Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Belajar Identifikasi Supply dan Demand Beserta Triknya


    Click image for larger version

Name:	1.jpg
Views:	1
Size:	12.3 KB
ID:	13014337 Jika ingin sukses berkarir dalam pasar ekonomi mata uang digital, Anda perlu memahami beberapa teori dasar yang bisa menjadi kunci menentukan tindakan. Salah satunya adalah penguasaan konsep yang pasti tidak asing bagi Anda, yakni supply dan demand.

    Banyak pakar menyatakan bahwa keduanya merupakan aspek utama yang paling mempengaruhi arah pasar. Memicu adanya tiga kondisi yang terjadi pada wilayah crypto yakni downtrend, uptrend, dan sideways atau zona keseimbangan. Banyak trader rela memakai berbagai perangkat tambahan berbayar untuk melihat pada kondisi nilai terkini.

    Forex sendiri merupakan pasar terbesar di dunia dan sudah memiliki ratusan juta anggota di berbagai negara. Sistem global ini membuat transaksi Forex bisa berjalan selama 24 jam selama 7 hari. Trader tidak perlu menciptakan dinamika pasar, karena dengan basis masa sedemikian rupa, gejolak fluktuatif akan selalu bisa ditemukan.

    Namun demikian, fase keseimbangan tidak terjadi karena dalam area crypto sedang tidak terjadi apapun. Justru momentum ini merupakan pertanda bahwa jumlah penawaran dan permintaan sedang sama-sama tinggi sehingga menciptakan kondisi stabil. Jangan meremehkan fase ini, karena bagian ini menentukan gejolak harga yang akan terjadi.

    Memahami Apa Itu Supply dan Demand

    Dalam dunia transaksi apapun, kita pasti akan menemukan peran supply dan demand. Supply dapat diartikan sebagai ketersediaan suatu barang sedangkan demand adalah jumlah permintaan terhadap suatu barang. Tarik ulur keduanya akan membentuk kenaikan serta penurunan harga atau bisa kita sebut sebagai dinamika ekonomi jual beli.

    Mudah bagi kita untuk merumuskan bahwa dalam hal ini kenaikan harga karena peningkatan permintaan akan menguntungkan pihak pedagang.Sedangkan jika komoditas sedang melimpah penurunan harga akan menguntungkan pembeli. Ada kalanya kadar permintaan dengan komoditas yang tersedia seimbang sehingga harga barang tersebut cukup stabil.

    Apabila supply lebih besar dibandingkan demand, yang terjadi ialah stok komoditas menjadi menumpuk. Demi menghindari kerugian total, seorang pedagang menurunkan harga barangnya untuk lebih banyak menarik pembeli untuk menawar. Sebaliknya jika demand lebih besar dibanding supply, pedagang memungkinkan untukk menaikkan harga komoditas.

    Dalam pasar forex, yang disebut komoditas adalah mata uang krypto. Seiring bertambahnya jumlah peminat crypto.Permintaan akan koin juga akan semakin besar dan memungkinkan para trader mendapatkan keuntungan. Dalam pasar mata uang digital, peningkatan harga dapat mencapai berkali-kali lipat. Momen panen profit ini disebut juga trading.

    Dalam pasar mata uang digital, dinamika harga disebut dengan fluktuasi. Merujuk kepada ketidakstabilan nilai yang merupakan dampak desentralisasi sumber. Dalam dunia crypto, anggota sendiri yang mengambil bagian sebagai pembeli, penjual, ataupun penambang. Oleh karenanya, sepenuhnya tidak ada kontrol pusat atas volatilitas yang terjadi didalamnya.

    Semakin banyak peminat, semakin besar permintaan maka diikuti semakin tinggi harga koin crypto. Inilah keyakinan yang sering dipegang oleh para trader, bahwa terlepas dari dinamika yang terus terjadi, secara umum mata uang digital akan semakin mahal. Permintaan akan lebih banyak terjadi, seperti indikasi yang ditunjukkan oleh harga EUR/USD saat ini.

    Mari kita langsung mengambil contoh dari fenomena pasar cryptocurrency sendiri. Dalam pasar mata uang krypto, kita mengenal beberapa pasangan mata uang digital yang memiliki nilai harga berbeda pada waktu-waktu tertentu. Perbedaan harga antar pasangan ini bisa terjadi karena volume permintaan mereka yang naik turun. Pada suatu waktu, harga EUR/USD cukup rendah karena saat itu permintaan USD sedang sedikit.

