Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Variasi Penggabungan Indikator dalam Trading
    Click image for larger version

Name:	5c6fbf8308d451550827395.jpeg
Views:	1
Size:	101.9 KB
ID:	13014767
    Sebagai trader, saat Anda terjun di dalam dunia trading forex, Anda tidak akan mungkin jika tak siap untuk bertemu dengan beragam model analisis. Beberapa trader ada yang cenderung menyukai analisis fundamental. Akan tetapi, tak sedikit dari mereka yang cenderung menyukai analisis teknikal melalui penggabungan beberapa indikator.

    Bisa saja Anda mungkin sedikit merasa pusing dengan analisis tersebut, namun yakinlah bahwa tidak semua indikator susah. Misalnya saja pada gabungan indikator forex berikut. Terdapat beberapa jenis indikator yang kiranya akan mudah untuk Anda terapkan nantinya, entah Anda seorang trader profesional ataupun trader pemula sekalipun.

    Bollinger Bands dan Stochasticdalam Trading

    Ia merupakan gabungan dari indikator yang ada pada trading forex,yaitu antara bollinger bands dengan stochastic.Keduanya dapat Anda jadikan sebagai opsi yang pertama. Apabila Anda menilik fungsi dari bollinger bands, maka fungsi tersebut akan amat berguna sekali untuk mengetahui arah, pergerakan tren. Sementara itu, pada stochastics, nantinya ia akan dapat memberikan prediksi lebih mengenai sebuah kekuatan tren.

    Jika ditanya, bolehkah menggunakan bollinger bands saja? Sebenarnya boleh saja Anda menggunakan satu indikator, akan tetapi Anda hal tersebut juga tidak begitu disarankan. Apabila Anda melihat dari sifat indikator bollingerbands yang lambat seperti halnya mengikuti pola candlestick. Tentu saja sinyal yang akan ditunjuk oleh indikator perlu diwaspadai.

    Itulah mengapa yang menjadi salah satu alasan perlunya menggunakan gabungan indikator forex lain, yakni untuk mengkonfirmasi arah sinyal yang akan ditunjuk oleh indikator BB. Misalnya saja pada indikator stochastic. Sebagai indikator dengan momentum yang bersifat oscillator, maka indikator stochastic nantinya akan menunjukkan perihal dimana pergerakan harga yang mencapai keadaan overbought (akan mengalami jenuh beli) atau yang oversold (akan mengalami jenuh jual). Stochastic juga memberi petunjuk tentang sinyal masuk secara tepat apabila adanya crossng atau perpotongan antar garis.

    Apabila Anda berpedoman dengan gabungan indikator forex bollinger bands serta stochastic, tentu saja entry posisi akan dapat dibuka kembali. Jika candle bergerak hingga ia akan ditutup di atas upper band ataupun lower band. Apabila harga ditutup di atas upper band, tentu saja kondisi ini akan menunjukkan uptrend.

    Namun, sebaliknya, downtrend akan dapat diketahui apabila candle ditutup di bawah lower band. Hal tersebut akan membentuk crossing di antara garis %D dan %K pada indikator stochastic. Crossing yang ada dari bawah ke atas akan menunjukkan bullish reversal, atau biasa disebut dengan entry buy. Sementara itu, pada crossing dari atas ke bawah akan menunjukkan bearish reversal yang disebut dengan entry sell.

    Sinyal terbaik yang ada pada indikator stochastic ini tentu saja dapat diambil apabila Anda mengalami crossing tepat di atas level 80 (overbought) ataupun di bawah level 20 (oversold). Apabila harga telah mencapai level overbought. Maka Anda akan dapat melakukan entry yang tepat, dan Anda pun akan mengambil langkah penjualan, dan begitupun sebaliknya nanti yang akan terjadi.

    Pergerakan EUR/USD akan mengalami penurunan hingga ditutup melalui pita luar bawah BB (Lower Band). Di saat yang bersamaan, stochastic akan menyentuh area yang oversold, apabila terjadi crossing. Adanya kondisi ini, nantinya harga akan memiliki kecenderungan untuk berbalik arah ke atas. Dikarenakan sebelumnya telah terbentuk serangkaian tren menurun yang cenderung cukup panjang. Maka, Anda dapat memanfaatkan peluang tersebut dengan mengambil posisi pembelian.

    RSI Dan MACDdalam Trading

    Gabungan indikator forex lain yang dapat Anda terapkan yakni RSI dengan MACD. Indikator MACD tersebut memiliki fungsi sebagai penunjuk arah tren serta momentum pasar. Sementara itu, pada indikator RSI ia memiliki fungsi memberikan sinyal masuk melalui level oversold dan overbought. Saat menggunakan indikator MACD, pada kondisi uptrend ataupun downtrend Anda dapat melihat posisi bar berdasarkan OSMA-nya.

    Mungkin Anda akan bertanya tanya, apakah ia berada pada area yang negatif atau positif. Pada bar dengan area positi, ia akan menandakan kondisi uptrend sedang berlangsung. Sementara itu, pada bar pada area yang negatif akan menunjukkan kondisi downtrend.

