Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Fear and greed –The Most Influenced Emotions in the Market
    Selamat Siang.
    Agan mimin, momod, dan agan-agan trader semua...

    Sambil mengisi hari libur, saya mencoba berbagi sesuatu yang saya yakin sudah banyak ditulis oleh teman-teman trader, tetapi secuil pengetahuan siapa tahu bisa bermanfaat bagi teman-teman, paling tidak bermanfaat untuk saya sendiri.


    Pasar, pada dasarnya adalah sekumpulan orang orang (pelaku) yang saling berinteraksi untuk suatu tujuan. Untuk kepentingan ekonomis, mereka berinteraksi untuk satu tujuan, PROFIT. Dari kacamata psikologi, pelaku pasar dikategorikan kedalam kelompok expressive mobs/crowd (kerumunan/massa ekspresif), sekelompok besar orang yang berkumpul untuk satu tujuan aktif. Mereka memiliki emosi dan pemikiran yang sama. Oleh karena itu aksi dan reaksi mereka ‘cenderung sama’ dalam menghadapi sesuatu. Ini memberi dasar pemahaman untuk menganalisa apa yang terjadi di pasar dari sisi psikologis. Kenapa harga bisa susah naik, kenapa tiba-tiba turun, kenapa sideways berhari-hari.


    Ada 2 emosi psikologis yang selalu berpengaruh di pasar, Fear (takut) dan Greed (rakus). Fear & greed adalah ‘dua sisi mata uang emosi’ dimana keduanya akan selalu berulang dan terus berulang. Oleh karena itu keduanya dapat diidentifikasi, dipelajari dan diantisipasi.


    Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa pasar memiliki siklus berulang yang terdiri dari 4 tahap. Tahap Pendakian (climbing), tahap bullish, tahap jenuh, dan tahap koreksi.


    1. Climbing
    Tahap ini adalah tahap awal pergerakan pasar setelah pasar mengalami koreksi, pada tahap ini, harga akan berada pada posisi rendah. Pada tahapan ini, para smart money (sering juga disebut price maker), bisa membaca pergerakan harga lebih awal, mereka akan mengawali entry market untuk melakukan aksi beli (buy).
    Pada tahap ini, sebagian besar pelaku pasar masih ragu untuk masuk pasar, keraguan muncul karena adanya kekhawatiran bahwa harga masih akan terkoreksi, tetapi disisi lain mereka juga khawatir jika tidak segera masuk pasar harga akan bergerak naik dan mereka kehilangan kesempatan untuk membeli pada harga yg rendah. Perasaan takut dan ragu inilah yg mempengaruhi sisi psikologis seorang investor yg pada akhirnya akan mempengaruhi sisi rasional dalam mengambil keputusan.


    2. Bullish
    Pada tahap ini, pasar sudah terakumulasi dan harga sudah mulai berada dalam kondisi uptrend. Baru pada tahap inilah para retailler, speculant, dan follower mulai percaya bahwa trend bullish sudah terjadi, mereka mulai ikut masuk pasar sehingga ikut mendorong harga bergerak makin tinggi.
    Di tahapan ini para pelaku pasar mulai dihadapkan pada situasi euforia, rasa senang yang berlebihan, bahkan terlalu percaya diri yang menjadi awal untuk mendorong para pelaku pasar menjadi tamak (greed). Disinilah para ‘greed’ yang terlalu pede mulai melakukan penambahan aksi beli tanpa peduli walalupun harga sudah sangat tinggi.


    3. Tahap Jenuh
    Harga yang bergerak naik akan sampai pada titik tertentu dimana harga mulai mengalami kejenuhan (overbought), di titik ini harga akan cenderung sideways dan mulai memasuki downtrend jangka pendek. Disini, aksi para greed mencapai puncaknya, harga dipaksa mencapai titik resistance tertentu bahkan lebih. Pada tahap ini beberapa buyer mulai mengurangi aksi beli, dan sebagian buyer masih ingin mempertahankan posisinya dengan harapan harga masih akan naik lebih tinggi. Pada tahap ini para buyer mulai gelisah, menjadi tidak rasional, mulai melanggar trading plan, ragu memutuskan antara hold posisi atau segera melakukan trading plan nya, profit taking.



