dan sifatnya bullish, harga meningkat sebab posisi buyer menguasai pasar.

    Pada dasarnya, warna dari candlestick ini dapat dirubah sesuai dengan keinginan trader, dengan syarat trader mengerti cara untuk membacanya.

    c) Sumbu

    Selain anatomi serta warna, cara konfirmasi pola candlestick dapat pula dilakukan dengan melihat sumbunya. Sumbu candlestick ini menunjukkan tingkat volatilitas dari harga. Ketika sumbu berada dibawah, menujukkan harga cenderung berbalik arah menuju atas, atau bullish reversal. Sebaliknya, pada saat sumbu berada diatas, harga cenderung berbalik arah menjadi turun atau bearish reversal.

    Dalam trading, candlestick menjadi acuan dalam strategi trading, salah satunya trading dengan price action. Apa itu strategi price action dan bagaimana penerapan candlestick dalam strategi ini?

    Sekilas Tentang Strategi Trading Price Action
    [ATTACH]319626[/ATTACH]
    Banyak upaya yang dilakukan trader untuk mendapatkan profit, salah satunya trading dengan strategi price action. Dengan strategi ini, trader dapat melihat pergerakan harga dari pasangan mata uang berdasarkan pergerakan harga pada periode sebelumnya.

    Bagi trader pemula, startegi price action dinilai sebagai metode paling sederhana, sebab trader hanya perlu melihat level support resistance atau moving average guna mengkonfirmasi sinyal trading. Hanya dengan dua cara ini, trader telah mendapatkan sinyal trading yang valid dan lebih akurat.

    1. Konfirmasi Sinyal dengan Level Support Resistance

    Cara pertama yang dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi price action dapat dilakukan dengan level support resistance. Pada dasarnya, level yang kerap dijangkau oleh harga akan menjadi level baru yang lebih kuat, sehingga sinyal yang dihasilkan lebih valid.

    2. Konfirmasi Sinyal dengan Indikator Moving Average

    Cara kedua yang dapat dilakukan untuk konfirmasi price action dengan menggunakan bantuan dari indikator moving average golongan EMA (Exponential Moving Average). EMA ini akan lebih baik apabila digunakan pada chart dengan periode 8 atau 21.

    Cara Konfirmasi Candlestick dalam Strategi Trading Price Action

    Bagaiamana cara konfirmasi pola candlestick dalam startegi trading price action? Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membaca informasi dari candlestick ini. Namun, sebelum itu, Anda harus mengerti dahulu macam-macam pola dari candlestick ini.
    Berikut adalah cara membaca candlestick berdasarkan beberapa kondisi pasar, yakni saat trending, sideways serta breakout. Berikut penjelasannya:

    a) Kondisi Pasar Saat Tranding

    Pasar dapat dikatakan sedang trading ketika harga cenderung bergerak ke suatu arah. Cara mudah menganalisa trend ini bisa dilaksanakan memakai konfirmatornya. Misalkan support resistance atau indikator moving average (MA).

    Hal ini bertujuan agar trader tak melakukan kesalahan dalam memprediksikan level entry. Ketika trader terlanjur melakukan entry namun harga bergerak turun, hal ini menandakan trader telah masuk dalam momen yang tidak tepat, atau bukan momen trend. Lantas bagaimana?

    Ketika pasar tengah mengalami downtrend dengan retracement pada level support resistance, beberapa pola dari candlestick yang terbentuk diantara kedua level tersebut (garis horixontal) dapat dijadikan sebagai acuan dalam menetapkan level entry serta level untuk exit. Terutama pin bar yang tengah mengalami rejection pada level support resistance, dapat pula pin bar yang memiliki ekor panjang yang berada di dekat level support.

    b) Ketika Kondisi Pasar Saat Sideways (Ranging)

    Perlu diketahui mengenai konfirmator yang sesuai sebagai proses penggunaan sideways. Untuk pasar adanya sideways, konfirmator dapat digunakan sebagai indikator ADX/Oscillator. Hal ini dikarenakan sinyal hasil tren tidak begitu kuat.

    Misalkan pada formasi bar yang menunjukkan terbentuknya garis support dan resiatnce dengan candlestick inside bar dan pin bar, formasi ini menunjukkan sebuah sinyal entry yang valid. Namun, pada saat kondisi pasar berada dalam konsolidasi, Anda harus benar-benar berhati-hati dalam menentukan titik untuk exit target.

