Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Belajar Pola Bear Trap Untuk Trading Forex
    Click image for larger version

Name:	2dcb9c71004d44749070d713c4ce3419.png
Views:	1
Size:	78.8 KB
ID:	13014796
    Janganlah cepat-cepat untuk buka posisi saat muncul sinyal sell. Ada langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menjauhi jebakan trading bear trap. Tidak bisa dinamakan trader jika Anda sama sekali belum pernah masuk ke jebakan market. Mulai dari trader baru yang masih pemula hingga profesional sekalipun, mereka semua sudah pernah mengalami yang namanya merugi yang dikarenakan pergerakan pasar tak terduga,contohnya di saat muncul sinyal sell dari pola candlestick bearish, namun malahan harganya berubah arah naik.

    Jebakan market ini bisa disebut sebagai trading trap. Secara pastinya, informasi ini akan memberikan materi bagaimana cara mengidentifikasi dan menyelesaikan jebakan trading bearish trap yang pada umumnya nampak ketika market menampilkan peluang jual (sell).

    Apa Penyebab Munculnya Jebakan Trading Bear Trap?

    Pergerakan harga adalah suatu gambaran dari adanya perubahan keseimbangan antara penawaran dan permintaan (supply and demand). Wajarlah saja apabila harga terlihat bergerak secara tidak teratur, karena sesungguhnya keseimbangan tersebut selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu.

    Sebagai trader Anda diharuskan untuk bisa membaca arah pergerakan harga, agar memperoleh profit secara teratur ke dalam ruang ekuitas Anda. Supaya bisa memperkirakan arah harga, trader umumnya mengandalkan sinyal trading.

    Sinyal trading merupakan hasil dari analisa teknikal. Dalam analisa tersebut, trader pada umunhya akan menerapkan berbagai macam tools ataupun juga indikator untuk menghadapi proyeksi arah harga berikutnya. Salah satu yang menjadi contoh yaitu adalah pola-pola candlestick bearish yang seringkali menjadi andalan trader untuk memperoleh sinyal sell.
    Sesuai faktanya, tanda-tanda trading juga mempunyai kekurangan, yaitu ada kemungkinan prediksi arah harga akan meleset. Bahkan candlestick dengan tingkat akurasi yang dikatakan sangat tinggi pun pada kenyataannya tidak dapat menjamin ketepatan sinyal seratus persen.

    Jebakan trading bear trap terjadi untuk kedua kalinya disaat ketika pola candlestick bearish three inside down terlihat. Seperti lanjut menurun, pola candle tweezer kembali muncul sebagai indikasi keraguan pasar. Bahkan harga sempat berubah naik sementara, lalu bisa turun hingga dapat menembus support. Kalau tidak hati-hati, Anda akan terperangkap jebakan untuk ketiga kalinya, apabila terburu-buru membuka posisi jual saat breakout terjadi. Hal ini disebabkan karena harga ternyata masih mampu bangkit kembali.

    Tiga jebakan trading bear trap tersebut ternyata bisa terjadi pada Anda secara terus menerus. Dijamin banyak kerugiannya.


    Teori tak terus berjalan sesuai dengan praktek nyata. Begitu juga dengan sinyal trading dalam setiap pila candlestick bearish. Tetapi, bukan berarti pola-pola tersebut tak berfungsi ataupun harus dihindari. Anda bisa memikirkan cara-cara untuk menyaring validitas tanda-tanda trading, dan juga mengurangi kesempatam setiap posisi yang dibuka.

    Saring Pola-Pola Candlestick Bearish Sebelum Eksekusi

    Trading itu dijelaskan, bisa disamakan dengan mengendarai kendaraan. Setiap kali Anda menaiki kendaraan tentunya ada potensi resiko yang mengintai. Jika Anda ingin aman, ikutilah rambu-rambu lalu lintas. Jangan hanya karena asal ingin cepat saja, maka Anda malah mengambil resiko terlalu besar.

    Dari gambaran di atas, maka bisa disimpulankan bahwa resiko memang merupakan adalah bagian dari trading. Namun harus digarisbawahi, bahwa imbal hasil (keuntungan) harus lebih besar daripada resiko untuk mempertahankan perkembangan ekuitas akun trading.

