Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Cara Menjadi 10 Persen dari Trader yang Sukses
    Click image for larger version

Name:	index.jpg
Views:	1
Size:	7.0 KB
ID:	13015005
    Tak satu pun orang di dunia menginginkan ketidaksuksesan. Terlebih bagi yang terjun dalam dunia trading, Anda sebagi tarder pasti juga ingin diakui kesuksesannya. Berdasarrkan data yang ada, hanya 10% dari seluruh trader yang memperoleh keuntungan yang besar yang berjangka panjang. Mungkin Anda juga penasaran bagaimana cara mereka meraup keuntungan tersebut?

    Pasti Anda juga akan bertanya-tanya dalam hati. Bagaimana cara mereka berpikir, mengambil keputusan dan seperti apa pula proses dalam trading serta rutinitas keseharian mereka? Apakah yang mereka lakukan terkadang juga tidak dilakukan sebagian besar trader? Mari kita simak padangan kalangan ahli yang merupakan trader profesional dalam menjawab pertayaan di atas.

    Mengurangi Frekuensi Trading

    Apabila Anda ditanya, seberapa besar frekuensi trading Anda? Apakah Anda termasuk pasar ataukah Anda hanya sekedar mengutak-utik posisi? Misalnya saja sekali dalam seminggu, tiga kali dalam seminggu atau justru hanya 20 kali saja? Atau bisa jadi Anda tidak pernah menghitung frekuensi trading Anda karena Anda tidak membuat jurnal trading? Apabila Anda kebetulan tak termasuk dalam 10% trader yang sukses, bisa jadi Anda terlalu sering bermain trading.

    Ada saat-saat yang paling menentukan dalam karir trading Anda,yaitu di saat Anda mulai menyadari bahwa Anda dapat memperbaiki hasil trading secara dramatis dengan cara berikut. Pertama, Anda perlu mengurangi frekuensi masuk pasar. Kedua, Anda diminta untuk tidak terlalu sering mengintervensi posisi trading. Ketiga, baiknya Anda sabar menunggu sinyal trading di saat Anda memiliki probabilitas yang cukup tinggi.

    Bagi trader yang kerap mengalami loss, mungkin Anda kurang menyadari bahwa ketika Anda jarang masuk pasar, atau mengurangi frekuensi trading, secara tidak lagsung Anda akan menaikkan faktor keuntungan secara keseluruhan. Cobalah untuk bersabar, maka akurasi trading Anda pun nantinya akan semakin tinggi. Saat Anda mampu mengontrol trading Anda, dengan demikian akan menghasilkan keuntungan yang menarik dari pasar.

    Hal yang biasanya dilakukan 10% trader yang sukses dan mungkin tidak sedang Anda lakukan yakni menunggu dengan sabar sinyal trading yang probabilitasnya amat tinggi. Hal tersebut tidak akan berpengaruh dalam jangka waktu seberapa lama keadaan tersebut akan muncul. Secara matematis Anda dapat menunjukkan bahwa semakin tinggi frekuensi trading, maka akan semakin tinggi tingkat kesalahan (error rate), yang dapat menurunkan faktor keuntungan yang Anda miliki secara keseluruhan.

    Melalukan Asumsi Bahwa Trader Lain Adalah Lawan Anda

    Ibaratkan bahwa trading adalah sebuah perlombaan. Agar Anda dapat menang mendapat keuntungan dalam trading, Anda perlu berasumsi bahwa trader lain merupakan lawan Anda. Anda perlu memperhatikan bahwa Anda harus bisa mendahului lawan untuk mendapatkan sinyal dengan keumungkinan yang amat tinggi. Cobalah Anda asumsikan bahwa sedang gagal mendapatkan hal tersebut. Maka trader lain pun pasti, dengan segera akan mengambilnya.

    Sejumlah 90% dari trader yang pernah mengalami kerugian penyebabnya adalah mereka tidak melakukan apa yang seharusnya dapat mereka laukan. Diantaranya yakni masuk pasar sesuai dengan sinyal probabilitas tinggi yang sebenarnya telah mereka ketahui. Saat bermain trading, Anda perlu mengetahui kriteria sinyal trading yang valid.

