Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Bagaimana Melakukan Analisis Trading dengan Teknik Moving Average?
    Salah satu teknik analisis trading yang cukup sering digunakan oleh para trader adalah dengan menggunakan analisis moving average. Teknik yang berupaya menganalisis pergerakan saham dengan melihat rata-rata pergerakan suatu aset dalam periode tertentu ini, menjadi salah satu andalan trader saat melakukan analisis.

    Apa itu Moving Average

    Moving Average atau bisa disebut dengan “pergerakan rata-rata”, merupakan teknik analisis harga suatu aset selama periode tertentu. Indikator yang digunakan tidak hanya harga, melainkan juga nilai-nilai di masa lalu seperti harga aset tertinggi yang pernah dicapai, harga terendah, kapan perdagangan dibuka dan ditutup serta berapa banyak volume perdagangan dari aset bersangkutan.

    Teknik ini kemudian terbagi lagi menjadi dua model yakni simple moving average dan eksponensial moving average.
    Click image for larger version

Name:	Moving Trading_1.jpg
Views:	1
Size:	75.9 KB
ID:	13007912

    Durasi waktu yang digunakan dalam analisis moving average ini bisa bersifat panjang bisa juga pendek sesuai kebutuhan dari Trader sendiri. Bisa dalam jangka waktu menit, jam, hari, minggu hingga bulanan.

    Umumnya trader menetapkan jangka waktu tersebut berdasarkan tren perdagangan yang sering mereka lakukan. Perlu diketahui bahwa pada teknik ini semakin panjang durasi waktu yang digunakan, maka akan semakin baik hasil analisis yang didapatkan.

    Metode Simple Moving Average (SMA)

    Sebagaimana disinggung di atas bahwa salah satu metode yang digunakan dalam analisis trading ini adalah dengan teknik simple moving average (SMA). Adapun penerapannya adalah dengan cara melakukan akumulasi terhadap harga penutupan pada suatu aset sekuritas selama periode tertentu, kemudian membaginya dengan periode waktu yang sama. Misalnya, dalam 1 minggu harga suatu aset berfluktuasi antara 3, 4, 6, 7, 8, 6, 4, maka jumlah akumulasi dari harga penutupan aset tersebut adalah 38, kemudian hasil penjumlahan tersebut dibagi dengan jumlah hari dalam 1 minggu yakni 7, hasil rata-rata pergerakan aset adalah 5,42.

    Ini akan memberikan gambaran berupa pergerakan harga aset negatif atau positif. Semakin panjang jangka waktu yang ditetapkan, maka semakin tidak tidak proporsional hasil yang akan didapatkan, sebab umumnya pergerakan harga semakin tidak stabil.

    Beberapa trader meragukan validitas dari teknik ini, alasannya adalah teknik ini terlalu sederhana untuk digunakan sebagai analisis trading. Pasalnya, teknik ini menganggap bahwa pergerakan saham selalu sama dari satu waktu ke waktu lainnya.

    Exponential Moving Average (EMA)

    Teknik selanjutnya dalam analisis moving average ini adalah SMA (exponential moving average) yakni teknik analisis rata-rata harga suatu aset dengan menekankan pada data terbaru dari aset tersebut selama periode waktu tertentu.

    Sebagai ilustrasi, pada EMA ketika pergerakan harga dalam 1 minggu menunjukkan data sebagaimana dicontohkan di atas, kemudian melakukan pembagian dan menghasilkan nilai rata-rata 5, 42. Maka nilai tersebut tidak dijadikan dasar pijakan analisis, melainkan hanya sebagai patokan perbandingan untuk melihat harga terbaru. Sebagai contoh pada hari ke 8, ternyata harga aset mencapai angka 7, maka data terbaru inilah yang dijadikan pedoman. Trader akan menyimpulkan bahwa harga aset tersebut memiliki potensi tinggi untuk terus naik.

    EMA berguna untuk membantu melihat pergeseran tiba-tiba dalam pergerakan harga. Namun, mereka kurang akurat daripada SMA ketika memetakan tren jangka panjang. EMA juga kurang bermanfaat untuk mengidentifikasi level dukungan atau resistensi daripada SMA. Misalnya, EMA dapat memberi tip kepada pedagang dari perdagangan sebelum waktunya jika suatu saham mengalami penurunan jangka pendek.

    Apa Manfaat Teknik Moving Average bagi Trader?

