Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Trading Menggunakan Analisa Intermarket
    Click image for larger version

Name:	forex-market-trading-3_orig.jpeg
Views:	1
Size:	143.9 KB
ID:	13014833
    Selama ini, teknik analisa yang paling umum digunakan dalam trading forex adalah analisa teknikal dan fundamental. Tahukah Anda bahwa ada satu teknik lagi yang tak kalah populer yaitu analisa intermarket. Analisa intermarket tak kalah tenar dibanding analisa teknikal dan juga fundamental.

    Analisa intermarket cukup menarik untuk dipelajari. Sebab dengan ini Anda dapat mengetahui kemana arah pergerakan dari pasar. Pada dasarnya, analisa intermarket dapat dilakukan dengan melakukan tinjauan terhadap 4 instrumen utama dari pasar, berikut diantaranya:

    4 Instrumen Utama dalam Analisa Intermarket

    1. Pasar Mata Uang

    Sebagai seorang trader, tentunya Anda tahu bahwa mengawasi pergerakan mata uang adalah hal yang wajib dilakukan. Dalam dunia trading, mata uang ini mencakup keseluruhan mata uang yang ada di dunia dan dipergunakan dengan sistem nilai tukar mengambang (floating exchange rate), atau dengan sistem nilai tukar mengambang terbatas (managed-floating exchange rate).

    Berdasarkan keseluruhan mata uang tadi, dibentuk pasangan mata uang dan dibedakan menjadi tiga jenis, yakni pasangan mata uang utama (major pair currency), pasangan mata uang cross (cross currency pairs) dan yang terakhir ada pasangan mata uang eksotik (exotic currency pairs). Dalam trading forex, mata uang yang kerap diperdagangkan adalah mata uang utama, sebab memiliki spread paling rendah dengan likuiditas tertinggi selama ini.

    2. Pasar Komoditi

    Apa peran pasar komoditi di sini? Untuk harga komoditi dunia dipakai untuk memperoleh bagan tentang tingkat inflasi, tingkat permintaan dan penawaran yang terjadi dalam negara importir maupun eksportir utama dalam komoditi dunia. Komoditi yang paling berpengaruh dalam analisa intermarket adalah minyak, emas dan gas alam.

    Minyak mentah atau dikenal dengan Crude Oil menjadi komoditi paling berperan sebab menjadi kebutuhan dunia pada saat ini. Dikarenakan hampir seluruh dunia membutuhkannya, harga minyak mendapatkan perhatian dari seluruh pasar yang ada di dunia.

    Selain Crude Oil tadi, komoditi yang tak kalah berpengaruh adalah emas, sebab standar nilai mata uang kebanyakan negara seperti Amerika Serikat tergantung dari bagaimana nilai emas. Pasangan mata uang yang peling sensitif terkait pergerakan harga emas adalah AUD/USD, yakni antara Australian Dollar dengan US Dollar.

    3. Pasar Obligasi

    Dalam analisa intermarket, harga obligasi dan yield obligasi akan digunakan untuk mendapatkan gambaran mengenai tingkat suku bunga dari suatu negara. Ada beragam pemain yang bermain dalam pasar obligasi, baik obligasi pemerintah maupun obligasi perusahaan, mulai dari individu sampai dengan pemerintah yang mempunyai nilai investasi begitu besar. Akibat kondisi ini, isu atau rilis data yang berhubungan dengan kondisi perekonomian suatu negara akan sangat berdampak dalam pasar obligasi.

    4. Pasar Saham

    Dalam trading, indeks harga saham sangatlah penting, sebab digunakan untuk mengetahui kemana arah perputaran mata uang dalam lingkup ekonomi digital. Apabila kondisi perekonomian stabil, indeks harga saham suatu negara yang menguat akan menyebabkan nilai mata uangnya menguat pula, berlaku sebaliknya.

    Perbedaan Analisa Intermarket dengan Analisa Teknikal

    Apa yang menjadi perbedaan paling mencolok antara analisa teknikal dengan analisa intermarket? Analisa teknikal akan cenderung berdasar pada evaluasi terhadap satu jenis pasar. Pada sata melakukan evaluasi ini, tak jarang trader teknikalis mengabaikan pergerakan di luar pasar forex, misalkan pergerakan harga saham atau obligasi tadi.