    Disamping itu, sebagai seorang trader Anda harus terbiasa dengan segala kemungkinan, misalkan harga yang mulanya stabil tiba-tiba bergerak atau berbalik dan berubah menjadi trending.

    Dalam hal ini Anda perlu memahami konsep mengenai risk reward ratio pada setiap rencana trading yang Anda bangun. Hal ini bertujuan agar manajemen keuangan Anda bisa dikontrol dengan lebih baik.

    c) Ketika Kondisi Pasar Breakout

    Dari beberapa cara konfirmasi price action sebelumnya, kondisi pasar breakout menjadi strategi yang paling sulit untuk dipelajari. Apabila breakout berhasil dikonfirmasi dan hasilnya valid, maka profit yang diperoleh akan tampak sangat menggiurkan. Sebaliknya, ketika sinyal breakout terkonfirmasi dan ternyata fake, jelas sudah resiko yang diterima tak kalah besarnya.

    Tak ada trader yang dapat mengetahui kapan tepatnya harga akan membentuk trend, umunya trader akan memiliki kecenderungan untuk mengamati pasar dari level-level support dan resistance yang berperan sebagai batas antara level tertinggi serta level terendah harga dalam suatu range. Tetapi, ketika batas ini berhasil ditembus, maka zona support resistance yang tadi tak akan berguna lagi.

    Sekalipun demikian, bukan berarti level-level penting yang telah ditembus tadi selalu mengindikasikan adanya trend continuation. Kondisi dari tembusnya level atau batas harga tertinggi atau terendah inilah yang kemudian menjadi penyebab berlangsungnya breakout.

    Untuk trading dengan kondisi pasar breakout dapat berjalan dengan baik, setidaknya ada tiga syarat yang harus Anda penuhi, yakni:

    - Pastikan level support dan resistance benar-benar kuat dan teruji dengan baik, atau harga harus sudah menembus level pembatas tersebut.
    - Pastikan bahwa harga penutupan candle (bar breakout) berada jauh di atas level resistance kunci atau dibawah leveh support kunci. Perlu untuk diingat, semakin jauh jarak antara harga penutupan candle bar dengan level kunci, maka sinyal yang dihasilkan akan semakin valid.
    - Jangan memasuki pasar dengan terburu-buru, tunggu sampai beberapa candle terbentuk lagi guna memastikan bahwa harga benar-benar ada pada level area yang baru, pasca breakout.


    Berdasarkan ulasan ini dapat disimpulkan bahwa strategi price action merupakan strategi trading forex yang dinilai sebagai strategi terbaik guna mendapatkan sinyal trading yang valid. Untuk memudahkan Anda dalam membaca serta mengkonfirmasi pola dari candlestick, Anda harus mengenal elemen-elemen dari candlestikc itu terlebih dahulu.

    Ada empat elemen yang masing-masing mengindikasikan pesan berbeda. Candlestick dapat dikonfirmasi dengan menggunakan beberapa metode yang nantinya dapat digunakan dalam tiga jenis pasar berbeda, yakni pasar ketika sedang trending, pasar ketika sedang sideways dan yang terakhir ketika pasar sedang breakout.

    Disamping itu, trader harus tetap siap dengan segala kemungkinan yang dapat terjadi di dalam beberapa kondisi pasar. Pastikan Anda memasuki pasar dengan strategi trading yang tersusun dengan matang.



    sedikit sharing pengalaman uji trading di market dengan chart pattern, setelah saya mempelajari di buku/ebook, artikel dan teori yang ada memang teknik prce action sangatlah profitable akan tetapi setelah uji pasar hal yang paling krusial adalah di mana letak titik entry yang jitu, ini bagi setiap trader memiliki cara yang berbeda, saya sendiri melakukkan entry pada pattern tertentu, bukan pada breakout tetapi SNR pada trendline chart pattern yang sudah mulai membentuk pola.

    Comment

    Advanced mode
    • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
    • #3 Collapse

      kalau menganalisa candlestik dari bentuknya, itu pasti akan makan waktu, apalagi dilakukan pada kerangka waktu yang kecil, jadi teknik ini sebenarnya tidak tepat untuk trader yang suka scalping, tapi mungkin bisa diterapkan pada swing trader
      Place your siggy here

      Comment

      Advanced mode

      Online

      Working...
      X