    Selain itu, pada indikator MACD Anda akan dapat menunjukkan sinyal masuk dari perpotongan garis EMA-12 dengan EMA-26 yang telah terbentuk. Crossing EMA-12 dengan EMA-26 mualai dari bawah ke atas akan mengalami kecenderungan yang menunjukkan entry buy. Namun, sebaliknya pada crossing EMA-12 dengan EMA-26 maka, dari atas ke bawah dapat digunakan untuk entry posisi penjualan.

    Nantinya, meski keputusan trading berdasarkan indikator MACD, maka sebenarnya ia sudah bisa diambil. Akan tetapi tak ada salahnya apabila Anda dapat menggunakan indikator lain sebagai petunjuk sinyal masuk, agar analisis yang Anda gunakan semakin akurat. Sanada perlu tahu bahwa salah satu indikator pelengkap dalam MACD yakni indikator Relative Strength Index (RSI).

    Indikator RSI tak jauh berbeda dengan indikator scholastic. Ia akan sangat berguna untuk mengetahui posisi overbought ataupun oversold, serta pada posisi entry yang tepat. Secara visual, nanti Anda akan melihat begitu jelas perbedaan antara stochastic dengan RSI. Misalnya saja pada jumlah garis indikatornya, pada RSI hanya terdiri atas satu garis saja.

    Uptrend dan Downtrend pada Posisi Bar MACD

    Adanya perihal di atas, maka entry posisi yang dapat kita ambil berdasarkan pada gabungan indikator forex. Ada diminta untuk memenuhi kondisi di mana Anda dapat mengetahui kondisi uptrend serta downtrend yang ada pada posisi bar MACD. Apabila OSMA berada pada area positif, tentu saja kondisi tersebut mengalami uptrend, dan begitu pula sebaliknya.

    Apabila megalami kondisi crossing antara EMA-12 dengan EMA-2, maka crossing dari bawah ke atas akan menandakan terjadinya bullish reversa. Sementara itu, pada crossing yang terjadi antara EMA-12 dengan EMA-26 dari atas ke bawah akan mengindikasikan terjadinya bearish reversal. Garis RSI pun nantinya akan menyentuh level overbought atau oversold.

    Terdapat level overbought dan oversol yang tidak mutlak. Ada pula trader yang menggunakan level di angka 30 hingga 70. Tak jarang, ada pula mereka yang menggunakan level di angka 20 hingga 80. Apabila garis telah menyentuh batas oversold (di angka 20 atau 30), maka entry yang aka diambil yakni pembelian. Sementara itu, pada entry sell akan diambil harga yang menyentuh level overbought (di angka 70 atau 80).

    Di saat RSI mencapai tingkat oversold serta memberikan sinyal pembelian, maka MACD akan memberikan konfirmasi yang sama dengan menggunakan crossing antara EMA-12 dengan EMA-26 dari bawah hingga ke atas. Pada crossing akan dibentuk melalui dua garis EMA yang menyatakan sinyal entry buy. Apabila sudah ditunjukkan dengan gabungan indikator forex yang saling mengkonfirmasi, maka entry buy pun dapat Anda lakukan.

    Manakah Gabungan Indikator Forex yang Lebih Baik untuk Trading

    Terdapat dua indikator dengan fungsi yang sama yakni antara RSI dan Stochastic. Meski keduanya dipakai untuk melakukan identifikasi pada keadaan yang overbought dan oversold, akan tetapi pada saat Anda mengimplementasikan hal tersebut, Anda perlu meyesuaikan diri dengan keadaan pasar. Range nilai pada RSI yakni 0 hingga 100.

    RSI yang berada pada level di atas 70 akan menandai keadaan overbought, sementara pada RSI di bawah level 30 diasumsikan dalam keadaan oversold. Akan tetapi, secara praktis bukan berarti harganya akan berbalik arah menjadi naik apabila RSI berada pada 2 nilai yang cenderung ekstrim. Pada RSI, terdapat batas interpretasi secara umum yakni yang biasanya dapat dijadikan acuan kondisi tren adalah di level 50.

    Jika RSI berada di antara angka 50 hingga 70, tentu saja harga akan bergerak dengan tren positif. Namun, sebaliknya apabila harga berada di angka 30 hingga 50, maka harga akan bergerak menuju tren negative. Di samping itu, indikator stochastics dapat memberikan identifikasi reversal denga tepat. Yakni sama-sama memiliki range nilai diangka 0 hingga100 pada RSI.

    Berbeda halnya dengan stochastic, ia akan menggunakan acuan yang berada pada level 20 hingga 80. Umumnya, nilai Stochastic yang berda di level 80 akan menandakan posisi overbought, sehingga Anda akan mengalami kecenderungan reversal bearish. Namun, apabila harga berada di bawah level 20, maka biasanya harga tersebut akan berbalik ke atas. Pada nilai stochastic ia akan tetap berada pada area ekstremnya (mengalami overbought ataupun oversold) di saat pasar sedang trending. Hal tersebut dikarenakan harga akan selalu ditutup apabila berada dekat pada level tertinggi atau level terendah.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    RSI itu ngak cocok untuk market dua arah kayak forex, tapi di market saham cocok, menurut gw sih lebih enak gabungkan MACD dengan bollinger band, signalnya lebih jelas dan minim false signal

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X