Вход

Login |
  • Rekan-rekan yang terhormat. Kami telah memperbarui bagian teknis forum. Jika Anda menemukan bug atau masalah, laporkan di thread ini.
  • Kami masih mengerjakan forum, tetapi Anda sudah dapat berkomunikasi dan membaca artikel

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Pedoman Memahami Harmonic Pattern Forexh
    Click image for larger version

Name:	KEGUNAAN-HARMONIC-PRICE-PATTERNS-DAN-MEMAHAMINYA-1024x536.jpeg
Views:	1
Size:	92.6 KB
ID:	13013284

    Memahami semua pedoman strategi trading forex dianggap sebagai solusi tepat dalam mencermati hal-hal baru dalam melakukan trading secara tepat. Tidak berbeda jauh dari setiap akses trading yang membutuhkan beberapa pola strategi. Seperti halnya pedoman sukses dalam memahami harmonic pattern forex.

    Untuk itu, beberapa proses melihat dan belajar mengenai pola pergerakan harga atau disebut price pattern masih menjadi hal wajib bagi para trader. Karena itulah belajar trading forex ini dianggap sebagai proses untuk mendapatkan pemahaman secara lengkap hingga akhirnya Anda mengetahui seluk beluk seputar trading forex.

    Pedoman Memahami Harmonic Pattern Forex

    Harmonic pattern menjadi cara tepat untuk bisa memahami bagaimana cara-cara tepat untuk melakukan transaksi jual beli di setiap instrumen saham ataupun mata uang dengan lebih tepat. Ide dasar dari harmonic pattern ini masih harus melihat seperti apa potensi koreksi di sebuah trend.

    Tidak sedikit trader profesional menganggap dari harmonic pattern forex ini sebagai langkah tepat untuk mencari peluang tersembunyi. Untuk itu, bagi trader pemula diharapkan mampu menguasai pedoman harmonic pattern forex ini. Sehingga ada beberapa potensi tambahan lainnya yang bisa dihadirkan dengan lebih lengkap.

    Memahami Harmonic Pattern ABCD

    Menjadi salah satu harmonic pattern yang dianggap lebih sederhana dibandingkan lainnya. Namun dari proses mengenali semua pola pattern satu ini harus jeli dan bisa memanfaatkan Fibonacci secara tepat. Tidak hanya memiliki satu versi saja. Tetapi pattern ABCD ini memberikan dua versi pola yakni bullish dan bearish.

    Trader pemula harus mengenali standar dari versi pola ABCD baik itu bullish ataupun bearish. Untuk itu, garis AB dan CD disebut sebagai kaki, sedangkan dari BC disebut dengan koreksi ataupun retracement. Dari setiap keterangan pattern ABCD inilah trader bisa mengamati peningkatan dan penurunan dari transaksi jual beli.

    Berbeda lagi bila Anda menggunakan Fibonacci Retracement yang mana masih menggunakan kaki sebagai acuannya. Karena itu, setiap pergerakan kaki dan garisnya harus mencapai area koreksi mencapai 61,8%. Sedangkan dari perubahan CD menjadi perpanjangan dengan persentase 127.2% yang diambil dari pergerakan BC.

    Untuk memahami pola pattern ABCD ini sebenarnya cukup mudah, hanya saja trader harus menunggu sampai pergerakan polanya selesai hingga mencapai titik D sebelum membuka posisi sell ataupun buy. Dari panjang pattern CD ini juga hampir sama panjangnya dengan pattern AB.

    Three Drive Pattern

    Tidak hanya memahami Pattern ABCD saja, tetapi Anda perlu mengetahui pattern Three Drive Pattern yang mana sistemnya hampir sama seperti ABCD Pattrern. Karena itu ada tiga kaki dan dua koreksi yang mana disebut dengan drive.

    Setiap trader bisa menemukan kesamaan pola yang mana seharusnya hampir sama seperti pola Elliott. Bahkan dari posisi sell dan buy harus memeriksa beberapa persyaratan yang menjadi modal penting untuk meraih posisi terbaik dalam setiap transaksi mata uang ataupun barang komoditas.