    Menyukai Pasar dan Mencintai Trading

    Para trader yang sukses, akan menyukai pasar serta mencintai profesi tradingnya. Ia akan dengan tekun membaca chart yang ada padatrading. Selain itu, Anda disarankan untuk mengikuti berita ekonomi serta menemukan peluang trading menurut Anda benar. Hal tersebut bukan menjadi rutinitas yang terpaksa dilakukan, akan tetapi bisa jadi nantinya Anda akan ketagihan melakukanhal tersebut karena memang benar-benar ingin mengetahui kondisi pasar dan ingin segera melakukan trade.

    Anda pasti akan sukses saat menjalani profesi trading, apabila Anda 100% all-out, menaruh perhatian lebih pada pasar. Trading sebenarnya bukan menjadi pekerjaan rutin ataupun sekedar hobi yang dapat Anda lakukan paruh waktu. Akan tetapi ia merupakan profesi yang disukai serta ditekuni.

    Berdasarkan pengalaman serta pengamatan. Mungkin Anda belum pernah menemui trader sukses yang tak terobsesi dan begitu menyukai pasar. Para trader begitu mencintai dan amat bangga pada profesi yang mereka geluti. Ia amat percaya diri. Mereka, para trader yang sukses, menganggap bahwa trading for living.Untuk itu,Anda perlu menyukai pasar dan begitu mencintai profesi sebagai trader.

    Meletakkan Stop Loss Trading dengan Tepat

    Yang perlu Anda perhatikan jika ingin menjadi trader yang sukses yakni, apabila penempatan stop loss yang kurang tepat, maka sering kali menghancurkan account trading Anda. Salah satu faktor yang penting untuk mencapai kesuksesan melakukan trading dalam jangka panjang yakni penempatan level stop loss yang tepat. Stop loss merupakan komponen penting pada management resiko trading. Akan tetapi, faktor inilah yang nantinya membuat trader mengalami kerugian saat melakukan trading. Bahkan, Anda sebagai trader bisa juga berkali-kali kena stop loss setiap kali trading.

    Kejadian tersebut terjadi karena trader kurang tepat saat menempatkan level stop loss. Bahkan seringkali para trader salah memperhitungkan posisi. Bisa jadi, yang awal mulanyadiperlebar atau dipersempit, di tengah justru karena mereka serakah dan takut (greed and fear) maka yang terjadi justru sebaliknya. Hal tersebut tak hanya dialami oleh trader pemula.Akan tetapi, para trader profesional terkadang kurang tepat dalam menempatkan level stop loss.

    Pada level stop loss, Anda tidak dapat menentukan secara acak atau Anda hanya memprediksi saja. Apabila sesuai dengan ukuran lot trading pada position size yang telah Anda tetapkan, maka tidak masalah. Pada level stop loss yang Anda ambil, baiknya masuk akal, sesuai dengan konteks pergerakan harga serta sinyal trading yang ada pada pasar.

    Mengenal Laju Pergerakan Trend dalam Trading

    Apabila laju pergerakan trend amat sangat kuat, maka hal tersebut dirasa kurang logis apabila Anda menentukan level stop loss yang sempit. Namun, sebaliknya, apabila kondisi pasar sedang slow ataukah choppy maka sebaiknya pada level stop loss yang Anda gunakan tidak terlalu besar. Apabila Anda akan masuk pasar berdasarkan pada sinyal entry yang valid, maka untuk menembus exit, sebaiknya gunakan berdasarkan sinyal yang valid.

    Sinyal exit yang memiliki probabilitas yang tinggi, kerapkali terjadi pada level support atau resistance yang secara kasat mata dapat Anda perkirakan. Misalnya saja apabila Anda berada pada posisi buy, akan tetapi nyatanya pergerakan harga berbalik arah, menembus level support, maka kecil kemungkinan untuk kembali bergerak menuju arah uptrend. Pada kasus penempatan stop loss yang lebih rendah dari pada level support akan mengakibatkan kemungkinan besarnya kerugian.

