Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Pola Parabolic Curve, Menaklukkan Trading Forex
    Click image for larger version

Name:	ibz-thumb-465.jpg
Views:	1
Size:	11.5 KB
ID:	13014517

    Apakah Anda seorang pemain baru dalam dunia trading? Pernahkah Anda berpikir bahwa harga pasar forex akan selalu mengalami perubahan dan Anda akan sulit memprediksi hal tersebut? Misalnya saja harga awalnya terlihat stabil, namun bisa saja seketika turun secara tiba-tiba ke titik yang terendah. Tentu saja hal tersebut akan berujung pada kerugian.

    Apabila Anda sedang dalam posisi trading. Maka, untuk mengatasi hal tersebut amatlah penting agar Anda memiliki pengetahuan mendalam terkait dengan pola grafik serta indikator penting tentang trading. Hal tersebut dapat menjadi penentu keberhasilan ataupun kegagalan trading Anda. Pada dunia trading forex, banyak jenis pola grafik, salah satunya yakni pola parabolic curve.

    Sekilas Soal Parabolic Curve dalam Trading Forex

    Pola parabolic curve adalah pola garis melengkung yang terbentuk mengikuti formasi candlestick, di saat harga berada dalam kondisi naik atau turun dengan cepat. Pola parabolic curve secara visual terlihat seperti garis lengkungan yang mengikuti titik-titik korelasi. Hal ini akan membantu Anda di saat harga membentuk pola yang mirip dengan anak tangga. Tentu saja garis lengkungan tersebut akan mengikuti pangkal tangga.

    Pada umumnya Anda bisa temukan pola parabolic curve ketika pasar pada kondisi panic buying maupun panic selling. Harga akan bergerak ke satu arah dalam kurun waktu yang singkat karena terdorong dominasi pihak pembeli ataupun penjual. Saat Anda mengalami kondisi seperti ini, Anda dapat menjadikan hal tersebut sebagai peluang untuk meraup keuntungan.

    Terlebih apabila Anda berada dalam posisi open, saat harga sedang bergerak menembus pola garis melengkung, atau yang disebut dengan breakout. Pola parabolic curve memberikan Anda indikasi tentang titik di mana harga mulai mendekati titik jenuh atau mengalami oversold dan overbought. Ketika harga tersentuh dalam titik jenuh, maka peluang harga berbalik arah pun dijamin semakin besar.

    Fungsi Parabolic Curve dalam Trading Forex

    Parabolic curve, sekilas terlihat mirip dengan trendline. Hal ini terjadi karena fungsinya yang sama-sama yakni untuk mengidentifikasi arah serta kekuatan trend. Meski demikian, terdapat situasi tertentu yakni parabolic curve lebih baik daripada trendline. Terlebih di saat harga pasar sedang berada dalam kondisi bergerak ke salah satu arah dalam kurun waktu yang cepat.

    Pola parabolic curve ini biasanya ditemukan saat pasar berada dalam keadaan panic selling atau panic buying. Dengan demikian harga akan bergerak ke satu diantara arah dalam kurun waktu yang amat singkat. Hal tersebut dapat terjadi karena terdorong dari penguasaan pihak penjual ataupun konsumen.

    Saat Anda berada dalam keadaan tersebut, maka kesempatan terbaik untuk memperoleh keuntungan akan terbuka lebar. Apalagi di saat harga akan bergerak menuju pola garis melengkung atau breakout. Pada dasarnya, pola parabolic curve ini memberikan indikasi titik di mana harga akan mendekati titik jenuhnya, pada posisi overbought atau oversold. Apabila harga menyentuh titik jenuh, maka kesempatan harga untuk berbalik arah akan semakin besar.

    Pola Parabolic Curve Vs Trendline

    Mungkin sebagai trader Anda akan bertanya, apa peranannya nyaris sama dengan trendline, dan apa beda keduanya? Sepintas jika Anda tahu, bahwa peranan parabolic curve akan sama dengan Trendline. Para trader pun akan menggunakannya untuk melakukan identifikasi arah dan kemampuan tren. Akan tetapi, akan ada kondisi spesifik yakni di mana satu diantara trading tool akan sesuai dengan manfaatnya.

    Anda perlu tahu bahwa parabolic curve akan lebih menguntungkan dari pada sinyal Open Tempat (OP) trendline. Tanda yang muncul pada sell dari parabolic curve yang datang lebih awal di saat candlestick mulai berubah arah. Ia akan mengalami proses reversal dari posisi tertingginya. Sedangkan pada tanda OP dari trendline baru akan keluar terakhir setelah tren baru telah berjalan.