    Sejauh tidak berkaitan dengan analisis fundamental, teknik ini masih cukup relevan digunakan oleh Trader. Pemula dapat membuat rencana perdagangan berdasarkan strategi moving trading ini dengan mudah.
    Click image for larger version

Name:	Moving Trading_2.jpg
Views:	1
Size:	59.5 KB
ID:	13007913

    Moving averages dapat digunakan untuk melihat perubahan harga dan mendeteksi tren, serta menghasilkan sinyal perdagangan. Teknik ini juga dapat digunakan untuk membentuk level support dan resistance dinamis bagi Trader.

    Penerapan Moving Trading

    Untuk memandu Anda berikut ini adalah beberapa manfaat dan penerapan praktis dari teknik moving average ini:

    1. Mengetahui Kapan Waktu Jual dan Beli

    Setelah memperoleh nilai rata-rata dengan menggunakan analisis moving trading, maka trader harus mengidentifikasi pergerakan harga selanjutnya dari aset yang di analisis. Bila harga aset lebih tinggi dari nilai rata-rata, artinya itu adalah saatnya bagi Trader untuk melakukan penjualan. Sebaliknya, bila harga lebih rendah, maka saatnya bagi Trader untuk melakukan pembelian.

    2. Analisis Tren Pasar

    Penerapan selanjutnya dari moving average adalah untuk melakukan analisis terhadap tren harga dari suatu aset tertentu. Misalnya setelah menghitung rata-rata harga dengan moving average kemudian Trader mengidentifikasi harga aset tersebut dalam jangka waktu 1 minggu, ternyata harga lebih kecil dibandingkan nilai rata-rata. Maka dapat disimpulkan bahwa tren dari harga aset cenderung menurun. Dengan demikian Trader dapat memutuskan untuk tidak membeli aset tersebut.

    Demikian sebaliknya, jika harga aset lebih tinggi selama periode tertentu dari nilai rata-rata, artinya tren dari harga aset naik. Maka aset tersebut berpotensi tinggi untuk dibeli Trader.

    3. Support dan Resistensi

    Teknik ini juga dapat memberi tanda kepada Trader ketika aset berada pada harga puncaknya, dengan demikian akan membimbing Trader kapan saat terbaik untuk melakukan penjualan. Demikian pula, seorang pedagang dapat menggunakan teknik ini untuk mengidentifikasi seberapa besar kemungkinan resiko membeli suatu aset ketika harga jatuh, trader dapat menguji level tersebut.

    Demikianlah ulasan mengenai teknik analisis moving average serta penerapannya dalam dunia trading. Masing cukup banyak teknik analisis lain yang dapat Anda gunakan, namun hemat saya teknik ini cocok bagi Trader Pemula. Sebab, teknik ini cukup sederhana diterapkan dalam dunia trading.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    saya pun pwngguna aliran moving avarage ini
    Meski jurusnya harus dikombinasikan dengan indikator yang laijlnnya, dengan tetap memperhatikan trend moving avarage di time frame diatasnya , terasa lebih profitable, dan smoga benar, karena mingggu depan sedang pengujian metode moving average lagi. Hal ini hasil dari evaluasi beberapa bulan yang telag lalu, karena kita tahu, moving avarage ini merupaka ini sebuah trend
    Link COPY TRADER ku: ___ http://bit.ly/3dbmngC ___.
    .
    Cari modal DI SINI, trading pakai COPY TRADER, biar cepet dan ngak REPOT.
    Ini solusi #phk, #diliburkan, #pensiundini, #bisnismahasiswa, #usahaanakuliah, dan mulai s'karang!
    .

    Comment

    Advanced mode
    • #3 Collapse

      Thanks info yang telah di berikan melalui thread ini. Setelah saya membaca maka muncul lah beberapa pertanyaan antara lain :
      1. Jika untuk time frame m15 maka berapa setting periode ma yang baik ?
      2. Jika untuk time frame 1 H setting nya bagaimana ?
      3. Jika untuk time frame 4 H setting yang baik untuk di gunakan bagaimana?

      please provide a little of your time to press the " like " button.