    4. Koreksi
    Setelah harga mulai keluar dari sideways nya karena aksi jual beberapa pelaku pasar, para buyer menilai bahwa sudah waktunya untuk melakukan profit taking. Hal ini menyebabkan harga mulai mengalami koreksi.
    Di sinilah, para greed mulai mengalami fear, mereka dihantui rasa takut dan penyesalan, sementara para buyer melakukan aksi jual untuk profit taking, para greed melakukan aksi yang sama untuk cut loss!!! Semakin dalam koreksi harga, akan membuat para greed semakin ketakutan dan semakin kehilangan kontrol emosi, dalam situasi panik, satu satunya aksi rasional yg bisa dilakukan adalah ‘jual di harga berapapun’ inilah yang memicu terjadinya panic selling. Harga akan semakin jatuh, menyebabkan koreksi berlangsung sangat cepat dan harga akan kembali sedikit lebih tinggi atau bahkan lebih rendah dari harga pada tahap 1 di atas.



    Penjelasan tadi cukup memberi gambaran, bahwa faktor psikologis (emosi) sangat berpengaruh dalam pergerakan suatu harga. Bahwa siklusnya yang selalu berulang, emosi yang sama yang juga selalu berulang memberi kita ‘sesuatu’ yang bisa dimanfaatkan sebagai ‘informasi’ yang bisa dianalisa untuk memprediksi arah pergerakan harga dan mengambil keputusan (entry market).


    Pertanyaannya, bagaimana cara kita mengidentifikasi, menganalisa dan menggunakan ‘emosi pasar’ untuk mengambil keputusan? Alat ukur apa yang digunakan? Seberapa akuratkah analisa yang dihasilkan? Dan seterusnya… ???
    To be continued…. (bikin kopi dulu)


    IN VAIN, 27 JULI 2019
    HAPPY WEEKEND

    Next :
    MARKET CHART - PETA BUTA EMOSI PASAR, ANALISIS DAN APLIKASI
    to win in the markets, we need to master three essential components of trading: sound psychology, a logical trading system and an effective risk mangement planning
    dr. Alexander Elder
    DOUBT KILLS YOU

  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    Originally posted by langitjanari View Post
    Selamat Siang.
    Agan mimin, momod, dan agan-agan trader semua...

    Sambil mengisi hari libur, saya mencoba berbagi sesuatu yang saya yakin sudah banyak ditulis oleh teman-teman trader, tetapi secuil pengetahuan siapa tahu bisa bermanfaat bagi teman-teman, paling tidak bermanfaat untuk saya sendiri.


    Pasar, pada dasarnya adalah sekumpulan orang orang (pelaku) yang saling berinteraksi untuk suatu tujuan. Untuk kepentingan ekonomis, mereka berinteraksi untuk satu tujuan, PROFIT. Dari kacamata psikologi, pelaku pasar dikategorikan kedalam kelompok expressive mobs/crowd (kerumunan/massa ekspresif), sekelompok besar orang yang berkumpul untuk satu tujuan aktif. Mereka memiliki emosi dan pemikiran yang sama. Oleh karena itu aksi dan reaksi mereka ‘cenderung sama’ dalam menghadapi sesuatu. Ini memberi dasar pemahaman untuk menganalisa apa yang terjadi di pasar dari sisi psikologis. Kenapa harga bisa susah naik, kenapa tiba-tiba turun, kenapa sideways berhari-hari.


    Ada 2 emosi psikologis yang selalu berpengaruh di pasar, Fear (takut) dan Greed (rakus). Fear & greed adalah ‘dua sisi mata uang emosi’ dimana keduanya akan selalu berulang dan terus berulang. Oleh karena itu keduanya dapat diidentifikasi, dipelajari dan diantisipasi.


    Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa pasar memiliki siklus berulang yang terdiri dari 4 tahap. Tahap Pendakian (climbing), tahap bullish, tahap jenuh, dan tahap koreksi.


    1. Climbing
    Tahap ini adalah tahap awal pergerakan pasar setelah pasar mengalami koreksi, pada tahap ini, harga akan berada pada posisi rendah. Pada tahapan ini, para smart money (sering juga disebut price maker), bisa membaca pergerakan harga lebih awal, mereka akan mengawali entry market untuk melakukan aksi beli (buy).
    Pada tahap ini, sebagian besar pelaku pasar masih ragu untuk masuk pasar, keraguan muncul karena adanya kekhawatiran bahwa harga masih akan terkoreksi, tetapi disisi lain mereka juga khawatir jika tidak segera masuk pasar harga akan bergerak naik dan mereka kehilangan kesempatan untuk membeli pada harga yg rendah. Perasaan takut dan ragu inilah yg mempengaruhi sisi psikologis seorang investor yg pada akhirnya akan mempengaruhi sisi rasional dalam mengambil keputusan.