    Anda mungkin berkesimpulan bahwa pola parabolic curve lebih bermanfaat dari pada trendline, di saat harga bergerak ke satu diantara arah dengan kurun waktu yang sangat cepat. Sudut kemiringan gerakan harga, yang ada pada posisi tersebut dapat lebih dari ataupun sama dengan 45 derajat. Sebaliknya, apabila harga yang bergerak relatif berjarak dalam rentang waktu yang cukup lama, maka sudut kemiringan dibawah 30 derajat. Parabolic curve pun tak akan dapat digunakan, dan pada permasalahan seperti ini, trendline akan lebih untung.

    Langkah Memperoleh Uang Dengan Pola Garis Melengkung

    Taktik trading dengan menggunakan pola parabolic curve terlihat cukup simpel. Anda tidak dibutuhkan perhitungan atau gabungan tanda rumit untuk tingkatkan akurasi sinyal trading. titik berat tingkat akurasi sebagai tanda dalam pola ini perlu keterampilan dari trader agar bisa mengidentifikasi dinamika pasar trading melalui grafik harga yang ada.

    Di sini beberapa langkah praktisnya. Pencarian pasangan aset maupun mata uang berbeda dengan gerakan tren kencang, amati gerakan harga pair dalam gerakan harga yang memiliki sudut miring lebih dari satu sama besarannya yaitu 45 derajat ke satu di arah dan berjarak, seperti halnya anak tangga.

    Langkah Menggambar dan Mencari Strategi Keuntugan dari Pola Parabolic Curve
    Click image for larger version

Name:	Hidden bullish divergence.jpg
Views:	1
Size:	15.4 KB
ID:	13014518
    Anda pun dapat menggunakn trading tool untuk menggambar garis kurva. Sebagian dasar trading akan sediakan tool parabolic curve dengan built in, misalanya saja pada trading view. Untuk MT4, Anda tetap saja dapat menggunakan dukungan pola garis yang melengkung elips untuk menjadi pengganti kurva. Coba Anda lakukan pencermatan gerakan harga melalui candlestick. Apabila tubuh candlestick terlihat menembus pola garis melengkung, maka ia akan menjadi harga untuk berpotensi berbalik arah dari trend sebelumnya.

    Anda pun juga bisa mendapatkan profit dengan pola parabolic curve dengan menggunakan strategi trading pola parabolic curve. Hal ini terbilang cukup sederhana. Untuk meningkatkan akurasi sinyal trading, Anda pun tak perlu melakukan perhitungan atau mengkombinasikan indikator yang rumit. Titik berat dari akurasi sinyal trading yakni dari pola parabolic curve, di mana ia terletak pada kemampuan trader yang menggunakannya. Ia akan dapat mengamati trader saat melakukan identifikasi dinamika pasar pada grafik harga ataupun price action. Anda dapat mengikuti langkah praktis seperti berikut.

    Pertama, coba Anda cari pasangan mata uang ataupun aset lain yang memiliki pergerakan trend yang cepat. Anda dapat menentukan pasang mata uang dengan memperhatikan pergerakan harga pada pair tersebut. Coba Anda cari pair yang pergerakan harganya memiliki sudut kemiringan yang sama dengan ataupun lebih dari 45 derajat di salah satu arah serta bentuknya berjenjang mirip menyerupai anak tangga.

    Kedua, coba Anda gunakan trading tool untuk mengambarkan garis curva. Beberapa trading telah menyediakan platform trading yang menyediakan tool parabolic curve secara built in. Misalnya saja pada tranding view. Dalam trading di MT4 Anda bisa memakai jenis bantuan menggunakan pola garis yang melengkung seperti elips untuk menggantikan curva.

    Ketiga, coba Anda perhatikan kembali pergerakan harga melalui candlestick. Anda dapat mengetahui ke mana saja arah harga akan pergi, saat Anda menggunakan candlestick. Apabila badan candlestick nampak menembus pola garis melengkung, tandanya harga tersebut berpotensi berbalik arah dari trend sebelumnya.

    Keempat yakni open posisi dengan money management. Jika Anda menginginkan open posisi setelah mendapatkan sinyal trading, baiknya Anda gunakan money management dalam trading yang Anda lakukan. Anda dapat menggunakan peraturan money management dasar seperti halnya persentase modal. Anda pun juga dapat menggunakan rasio risk/reward, agar resiko di setiap posisi trading dapat terpantau dengan baik. Jika Anda mengikuti kelima langkah tersebut, besar kemungkinan Anda mendapatkan keuntungan yang konsisten.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    mending pake indikator MACD aja bro, leibh jelas melihat head and shoulder atau lembah puncak supaya bisa menilai divergen dan konvergen trenmarket daripada cara di atas

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X