    Akan tetapi pada levelstop loss yang lebih tinggi dari pada support, iaakan terkena lebih cepat. Kemungkinanberbalik ke arah uptrend masih besar apabila pergerakan downtrend hanya menjadi koreksi. Pada posisi penjualan, stop loss yang masuk akal yakni paa level resistance. Di mana kecil kemungkinan terjadinya pergerakan harga akan kembali mengarah pada downtrend. Disamping itu, sebagai trader, Anda diminta untuk menentukan besarnya stop loss terlebih dahulu dalam satuan pip sebagai ukuran resiko sebelum Anda menentukan ukuran lot yang ada padatrading.

    Mengikuti Arah Pergerakan Trend pada Saat Trading

    Pergerakan trend pada trading akan berlanjut dengan sendirinya. Itu artinya akan berlanjut pada level harga yang lebih tinggi atau pada level harga yang lebih rendah. Banyak trader yang melakukan kesalahan pada saat mereka mengantisipasi berakhirnya suatu trend. Para trader keluar pasar di saat trend masih bergerak pada arah yang sama. Atau justru masuk melawan trend dengan perkiraan pergerakan harga yang akan berbalik arah.

    Kondisi di atas tidak hanya dialami trader pemula, akan tetapi trader yang telah berpengalaman. Kerapkali para trader melawan arah trend dengan berbagai alasan. Mereka meyakini akan berada pada level puncak (top) ataukah level lembah (bottom) dengan asumsi bahwa harga akan mengalami overbought (jenuh beli). Apabila telah mencapai pada level puncak tertentu, ataupun telah oversold jenuh jual, maka yang terjadi adalah ia telah mencapai level lembah tertentu.

    Di samping itu, mereka percaya pada ungkapan bahwa apa yang turun pasti akan kembali naik dan apa yang naik pasti akan kembali turun. Namun, hingga kini tidak ada aturan baku seperti hal demikian yang dapat Anda lihat pada chart pergerakan harga. Apabila pasar sedang mengalami tranding dengan kuat dan bergerak pada satu arah dalam kurun waktu tertentu, maka kemungkinan untuk terus berlanjut akan cukup besar. Nantinya akan tampak tanda pergerakan trend akan berakhir.

    Sebelum Anda nantinya melakukan pergantian arah trend, maka pastikan bahwa pasar akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu. Akan tetapi, dikarenakan ada analisis yang berlebihan atau disebut dengan over analyzing, maka para trader cenderung melawan arah trend sebelum ia melihat tanda pergantian arah, trend reversal. Trend tersebut nantinya akan berlanjut dengan sendirinya.

    Anda dapat memperhatikan, semakin panjang pergerakan trend yang ada, maka momentum tresebut akan semakin besar dan semakin banyak trader yang masuk. Tentu saja dengan adanya volume yang cukup besar, para trader yang berada di posisi yang salah dan mengalami cut loss, atau stop loss yang dapat mendorong laju pergerakan trend. Pada setiap pergerakan trend yang kuat, akan menandakan pemain besar sedang masuk pasar. Para trader retail yang masuk dengan melawan arah trend, tidak akan menyebabkan terjadinya perubahan arah trend. Cobalah Anda hindari anggapan bahwa ada harga pasar yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, karena bisa jadi ada pergerakan harga pasar yang tidak selalu seperti yang Anda prediksi.

    Berani Mengambil Resiko Serta Percaya Diri Saat Menjalankan Trading

    Para trader yang sukses umumnya memiliki target resiko. Mereka berani mengambil resiko, memiliki ketahanan emosi yang kuat apabila terjadi loss. Trading bukan untuk mereka yang mudah goyah dan memiliki emosi yang lemah. Anda tidak perlu menjadi market chaser untuk memperoleh dana Anda yang telah hilang. Andaharus dapat menekan segala emosi negatif yang muncul dan bertindak dengan yakin. Sebaiknya Anda banyak berlatih dan terus yakin setiap trading yang dilakukan dan pikirkan dengan hasil positif yang nanti diraih. Anda hanya perlu melatih pikiran, cepat atau lambat hal tersebut akan menjadi kebiasaan rutin yang akan dijalani.