    Maka tahapan yang pertama untuk meraih tujuan itu adalah terlebih dulu memastikan validitas sinyal trading, sebelum Anda melakukan pembukaan posisi. Anda dapat menjalankan dengan langkah-langkah sebagai berikut.

    a. Bagaimana Kondisi Tren Market Secara Umum?

    Kondisi tren sebelumnya dapat langsung dikenali dengan sangat mudah melalui pergerakan harga yang nampak pada grafik trading. Jika keadaan nampak uptrend, pada umumnya harga akan memperlihatkan nilai tinggi yang terus akan naik, sedangkan selama downtrend, harga terus akan menurun dengan nilai rendah berjenjang.

    Pengertiannya sangatlah mudah, gunakanlah kesempatan menjual saat pasar berada dalam kondisi downtrend. Sebaliknya, jika sinyal trading buy lebih tepat saat market memasuki kondisi uptrend.

    Sebagai catatan, trader biasanya menjauhi kondisi pasar sideways karena pergerakan harga dilihat tak tentu arah. Tetapi, sesungguhnya anda dapat memfungsikan sinyal breakout yang muncul yang berguna untuk menarik profit besar, saat tren baru hendak terjadi di akhir masa Sideways. Bagaimanapun juga, masa sideways selalu saja mengawali pembentukan terjadinya tren, dan ini sudah sangat jelas dipahami sebagai siklus tren umum di pasar forex.

    b. Dimana Letak Support Dan Resistance Penting Terdekat?

    Identifikasi letak support dan resistance memiliki peranan penting yaitu seperti menaati rambu-rambu pada analogi berkendara di keramaian. Anda dapat mengetahui kapankah harus membuka atau menutup posisi yang didasarkan patokan letak support dan resistance yang terdekat.

    c. Pada Timeframe Apa Sinyal Ditemukan?

    Timeframe memiliki hubungan yang sangat dekat dengan kecenderungan Anda untuk membuat posisi tetap terbuka. Semakin besar dari timeframe, maka akan makin lama pula posisi bisa di diamkan ter-floating untuk dapat meraih target profit. Misalnya, pada timeframe Daily (D1). Pada umumnya trader akan membuat posisi sampai tertahan pergantian hari terjadi (<24 jam). Sementara pada timeframe Hourly (H1),dapat jadi trader hanya akan menahan posisi kurang dari satu jam.

    Mengapa demikian? Hal ini karena pada dasarnya, semakin besar timeframe, maka semakin lama pula waktu yang diperlukan untuk mencetak satu candlestick, hingga akurasi relatif lebih tinggi. Ini adalah alasan kenapa trader mau tahan posisi lebih lama lagi di timeframe besar. Sementara kebalikannya, sinyal trading akurasinya relatif lebih kecil di timeframe rendah, karena barisan candle lebih cepat muncul dan memiliki resiko kecendrungan mendorong ke pola-pola jebakan trading bear trap.

    d. Adakah Konfirmasi dari Indikator Pendukung Lain?

    Sistem trading biasanya menggabungkan satu dari indikator dan lebih untuk mendapatkan sinyal trading berakurasi tinggi. Misalnya saja salah satu indikator telah menghasilkan sinyal trading, maka trader akan menantikan konfirmasi dari indikator pendukung lain untuk menyaring validitas.

    Misalnya saja, sinyal trading dari pola candlestick bearish Pin Bar populer dipakai karena sangat mudah menggunakannya, namuns angat disayangkan akurasinya relatif rendah karena hanya terdiri dari 1 candle saja. Supaya validitasnya terlihat baik, trader akan dapat memanfaatkan salah satu aspek leading seperti pivot poin sebagai aspek pendukung.

    e. Apakah Ada Rilis Berita Berdampak Tinggi?

    Walaupun Anda memakai sistem trading yang sangat diutamakan analisa teknikal, bukan berarti Anda dapat jauhi faktor-faktor fundamental. Pasar bergerak yang dapat diakibatkan oleh adanya reaksi pasar terhadap dinamika fundamental pair-pair tertentu.

    Untuk memeriksa jadwal rilis berita berdampak yang tinggi, Anda sangat disarankan memakai kalender forex. Selain karena dapat digunakan secara mudah, tool ini menolong Anda untuk selalu up-to-date dengan laporan-laporan ekonomi terkini.