    Namun pada waktu yang lain, harga EUR/USD melonjak tajam disebabkan oleh permintaan pasar yang meningkat, sedangkan ketersediaannya sedang terbatas. Pada momen inilah seorang trader akan mendapatkan profit atau keuntungan. Konsep dua hal ini sangat penting dipelajari karena ini adalah acuan dasar dalam transaksi cryptocurrency.

    Pembahasan Mendalam Jenis Entry Supply dan Demand

    Seorang trader tidak akan bisa lepas dari dua kegiatan ini, yakni supply dan demand. Pemahaman atas keduanya akan menentukan pada batas mana saja teknik bisa berhasil diterapkan. Untuk bisa trading dan mendapatkan keuntungan, ada dua jalan yang bisa dipilih untuk ditempuh yaitu melalui entry breakout dan entry pullback. Dibawah ini merupakan ulasan dari dua jenis pilihan tersebut.

    1. Entry Breakout


    Pilihan pertama ini mengandalkan adanya gerakan awal di pasar crypto. Kelebihan dari posisi ini, Anda dapat selalu mengontrol kondisi pasar, baik ketika harga cenderung turun atau sebaliknya. Anda sebagai pengguna tidak perlu khawatir akan tertinggal oleh informasi up to date seputar nilai mata uang kripto terkini.

    Entry ini juga banyak dipakai oleh para pemain besar yang memiliki kekuatan untuk membuat suatu pergolakan. Beberapa pihak yang sangat sering menggunakan jenis entri ini diantaranya yaitu Donchian Channel, Chart Pattern, Bollinger bands dan Channel.

    Adapun kekurangan dari entry breakout ialah adanya resiko breakout yang cukup tinggi, biasa disebut breakout false. Breakout jenis ini bisa saja terjadi secara alami atau merupakan skenario dari beberapa pihak yang berusaha curang untuk mengambil keuntungan pribadi dan merugikan orang lain. Golongan ini biasa disebut stop loss hunter atau pemburu stop loss.

    Hal ini tentu menjadi suatu kelemahan yang cukup membahayakan, terutama bagi para trader pemula. Pada beberapa kasus, kerugian akibat breakout fals bahkan tidak sedikit. Seorang trader akan dibuat yakin bahwa kenaikan harga begitu tinggi sehingga mereka berani mempertaruhkan dalam nilai besar dan memasang stop loss dengan berani.

    Namun nyatanya, trading tidak terjadi. Justru keadaan berbalik arah dan stop loss tidak berfungsi mengontrol kerugian. Inilah trik yang biasa digunakan oleh para oknum dibalik breakout fals. Oleh karenanya, apabila Anda menggunakan jenis entry ini, pastikan untuk jeli dan teliti dalam memilih broker dan mengamati kondisi pasar.

    1. Entry Pullback


    Jenis kedua adalah entry pullback yang biasa dilakukan seorang trader setelah melewati fase breakout. Cara ini mengharuskan trader untuk menunggu terlebih dahulu hingga fase breakout berakhir dan mengalami pullback. Keuntungan entri ini, peluang profit menjadi lebih besar karena pasca brekout, harga sudah dapat dipastikan akan menguntungkan.

    Selain itu, entry pullback lebih minim resiko kerugian dan menawarkan nilai harga lebih baik. Sayangnya, entry pullback masih sedikit diminati dibandingkan jenis entry pertama tadi. Salah satu faktornya karena kelemahan entry pullback yaitu tidak adanya peluang pullback setelah breakout. Harga tiba-tiba sudah turun lagi, trader pun kehilangan kesempatan.

    Pada entry fullback, seorang trader tidak mengetahui kapan fase breakout akan berakhir dan fase fullback dapat dimulai. Bahkan terdapat kasus di mana hasil breakout sendiri tidak valid dan menimbulkan kerugian bagi trader selanjutnya. Meskipun terhitung jarang terjadi, Anda harus selalu hati-hati dalam mengambil saat yang tepat untuk menaruh posisi.

    Kedua jenis entry di atas memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing. Apapun hasil yang didapatkan, usahakan untuk selalu mengevaluasi serta meninjau kembali kinerja-kinerja tersebut supaya dapat menjadi lebih baik. Tips yang sangat disarankan bagi para trader ialah, konsistenlah dalam menggunakan salah satu jenis entry.