      Comment

      Advanced mode
      • #4 Collapse

        Semua jawabannya sudah ada di atas ya, untuk jangka panjang gunakan EMA, jika pendek gunakan SMA
         

        Comment

        Advanced mode
        • #5 Collapse

          Iya betul umumnya indikator ini digunakan untuk menentukan support dan resisten, indikator ini sangat membantu apabila kita tahu periode indikator ini yang tepat, tetapi saya rasa ini sangat sulit, karena kita harus menyesuaikan periode indikator sesuai dengan time frame kita, jika periodenya salah maka kita akan dibingungkan dan signal yang keluar tidak jelas sehingga membingungkan kita dalam melakukan open posisi yang tepat

          Comment

          Advanced mode
          • #6 Collapse

            Originally posted by Soleh Hasan Wahid View Post
            Salah satu teknik analisis trading yang cukup sering digunakan oleh para trader adalah dengan menggunakan analisis moving average. Teknik yang berupaya menganalisis pergerakan saham dengan melihat rata-rata pergerakan suatu aset dalam periode tertentu ini, menjadi salah satu andalan trader saat melakukan analisis.

            Apa itu Moving Average

            Moving Average atau bisa disebut dengan “pergerakan rata-rata”, merupakan teknik analisis harga suatu aset selama periode tertentu. Indikator yang digunakan tidak hanya harga, melainkan juga nilai-nilai di masa lalu seperti harga aset tertinggi yang pernah dicapai, harga terendah, kapan perdagangan dibuka dan ditutup serta berapa banyak volume perdagangan dari aset bersangkutan.

            Teknik ini kemudian terbagi lagi menjadi dua model yakni simple moving average dan eksponensial moving average.
            [ATTACH]267130[/ATTACH]

            Durasi waktu yang digunakan dalam analisis moving average ini bisa bersifat panjang bisa juga pendek sesuai kebutuhan dari Trader sendiri. Bisa dalam jangka waktu menit, jam, hari, minggu hingga bulanan.

            Umumnya trader menetapkan jangka waktu tersebut berdasarkan tren perdagangan yang sering mereka lakukan. Perlu diketahui bahwa pada teknik ini semakin panjang durasi waktu yang digunakan, maka akan semakin baik hasil analisis yang didapatkan.

            Metode Simple Moving Average (SMA)

            Sebagaimana disinggung di atas bahwa salah satu metode yang digunakan dalam analisis trading ini adalah dengan teknik simple moving average (SMA). Adapun penerapannya adalah dengan cara melakukan akumulasi terhadap harga penutupan pada suatu aset sekuritas selama periode tertentu, kemudian membaginya dengan periode waktu yang sama. Misalnya, dalam 1 minggu harga suatu aset berfluktuasi antara 3, 4, 6, 7, 8, 6, 4, maka jumlah akumulasi dari harga penutupan aset tersebut adalah 38, kemudian hasil penjumlahan tersebut dibagi dengan jumlah hari dalam 1 minggu yakni 7, hasil rata-rata pergerakan aset adalah 5,42.

            Ini akan memberikan gambaran berupa pergerakan harga aset negatif atau positif. Semakin panjang jangka waktu yang ditetapkan, maka semakin tidak tidak proporsional hasil yang akan didapatkan, sebab umumnya pergerakan harga semakin tidak stabil.

            Beberapa trader meragukan validitas dari teknik ini, alasannya adalah teknik ini terlalu sederhana untuk digunakan sebagai analisis trading. Pasalnya, teknik ini menganggap bahwa pergerakan saham selalu sama dari satu waktu ke waktu lainnya.

            Exponential Moving Average (EMA)

            Teknik selanjutnya dalam analisis moving average ini adalah SMA (exponential moving average) yakni teknik analisis rata-rata harga suatu aset dengan menekankan pada data terbaru dari aset tersebut selama periode waktu tertentu.

            Sebagai ilustrasi, pada EMA ketika pergerakan harga dalam 1 minggu menunjukkan data sebagaimana dicontohkan di atas, kemudian melakukan pembagian dan menghasilkan nilai rata-rata 5, 42. Maka nilai tersebut tidak dijadikan dasar pijakan analisis, melainkan hanya sebagai patokan perbandingan untuk melihat harga terbaru. Sebagai contoh pada hari ke 8, ternyata harga aset mencapai angka 7, maka data terbaru inilah yang dijadikan pedoman. Trader akan menyimpulkan bahwa harga aset tersebut memiliki potensi tinggi untuk terus naik.

            EMA berguna untuk membantu melihat pergeseran tiba-tiba dalam pergerakan harga. Namun, mereka kurang akurat daripada SMA ketika memetakan tren jangka panjang. EMA juga kurang bermanfaat untuk mengidentifikasi level dukungan atau resistensi daripada SMA. Misalnya, EMA dapat memberi tip kepada pedagang dari perdagangan sebelum waktunya jika suatu saham mengalami penurunan jangka pendek.

            Apa Manfaat Teknik Moving Average bagi Trader?