    Pada persyaratan untuk menentukan sell atau buy pada pattern Three Drive Pattern ini diperlukan waktu untuk menunggu pembentukan Drive 2. Lalu dari proses pembentukan Drive 2 ini harus sama dengan waktu yang dibutuhkan untuk pembentukan Drive 3.

    Kemudian dari waktu yang diperlukan guna membentuk koreksi A juga wajib sama dengan waktu untuk membentuk koreksi B. Rata-rata trader pemula masih menggunakan metode Three Drive Pattern ini dalam versi trading trial. Sehingga tidak ada resiko buruk ketika trader berusaha mempelajari bagaimana cara-cara trading.

    Gartley Pattern

    Berikutnya ada metode Gartley yang mana menghadirkan pola pattern yang hampir sama seperti ABCD pattern. Karena itu ada beberapa perbedaan pola yang didahului dengan kemunculan harga tertinggi dan terendah dengan tanda cukup jelas.

    Pola Gartley Pattern ini masih memberi informasi dalam koreksi sebuah trend. Bahkan terlihat huruf M ataupun pola W yang membantu dalam menentukan entry point lebih baik lagi.

    Perlu diketahui, pada Gartley Pattern ini juga bisa terbentuk bila harga dalam satu uptrend ataupun downtrend. Akan tetapi sudah terlihat ada tanda sebuah koreksi yang membuat titik balik. Dari titik bali atau reversal inilah yang nantinya digunakan sebagai indikator untuk level Fibonacci.

    Sampai akhirnya pola Gartley Pattern dianggap sebagai indikator kuat untuk terjadinya potensi reversal. Meskipun memberi kepastian cukup tinggi bagi para trader. Ternyata Gartley Pattern ini dianggap sebagai satu indikator yang perlu beberapa pengamatan secara detail.

    Tidak semua trader memiliki kemampuan dalam melihat tanda-tanda dari pola Gartley. Tidak hanya itu, banyak trader juga merasa kesulitan dan tidak sedikit yang mengalami kebingungan karena bisa membuat proses dari memaksimalkan semua strategi trading bisa dijalankan.

    Ada panduan bagi trader pemula dalam menggunakan pola Gartley Pattern. Salah satunya pergerakan AB mencapai 61.8% dari pergerakan XA. Kemudian untuk pergerakan BC juga menjadi patokan untuk koreksi mencapai 38.2% dari pergerakan AB.

    Menjadi satu aturan bahwa untuk koreksi BC ini bisa sebesar 38.2% dari AB yang mana CD harus memiliki perpanjangan mencapai 127.2% dari pergerakan BC. Sedangkan dari pergerakan CD menjadi satu koreksi mencapai 78.6% dari pergerakan XA yang sebenarnya memberi peluang berhasilkan sebuah konsep trading forex.

    Dalam proses pengembangan pola Gartley tersebut sebenarnya masih memiliki beberapa perbedaan. Kemudian pembagian di dalam pola Gartley juga ditentukan berdasarkan nama-nama hewan yakni Crab, bat, dan Butterfly.

    Meskipun ketiganya menjadi patokan penting dalam melihat pergerakan harga saham secara real time. Tentu ada beberapa pembahasan yang perlu diperhitungkan untuk mengetahui seperti apa pola Gartley jika dilihat dari ketiga pembagian tersebut.

    The Crab

    Pola The Crab ini sudah diketahui dan diperkenalkan sejak tahun 2000 oleh salah satu fans dari teknik harmonic dalam trading bernama Scott Carney. Dari pola The Crab ini sebenarnya dipakai lebih sering karena memberi akurasi lebih tinggi dibandingkan pola lainnya.

    Varian harmonic pattern ini memiliki cakupan area potensi reversal lebih tinggi, meskipun harus menggunakan pergerakan XA sebagai acuannya. Sejak tahun 2000 sampai sekarang pola The Crab selalu dapat dihadirkan di setiap transaksi jual beli mata uang hingga komoditas lainnya.