    Entry breakout ataupun pullback sama-sama mengandung resiko. Keduanya berpotensi sama untuk mengelabui Anda jika tidak cermat dan tidak mengontrol emosi. Dalam entry breakout, trader harus terlatih sabar menghadapi stop loss yang tidak bekerja karena sudah terlewati oleh harga. Entry pullback mengharuskan legowo jika kehilangan kesempatan trading.


    Menggunakan dua strategi secara silih berganti justru tidak akan menguntungkan dan dapat membuat rancu. Usaha menguasai pasar tentu menjadi tidak optimal. Oleh karenanya, para ahli sangat menyarankan pada trader, pemula khususnya untuk mengacu pada satu strategi entry saja, seiring berjalannya waktu kesempatan profit lebih besar pasti menghampiri.

    Trik Dapatkan Trading Supply dan Demand

    Setelah memahami apa itu supply dan demand serta hubungan erat diantara keduanya, kita akan lanjut membahas bagaimana cara tranding dengan berpijak kepada kedua hal diatas. Tidak membutuhkan teknik yang rumit, berikut strategi mudah mendapatkan keuntungan melalui supply dan demand.

    1. Manfaatkan Zona Keseimbangan Supply dan Demand

    Dalam pasar cryptocurrency Anda mengenal kondisi downtrend (tren menurun), uptrend (harga meningkat), dan sideways (posisi keduanya seimbang). Sideways adalah kondisi dimana tidak ada gejolak naik atau turun, bagi sebagian orang fase ini adalah bagian yang paling ditunggu untuk berakhir, dan beberapa lainnya menganggapnya tidak potensial.

    Padahal sideways merupakan kondisi paling aman untuk membuka posisi. Peran Anda bukan lagi seorang pengamat, namun penentu harga itu sendiri. Dalam posisi sideways, supply dan demand sedang berimbang. Transaksi berjalan lebih tenang dan tawar menawar harga akan berjalan lebih santai tanpa gejolak dan obsesi apapun dari kedua belah pihak.

    Salah satu trader senior dan sudah sangat berpengalaman dalam pasar mata uang digital pernah mengumpamakan zona sideways sebagai halte. Cara paling aman bagi Anda untuk bisa naik bus adalah menunggu di halte, bukan malah ketika bus sudah melaju kencang.

    Nilai mata uang digital atau crypto dapat diumpamakan sebagai bus yang harus beristirahat sejenak sekaligus mengambil penumpang baru setelah halte sebelumnya. Uptrend tidak akan berlangsung selamanya, karena begitu salah satu harga meninggi, pesaing akan segera melakukan tindakan penyeimbangan yang membuat fase trading lambat laun kembali stabil.

    Metafora ini kiranya tepat untuk menghapus stigma bahwa kondisi uptrend adalah terbaik. Memanfaatkan sideways tidak kalah menguntungkan dari kondisi lain karena pada fase ini, fluktuasi yang merugikan sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi. Selain itu, reward yang didapatkan trader juga lebih besar.

    Namun, dalam mengoptimalkan sideways, Anda harus memiliki kesabaran serta sikap konsisten yang tinggi. Kondisi sideways membutuhkan kontrol yang lebih intens karena ia juga dapat beralih kapan saja. Anda juga harus mempelajari secara mendalam bagaimana cara mengolah sideways secara optimal. Berikut caranya,

    Cara Menentukan Sideways

    Setiap orang sebenarnya memilikii definisi tersendiri mengenai zona keseimbangan atau sideways ini. Patokan yang bisa digunakan ialah momen ketika OHLC candle sedang dalam posisi berhimpit dan membuat candle seperti nampak sejajar dan berdekatan. Meski demikian, body dan ekor candle tidak bisa dikontrol untuk tetap berada pada satu garis.

    Untuk mengetahui time frame mana yang sedang berlaku, Anda dapat menengok ke bagian kiri chart karena disana akan terdapat referensi dimana sajakah zona keseimbangan sedang berlaku. Dari sana, kita dapat mengamati gerak kecenderungan harga, apakah menuju ke pihak kita ataukah berpotensi sebaliknya.

    Cara lain untuk mengetahui keberadaan zona keseimbangan ialah dengan memantau candlestick yang muncul pasca breakout. Candle ini akan menjadi gambaran kasar dari fase yang terjadi sebelumnya dan sekaligus menentukan kondisi apa yang mungkin akan terjadi di depan. Bentuk dari candle ini cukup khas yakni hampir mirip dengan candle maribozu.

