Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Pola Rounding Bottom dalam Trading Forex dan Penerapannya
    Click image for larger version

Name:	images.jpg
Views:	1
Size:	10.4 KB
ID:	13014886
    Jika ditanya seberapa jauh Anda mengenal pola rounding bottom dalam trading forex, apa yang muncul dalam benak hati Anda? Setelah Anda menjawabnya, Anda perlu mengetahui bahwa dalam pola rounding bottom terdapat pola reversal. Pola tersebut bisa disebut sistem pergerakan harga yang bisa ditebak bahkan memberi sinyal kuat ketika terjadi perubahan pasar. Pada pola ini terdapat tiga arah pasar, diantaranya adalah naik (bullish), turun (bearish) dan datar (sideways).

    Apabila saat ini pasar sedang berada dalam kondisi bullish, kemudian muncul pola pattern reversal, maka hal tersebut berdampak pada kemungkinan arah pasar akan berubah menjadi bearish atau sideways. Trader biasanya mengalami kesalahan, diantaranya yakni dengan serta merta ia langsung membuat prediksi bahwasannya pasar akan mengalami bearish. Nantinya, Anda dapat menggunakan banyak kriteria untuk menguji keabsahan reversal pattern tersebut.

    Pada trading, pola reversal seperti halnya double bottom, double top, atau head and sholder, kerap digunakan sebagai bahan panduan untuk mengetahui kapan harga akan berbalik arah. Selain itu, terdapat tiga pola sebelumnya, dan sebenarnya merupakan satu pola lain yang dapat Anda gunakan sebagai deteksi reversal dengan baik, salah satunya yakni pola harga rounding bottom. Pola ini digadang-gadang dapat menjadi peluang trading yang menguntungkan selama pasar mengalami penurunan. Pola harga rounding botom pun mampu memberikan potensi keuntungan yang besar dalam kurun waktu yang singkat.

    Mengetahui Lebih dalam Pola Rounding Bottom dalam Trading Forex

    Pola rounding bottom ialah formasi batang candlestick yang dapat memberikan indikasi potensi harga yang akan berbalik arah. Misalnya saja umumnya terdapat pada pola harga reversal. Visual yang terjadi dari pola harga rounding bottom terlihat seperti halnya mangkuk atau lengkungan yang ada pada lingkaran. Lengkungan tersebut terbentuk dalam kurun waktu yang relatif lama. Anda pun dapat merasakan, semakin tinggi time frame maka Anda akan semakin lama pula menunggu harga reversal yang terbentuk.

    Penentunya yakni pada letak garis batas neckline yang bersifat relatif subjektif. Umumnya neckline posisinya dekat dengan harga paling tinggi atau dekat dengan swing high di awal lengkungan. Biasanya, semakin dekat neckline dengan dasar lengkungan, maka yang terjadi adalah sinyal buy pada breakout akan muncul dengan cepat dan semakin kecil juga resiko yang akan dimiliki. Sayangnya, terdapat akurasi serta target pada keuntungan yang membuat keuntungannya semakin menurun.

    Memiliki bentuk yang melengkung membuat pola harga yang terjadi pada rounding bottom menyerupai pola harga cup dan handel. Perbedaanya cukup mudah diingat yakni terletak pada bagian handel. Pola cup dan handle pada harga yang Anda tanam akan terkoreksi pada ujung lengkungan yang membentuk channel. Hal tersebut akan diikuti dengan harga yang breakout ke atas ataupun ke bawah.

    Harga tersebut akan bergerak mendaki menembus neckline. Pola rounding bottom pun mempunyai variasi lain yakni pola rounding top. Pada pola rounding bottom akan mengindikasikan pembalikan arah trend ke atas. Dengan demikian rounding top akan memiliki arah indikasi ke bawah. Anda pun dapat memanfaatkan variasi bearish untuk membuka posisi jual pada saat harga breakout ke bawah menembus neckline.

    Pola Rounding Bottom dalam Strategi Trading

    Jika Anda menggunakan pola ini, Anda perlu tahu bahawa pola harga rounding bottom jarang ditemukan pada kondisi normal. Disamping itu, ia membutuhkan waktu yang cukup lama. Pola harga reversal ini kerap kali berubah menjadi pola harga lain yang serupa seperti halnya pada head and shoulder ataupun cup and handle. Anda sebagai trader harus mampu mendapatkan manfaat praktis dari sinyal yang ada pada trading rounding bottom.

    Di saat harga telah menembus neckline, maka persiapan beli dengan cara memperhitungkan money management serta risk and reward pun dapat dilakukan. Anda juga dapat menggunakan tinggi lengkungan sebagai standarisasi pada saat menentukan margin keuntungan. Misalnya saja di saat rasio 2RR, di mana rewardnya dua kali lipat lebih besar daripada resikonya.

    Nilai stop loss di atas pun berada di angka 50% dari jarak entry menuju take profit. Dalam pola harga rounding bottom, nanti bisa digunakan untuk bahan price pattern yang memiliki potensi di atas dari chart. Pemantauan tersebut sebelumnya dapat Anda lakukan pada pola double bottom, double top atau head and shoulder.
    Menggunakan Pola Rounding Bottom dalam Trading

    Anda dapat menggunakan langkah yang cepat untuk memulai trading dengan menggunakan pola pembulatan bawah seperti identifikasi pola pembulatan bawah hingga menyesuaikan take profit.