    Setiap strategi dan beberapa potensi besar dari The Crab ini ternyata mempunyai pola risk to reward ratio yang mana selalu bisa menempatkan stop loss lebih sempit dibandingkan pola lainnya. Ada beberapa persyaratan ketika Anda menggunakan pola The Crab yang tepat.

    Pola Crab wajib memiliki persyaratan yang mana pergerakan AB harus menjadi koreksi retracement mencapai 38.2% atau mencapai angka 61.8% dengan memakai XA sebagai acuan utamanya.

    Selain itu, persyaratan pola Crab juga memberi pergerakan BC menjadi retracement mencapai 38.2% hingga 88.6% menggunakan AB sebagai acuannya. Bila trader masih menggunakan koreksi sebesar 38.2% dalam mengukur BC dan pergerakan CD, akan lebih baik jika memakai perpanjangan sejauh 224% dari BC. Tetapi pada versi penggunaan BC sebagai acuan dan memakai rasio 88.6% dari CD menjadi ekstensi mencapai 361.8%.

    The Bat

    Pola kelelawar ini juga sering muncul dan mulai terlihat di pola grafik trading forex sejak tahun 2001. Pola Bat memiliki ciri khas yakni kaki terakhir dan menjadi sebuah koreksi mencapai 88.6% dari XA.

    Tidak berbeda jauh dari pola sebelumnya. Dimana The Bat ini juga memiliki beberapa kriteria mulai dari AB menjadi retracement sejauh 38.2% atau bisa juga dalam jangkauan nilai 50% dari XA. Perhitungan dan koreksi harga pasar di pola The Bat ini masih terbilang rumit, namun masih bisa dipahami.

    Kemudian syarat berikutnya adalah BC menjadi retracement sejauh 38.2% atau dalam nominal 88.6% dari AB. Sedangkan retracement BC mencapai 38.2% dari AB, maka CD juga menjadi ekstensi sejauh 161.8% dari BC. Jika retracement BC mencapai 88.6% dari AB, maka CD adalah ekstensi 261.8% dari BC.

    Tetapi saat retracement BC masih memiliki nominal 88.6% dari AB, maka CD juga merupakan ekstensi 261.8% dari BC. Sehingga CD juga merupakan retracement sejauh 88.6% dari XA. Sampai akhirnya teknik pola The Bat ini masih kerap terlihat dalam pergerakan harga saham secara real time.

    The Butterfly

    Selain The Bat, Anda juga dapat menggunakan skala dari pola The Butterfly yang mana menjadi salah satu komponen pola yang perlu diperhitungkan dalam trading forex.
    Bukan tanpa sebab, pola The Butterfly yang diperkenalkan oleh Bryce Gilmore ini memiliki ciri-ciri berbeda dari pola sebelumnya. Untuk ciri pola The Butterfly ini adalah memiliki koreksi AB yang menjadi retracement mencapai 78.6% dari XA. Lalu ada beberapa ciri-ciri lain yang menjadi bagian dari pola Butterfly berikut ini.

    Untuk ciri dan pola Butterfly harus memiliki ciri yakni AB menjadi retracement sejauh 78.6% dari pola XA. Kemudian dari versi BC juga menjadi retracement sejauh 38.2% ataupun bisa mencapai 88.6% dari AB.

    Bila retracement BC ini mencapai 38.2% dari AB, maka CD menjadi ekstensi 161.8% dari BC. Tetapi ketika retracement BC mencapai 88.6% dari pola AB, maka CD menjadi ekstensi 261.8% dari BC. Untuk itu, CD menjadi ekstensi 127% ataupun 161.8% dari XA.

    Banyak trader menganggap pola The Butterfly, Bat, dan Crad tidak sesederhana ABCD ataupun Three Drive Pattern. Karena itu, trader pemula diharapkan mampu melalui proses pembelajaran untuk dapat menggunakan setiap pola yang dianggap butuh pengalaman dalam menerapkannya.

