Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Strategi Trading Direksional Yang Mudah Menetapkannya
    Click image for larger version

Name:	moving-average.png
Views:	2
Size:	408.8 KB
ID:	13014840
    Banyak trader pemula yang masih bingung, dan bisa saja Anda salah satunya. Mereka bingung bagaimana harus memulai trading forex. Seringkali para trader tidak memiliki sistem ataupun strategi dalam bermain trading. Sehingga pada saat mereka di posisi open position, mereka pun terkesan random dan tidak memiliki dasar yang kuat. Alhasil, keuntungan yang mereka dapatkan pun kurang maksimal dan tidak sesuai harapan.

    Saat Anda bermain trading forex dan berharap ingin mendapatkan keuntungan yang konsisten pada setiap entry posisi, maka Anda harus memiiki analisa yang kuat dari sistem trading yang sedang Anda jalankan. Dalam trading, tidak ada kata terlambat bagi Anda untuk belajar strategi trading yang dapat diandalkan. Salah satu strategi trading yang dapat Anda pelajari dan sering digunakan oleh trader profesional yakni strategi trading direksional.

    Pada strategi trading direksional ini melibatkan analisa fundamental serta analisa teknikal. Srategi trading ini juga melibatkan penilaian pasar secara luas sebagai bahan pertimbangan Anda dalam menentukan entry posisi. Pada strategi trading, Anda diminta untuk memiliki keyakinan yang kuat mengenai pasar berdasarkan data yang telah terkumpul. Strategi trading direksional terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya sebagai berikut.

    Strategi Trend Following dalam Strategi Trading Direksional


    Ia merupakan jenis strategi trading direksional yang pertama. Trend folowing atau sistem trading ini bergerak mengikuti tren. Apabila Anda memutuskan menggunakan strategi ini, berarti Anda telah menciptakan sinyal open posisi yang berasal dari arah tren yang sedang berlangsung di pasar forex. Sebelum terjadinya open posisi, maka Anda sebagai trader diharapkan segera melakukan filter tren untuk menganalisis tren pasar, apakah pasar sedang mengalami downtrend ataukah uptrend.

    Anda dapat mengacu pada salah satu indikator yang kerap digunakan untuk filter arah tren, yakni simple moving average yang memiliki periode selama 200 hari. Cara membacanya cukup mudah. Apabila grafik harga Anda berada di bawah garis SMA-200 day, maka kondisi pasar sedang mengalami downtrend. Namun sebaliknya, apabila grafik harga di atas garis SMA-200 day, maka kondisi pasar sedang mengalami uptrend.

    Pada trading yang mengikuti tren (trend following) Anda tidak dapat memperlakukannya dengan sembarangan. Dalam hal ini, Anda harus mampu melakukan analisis teknikal. Mengapa harus melakukan hal tersebut? Tentu saja untuk membaca penerusan tren harga serta melakukan identifikasi pembalikan. Itu amat perlu Anda perhatikan dan harus Anda lakukan apabila tidak ingin salah dalam mengambil keputusan.

    Moving Average (MA) Crossover dalam Strategi Trading Direksional

    Pada strategi trading direksional yang kedua ini Anda dapat menggabungkan indikator Moving Average (MA) agar Anda dapat menemukan sinyal entry yang tepat dengan mencari titik perpotongan (crossover). Moving Average (MA) dikenal sebagai indikator sejuta umat. Hal tersebut dikarenakan indikator ini telah memiliki banyak peminat, terutama di kalangan trader professional. Untuk sistem trading satu ini memakai lebih dari dua indikator MA dengan periode waktu yang berbeda.

    Biasanya, semakin kecil periode waktu yang digunakan tentu saja akan semakin lincah pergerakannya. Namun sebaliknya, apabila time periode yang Anda gunakan semakin besar maka pergerakannya pun semakin halus. Sinyal trading akan muncul apabila terjadi titik perpotongan antara dua garis Moving Average (MA). Istilah sinyal yang ada pada trading akan dihasilkan oleh sistem crossover. Hal tersebut merupakan golden cross dan death cross yang dianggap merupakan sinyal yang paling akurat.