    Money Management Adalah Cara Menghadapi Jebakan Trading Bear Trap
    Click image for larger version

Name:	32d0e08965e244c5b121eeaee4d9b02d.png
Views:	1
Size:	12.8 KB
ID:	13014797
    Perlu diingat bahwa resiko trading itu akan selalu ada dan tidak dapat dihindari, namun tidak berarti bahwa tidak dapat dikendalikan sama sekali. Jika pun ternyata harga bergerak di luar ekspektasi, kerugianpun masih akan dapat ditekan sekecil kecilnya dengan praktek money management yang tepat.

    Melihat dari situasi itu, maka tahapan kedua untuk mengatasi jebakan trading bear trap dapat dijalankan seperti pada contoh berikut ini. Pola candlestick bearish three outside down memberikan tanda-tanda jual yang cukup besar. Sinyal jual itu pun dibantu pula oleh indikator RSI yang telah memperlihatkan kondisi overbought, hingga kesimpulannya harga siap terjun dari nilai tertingginya.

    Garis moving average 50 (garis ungu) masih akan menunjukan level support kuat yang memperlihatkan potensi harga untuk dapat kembali meluncur naik dari titik yang terendahnya. Jika kalau muncul dua sinyal bertentangan begini, langkah apakah yang harus dilakukan.

    1. Pakailah Posisi Sizing Sebagai Pengukur Besaran Lot/Posisi

    Metode position sizing merupakan bagian dari sistem dunia trading dasar yang nanti mengatur ekuitas akun yang sebagian diperdagangkan. Intinya, dengan metode itu, Anda tidak perlu lagi khawatir akun akan langsung habis, seandainya pasar bergerak di luar ekspektasi. Sebagai peraturan dasar, pada umunya trader menyiapkan 1-5% dari ekuitasnya untuk setiap posisi trading. Jadi walaupun loss, mereka hanya akan kehilangan sebagian kecil dari modal saja.

    2. Rasio Risk/Reward Untuk Menentukan Target Profit Dan Batas Kerugian

    Setelah menentukan besaran lot dengan position sizing, maka trader akan mendapatkan lebih dulu kerugian dengan stop loss. Setelah jarak stop loss ditentukan dari pembukaan posisi, maka rasio risk/reward dimanfaatkan untuk menentukan target profit dari entry.

    Misalnya saja, setelah perhitungan position sizing, ditemukan stop loss berjarak 40 pip dari entry. Lalu rasio risk/reward ditetapkan sejumlah 1:2, berarti target profit haruslah 2 kali lipat lebih besar dari batas kerugian atau sebesar 80 pip dari entry.

    Memanfaatkan metode position sizing dan rasio risk/reward, chart di atas memperlihatkan posisi short (sell) USD/JPY dengan stop loss yang berjarak 40 pip dan keuntungan yang ditargetkan sebesar 80 pip. Karena garis MA 50 masih memperlihatkan level Support signifikan yang harus ditembus untuk mengkonfirmasi sinyal trading dari metode candlestick bearish three inside down, maka level entry digunakan beberapa pip di bawah MA 50 melalui pending order.

    Ingatlah, kerugian dapat dihindari karena trader menantikan konfirmasi dari indikator tambahan yaitu MA 50. Bahkan meski terlanjur membuka posisi dan harus mengalami kerugian, besar loss telah dibatasi hanya sampai dengan sepersekian persen dari ekuitas Anda.

    Bagaimana Kalau Muncul Jebakan Trading Bullish?

    Dari penjelasan di atas tadi, Anda sudah memperlajari cara mengetahui pola-pola candlestick bearish yang memiliki potensi untuk menjebak. Namun demikian, itu saja belumlah cukup, sebab jebakan harga juga bisa terjadi pada tanda trading bullish.

    Secara singkatnya versi bullish trading trap adalah kebalikan dari bearish trap. Berhati-hatilah disaat harga nampak meyakinkan akan naik, sebab masih ada kemungkinan harga akan kembali longsor.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    oh pake trenline, kalo breakout memang pasti akan ada tren baru yang terbentuk, tapi memang harus pake stop loss andaikata tren itu gagal dan balik ke dalam channel maka akan kemungkinan kena stop loss daripada kena floating minus besar
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X