            Sejauh tidak berkaitan dengan analisis fundamental, teknik ini masih cukup relevan digunakan oleh Trader. Pemula dapat membuat rencana perdagangan berdasarkan strategi moving trading ini dengan mudah.
            [ATTACH]267131[/ATTACH]

            Moving averages dapat digunakan untuk melihat perubahan harga dan mendeteksi tren, serta menghasilkan sinyal perdagangan. Teknik ini juga dapat digunakan untuk membentuk level support dan resistance dinamis bagi Trader.

            Penerapan Moving Trading

            Untuk memandu Anda berikut ini adalah beberapa manfaat dan penerapan praktis dari teknik moving average ini:

            1. Mengetahui Kapan Waktu Jual dan Beli

            Setelah memperoleh nilai rata-rata dengan menggunakan analisis moving trading, maka trader harus mengidentifikasi pergerakan harga selanjutnya dari aset yang di analisis. Bila harga aset lebih tinggi dari nilai rata-rata, artinya itu adalah saatnya bagi Trader untuk melakukan penjualan. Sebaliknya, bila harga lebih rendah, maka saatnya bagi Trader untuk melakukan pembelian.

            2. Analisis Tren Pasar

            Penerapan selanjutnya dari moving average adalah untuk melakukan analisis terhadap tren harga dari suatu aset tertentu. Misalnya setelah menghitung rata-rata harga dengan moving average kemudian Trader mengidentifikasi harga aset tersebut dalam jangka waktu 1 minggu, ternyata harga lebih kecil dibandingkan nilai rata-rata. Maka dapat disimpulkan bahwa tren dari harga aset cenderung menurun. Dengan demikian Trader dapat memutuskan untuk tidak membeli aset tersebut.

            Demikian sebaliknya, jika harga aset lebih tinggi selama periode tertentu dari nilai rata-rata, artinya tren dari harga aset naik. Maka aset tersebut berpotensi tinggi untuk dibeli Trader.

            3. Support dan Resistensi

            Teknik ini juga dapat memberi tanda kepada Trader ketika aset berada pada harga puncaknya, dengan demikian akan membimbing Trader kapan saat terbaik untuk melakukan penjualan. Demikian pula, seorang pedagang dapat menggunakan teknik ini untuk mengidentifikasi seberapa besar kemungkinan resiko membeli suatu aset ketika harga jatuh, trader dapat menguji level tersebut.

            Demikianlah ulasan mengenai teknik analisis moving average serta penerapannya dalam dunia trading. Masing cukup banyak teknik analisis lain yang dapat Anda gunakan, namun hemat saya teknik ini cocok bagi Trader Pemula. Sebab, teknik ini cukup sederhana diterapkan dalam dunia trading.
            selamat siang, membahas indikator moving avverage ini memang tidak ada habisnya, indikator klasik yang sampai saat ini masih menjadi favorit bagi trader untuk dijadikan tool dalam menganalisa, karena perhitungannya yang simpel dan metode menggunakannya juga tidak ribet.
            moving avverage ini kalau diartikan niali rata rata bergerak, artinya setiap data yang masuk akan dihitung nilai rata ratanya berdasarkan acuan waktu yang digunakan. dari perhitungan nilai rata rata ini bisa digunakan untuk menentukan trendnya, ketika harga bergerak diatas nilai rata ratanya artinya kecenderungan naik, jika harga bergerak dibawah nilai rata ratanya artinya kecenderungan turun, dan biasanya trader menggunakan dua nilai rata rata berdasarkan acuan waktunya, untuk melihat kuatnya minat pelaku pasar. tapi menurut saya sih rasanya tidak lengkap jika moving averrage ini tidak disertakan dengan soulmatenya yaitu bollinger band, karena fungsi dari bollinger band ini menghitung penyebaran data dari nilai rata ratanya.
            TEHNIK NO TREND
            TERMINAL ANGKOT
            "NoTrend it Just Risk Management"

            Comment

            Advanced mode
            • #7 Collapse

              Waduuh, mantab-mantab komennya, bahkan menambah wawasan juga hehehe
               

              Comment

              Advanced mode
              • #8 Collapse

                Originally posted by Soleh Hasan Wahid View Post
                Salah satu teknik analisis trading yang cukup sering digunakan oleh para trader adalah dengan menggunakan analisis moving average. Teknik yang berupaya menganalisis pergerakan saham dengan melihat rata-rata pergerakan suatu aset dalam periode tertentu ini, menjadi salah satu andalan trader saat melakukan analisis.