    2. Menggunakan Supply dan Demand Sebagai Alat Bantu

    Tips kedua ialah memanfaatkan pasangan supply dan demand sebagai sekedar alat bantu. Kedua konsep ini merupakan turunan teori yang dijadikan standart oleh trader, kapankah harus membuka posisi dan posisi apakah yang paling tepat untuk diaplikasikan. Penggunaan suply dan demand juga sering dikombinasikan dengan beberapa perangkat alat bantu.

    Alat bantu digunakan semata-mata untuk mengonfirmasi kondisi, mengingat bahwa pasar mata uang cryptocurrency memilikii votalitas tidak menentu dan mudah mengecoh para trader yang ceroboh. Beberapa perangkat tambahan yang biasa digunakan diantaranya, BBMA OA, moving averange, dan price action.

    Dengan kombinasi supplay dan demand bersama perangkat tambahan diatas, trader dapat bertindak dalam memasang stop loss dan take profit, mencermati arah trend terbaru, serta tempat melakukan re-entry.

    Sistem dalam Trading Supply dan Demand

    Dengan mengetahui bagaimana cara sistem bekerja, Anda dapat menguasai zona pasar dengan baik. Berbagai kondisi yang terjadi tanpa dugaan akan menjadi lebih mudah untuk diatasi. Langsung saja berikut ini adalah cara sistem trading supply dan demand.

    · Market Filter

    Ketika sedang menentukan manakah market yang paling cocok, Anda dapat memberikan tanda tertentu pada zona-zona sideways yang sudah terjadi dalam jangka waktu satu minggu atau sehari. Selanjutnya, coba sesuaikan jadwal tersebut dengan kesibukan serta kebutuhan yang Anda inginkan.

    Time frame market yang berjalan sekitar 4 jam cocok diterapkan untuk trading swing. Sedangkan jenis time frame yang berjalan selama satu jam, ini lebih tepat bagi para treder intraday. Jadi, jangan lupa untuk mengenali tipikal diri sendiri lebih dahulu serta cenderung ingin menjadi seorang trader yang seperti apa.

    · Setup Trading
    Click image for larger version

Name:	16-27-46-securities-4316974_1280.jpg
Views:	1
Size:	220.2 KB
ID:	13014338
    Dalam setup trading, tentu kita menginginkan setup akan mengikuti arah tren dominan. Apalagi apabila Anda dapat menentukan sendiri halte time frame yang tepat, hal ini akan memungkinkan Anda melakukan setup sell dan buy secara bersamaan.

    Cara kerja dalam setup trading juga cukup gampang. Apabila setup menunjukkan tren naik, maka anda dapat mengaktifkan setup buy. Apabila sebaliknya, arah tren sedang menurun, trader dapat memilih setup sell. Mudah, bukan?

    · Aturan dalam Entry dan Exit

    Untuk melakukan entry, trader dapat memilih untuk menggunakan salah satu dari dua cara yang sudah dijelaskan diatas, yakni supply dan demand. Untuk memutuskan harus menggunakan yang mana, manfaatkan posisi candle untuk mengetahui kondisi pasar, apakah sedang uptrend, downtrend, atau justru sideways.

    Adapun exit dilakukan dengan cara menaruh jarum stop loss dalam posisi yang tepat. Letakkan stop loss di bagian atas area sideways atau zona keseimbangan dan posisi take profit di bagian sideways selanjutnya.

    Cara Mengidentifikasi Supply dan Demand

    Konsep supply dan demand tidak akan ada artinya sebelum Anda dapat mengidentifikasi keduanya, kapan momentum demand akan datang setelah supply dan sebaliknya. Pengetahuan akan hal ini akan membuat trader dapat memanfaatkan momen tersebut secara maksimal. Berikut adalah rumus yang harus dipegang oleh seorang trader.

    · Ada momentum yang disebut resistance yaitu fase dimana supply lebih besar dibandingkan demand. Kenaikan harga yang telah sampai pada zona resistance ini akan segera mengalami penurunan. Oleh karenanya, saat ini paling tepat untuk melakukan sell (untuk mendapatkan keuntungan)
    · Momentum support yaitu fase dimana demand berbalik menjadi lebih besar dibandingkan supply. Kebalikan dari resistance, ketika harga sudah menyentuh area support, harga akan segera naik. Kondisi ini sangat cocok untuk memasang posisi buy.