    Fokus dari analisa teknikal ada pada penggunaan indikator, komponen grafik, serta teknik atau cara yang digunakan dalam membaca chart. Bagaimana dengan trader intermarket? Tentu saja berbeda, trader intermarket akan mengamati pasar forex guna mengetahui bagaimana aliran modal, menegatahui tingkat suku bunga serta mempelajari komoditi mana yang akan cenderung mengalami inflasi.

    Perbedaan Analisa Intermarket dengan Analisa Fundamental

    Sekilas, analisa intermarket tak jauh berbeda dengan analisa fundamental, yakni sama-sama menggunakan faktor ekonomi serta data fundamental lainnya sebagai dasar analisa untuk trading. Apa yang menjadikan keduanya berbeda? Perbedaan ini terletak pada pasar yang menjadi tempat analisa, apabila trader fundamental hanya mengamati satu jenis panas, maka trader intermarket akan mengamati empat jenis pasar berbeda sekaligus.

    Trader fundamental memiliki fokus terhadap berita-berita yang mempengaruhi ekonomi suatu negara dalam satu periode, misalkan pernyataan yang dirilis oleh pihak Bank Sentral. Sedangkan trader intermarket tidak memusatkan analisa mereka terhadap hal ini, melainkan pada pergerakan komoditi, kondisi pasar saham serta obligasi.

    Prinsip Dasar dari Analisa Intermarket

    Sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya, penggunaan analisa intermarket ini menggunakan 4 indikator berbeda yang menjadi dasar analisa. Keempat indikator inilah yang kemudian menjadi prinsip dasar dari analisa intermarket. Keempat instrumen ini haruslah terpenuhi, agar trader dapat mendapatkan hasil maksimal dengan teknik analis ini. Berikut prinsip dasar dari analisa intermarket:

    - Pasar Uang Dunia

    Dalam pasar mata uang di dunia, intrumen yang saling berpengaruh antara satu dengan lainnya ada empat. Mula dari harga dan yield obligasi, indeks harga saham. Terkait obligasi mulai dari pemerintah maupun obligasi pasar besar, harga komoditi utama pasar dunia, dan yang terakhir adalah pasangan beberapa mata uang.

    - Indeks Harga Saham

    Dalam analisa intermarket, indeks harga saham memiliki peranan cukup penting, yakni digunakan untuk mengetahui bagaimana arah dari perputaran mata uang dalam lingkup ekonomi global. Dalam kondisi normal, indeks harga saham akan selaras dengan nilai tukar dari mata uang.

    Apabila indeks harga saham dari suatu negera sedang menguat, dapat dipastikan bahwa nilai mata uang dari negara tersebut turut menguat pula. Tetapi, apabila indeks harga saham negara tersebut melemah, maka nilai mata uang akan turut melemah. Kondisi ini yang nantinya dijadikan sebagai peluang bagi trader untuk menentukan posisi trading.


    - Harga Obligasi dan Yield Obligasi

    Apa peranan harga obligasi dalam analisa intermarket? Dalam hal ini, harga obligasi dan yield obligasi digunakan sebagai alat untuk mengetahui bagaimana pergerakan dari tingkat suku bunga dari suatu negara.

    - Harga Komoditi Dunia

    Apabila yield obligasi digunakan untuk mengetahui pergerakan dari tingkat suku bunga, maka harga dari komoditi dunia digunakan sebagai alat untuk mendapatkan gambaran tingkat inflasi. Dengan ini pula trader mendapatkan gambaran mengenai tingkat permintaan dan penawaran yang ada pada beberapa negara eksportir-importir komoditi dunia.

    Tahukah Anda darimana analisa intermarket ini bermula? Kerapkali analisa ini bermula dari indeks harga saham, pasar saham adalah acuan utama dari pasar keuangan. Sedangkan indeks harga saham akan mewakili tingkat harga saham utama dari suatu negara. Lantas, apa hubungan antara saham dengan pasar mata uang?