                Apa itu Moving Average

                Moving Average atau bisa disebut dengan “pergerakan rata-rata”, merupakan teknik analisis harga suatu aset selama periode tertentu. Indikator yang digunakan tidak hanya harga, melainkan juga nilai-nilai di masa lalu seperti harga aset tertinggi yang pernah dicapai, harga terendah, kapan perdagangan dibuka dan ditutup serta berapa banyak volume perdagangan dari aset bersangkutan.

                Teknik ini kemudian terbagi lagi menjadi dua model yakni simple moving average dan eksponensial moving average.
                [ATTACH]267130[/ATTACH]

                Durasi waktu yang digunakan dalam analisis moving average ini bisa bersifat panjang bisa juga pendek sesuai kebutuhan dari Trader sendiri. Bisa dalam jangka waktu menit, jam, hari, minggu hingga bulanan.

                Umumnya trader menetapkan jangka waktu tersebut berdasarkan tren perdagangan yang sering mereka lakukan. Perlu diketahui bahwa pada teknik ini semakin panjang durasi waktu yang digunakan, maka akan semakin baik hasil analisis yang didapatkan.

                Metode Simple Moving Average (SMA)

                Sebagaimana disinggung di atas bahwa salah satu metode yang digunakan dalam analisis trading ini adalah dengan teknik simple moving average (SMA). Adapun penerapannya adalah dengan cara melakukan akumulasi terhadap harga penutupan pada suatu aset sekuritas selama periode tertentu, kemudian membaginya dengan periode waktu yang sama. Misalnya, dalam 1 minggu harga suatu aset berfluktuasi antara 3, 4, 6, 7, 8, 6, 4, maka jumlah akumulasi dari harga penutupan aset tersebut adalah 38, kemudian hasil penjumlahan tersebut dibagi dengan jumlah hari dalam 1 minggu yakni 7, hasil rata-rata pergerakan aset adalah 5,42.

                Ini akan memberikan gambaran berupa pergerakan harga aset negatif atau positif. Semakin panjang jangka waktu yang ditetapkan, maka semakin tidak tidak proporsional hasil yang akan didapatkan, sebab umumnya pergerakan harga semakin tidak stabil.

                Beberapa trader meragukan validitas dari teknik ini, alasannya adalah teknik ini terlalu sederhana untuk digunakan sebagai analisis trading. Pasalnya, teknik ini menganggap bahwa pergerakan saham selalu sama dari satu waktu ke waktu lainnya.

                Exponential Moving Average (EMA)

                Teknik selanjutnya dalam analisis moving average ini adalah SMA (exponential moving average) yakni teknik analisis rata-rata harga suatu aset dengan menekankan pada data terbaru dari aset tersebut selama periode waktu tertentu.

                Sebagai ilustrasi, pada EMA ketika pergerakan harga dalam 1 minggu menunjukkan data sebagaimana dicontohkan di atas, kemudian melakukan pembagian dan menghasilkan nilai rata-rata 5, 42. Maka nilai tersebut tidak dijadikan dasar pijakan analisis, melainkan hanya sebagai patokan perbandingan untuk melihat harga terbaru. Sebagai contoh pada hari ke 8, ternyata harga aset mencapai angka 7, maka data terbaru inilah yang dijadikan pedoman. Trader akan menyimpulkan bahwa harga aset tersebut memiliki potensi tinggi untuk terus naik.

                EMA berguna untuk membantu melihat pergeseran tiba-tiba dalam pergerakan harga. Namun, mereka kurang akurat daripada SMA ketika memetakan tren jangka panjang. EMA juga kurang bermanfaat untuk mengidentifikasi level dukungan atau resistensi daripada SMA. Misalnya, EMA dapat memberi tip kepada pedagang dari perdagangan sebelum waktunya jika suatu saham mengalami penurunan jangka pendek.

                Apa Manfaat Teknik Moving Average bagi Trader?

                Sejauh tidak berkaitan dengan analisis fundamental, teknik ini masih cukup relevan digunakan oleh Trader. Pemula dapat membuat rencana perdagangan berdasarkan strategi moving trading ini dengan mudah.
                [ATTACH]267131[/ATTACH]

                Moving averages dapat digunakan untuk melihat perubahan harga dan mendeteksi tren, serta menghasilkan sinyal perdagangan. Teknik ini juga dapat digunakan untuk membentuk level support dan resistance dinamis bagi Trader.