    Lalu bagaimana cara mengubah identifikasi tersebut supaya menjadi profit? Caranya ialah dengan memanfaatkan fasilitas tambahan yang kredibel untuk dapat mengonfirmasi keuntungan menjadi lebih besar. Perangkat software itu disebut price action, berikut ini akan dibahas selengkapnya.

    Cara Meraih Keuntungan Identifikasi Pasar dengan Memanfaatkan Price Action

    Dalam pasar cryptocurrency yang serba tidak pasti, Anda tidak bisa mengandalkan insting semata. Jaringan ekonomi ini juga harus dipandang dengan realistis sebagai bagian dari konsekuensi gerakan keuangan yang bersifar desentralisasi.

    Price action menjadi salah satu opsi yang bisa digunakan untuk meminimalisir kesalahan perhitungan dalam dunia mata uang digital. Tipsnya akan kita bahas dengan rinci di bawah ini:

    1) Memperhatikan Level Harga pada Price Action

    Untuk bisa meraih trading, Anda harus fokus hanya pada satu level harga. Fokuskan seluruh perhatian untuk mengamati bagaimana pergerakan nilai tersebut. Dimana dan kapan kemungkinan titik balik akan terjadi. Supaya lebih mudah lagi, trader dapat menerapkan strategi swing low dan pemanfaatan perhitungan fibonacci.

    Sebuah teori menyatakan bahwa pantulan level harga pada nilai mata uang crypto sangat cenderung mengikuti hitungan fibonacci. Misalnya konsistensi pada level garis 23.6%, 38.2%, 50% dan 61.8%. Hitungan dasar ini sangat dominan muncul dan tidak menutup kemungkinan akan sering Anda temukan jika membuktikannya.

    Strategi kedua ialah dengan mengaplikasikan low/high swing. Rumus ini dilandaskan, titik yang digunakan di acuan sebelumnya akan menjadi titik patokan lagi untuk harga selanjutnya. Cara ini memang tidak selalu valid dan oleh karenanya, trader membutuhkan perangkat price action untuk mengonfirmasi.

    2) Melakukan Evaluasi Terhadap Area Resistance dan Support

    Apabila Anda perhatikan, ketika indikator akan mendekati kedua wilayah ekstrim diatas, sebenarnya ia menunjukkan gejala-gejala terkait kemungkinan terjadinya pembalikan dan kapan momentum itu akan terjadi. Gejala akan terjadinya peningkatan demand berbentuk seperti ini.

    a. Munculnya candelistick jenis bullish pada price action.
    b. Adanya peningkatan volume. Ukuran volume tidak menentu, kadang dalam ukuran besar terkadang kecil. Dalam jangka waktu cepat maupun pelan.
    c. Adanya momentum sideway atauu zona keseimbangan.
    d. Indikator tidak bisa menembus/menyentuh area support.

    Adapun gejala akan adanya supply uang meningkat adalah sebagai berikut;

    a. Kemunculan pola candle jenis bearish
    b. Adanya peningkatan volume tanpa ketentuan tertentu
    c. Indikator tidak bisa menembus atau menyentuh area resistance
    d. Terjadinya sidewa /disebut juga konsolidasi.

    Perlu diingat kembali bahwa deretan ciri-ciri dan gejala diatas masih bersifat kemungkinan dan tidak ada jaminan benar-benar akan terjadi. Oleh karenanya, penting bagi seorang trader untuk selalu melakukan langkah antisipasi untuk menghindari kesalahan perhitungan atau meminimalisir jumlah kerugian.

    Pada akhirnya, tugas terbaik Anda adalah jeli dalam melihat peluang-peluang. Tidak mudah lelah untuk belajar teori dan praktek sekaligus. Berkumpul bersama sesama trader juga dibutuhkan agar proses tukar pengalaman menjadi lebih aktif dan menyenangkan. Kemampuan untuk membidik peluang pembalikan harga juga akan sangat berguna.
  • <a href="https://www.instaforex.org/id/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    ngak ada yang tau itu supply atau demand, yang kita lihat adalah chart dalam bentuk candlestick, selama garis trennya tetap maka tren yang berjalan masih dianggap valid dan aktif, jadi jangan pusingkan siapa yang jual dan siapa yang beli, brp yang jual dan brp banyak trader yang beli

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X