    Lakukan Trading dengan Strategi yang Telah Diuji

    Pada kenyataannya, hasil trading ada dua yakni soal keuntungan atau kerugian. Pasar hanya bergerak pada dua arah, yakni naik atau turun. Di sini Anda butuh strategi yang dijamin profitabilitasnya. Anda hanya perlu melakukan siasat, apakah strategi yang Anda lakukan dapat diterapkan pada setiap kondisi pasar, atau time frame trading mana yang kiranya paling cocok atau profitable. Strategi yang Anda buat baiknya didasarkan pada alur pergerakan harga yang ada pada chart trading.

    Jika bisa mengatasi gerakan harga dengan presentasi tinggi, maka strategi itu sudah dijamin profitable. Ada beberapa faktor yang perlu Anda perhatikan apabila benar-benar ingin menjadi bagian dari 10% trader yang sukses, yakni penempatan stop loss yang logis, mengurangi frekuensi trading, menyukai pasar, serta mengikuti arah pergerakan trend yang sedang terjadi. Strategi trading merupakan satu faktor kunci bagi trader yang sukses. Anda tidak perlu susah payah untuk mencari cara yang pasti akurat dan benar untuk diterapkan.

    Dengan menjalankan seluruh hal yang sudah dijelaskan di atas, dijamin dalam melakukan trading memiliki pegangan bahkan membuat Anda lebih terarah tanpa takut adanya loss dalam setiap pemasangannya.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    Originally posted by Suyati Vio View Post
    [ATTACH=CONFIG]314945[/ATTACH]
    Tak satu pun orang di dunia menginginkan ketidaksuksesan. Terlebih bagi yang terjun dalam dunia trading, Anda sebagi tarder pasti juga ingin diakui kesuksesannya. Berdasarrkan data yang ada, hanya 10% dari seluruh trader yang memperoleh keuntungan yang besar yang berjangka panjang. Mungkin Anda juga penasaran bagaimana cara mereka meraup keuntungan tersebut?

    Pasti Anda juga akan bertanya-tanya dalam hati. Bagaimana cara mereka berpikir, mengambil keputusan dan seperti apa pula proses dalam trading serta rutinitas keseharian mereka? Apakah yang mereka lakukan terkadang juga tidak dilakukan sebagian besar trader? Mari kita simak padangan kalangan ahli yang merupakan trader profesional dalam menjawab pertayaan di atas.

    Mengurangi Frekuensi Trading

    Apabila Anda ditanya, seberapa besar frekuensi trading Anda? Apakah Anda termasuk pasar ataukah Anda hanya sekedar mengutak-utik posisi? Misalnya saja sekali dalam seminggu, tiga kali dalam seminggu atau justru hanya 20 kali saja? Atau bisa jadi Anda tidak pernah menghitung frekuensi trading Anda karena Anda tidak membuat jurnal trading? Apabila Anda kebetulan tak termasuk dalam 10% trader yang sukses, bisa jadi Anda terlalu sering bermain trading.

    Ada saat-saat yang paling menentukan dalam karir trading Anda,yaitu di saat Anda mulai menyadari bahwa Anda dapat memperbaiki hasil trading secara dramatis dengan cara berikut. Pertama, Anda perlu mengurangi frekuensi masuk pasar. Kedua, Anda diminta untuk tidak terlalu sering mengintervensi posisi trading. Ketiga, baiknya Anda sabar menunggu sinyal trading di saat Anda memiliki probabilitas yang cukup tinggi.

    Bagi trader yang kerap mengalami loss, mungkin Anda kurang menyadari bahwa ketika Anda jarang masuk pasar, atau mengurangi frekuensi trading, secara tidak lagsung Anda akan menaikkan faktor keuntungan secara keseluruhan. Cobalah untuk bersabar, maka akurasi trading Anda pun nantinya akan semakin tinggi. Saat Anda mampu mengontrol trading Anda, dengan demikian akan menghasilkan keuntungan yang menarik dari pasar.