                Penerapan Moving Trading

                Untuk memandu Anda berikut ini adalah beberapa manfaat dan penerapan praktis dari teknik moving average ini:

                1. Mengetahui Kapan Waktu Jual dan Beli

                Setelah memperoleh nilai rata-rata dengan menggunakan analisis moving trading, maka trader harus mengidentifikasi pergerakan harga selanjutnya dari aset yang di analisis. Bila harga aset lebih tinggi dari nilai rata-rata, artinya itu adalah saatnya bagi Trader untuk melakukan penjualan. Sebaliknya, bila harga lebih rendah, maka saatnya bagi Trader untuk melakukan pembelian.

                2. Analisis Tren Pasar

                Penerapan selanjutnya dari moving average adalah untuk melakukan analisis terhadap tren harga dari suatu aset tertentu. Misalnya setelah menghitung rata-rata harga dengan moving average kemudian Trader mengidentifikasi harga aset tersebut dalam jangka waktu 1 minggu, ternyata harga lebih kecil dibandingkan nilai rata-rata. Maka dapat disimpulkan bahwa tren dari harga aset cenderung menurun. Dengan demikian Trader dapat memutuskan untuk tidak membeli aset tersebut.

                Demikian sebaliknya, jika harga aset lebih tinggi selama periode tertentu dari nilai rata-rata, artinya tren dari harga aset naik. Maka aset tersebut berpotensi tinggi untuk dibeli Trader.

                3. Support dan Resistensi

                Teknik ini juga dapat memberi tanda kepada Trader ketika aset berada pada harga puncaknya, dengan demikian akan membimbing Trader kapan saat terbaik untuk melakukan penjualan. Demikian pula, seorang pedagang dapat menggunakan teknik ini untuk mengidentifikasi seberapa besar kemungkinan resiko membeli suatu aset ketika harga jatuh, trader dapat menguji level tersebut.

                Demikianlah ulasan mengenai teknik analisis moving average serta penerapannya dalam dunia trading. Masing cukup banyak teknik analisis lain yang dapat Anda gunakan, namun hemat saya teknik ini cocok bagi Trader Pemula. Sebab, teknik ini cukup sederhana diterapkan dalam dunia trading.
                Salam.
                Terimakasih atas penjelasannya, sangat memahamkan sehingga saya ridak usah menjalankan teknikal movibg afarege, sebab menurut saya pergerajan market atau grafik itu acak tidak bisa di tebak, olwh sebab itu MA cukup sebagai penambah pengetahuan, sebagai dasar dalam trading, andai kita berpatokan penuh pada MA dengan tanpa MM yang benar bisa di tunggu hasil minusnya atau floating minus, pergerakan suatu pair sebenarnya tidak ada seorangpun yang mengetahui dengan sebenarnya, semuanya hanyalah prediksi yang hasilnya bisa salah dan bisa benar, hanya saja kwtuka kita trading tanpa mengetahui teknikal dan strategi maka sudah dapat dipastikan akan bertemu dengan yang namanya margin call % MC.
                SALAM.

                Comment

                Advanced mode
                • #9 Collapse

                  banyak sih variasi untuk MA, tapi khusus EMA mungkin cocoknya untuk chart yang padat candle, soalnya kadang terlalu curam grafiknya, trus MA ngak guna kalo ngak dipasang dengan BB, jadi tetap harus ada temannya dari indikator tipe lain

                  Comment

                  Advanced mode
                  • #10 Collapse

                    Originally posted by sijiman View Post
                    banyak sih variasi untuk MA, tapi khusus EMA mungkin cocoknya untuk chart yang padat candle, soalnya kadang terlalu curam grafiknya, trus MA ngak guna kalo ngak dipasang dengan BB, jadi tetap harus ada temannya dari indikator tipe lain
                    Jika tipe trader yang agresif memang harus seperti itu, harus ada pendamping moving average seperti bollinger band. Tujuannya supaya tahu batas atas dan batas bawah pergerakan harga. Tapi jika tipe trader sniper tidak perlu karena harus melihat pergerakan harga secara jelas baru melakukan tindakan.

                    Comment

                    Advanced mode
                    • #11 Collapse

                      Originally posted by Soleh Hasan Wahid View Post
                      Salah satu teknik analisis trading yang cukup sering digunakan oleh para trader adalah dengan menggunakan analisis moving average. Teknik yang berupaya menganalisis pergerakan saham dengan melihat rata-rata pergerakan suatu aset dalam periode tertentu ini, menjadi salah satu andalan trader saat melakukan analisis.

