Вход

Login |
  • Rekan-rekan yang terhormat. Kami telah memperbarui bagian teknis forum. Jika Anda menemukan bug atau masalah, laporkan di thread ini.
  • Kami masih mengerjakan forum, tetapi Anda sudah dapat berkomunikasi dan membaca artikel

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Mengenal dan Membaca Indeks Dollar Untuk Digunakan Trading

    Click image for larger version

Name:	main_kurs_dollar_shutterstock.jpg
Views:	1
Size:	122.6 KB
ID:	13014233
    Anda yang bermain dalam trading pasti sudah paham dengan berbagai indeks dan mata uang. Apakah Anda pernah mendengar US Dollar Index? Dimanakah Anda pernah mendengarnya, mungkin Anda pernah melihat dan mendengarnya di dalam berita dan analisa trading. Tetapi apakah Anda mengerti apa pengertiannya. Berikut akan dibahas lebih lanjut tentang US Dollar Index.

    Pengertian dan Gambaran Indeks Dollar

    US Dollar Index atau yang pada umumnya sering ditulis dengan kode USDX atau DXY yaitu adalah angka indeks yang menunjukan dan juga untuk pengukur kekuatan mata uang US Dollar terhadap 6 mata uang utama dunia lainnya. Apabila Anda ikut trading di pasar saham, bisa saja Anda sering terbiasa dengan adanya sejumlah indeks harga saham yang penting. Misalnya yaitu Dow Jones Industrial Average (DJIA), NASDAQ Composite Index, Nikkei 225, atau S&P 500. Sebuah indeks sebagai ukuran pasti dimiliki oleh sejumlah pasar, dan untuk pasar forex juga punya indeks yang sudah lama diketahui yakni US Dollar Index atau USDX.

    Mata uang dunia apa saja yang menjadi pembanding di dalam US Dollar Index? Yaitu adalah, Euro (EUR), Japanese Yen (JPY), British Pound (GBP), Canadian Dollar (CAD), Swedish Krona (SEK), dan Swiss Franc (CHF). Walaupun hanya 6 mata uang yang ada , namun proses pengukuran US Dollar Index pastinya yaitu dengan cara membandingkan Greenback dengan mata uang 24 negara (19 negara yang di antaranya tergabung dalam Zona Euro). US Dollar Index bisa dibilang dapat dijadikan patokan bagi performa kekuatan Greenback secara umum.

    Mata uang dunia masing-masing menjadi pembanding dan mempunyai tingkat perekonomian yang tidak sama. Jadi dalam perhitungan US Dollar Index, penilaiannya cukup beragam. Contohnya Euro, dengan 19 negara yang tercatat sebagai anggotanya, Euro mempunyai bobot sebesar 56.7%. Euro mempunyai peranan besar yaitu merupakan komponen yang besar dalam perhitungan nilai DXY.

    Besaran mata uang Euro 50% lebih, sehingga saat memasangkan EUr/USD terjadi korelasi negative sangat kuat dengan US Dollar Index. Misalnya saja saat ini EUR/USD sedang mengarah semakin kuat ke atas, dan bisa dipastikanUSDX sedang turun ke bawah, dan juga sebaliknya.

    British Pound dan Japanese Yen adalah pemegang bobot terbesar dari nilai USDX, selain euro. Ketiganya ini mempunyai hubungan keterkaitan yang sangat besar satu sama lain. Para ahli menyatakan bahwa USD/JPY akan bersifat agak berbeda dari Euro dan Pound. USD/JPY memiliki faktor yang merupakan salah satu instrumen safe haven juga sangat besar mempengaruhi.

    Hypervolatility menggunakan sistem hitung berdasarkan metode statistik, antara lain EUR/USD, USDX, USD/JPY, dan GBP/USD. Untuk dapat mencari tingkat korelasinya jika dilihat dan didasarkan pada harga maupun volatilitas pasar. Berikut hasil yang didapatkan:

    Penjelasannya, koefisien korelasi adalah metode cara statistik yang dipakai untuk menghitung hubungan keterkaitan linier antar suatu variabel dengan nilai dari -1 hingga 1. Tanda angka (1) menyatakan bahwa sangat kuatnya korelasi antar 2 variabel, sedangkan tanda 0 sangat mewakili tidak adanya hubungan antar keduanya. Adanya tanda minus (–) mewakili jika kedua variabel tersebut adalah berbanding terbalik. Sedangkan absensi tanda minus merepresentasikan hubungan yang berbanding lurus.