    Pertama, dalam hal ini yang akan dibahas adalah identifikasi pola pembulatan bawah. Anda perlu mencari penurunan harga yang secara bertahap agar dapat bergeser pada kisaran harga atau Anda melakukan perlambatan pada kenaikan harga. Selanjutnya Anda konfirmasikan melalui indikator volume, bahwa terdapat volume yang lebih tinggi yang telah dicatat selama jatuhnya harga. Pada volume yang lebih rendah akan ada pencatatan selama kisaran harga, dan volume yang relatif lebih tinggi selama mengalami kenaikan harga.

    Kedua, yakni mengenai identifikasi garis leher bulat bawah. Anda perlu melakukan identifikasi garis leher secara sederhana. Anda perlu menggambar garis pada tren bearish serta tren bullish sebelum terjadinya breakout. Tujuan dari hal tersebut yakni untuk mengidentifikasi kapan breakout telah terjadi.

    Selanjutnya yang ketiga adalah identifikasi round bottom breakout. Anda perlu tahu bahwa di saat Anda menggambar garis leher tujuannya yakni agar Anda dapat melakukan identifikasi kapan dan dimana pelarian telah terjadi. Anda perlu menunggu harga hingga ia dapat menembus garis leher di saat tren semakin naik. Hal tersebut merupakan pertanda bahwasannya kekuatan harga yang ditampilkan oleh indikator volume akan mengalami kenaikan volume.

    Yang keempat yakni Anda akan diminta untuk memasukkan posisi beli. Setelah Anda mengamati dengan tajam harga akan pecah dari Leher, itu atinya Anda telah memasuki posisi beli dikarenakan harga telah menunjukkan kekuatan ke atas.

    Kelima, Anda akan diminta untuk menyesuaikan stop loss. Ia harus ditempatkan di titik tengah pola round bottom. Pada pertengahan jalan mungkin Anda akan menyadari bahwa terdapat jerawat berpotensi palsu serta pembalikan harga yang dapat menggagalkan. Oleh karenanya, Anda harus menempatkan stop loss di bawah rendahnya candlestick breakout untuk berjaga-jaga apabila terjadi breakout, maka Anda dapat dengan cepat akan keluar dari perdagangan.

    Dan yang terakhir yani Anda diminta untuk menyesuaikan take profit. Pada target laba minimum sama dengan ukuran pola dari titik yang ada pada breakout. Apabila Anda melakukan mengidentifikasi pada pola ukuran putaran bawah, maka sebaiknya Anda ambil jarak dari garis leher dan titik terendah dari pola. Jarak tersebut merupakan pola rounding bottom.

    Langkah Menarik Neckline Menggunakan Alur Harga Rounding Bottom
    Click image for larger version

Name:	heres-the-critical-price-level-that-may-kick-off-ethereums-next-bear-trend-980x600.jpg
Views:	1
Size:	32.1 KB
ID:	13014887
    Apabila harga telah mengalami penurunan untuk membuat 1/2 dari rentang lengkungan. Maka yang terjadi selanjutnya yakni harga akan berbalik arah. Arah tren akan berbalik pada ujung bawah (low) candlestick akan menyentuh basic lengkungan (berbentuk lingkaran dengan warna hijau). Anda sebagai trader pun dapat menyiapkan tempat beli, di saat tren selalu mendaki dari basic lengkungan hingga menembus neckline. Hal tersebut akan diikuti dengan breakout pada lingkaran merah.

    Biasanya mengenai pemilihan letak garis batas neckline bentuknya cenderung subyektif. Neckline akan ditempatkan dekat harga teratas atau swing high pada awal lengkungan. Semakin dekat neckline dengan basic lengkungan, maka yang teradi adalah semakin cepat pula tanda buy pada breakout akan keluar. Sama halnya dengan resikonya yang semakin kecil, sayangnya pada akurasi dan sasaran keuntungannya semakin mengalami penurunan.

    Karena ia berbentuk melengkung, maka pada alur harga rounding bottom akan sama persis dengan alur harga cup dan handle. Perbedaannya terdapat pada bagian handle. Sedangkan pada alur cup dan handle, harga akan terkoreksi pada ujung lengkungan kemudian barulah membuat channel. mendaki lantas menembus neckline.

    Alur harga rounding bottom memilili pembeda pada alur rounding top. Di saat alur rounding bottom memberikan indikasi pembalikan arah tren ke atas, maka rounding top akan memberikan indikasi sebaliknya. Anda pun dapat menggunakan bearish ini untuk membuka tempat short (jual) di saat harga breakout ke bawah menembus neckline.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    chart yang di atas tidak menggambarkan lekuangan yang dimaksud, emang sebenarnya seperti apa? tapi ada beberapa teori tetang kemiringan dari kurva yang bisa jadi petunjuk itu tren forex yang bisa jadi awal bullish atau bearish, tapi trader yang menggunakan monitor beda bisa aja melihat kemiringan yang berbeda
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X