    Hal yang biasanya dilakukan 10% trader yang sukses dan mungkin tidak sedang Anda lakukan yakni menunggu dengan sabar sinyal trading yang probabilitasnya amat tinggi. Hal tersebut tidak akan berpengaruh dalam jangka waktu seberapa lama keadaan tersebut akan muncul. Secara matematis Anda dapat menunjukkan bahwa semakin tinggi frekuensi trading, maka akan semakin tinggi tingkat kesalahan (error rate), yang dapat menurunkan faktor keuntungan yang Anda miliki secara keseluruhan.

    Melalukan Asumsi Bahwa Trader Lain Adalah Lawan Anda

    Ibaratkan bahwa trading adalah sebuah perlombaan. Agar Anda dapat menang mendapat keuntungan dalam trading, Anda perlu berasumsi bahwa trader lain merupakan lawan Anda. Anda perlu memperhatikan bahwa Anda harus bisa mendahului lawan untuk mendapatkan sinyal dengan keumungkinan yang amat tinggi. Cobalah Anda asumsikan bahwa sedang gagal mendapatkan hal tersebut. Maka trader lain pun pasti, dengan segera akan mengambilnya.

    Sejumlah 90% dari trader yang pernah mengalami kerugian penyebabnya adalah mereka tidak melakukan apa yang seharusnya dapat mereka laukan. Diantaranya yakni masuk pasar sesuai dengan sinyal probabilitas tinggi yang sebenarnya telah mereka ketahui. Saat bermain trading, Anda perlu mengetahui kriteria sinyal trading yang valid.

    Menyukai Pasar dan Mencintai Trading

    Para trader yang sukses, akan menyukai pasar serta mencintai profesi tradingnya. Ia akan dengan tekun membaca chart yang ada padatrading. Selain itu, Anda disarankan untuk mengikuti berita ekonomi serta menemukan peluang trading menurut Anda benar. Hal tersebut bukan menjadi rutinitas yang terpaksa dilakukan, akan tetapi bisa jadi nantinya Anda akan ketagihan melakukanhal tersebut karena memang benar-benar ingin mengetahui kondisi pasar dan ingin segera melakukan trade.

    Anda pasti akan sukses saat menjalani profesi trading, apabila Anda 100% all-out, menaruh perhatian lebih pada pasar. Trading sebenarnya bukan menjadi pekerjaan rutin ataupun sekedar hobi yang dapat Anda lakukan paruh waktu. Akan tetapi ia merupakan profesi yang disukai serta ditekuni.

    Berdasarkan pengalaman serta pengamatan. Mungkin Anda belum pernah menemui trader sukses yang tak terobsesi dan begitu menyukai pasar. Para trader begitu mencintai dan amat bangga pada profesi yang mereka geluti. Ia amat percaya diri. Mereka, para trader yang sukses, menganggap bahwa trading for living.Untuk itu,Anda perlu menyukai pasar dan begitu mencintai profesi sebagai trader.

    Meletakkan Stop Loss Trading dengan Tepat

    Yang perlu Anda perhatikan jika ingin menjadi trader yang sukses yakni, apabila penempatan stop loss yang kurang tepat, maka sering kali menghancurkan account trading Anda. Salah satu faktor yang penting untuk mencapai kesuksesan melakukan trading dalam jangka panjang yakni penempatan level stop loss yang tepat. Stop loss merupakan komponen penting pada management resiko trading. Akan tetapi, faktor inilah yang nantinya membuat trader mengalami kerugian saat melakukan trading. Bahkan, Anda sebagai trader bisa juga berkali-kali kena stop loss setiap kali trading.

    Kejadian tersebut terjadi karena trader kurang tepat saat menempatkan level stop loss. Bahkan seringkali para trader salah memperhitungkan posisi. Bisa jadi, yang awal mulanyadiperlebar atau dipersempit, di tengah justru karena mereka serakah dan takut (greed and fear) maka yang terjadi justru sebaliknya. Hal tersebut tak hanya dialami oleh trader pemula.Akan tetapi, para trader profesional terkadang kurang tepat dalam menempatkan level stop loss.

    Pada level stop loss, Anda tidak dapat menentukan secara acak atau Anda hanya memprediksi saja. Apabila sesuai dengan ukuran lot trading pada position size yang telah Anda tetapkan, maka tidak masalah. Pada level stop loss yang Anda ambil, baiknya masuk akal, sesuai dengan konteks pergerakan harga serta sinyal trading yang ada pada pasar.

