Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Panduan Belajar Tentang Money Management

    Click image for larger version

Name:	cbc4505a84baa4d49392512d86d73cee.jpeg
Views:	1
Size:	286.9 KB
ID:	13014354
    Money management sangat diperlukan dalam bertrading. Bisa disebut sebagai faktor utama untuk mengendalikan suatu resiko dalam trading. Trading adalah bisnis yang di dalamnya tentu memiliki resiko. Berapapun besar modal kita, kunci sukses untuk memperoleh profit yang konsisten dalam jangka panjang, yaitu adalah belajar memahami pengendalian resiko dengan tepat.

    Trader pemula banyak yang akunnya mengalami hancur karena tidak mampu menerapkan money management dengan disiplin. Bahkan ada yang belum memahami tentang money management. Berikut ini akan dijelaskan 5 hal pokok dalam belajar money management yang harus dipahami dan diterapkan dengan tepat dan disiplin dalam trading forex.

    1. Besarnya Resiko Per Trade

    Resiko per trade, jumlahnya bisa pula dibandingkan dengan nilai uang, bukan dengan pips, dan pada umumnya ditentukan dalam persentase dari modal atau balance dalam account trading kita. Bisa dianggap bahwaa Anda tidak memiliki posisi trading dan balance dalam account Anda dan masih utuh, maka besar resiko per trade adalah jumlah kerugian yang didapatkan dalam membuka sebuah posisi trading. Tidak ada acuan yang tetap untuk hal ini, dan ada kemungkinan tiap trader berbeda dengan trader yang lain, tergantung dari keadaan keuangan masing-masing.

    Sebaiknya gunakanlah dana yang memang tidak akan dipakai dalam waktu dekat ini, dan hindari trading forex dengan memakai dana untuk hidup sehari-hari. Anggap saja Anda alokasikan dana trading itu dana yang siap lenyap sehingga selama trading tidak terpancing emosi.

    Sebagai contoh, para trader profesional yang memperoleh pendapatan hanya dari trading (saham, forex, option dsb.), jarang mendapatkan resiko lebih dari 3% dari total modal mereka. Trader berpengalaman banyak yang memberikan rekomendasi mereka besarnya resiko antara 3% sampai 5% dari modal. Berapa besarnya resiko yang diperkirakan, Anda harus merasa yakin dengan pilihan sendiri, sehingga Anda bisa trading dengan tenang dan tanpa emosi.

    Mengapa besar resiko diukur dengan nilai uang tidak dengan pip? Hal ini berhubungan pada besaran ukuran volume atau lot setiap trade yang dipakai berdasarkan perhitungan resiko atau yang dikenal position sizing. Ulasan di bawah ini bisa menjadi kejelasan bagi Anda

    2. Position Sizing atau Besaran Ukuran Lot Setiap Trade

    Hal kedua yang sebaiknya diterapkan di dalam mempelajari money management yaitu besar ukuran lot juga disebut dengan volume (pada platform Metatrader), atau ada yang menamakan quantity. Platform Metatrader memang sudah sangat populer. Pada umumnya para trader forex lebih akrab dengan sebutan volume trading.

    Menentukan volume trading kemudian didasarkan resiko lazim bisa disebut dengan position sizing. Setelah position sizing telah ditentukan, besar resiko di nilai uang tidak akan berbeda berapapun besar Stop Loss (resiko dalam pip) yang kita tentukan.

    Volume trading dapat kita atur sesuai dengan besar stop loss yang paling pas buat kita. Misalnya, Anda akan trading dengan standard lot pada mata uang E pasangan UR/USD, sehingga nilai per pip-nya adalah USD 10. Selain itu, jika Anda memiliki modal sejumlah USD 25,000, dan resiko yang Anda tetapkan untuk membuka sebuah posisi adalah 4%, maka besar resiko kita adalah USD 25,000 x 4% = USD 1,000

    Perkirakanlah hasil analisa stop loss Anda yang paling pas adalah 50 pip, maka volume trading kita dalam standard lot adalah: USD 1,000/(50 x USD 10) = 2 lot (Catatan: pialang di forex Indonesia yang sering menyebutnya standard lot dengan regular lot, dan account yang hanya untuk trading dengan standard llot disebut regular account).