    Koefisien kovarian menunjukan bahwa seberapa besar kemiripan perubahan yang ada antara 2 buah variabel yang bergerak bersama-sama. Nilai 0 menunjukan tidak ada hubungan pada pergerakan kedua variabel. Sedangkan nilai di atas 1 melambangkan bahwa besarnya hubungan antara pergerakan kedua variabel.

    Koefisien dari korelasi USD/EUR dengan USDX dapat tercapai dengan nilai -0/93, berbeda 0.07 dari angka 1. Hal ini menunjukan bahwa keterkaitan antara EUR/USD dengan USDX sangat tinggi. Informasi lain yang diperoleh dari data tersebut adalah GBP/USD mempunyai nilai korelasi yang jauh lebih tinggi daripada USD/JPY. Perhitugan koefisien kovarian pun menunjukan hasil yang kurang lebih sama. Anda dapat menarik kesimpulan bahwa, korelasi USD/JPY dengan USDX jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan yang lainnya.

    US Dollar Index mulai keluar bulan Maret 1973 sebagai langkah lanjutan untuk menyempurnakan sistem bretton woods. Dalam launchingnya, USDX dibuka pada angka 100.000. Seiring dengan perkembangannya, angka USDX tertinggi terjadi pada Februari 1985, yang nilainya pernah menyentuh 164.720. Sementara itu, level yang terendahnya dicapai pada Maret 2008 yaitu pada 70.698. Sampai dengan informasi ini ditulis, US Dollar Index tampaknya masih akan bertahan lama di bawah level 100.000.

    Fed Inginkan Index Lain

    Pada tahun 1998 lalu, selain US Dollar Index The Fed bersemangat untuk menambahkan satu Index lagi. Maksud Index ini agar peta kekuatan Dolar AS dengan mata uang lain dapat digambarkan dengan lebih tepat dan pasti. Dari hasil pemikiran yang ada, lahirlah Trade Weighted US Dollar Index. Yang sangat berbeda dari sebelumnya, kali ini Dolar AS akan dibandingkan dengan 27 pasangan mata uang. Indeks yang terkenal dengan bobot hitungnya di setiap pemasangan mata uang disebut DTWEXM.

    Dapat kita perhatikan bahwa China mempunyai bobot tertinggi, sebesar 21.892% dari kesemua perhitungan. Sedangkan, Euro hanya berada di peringkat kedua dengan bobot perhitungan yaitu sekitar 17%. Indonesia sendiri mencakup ke dalam perhitungan ini, tetapi hanya memberikan bobot 0.969%.

    Perbedaan utama antara Trade Weighted US Dollar Index dengan US Dollar Index adalah ada pada jumlah pasangan mata uang yang dijadikan patokan, serta bobot yang dipakai dalam perhitungan. Melihat keadaan perdagangan global di saat ini, Trade Weighted US Dollar Index lebih dapat digunakan sebagai patokan dalam melihat keadaan perekonomian AS. Tetapi bila, Anda adalah seorang trader forex yang aktif trading di pasangan mata uang mayor, maka pilihan terbaik adalah US Dollar Index.

    Cara Menggunakan Dollar Index dalam Trading
    Click image for larger version

Name:	index.jpg
Views:	1
Size:	12.0 KB
ID:	13014234
    Alat yang digunakan untuk analisa trading bisa menggunakan indeks dolar AS dalam jangka waktu yang sangat pendek. Hal ini penting untuk melacak kinerja dolar terhadap sekumpulan mata uang.

    Yang termasuk mata uang yan digunakan adalah adalah euro, yen, pound, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss. Selain menyiapkan arah umum perilaku dolar. Hal ini juga mendeteksi kinerja ekonomi AS terhadap total 22 ekonomi, karena di antara 17 negara euro merupakan mata uang bersama.

    Dengan itu, USDX dapat bermanfaat sebagai pengukur untuk pasangan dolar AS dan performance harga dolar di masa depan. Level teknis pada umumnya sangat dihormati oleh indeks ini. Dengan tes dukungan dan resistensi yang menuju arah mengisyaratkan perubahan pasar potensial.