    Hubungan Saham dengan Mata Uang
    Click image for larger version

Name:	18-2.jpg
Views:	1
Size:	18.5 KB
ID:	13014834
    Untuk membeli saham, kita harus menggunakan mata uang yang sesuai dengan saham mana yang akan dibeli. Misalnya, Anda akan membeli saham milik Amerika Serikat, maka mata uang yang harus digunakan adalah USD. Begitu pula dalam melakukan investasi, investor luar yang ingin melakukan investasi harus menukarkan mata uang miliknya dengan mata uang negara tersebut.

    Sebagai contoh, ketika investor Eropa ingin melakukan investasi pada saham utama di negara Jepang, maka ia harus menukarkan mata uang Euro dengan Yen Jepang. Permintaan akan Yen Jepang yang meningkat menyebabkan nilai tukarnya naik. Sedangkan penjualan mata uang Euro yang kian meningkat akan menyebabkan nilai tukarnya berkurang.

    Apabila prospek harga saham suatu negara bagus, maka aliran dana yang cukup besar akan masuk ke negara tersebut, sehingga memperkuat nilai tukar dari mata uangnya. Sebaliknya, apabila pasar saham suatu negara sedang melemah, para investor akan memindahkan dana mereka ke negara lain yang prospek pertumbuhannya lebih potensial, akibatnya mata uang dari negara tersebut akan melemah.

    Mengapa kondisi ini penting bagi trader forex? Sebagai seorang trader, Anda harus dapat mengikuti kondisi bursa yang ada di beberapa negara yang memegang kendali perekonomian dunia. Aliran uang akan terjadi pada negara dengan indeks harga saham melemah, ke negara yang indeks harga sahamnya sedang menguat.

    Kondisi inilah yang menjadi penyebab mengapa indeks harga saham yang menguat diikuti dengan meningkatnya nilai mata uang, demikian pula sebaliknya. Sebagai seorang trader, peluang sebaik ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Anda dapat membeli mata uang dari negara yang prospek sahamnya sedang menguat, lalu menjual mata uang dari negara yang kondisi pasarnya sedang melemah.

    Hal ini akan membawa Anda kepada keuntunga berlipat. Tetapi, perlu diingat, kondisi ini hanya akan berlaku pada saat kondisi perekonomian global normal. Apabila terjadi krisis atau resesi global, keadaan dapat berbalik dan sulit diprediksi.

    Tokoh dengan Analisa Intermarket

    Siapa yang pertama kali memperkenalkan analisa intermarket? Ternyata, analisa ini untuk pertama kalinya dikembangkan dan dipopulerkan oleh trader ternama, yakni John Murphy. Mulanya, John Murphy adalah seorang teknikalis, tetapi ia mencoba untuk mempertajam analisa miliknya dengan melakukan riset terhadap hubungan antar instrumen yang ada dalam pasar mata uang.

    Hasilnya, ia menemukan metode analisa baru yang kemudian dikenal dengan analisa intermarket. John Murphy merupakan analisa teknikal terkenal yang berpengalaman dalam dunia trading selama 40 tahun lebih, dan telah meluncurkan banyk buku terkait analisa intermarket ini. Sehingga bisa menjadi pedoman bagi siapa saja yang akan menggunakannya untuk trading.

    Memahamai bagaimana jalinan antara pasar forex, komoditi, obligasi dan juga indeks saham dapat memantu Anda dalam meningkatkan akurasi prediksi. Mengapa? Sebab keempat jenis pasar tersebut akan terus berinteraksi dan bersinggungan satu sama lain. Sebagai trader, Anda dapat memanfaatkan interaksi ini untuk mendapatkan arah pergerakan dari masing-masing pasar.

  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    apa ada kaitannya langsung dengan forex? kalo gw sih cuman bandingin sama emas aja , itu juga kadang2 aja, secara makan waktu kalo mau ngakses data2 saham sama komoditi, toh chart kita masing2 yang memberi info analisa market itu sendiri, dan pengalaman trader sendiri yang menentukan kesuksesannya

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X