    Apabila ada 2 trader, bermain trader dengan modal yang tidak sama namun menetapkan persentasi resiko yang sama serta stop loss yang sama pula, tentu ukuran lot keduanya berbeda. Trader yang memegang modal besar, dijamin volume trading dijamin lebih banyak meskipun resiko pip dalam stop loss seimbang atau sama. Maka dari itu, mengapa dalam belajar money management, besar resiko per trade biasanya diukur dengan nilai uang, bukan dengan besarnya pip pada stop loss.

    3. Besarnya Risk/Reward Ratio

    Risk/reward ratio adalah besaran target keuntungan yang sudah dibandingkan pada reward yang sudah ditetapkan. Sebelumnya sudah dijelaskan tentang cara menentukan akuran lot dan resiko. Sehingga untuk penjelasan selanjutnya tentang penetapan besaran target profit yang Anda inginkan, disbanding pada resiko yang sudah ditetapkan sebelumnya.


    Hal yang sama juga dengan resiko, untuk memperkirakan target profit tidak akan pernah ada ketentuan yang pasti. Anda haruslah objektif dan realistis sesuai dengan keadaan pasar saat itu. Trader berpengalaman menyarankan agar risk/reward ratio sebaiknya minimal 1:2. Dapat diartikan bahwa Anda memiliki stop loss 50 pip, sehingga minimal 100 pip adalah target keuntungan Anda, bahkan kalau bisa 1:3 atau lebih.


    Jika rasio yang digunakan semakin besar, maka pengaruhnya pada tingkat profitabilitas trading akan semakin besar. Bagaimana bisa? Jika Anda bisa tetapkan ratio risk.reward secara konsisten dalam jangka yang panjang pasti memperoleh keuntungan meski presentasinya profit secara menyeluruh jauh lebih kecil daripada loss. Contohnya saja total posisi seorang trader mengalami loss yaitu 70%-nya.

    Jika melihat dari kalah dan menangnya, tentu dinilai buruk. Setelah melakukan perhitungan tingkat keuntungan dan kerugiannya, ia ternyata masih menghasilkan return 15% dari total posisi tradingnya. Anda ternyata mampu menetapkan risk/reward ratio minimal 1:2 pada setiap posisi. Dalam proses memahami money management, perlu menentukan resiko dahulu sebelum memperhitungkan profit yang nanti Anda dapatkan.

    4. Money Management Wajib Dapat Kendalikan Emosi

    Dalam money management, faktor yang sangat berperan dalam trading adalah keterlibatan emosi. Pengaruh kedua hal ini sangat besar dan jika tidak diterapkan dengan tepat, akan membawa efek negatif dalam trading. Money management yang jelek tentu saya membuat trading gagal, demikian pula emosi yang tidak terkendali. Apabila Anda tidak memahami money management maka akan selalu loss pada setiap posisi trading, akan sulit bagi kita untuk tidak melibatkan emosi saat trading. Jika Anda dapat menerapkan money management dalam trading, akan semakin terkendali emosi Anda dalam menyikapi hasil trading. Kesuksesan dari belajar money management dapat diamati dari pengelolaan dana yang ada dalam account trading dengan efektif dan tidak emosional.

    5. Money Management Akan Berjalan Baik Hanya Jika Anda Menguasai Strategi Trading

    Jika Anda belum memahami dan belum mengerti tentang trading, sebaiknya mempelajari dengan maksimal money management dan berupaya memahaminya. Ini yang memberikan hasil secara maksimal.

    Agar bisa maksimal pada profit money management wajib dikuasai, apabila sudah yakin dan memahami tentang strategi trading yang Anda gunakan. Sehingga dapat memberikan profit jangka panjang dan konsisten. Informasi ini benar-benar membuat Anda mengerti tentang money management, informasi ini sangat berguna bagi anda. Semoga Anda bisa memperoleh keuntungan yang maksimal.


  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    baguslah kalau detail kayak gitu, tapi menurut gw sih ini untuk yang mau nyusun sendiri money manajemen berdasarkan strategynya sendiri, dengan kata lain butuh waktu panjang, sementara kebanyakan trader jaman sekarang mengikuti strategy orang lain, jadi saran gw sih lebih baik cari strategy yang udah terbukti bagus, lalu coba cocokan poin2 di post pertama supaya strategynya bisa berjalan dengan aman

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X