    Sistem Trading Breakout dalam Strategi Trading Direksional

    Teknik trading sistem breakout merupakan cara mencari sinyal dari candle untuk dapat melakukan penembusan harga pada level yang penting. Sistem trading yang ketiga ini muncul pada saat harga berada pada levek tertinggi (high) maupun terendah (low), supply atau demand area, support-resistance, hingga pada level harga psikologis. Banyak sekali kalangan trader yang mengungkapkan tentang strategi ini yang memberkan peluang menjanjikan.

    Salah satu tolak ukur yang umum digunakan oleh trader yakni di saat mengalami penembusan level harga psikologis. Hal tersebut akan dianggap sebagai cerminan level penting yang ada pada pasar forex secara umum. Sehingga, apabila terdapat candle yang berhasil menembus level harga psikologis tertentu, hal tersebut akan dianggap akan menjadi pergerakan harga yang amat signifikan.

    Apabila Anda ingin menggunakan teknik breakout di saat keadaan downtrend. Maka langkah pertama yang harus Anda lakukan yakni menentukan level support dan berlanjut pada level terendah (low). Sementara itu, untuk breakout saat mengalami uptrend, coba Anda cari pada level resistance dan high terakhir. Agar Anda tidak kehilangan momentum, maka Anda dapat memanfaatkan pending order pada Meta Trade Anda.

    Strategi Trading Chart Pattern dalam Strategi Trading Direksional

    Strategi trading yang keempat ini dapat memanfaatkan chart pattern yang kerap dianggap oleh beberapa kalangan trader merupakan stategi yang paling akurat, mudah dan simple. Strategi trading dengan menggunakan chart pattern ini merupakan teknik membaca pergerakan harga pasar berdasarkan pola yang terbentuk pada chart. Anda perlu mengetahui bahwasannya chart pattern merupakan pola grafik harga yang terjadi secara berulang kali. Sehingga polanya pun dapat Anda gunakan untuk memprediksi ke mana saja harga akan bergerak.

    Apabila Anda menggunakan teknik ini, semakin Anda menguasai banyak pola pada chart, maka semakin besar kesempatan Anda untuk mendapatkan keuntungan. Ada permasalah yang biasa terjadi pada pola pattern dalam trading forex. Alhasil, agar Anda dapat menguasai strategi trading ini, trader pun harus memahami setiap pola yang terbentuk saat trading. Dalam hal ini belum banyak trader pemula yang mengetahui seluk-beluk model chart pattern. Mereka kerapkali bergantung pada indikator.

    Bicara Soal Manajemen Resiko dalam Strategi Trading Direksional

    Yang tidak kalah penting dari strategi trading direksional yakni soal manajemen resiko. Manajemen resiko penting untuk Anda perhatikan. Dengan adanya manajemen resiko setidaknya Anda dapat menekan loss ratio serta memaksimalkan keuntungan. Manajemen risiko merupakan bagian dari strategi trading forex dan penting untuk Anda terapkan, agar nantinya Anda dapat mentaati sistem trading yang sedang Anda jalankan.

    Disiplin merupakan kunci pada sistem trading. Ia akan membantu Anda meraih keuntungan secara konsisten. Hal tersebut mampu menekan sifat serakah yang terjadi pada trader pemula. Saat Anda membiarkan sifat serakah dalam forex, itu sama halnya dengan membawa Anda ke jurang loss. Anda harus mampu menetapkan direksional bias.

    Mungkin salah satu pertanyaan tersulit bagi trader yakni apakah ia harus membeli ataukah menjual? Di saat Anda menetapkan direksional bias sama halnya Anda memahami perkara bagan dengan level yang lebih tinggi pada price action, support dan resistance, serta kecenderungan bahwa pasar akan bergerak pada suatu arah hingga terjadi sesuatu yang dapat menyebabkan penembusan dan mengubah pergerakan pada bagan dengan level lebih tinggi. Direksional bias biasanya memiliki peranan yang besar dalam strategi trading melawan tren ataupun di saat mengikuti tren.