    USDX pada umumnya diukur dalam poin, hingga desimal ketiga memakai basis 100.000. Hal ini memiliki pengertian bahwa nilai 88.500 mengambarkan penurunan 11,5% di dalam nilai dolar AS dengan keranjang mata uang. Pembacaan 105.675 menggambarkan peningkatan 5,675% dalam nilai dolar relatif dengan enam mata uang lainnya.

    Analisis ahli yang ada sudah mulai melihat indeks ini sekitar tahun 1970-an sebagai pemimpin negara-negara terbesar di dunia. Saat itu yang berkumpul di Washington untuk berunding dan mencari kesepakatan standar yang bisa dilawan mata uang mereka dengan bebas. Hal ini menunjukan bahwa nilai mata uang mereka relatif terhadap dolar AS.

    Hal lain yang bisa dijelaskan dari indeks dolar yang dibangun sejak saat itu. Di antara yaitu adalah indeks dolar tertimbang perdagangan, yang sangat mempertimbangkan nilai perdagangan barang dari negara lain. Ini diterapkan oleh The Fed untuk dapat mendeteksi daya saing produk AS di dunia internasional. Bobot ini disesuaikan terus menerus tetapi indeks ini pada umunya tidak diperhatikan oleh pedagang forex, karena dasar USDX telah menjadi norma untuk daat mendeteksi kinerja Greenback.

    Kedatangannya yang bertujuan untuk memprediksi pergerakan harga forex, analisis teknis pan fundamental juga bisa ditetapkan pada indeks dolar untuk memperkirakan aksi harga di masa depan. Tren dimonitor dan memimpin atau indikator lagging dapat dimanfaatkan. Poin infleksi yaitu seperti tingkat retracement dan angka bulat dapat menunjukan adanya perbaikan atau pembalikan pasar potensial. Pola grafik dan formasi candlestick Jepang juga sangat berguna dalam memprediksi pergerakan USDX.

    Melihat informasi yang ada, perilaku EUR/USD, USD/CHF, GBP/USD dan pasangan dolar lainnya dapat diperkirakan. Ketika USDX diproyeksikan akan terpental jatuh, bisa diasumsikan bahwa EUR/USD bisa laris atau bahwa USD/CHF juga bisa saling bersaing. Ketika USDX diprediksi akan turun, seseorang dapat saja meramalkan bahwa GBP/USD akan naik atau bahwa USD/JPY akan menjadi melemah.

    Yang sangat penting untuk diperhatikan yaitu ketika memanfaatkan USDX dalam meramalkan pergerakan harga mata uang adalah apakah dolar AS merupakan mata uang atau mata uang utama. Misalnya, USDX berkorelasi terbalik dengan pergerakan EUR/USD yang disebabkan oleh dolar AS adalah mata uang lawan dalam skenario ini.

    Mengamati tren jangka panjang dalam indeks dolar juga sangat bermanfaat dalam mengamati Teori Senyum Dollar. Ini adalah merupakan fenomena yang sangat menolong pedagang trading untuk memperkirakan, apakah dolar AS dapat sangat bereaksi terhadap fundamental atau sentimen risiko.

    Dapat diperhatikan bahwa dolar pada umumnya cenderung naik dari safe haven ketika kinerja ekonomi global sangat lemah atau dalam masa resesi. Selama kasus-kasus ini, data yang lemah cenderung akan mendukung unjuk rasa dolar AS sedangkan data yang tepat dan kuat mengakibatkan aksi jual dolar.

    Namun, ketika ekonomi global tampak stabil, dolar AS bisa menjadi lebih sensitif terhadap data ekonomi AS. Hal ini memiliki arti bahwa, laporan AS yang lemah mengakibatkan aksi jual dolar, sedangkan laporan yang kuat mengarah ke rapat umum.

  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    rasanya tiap beberapa tahun sekali komponen matauang penyusun index usd berubah dari waktu ke waktu secara ngak semua pair yang diperdagangkan benar2 mencerminkan kekuatan usd, apalagi sebagian perdagangan dunia udah beralih ke matauang euro, yen, dan renminbi

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X