    Metode The Butterfly, The Bat, dan Crab di atas dapat dipakai untuk optimasi semua peluang yang tersedia meskipun sulit didapatkan. Pengetahuan harmonic pattern harus dipelajari secara lengkap. Termasuk seperti apa pengembangan dari semua strategi dan pola di dalam trading forex.

    Pola Bearish ABCD

    Dari pola grafik candlestick trading Forex juga terdapat penerapan Bearish ABCD. Karena itu ada dua tipe yang digunakan yakni jenis ABCD Pattern ataupun Bullish ABCD dan Bearish ABCD.

    Penggunaan pola Bearish ABCD sendiri telah banyak beri hasil terbaik. Hingga akhirnya resiko Fibonacci masih sering dipakai dalam Bearish ABCD yang mana menggunakan angka level retracement 61.8%.

    Pada penggunaan pola Bearish ABCD masih terdapat pembagian mulai identifikasi trend, identifikasi potensi letak titik leg, kemudian menentukan area stop loss. Ketiga pola dan proses mendapatkan grafik terbaik harus dikembangkan hingga memperoleh apa saja hal baru mengenai teknik dalam Bearish ABCD dengan tepat.

    Identifikasi Trend

    Pada langkah pertama tentu saja Anda harus melihat proses dari identifikasi trend. Kemudian aplikasikan teknik pola Fibonacci Retracement di swing terakhir yang terlihat signifikan. Proses identifikasi trend ini butuh beberapa titik penentuan menjadi swing low.

    Terdapat titik A yang dipakai sebagai swing low, kemudian tersedia titik B yang juga menjadi swing high untuk acuan dalam menerapkan Fibonacci Retracement. Pada langkah awal melakukan identifikasi trend ini membutuhkan beberapa acuan. Sehingga proses identifikasi trend masih kerap dipakai trader pemula.

    Langkah awalnya harus ada pemantauan koreksi pola ABCD yang memberi informasi area retracement 61.8%. Bila tersedia koreksi yang dimaksudkan, maka trader bisa langsung menentukan titik C.

    Maka dari itu memiliki leg atau kaki pertama dari pola ABCD bisa memperlihatkan pergerakan A ke B ataupun sering dinamakan sebagai pergerakan AB. Kemudian Anda juga mempunyai retracement yang menjadi pergerakan BC.

    Proses Identifikasi Potensi Letak Titik Leg
    Click image for larger version

Name:	index.png
Views:	1
Size:	3.4 KB
ID:	13013285
    Pada tahapan dan proses identifikasi potensi letak titik leg juga menjadi modal tepat yang saat ini perlu diperhitungkan. Maka dari itu mengetahui identifikasi potensi letak titik leg juga butuh komponen penting di dalamnya.

    Langkah pertama identifikasi potensi letak titik leg adalah mempunyai retracement CD. Kemudian lakukan penarikan Fibonacci retracement dari titik B ke C. Sedangkan dari titik D sendiri menjadi perpanjangan mencapai 127.2% dari BC. Karena itu dari langkah inilah Anda bisa menemukan leg ke 2.

    Ketika trader sudah mengetahui leg ke 2, maka tahapan selanjutnya adalah menentukan posisi sel di titik D. Sedangkan dari penilaian potensi besar yang dihadirkan dalam identifikasi letak titik leg ini jelas memberi penambahan peluang profit lebih tinggi.

    Titik D biasanya memiliki posisi tidak sama persis di angka 127.2%. Akan tetapi, perlu diingat, bahwa dari setiap level posisi titik D menjadi level resistance. Nantinya akan ada penembusan ke atas level tersebut yang menjadi proses normal meskipun tidak terjadi secara signifikan.

    Selain itu, pola ABCD juga memiliki panjang leg pertama atau AB hampir sama dengan panjang leg ke 2 CD. Karena itu, dari level 127.2% inilah trader juga memperhitungkan panjang CD di setiap grafik.

    Namun, pada Fibonacci Retracement standar yang bisa digunakan untuk trading masih tidak bisa menemukan level mencapai 127.2%. Oleh sebab itu, trader perlu memastikan sekaligus menambah level di Fibonacci retracement agar memperbesar peluang mendapat profit lebih besar.