    Direksional bias nantinya akan membantu Anda mengetahui arah tren serta menentukan apakah Anda akan melakukan long dan buy. Atau justru melakukan short dan sell. Setelah Anda dapat menentukan direksional bias, maka secara psikologis Anda akan memiliki kepercayaan diri ketika mengeksekusi strategi trading.

    Anda telah mengetahui secara spesifik apa yang harus Anda lakukan. Selain itu, Anda tidak lagi melakukan trading secara reaksioner, akan tetapi melakukan hal tersebut dengan perencanaan yang matang terlebih dahulu. Hal tersebut dimaksudkan agar Anda tidak terpengaruh secara emosional akan kondisi pasar serta memungkinkan Anda mahir dalam bermain trading.
    Mengembangkan Direksional Bias dalam Strategi Trading Direksional

    Click image for larger version

Name:	3831b1ff76f18e24a683f418b5e6916a.jpeg
Views:	1
Size:	151.2 KB
ID:	13014841Ada hal yang strategis dalam trading, yakni mengenai pengaturan dengan kemungkinan tinggi setelah melalui tahap persiapan yang lebih matang terlebih dahulu. Di mana proses tersebut akan mengalami pengembangan bias yang merupakan bagian dari persiapannya. Proses ini memiliki dua bagian, yakni meramalkan apakah harga akan cenderung naik ataukah turun. Dan yang kedua yakni apakah kondisi pemicu (trigger conditions) atau aturan trading dapat Anda gunakan untuk melakukan konfirmasi bias ataupun dugaan pergerakan pasar.

    Anda tidaklah cukup apabila hanya menetapkan direksional bias. Anda perlu memiliki sejumlah peraturan trading untuk melakukan konfirmasi bias pasar. Jika Anda tidak melakukan hal tersebut, maka bisa jadi Anda akan mengalami kekeliruan dalam memprediksi harga.

    Berlanjutmengenai direksional bias yang ada melalui price action. Cara yang paling mudah untuk menetapkan direksional bias yakni menggunakan aksi harga atau price action. Apabila harga bergerak naik, maka ia akan membuat titik puncak demi titik puncak yang lebih tinggi (higher highs) dan akan ada titik lembah demi titik lembah (higher lows) yang lebih tinggi. Anda baiknya menetapkan direksional bias untuk melakukan pembelian.

    Apabila harga bergerak menurun, maka ia akan membuat titik lembah demi titik lembah yang semakin rendah. Selanjutnya, pada titik puncak demi titik puncak yang lebih rendah, Anda harus menetapkan direksional bias untuk melakukan penjualan. Kemudian yang tidak kalah penting yakni Anda memerlukan kondisi pemicu agar dapat mengkonfirmasi bias ataupun dugaan Anda. Selanjutnya, dapat menggunakan strategi Anda atau menggunakan strategi momentum forex.

    Berlanjut pada direksional bias melalui rata-rata bergerak atau moving averages. Direksional bias ini dapat ditentukan melalui penggunaan indikator teknis, misalnya saja mengena rata-rata bergerak. Pada analisis teknis, jika rata-rata bergerak 200 hari, maka hal tersebut dianggap sebagai rata-rata bergerak yang amat berguna. Apabila harga menunjukkan di atas rata-rata bergerak 200 hari, maka Anda harus menetapkan direksional bias untuk membeli. Namun, sebaliknya apabila harga tersebut diperdagangkan di bawah rata-rata bergerak 200 hari, maka Anda harus menetapkan direksional bias untuk melakukan penjualan.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    lom jelas strategy direksional ini, tapi MA sendiri banyak menghasilkan false signal, untuk itulah harus digunakan dengan indikator lain seperti bollinger band atau MACD, sisanya tinggal pengalaman trader dalam melihat signal trading yang tepat dari komposisi indikator yang dia gunakan
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X