                      Apa itu Moving Average

                      Moving Average atau bisa disebut dengan “pergerakan rata-rata”, merupakan teknik analisis harga suatu aset selama periode tertentu. Indikator yang digunakan tidak hanya harga, melainkan juga nilai-nilai di masa lalu seperti harga aset tertinggi yang pernah dicapai, harga terendah, kapan perdagangan dibuka dan ditutup serta berapa banyak volume perdagangan dari aset bersangkutan.

                      Teknik ini kemudian terbagi lagi menjadi dua model yakni simple moving average dan eksponensial moving average.
                      [ATTACH]267130[/ATTACH]

                      Durasi waktu yang digunakan dalam analisis moving average ini bisa bersifat panjang bisa juga pendek sesuai kebutuhan dari Trader sendiri. Bisa dalam jangka waktu menit, jam, hari, minggu hingga bulanan.

                      Umumnya trader menetapkan jangka waktu tersebut berdasarkan tren perdagangan yang sering mereka lakukan. Perlu diketahui bahwa pada teknik ini semakin panjang durasi waktu yang digunakan, maka akan semakin baik hasil analisis yang didapatkan.

                      Metode Simple Moving Average (SMA)

                      Sebagaimana disinggung di atas bahwa salah satu metode yang digunakan dalam analisis trading ini adalah dengan teknik simple moving average (SMA). Adapun penerapannya adalah dengan cara melakukan akumulasi terhadap harga penutupan pada suatu aset sekuritas selama periode tertentu, kemudian membaginya dengan periode waktu yang sama. Misalnya, dalam 1 minggu harga suatu aset berfluktuasi antara 3, 4, 6, 7, 8, 6, 4, maka jumlah akumulasi dari harga penutupan aset tersebut adalah 38, kemudian hasil penjumlahan tersebut dibagi dengan jumlah hari dalam 1 minggu yakni 7, hasil rata-rata pergerakan aset adalah 5,42.

                      Ini akan memberikan gambaran berupa pergerakan harga aset negatif atau positif. Semakin panjang jangka waktu yang ditetapkan, maka semakin tidak tidak proporsional hasil yang akan didapatkan, sebab umumnya pergerakan harga semakin tidak stabil.

                      Beberapa trader meragukan validitas dari teknik ini, alasannya adalah teknik ini terlalu sederhana untuk digunakan sebagai analisis trading. Pasalnya, teknik ini menganggap bahwa pergerakan saham selalu sama dari satu waktu ke waktu lainnya.

                      Exponential Moving Average (EMA)

                      Teknik selanjutnya dalam analisis moving average ini adalah SMA (exponential moving average) yakni teknik analisis rata-rata harga suatu aset dengan menekankan pada data terbaru dari aset tersebut selama periode waktu tertentu.

                      Sebagai ilustrasi, pada EMA ketika pergerakan harga dalam 1 minggu menunjukkan data sebagaimana dicontohkan di atas, kemudian melakukan pembagian dan menghasilkan nilai rata-rata 5, 42. Maka nilai tersebut tidak dijadikan dasar pijakan analisis, melainkan hanya sebagai patokan perbandingan untuk melihat harga terbaru. Sebagai contoh pada hari ke 8, ternyata harga aset mencapai angka 7, maka data terbaru inilah yang dijadikan pedoman. Trader akan menyimpulkan bahwa harga aset tersebut memiliki potensi tinggi untuk terus naik.

                      EMA berguna untuk membantu melihat pergeseran tiba-tiba dalam pergerakan harga. Namun, mereka kurang akurat daripada SMA ketika memetakan tren jangka panjang. EMA juga kurang bermanfaat untuk mengidentifikasi level dukungan atau resistensi daripada SMA. Misalnya, EMA dapat memberi tip kepada pedagang dari perdagangan sebelum waktunya jika suatu saham mengalami penurunan jangka pendek.

                      Apa Manfaat Teknik Moving Average bagi Trader?

                      Sejauh tidak berkaitan dengan analisis fundamental, teknik ini masih cukup relevan digunakan oleh Trader. Pemula dapat membuat rencana perdagangan berdasarkan strategi moving trading ini dengan mudah.
                      [ATTACH]267131[/ATTACH]

                      Moving averages dapat digunakan untuk melihat perubahan harga dan mendeteksi tren, serta menghasilkan sinyal perdagangan. Teknik ini juga dapat digunakan untuk membentuk level support dan resistance dinamis bagi Trader.