    Mengenal Laju Pergerakan Trend dalam Trading

    Apabila laju pergerakan trend amat sangat kuat, maka hal tersebut dirasa kurang logis apabila Anda menentukan level stop loss yang sempit. Namun, sebaliknya, apabila kondisi pasar sedang slow ataukah choppy maka sebaiknya pada level stop loss yang Anda gunakan tidak terlalu besar. Apabila Anda akan masuk pasar berdasarkan pada sinyal entry yang valid, maka untuk menembus exit, sebaiknya gunakan berdasarkan sinyal yang valid.

    Sinyal exit yang memiliki probabilitas yang tinggi, kerapkali terjadi pada level support atau resistance yang secara kasat mata dapat Anda perkirakan. Misalnya saja apabila Anda berada pada posisi buy, akan tetapi nyatanya pergerakan harga berbalik arah, menembus level support, maka kecil kemungkinan untuk kembali bergerak menuju arah uptrend. Pada kasus penempatan stop loss yang lebih rendah dari pada level support akan mengakibatkan kemungkinan besarnya kerugian.

    Akan tetapi pada levelstop loss yang lebih tinggi dari pada support, iaakan terkena lebih cepat. Kemungkinanberbalik ke arah uptrend masih besar apabila pergerakan downtrend hanya menjadi koreksi. Pada posisi penjualan, stop loss yang masuk akal yakni paa level resistance. Di mana kecil kemungkinan terjadinya pergerakan harga akan kembali mengarah pada downtrend. Disamping itu, sebagai trader, Anda diminta untuk menentukan besarnya stop loss terlebih dahulu dalam satuan pip sebagai ukuran resiko sebelum Anda menentukan ukuran lot yang ada padatrading.

    Mengikuti Arah Pergerakan Trend pada Saat Trading

    Pergerakan trend pada trading akan berlanjut dengan sendirinya. Itu artinya akan berlanjut pada level harga yang lebih tinggi atau pada level harga yang lebih rendah. Banyak trader yang melakukan kesalahan pada saat mereka mengantisipasi berakhirnya suatu trend. Para trader keluar pasar di saat trend masih bergerak pada arah yang sama. Atau justru masuk melawan trend dengan perkiraan pergerakan harga yang akan berbalik arah.

    Kondisi di atas tidak hanya dialami trader pemula, akan tetapi trader yang telah berpengalaman. Kerapkali para trader melawan arah trend dengan berbagai alasan. Mereka meyakini akan berada pada level puncak (top) ataukah level lembah (bottom) dengan asumsi bahwa harga akan mengalami overbought (jenuh beli). Apabila telah mencapai pada level puncak tertentu, ataupun telah oversold jenuh jual, maka yang terjadi adalah ia telah mencapai level lembah tertentu.

    Di samping itu, mereka percaya pada ungkapan bahwa apa yang turun pasti akan kembali naik dan apa yang naik pasti akan kembali turun. Namun, hingga kini tidak ada aturan baku seperti hal demikian yang dapat Anda lihat pada chart pergerakan harga. Apabila pasar sedang mengalami tranding dengan kuat dan bergerak pada satu arah dalam kurun waktu tertentu, maka kemungkinan untuk terus berlanjut akan cukup besar. Nantinya akan tampak tanda pergerakan trend akan berakhir.

    Sebelum Anda nantinya melakukan pergantian arah trend, maka pastikan bahwa pasar akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu. Akan tetapi, dikarenakan ada analisis yang berlebihan atau disebut dengan over analyzing, maka para trader cenderung melawan arah trend sebelum ia melihat tanda pergantian arah, trend reversal. Trend tersebut nantinya akan berlanjut dengan sendirinya.

    Anda dapat memperhatikan, semakin panjang pergerakan trend yang ada, maka momentum tresebut akan semakin besar dan semakin banyak trader yang masuk. Tentu saja dengan adanya volume yang cukup besar, para trader yang berada di posisi yang salah dan mengalami cut loss, atau stop loss yang dapat mendorong laju pergerakan trend. Pada setiap pergerakan trend yang kuat, akan menandakan pemain besar sedang masuk pasar. Para trader retail yang masuk dengan melawan arah trend, tidak akan menyebabkan terjadinya perubahan arah trend. Cobalah Anda hindari anggapan bahwa ada harga pasar yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, karena bisa jadi ada pergerakan harga pasar yang tidak selalu seperti yang Anda prediksi.