    Tentukan Area Stop Loss

    Seringkali trader masih kurang memahami seputar bagaimana cara menentukan area stop loss. Tidak hanya berfokus pada pencarian leg saja, tetapi menggunakan titik D sebagai landasan dasar menentukan SL atau stop loss dan Take Profit perlu dilatih sejak awal menjadi trader pemula.

    Menentukan area stop loss membutuhkan pengalaman. Karena itu Anda dapat memakai titik D sebagai acuan dalam menempatkan SL. Untuk itu dalam beberapa kasus masih terdapat kesulitan dalam membuka posisi sell. Bahkan dari posisi SL sendiri bisa ditempatkan persis di atas titik D.

    Ada perhitungan yang sudah dianggap umum dan dipakai para trader yakni dua sampai tiga kali spread. Atau bisa juga trader menggunakan jarak 100-200 pips hingga 5 desimal untuk memperluas cakupan area stop loss.

    Penggunaan area TP sebagai acuan utama memperhitungkan risk to reward ratio juga perlu menggunakan segala poin. Karena itu, trader perlu menggunakan rasio yang dianggap lebih rasional untuk mengurangi resiko kerugian. Berdasarkan tingkat keuntungan profit para trader pun akan selalu memberi pilihan terbaik.

    Proses menggunakan area TP membutuhkan proses penarikan Fibonacci retracement dari titik C ke D. Untuk cakupan area yang menjadi pilihan tepat trader berada di kisaran 382-61.8%. Alasannya pada area tersebut memiliki potensi terjadinya rebound, sehingga para trader bisa mendapat pengalaman bertransaksi lebih mudah.

    Tips Penting

    Satu hal yang menjadi komponen utama dalam menentukan are stop loss hingga take profit masih menjadi peluang untuk menarik Fibonacci retracement. Untuk itu, langkah-langkah dalam menentukan leg, kemudian menggunakan semua tipe grafik harus sesuai dengan pemahaman Anda.

    Sebaiknya gunakan waktu untuk mempelajari semua metode tepat dalam menerapkan bagaimana standar-standar terbaik yang saat ini bisa dihadirkan secara pasti di setiap trik untuk meraih tingkat profit besar. Langkah-langkah penghapusan Fibonacci retracement masih sering dilakukan trader. Karena itulah faktanya harmonic pattern ini menjadi salah satu komponen penting dalam mengamati harga pasar. Sedangkan faktor keberhasilan trader untuk mencapai target profit besar akan mengandalkan beberapa fitur lain yang memperkuat pemahaman penggunaan Fibonacci.

    Tidak semua trader memahami bagaimana cara kerja harmonic pattern yang mana masih cukup banyak digunakan. Melihat pasar plus juga perlu waktu. Hingga akhirnya Anda dapat membaca grafik baik itu dari teknik berita fundamental ataupun lainnya.

    Kurang jeli dan kurang menguasai teknik Fibonacci retracement akan jadi faktor penyebab kerugian sampai kehilangan kesempatan take profit besar. Untuk itu, Anda perlu membaca lebih dalam seputar strategi dari trading forex lebih efisien ataupun efektif.

    Memanfaatkan harmonic pattern memang kerap memperlihatkan peluang lebih besar untuk take profit. Hanya saja ada beberapa pilihan tepat yang membuat penentuan posisi jual dan beli mengalami beberapa perubahan.

    Sekarang trader pemula bisa tahu kapan saja dan modal apa yang bisa digunakan untuk menghasilkan berbagai profit besar dalam trading. Sampai akhirnya harmonic pattern dan segala komponen di dalamnya mampu memperlihatkan prosedur trading lebih akurat.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    ribet ini , lebih baik pake expert advisor aja, entar dibantu gambarin, cuman kalo harga berubah kadang bentuk kurva juga berubah, jadi patternnya kebanyakan tidak paten dan mungkin hasil analisanya juga tidak baku

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X