                      Penerapan Moving Trading

                      Untuk memandu Anda berikut ini adalah beberapa manfaat dan penerapan praktis dari teknik moving average ini:

                      1. Mengetahui Kapan Waktu Jual dan Beli

                      Setelah memperoleh nilai rata-rata dengan menggunakan analisis moving trading, maka trader harus mengidentifikasi pergerakan harga selanjutnya dari aset yang di analisis. Bila harga aset lebih tinggi dari nilai rata-rata, artinya itu adalah saatnya bagi Trader untuk melakukan penjualan. Sebaliknya, bila harga lebih rendah, maka saatnya bagi Trader untuk melakukan pembelian.

                      2. Analisis Tren Pasar

                      Penerapan selanjutnya dari moving average adalah untuk melakukan analisis terhadap tren harga dari suatu aset tertentu. Misalnya setelah menghitung rata-rata harga dengan moving average kemudian Trader mengidentifikasi harga aset tersebut dalam jangka waktu 1 minggu, ternyata harga lebih kecil dibandingkan nilai rata-rata. Maka dapat disimpulkan bahwa tren dari harga aset cenderung menurun. Dengan demikian Trader dapat memutuskan untuk tidak membeli aset tersebut.

                      Demikian sebaliknya, jika harga aset lebih tinggi selama periode tertentu dari nilai rata-rata, artinya tren dari harga aset naik. Maka aset tersebut berpotensi tinggi untuk dibeli Trader.

                      3. Support dan Resistensi

                      Teknik ini juga dapat memberi tanda kepada Trader ketika aset berada pada harga puncaknya, dengan demikian akan membimbing Trader kapan saat terbaik untuk melakukan penjualan. Demikian pula, seorang pedagang dapat menggunakan teknik ini untuk mengidentifikasi seberapa besar kemungkinan resiko membeli suatu aset ketika harga jatuh, trader dapat menguji level tersebut.

                      Demikianlah ulasan mengenai teknik analisis moving average serta penerapannya dalam dunia trading. Masing cukup banyak teknik analisis lain yang dapat Anda gunakan, namun hemat saya teknik ini cocok bagi Trader Pemula. Sebab, teknik ini cukup sederhana diterapkan dalam dunia trading.
                      lumayan banyak juga dan lengkap juga keterangan nya om, padahal cuman indikator movin averaging, tapi bisa kompleks banget ya om, pengen juga bisa menguasai detail detail moving averaging, saat ini saya sendiri menggunakan MA100 dan MA50 sebagai acuan trading untuk entry, dan alhamdulillah walau masih kadang stuck enggak bertambah modal nya dan enggak berkurang terlalu banyak, tapi bisa bertahan itu syukur bangeet saya, tinggal meningkatkan ketajaman analisa saya lah dengan MA tersebut, kalau boleh tau settingan MA berapa saja yang paling sakti menurut om?
                      Apa Yang Kamu Seriusin, Pasti Akan Menemukan Jalan Kesuksesannya

                      Comment

                      Advanced mode
                      • #12 Collapse

                        terima kasih sebelum nya telah berbagi ilmu, penjelasaan nya sangat detail dan panjang sayang untuk dilewatkan hehe
                        btw saya adalah salah satu pengguna ema untuk memntukan open posisi yang akan saya lakukan dan kemudian di kombinasikan dengan support dan resisstance kedua teknik ini sangat berguna untuk menentukan open posisi sehari hari saya

                        Comment

                        Advanced mode
                        • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
                        • #13 Collapse

                          Originally posted by feniwd View Post
                          lumayan banyak juga dan lengkap juga keterangan nya om, padahal cuman indikator movin averaging, tapi bisa kompleks banget ya om, pengen juga bisa menguasai detail detail moving averaging, saat ini saya sendiri menggunakan MA100 dan MA50 sebagai acuan trading untuk entry, dan alhamdulillah walau masih kadang stuck enggak bertambah modal nya dan enggak berkurang terlalu banyak, tapi bisa bertahan itu syukur bangeet saya, tinggal meningkatkan ketajaman analisa saya lah dengan MA tersebut, kalau boleh tau settingan MA berapa saja yang paling sakti menurut om?
                          MA, MACD, dan BB itu udah strategy dasar yang banyak dipake orang dan memang profit, tapi keberhasilannya 90 perset lebih karena pengalaman trading, jadi agak susah dimasukan ke expert advisor, jadi butuh waktu berbulan2 untuk menguasainya

                          Comment

                          Advanced mode

                          Online

                          Working...
                          X