    Berani Mengambil Resiko Serta Percaya Diri Saat Menjalankan Trading

    Para trader yang sukses umumnya memiliki target resiko. Mereka berani mengambil resiko, memiliki ketahanan emosi yang kuat apabila terjadi loss. Trading bukan untuk mereka yang mudah goyah dan memiliki emosi yang lemah. Anda tidak perlu menjadi market chaser untuk memperoleh dana Anda yang telah hilang. Andaharus dapat menekan segala emosi negatif yang muncul dan bertindak dengan yakin. Sebaiknya Anda banyak berlatih dan terus yakin setiap trading yang dilakukan dan pikirkan dengan hasil positif yang nanti diraih. Anda hanya perlu melatih pikiran, cepat atau lambat hal tersebut akan menjadi kebiasaan rutin yang akan dijalani.

    Lakukan Trading dengan Strategi yang Telah Diuji

    Pada kenyataannya, hasil trading ada dua yakni soal keuntungan atau kerugian. Pasar hanya bergerak pada dua arah, yakni naik atau turun. Di sini Anda butuh strategi yang dijamin profitabilitasnya. Anda hanya perlu melakukan siasat, apakah strategi yang Anda lakukan dapat diterapkan pada setiap kondisi pasar, atau time frame trading mana yang kiranya paling cocok atau profitable. Strategi yang Anda buat baiknya didasarkan pada alur pergerakan harga yang ada pada chart trading.

    Jika bisa mengatasi gerakan harga dengan presentasi tinggi, maka strategi itu sudah dijamin profitable. Ada beberapa faktor yang perlu Anda perhatikan apabila benar-benar ingin menjadi bagian dari 10% trader yang sukses, yakni penempatan stop loss yang logis, mengurangi frekuensi trading, menyukai pasar, serta mengikuti arah pergerakan trend yang sedang terjadi. Strategi trading merupakan satu faktor kunci bagi trader yang sukses. Anda tidak perlu susah payah untuk mencari cara yang pasti akurat dan benar untuk diterapkan.

    Dengan menjalankan seluruh hal yang sudah dijelaskan di atas, dijamin dalam melakukan trading memiliki pegangan bahkan membuat Anda lebih terarah tanpa takut adanya loss dalam setiap pemasangannya.
    selamat malam om, terimakasih telah membuat postingan yang detail dan lengkap, dengan penjabaran yang bagus. Saya kira memang para trader harus memiliki yang om sampaikan diatas, terutama yang point terakhir, karena saya rasa pentingnya melakukan riset untuk menemukan metode yang cocok ketika melakukan transaksi di pasar forex, karena dengan melakukan riset tentu disini akan mempengaruhi psikologi tradingnya, alasannya karena dengan memiliki metode yang sudah teruji tentu tugas trader hanya tinggal menjalankan SOP yang sudah di tentukan dari hasil riset tersebut.

    dalam masalah riset ini yang harus di uji adalah, trading sistem atau strategi yang akan digunakan untuk analisa, mencakup kapan harus masuk market, keluar dari market dan tidak masuk market, kemudian masalah target dan resiko juga menurut saya cukup penting untuk dilakukan riset karena berkaitan dengan Money Management.
    TEHNIK NO TREND
    TERMINAL ANGKOT
    "NoTrend it Just Risk Management"

    Comment

    Advanced mode
    • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
    • #3 Collapse

      di forex itu jangan cuman lihat kalo ngak untung ya rugi, kalo ngak sell ya buy, yang harus trader perhatikan adalah market forex tidak bergerak pada satu arah terus menerus, tapi naik turun, tergantung darimana kerangka waktu yang digunakan, jadi sekali lagi jelas harus punya pengalaman trading baru bisa profit di forex
      Place your siggy here

      Comment

      Advanced mode

      Online

      Working...
      X