    2. Bullish
    Pada tahap ini, pasar sudah terakumulasi dan harga sudah mulai berada dalam kondisi uptrend. Baru pada tahap inilah para retailler, speculant, dan follower mulai percaya bahwa trend bullish sudah terjadi, mereka mulai ikut masuk pasar sehingga ikut mendorong harga bergerak makin tinggi.
    Di tahapan ini para pelaku pasar mulai dihadapkan pada situasi euforia, rasa senang yang berlebihan, bahkan terlalu percaya diri yang menjadi awal untuk mendorong para pelaku pasar menjadi tamak (greed). Disinilah para ‘greed’ yang terlalu pede mulai melakukan penambahan aksi beli tanpa peduli walalupun harga sudah sangat tinggi.


    3. Tahap Jenuh
    Harga yang bergerak naik akan sampai pada titik tertentu dimana harga mulai mengalami kejenuhan (overbought), di titik ini harga akan cenderung sideways dan mulai memasuki downtrend jangka pendek. Disini, aksi para greed mencapai puncaknya, harga dipaksa mencapai titik resistance tertentu bahkan lebih. Pada tahap ini beberapa buyer mulai mengurangi aksi beli, dan sebagian buyer masih ingin mempertahankan posisinya dengan harapan harga masih akan naik lebih tinggi. Pada tahap ini para buyer mulai gelisah, menjadi tidak rasional, mulai melanggar trading plan, ragu memutuskan antara hold posisi atau segera melakukan trading plan nya, profit taking.



    4. Koreksi
    Setelah harga mulai keluar dari sideways nya karena aksi jual beberapa pelaku pasar, para buyer menilai bahwa sudah waktunya untuk melakukan profit taking. Hal ini menyebabkan harga mulai mengalami koreksi.
    Di sinilah, para greed mulai mengalami fear, mereka dihantui rasa takut dan penyesalan, sementara para buyer melakukan aksi jual untuk profit taking, para greed melakukan aksi yang sama untuk cut loss!!! Semakin dalam koreksi harga, akan membuat para greed semakin ketakutan dan semakin kehilangan kontrol emosi, dalam situasi panik, satu satunya aksi rasional yg bisa dilakukan adalah ‘jual di harga berapapun’ inilah yang memicu terjadinya panic selling. Harga akan semakin jatuh, menyebabkan koreksi berlangsung sangat cepat dan harga akan kembali sedikit lebih tinggi atau bahkan lebih rendah dari harga pada tahap 1 di atas.



    Penjelasan tadi cukup memberi gambaran, bahwa faktor psikologis (emosi) sangat berpengaruh dalam pergerakan suatu harga. Bahwa siklusnya yang selalu berulang, emosi yang sama yang juga selalu berulang memberi kita ‘sesuatu’ yang bisa dimanfaatkan sebagai ‘informasi’ yang bisa dianalisa untuk memprediksi arah pergerakan harga dan mengambil keputusan (entry market).


    Pertanyaannya, bagaimana cara kita mengidentifikasi, menganalisa dan menggunakan ‘emosi pasar’ untuk mengambil keputusan? Alat ukur apa yang digunakan? Seberapa akuratkah analisa yang dihasilkan? Dan seterusnya… ???
    To be continued…. (bikin kopi dulu)


    IN VAIN, 27 JULI 2019
    HAPPY WEEKEND

    Next :
    MARKET CHART - PETA BUTA EMOSI PASAR, ANALISIS DAN APLIKASI
    tulisan yang bagus gan ,sehingga bisa mengenali area area di mana psikologi pasar yang sedang berjalan ,untuk mengukur pergerakan harga saya biasa mamakai alat fibonacci gan tapi yang default saja dari bawaan ,dan menunggu false atau rijek untuk entry dan mengenali fase psikologi pasar yang agan sampaikan ,untuk akurasi ini ada hubunganya dengan kebiasaan berapa lama kita sudah memakai fibbo tersebut ,semakin lama waktu yang sudah kita pakai penggunaan fibbo akurasi tentunya semakin akurat
    untuk tahab kejenuhan harga biasanya akan terbentuk pola pola candle stick serta pola seperti H n S ,double top,double bottom ,dan sebagainya
    '' ora perlu tenar penting wd lancar ''

    Comment

    Advanced mode
    • #3 Collapse

      Originally posted by trader ndeso View Post
      tulisan yang bagus gan ,sehingga bisa mengenali area area di mana psikologi pasar yang sedang berjalan ,untuk mengukur pergerakan harga saya biasa mamakai alat fibonacci gan tapi yang default saja dari bawaan ,dan menunggu false atau rijek untuk entry dan mengenali fase psikologi pasar yang agan sampaikan ,untuk akurasi ini ada hubunganya dengan kebiasaan berapa lama kita sudah memakai fibbo tersebut ,semakin lama waktu yang sudah kita pakai penggunaan fibbo akurasi tentunya semakin akurat
      untuk tahab kejenuhan harga biasanya akan terbentuk pola pola candle stick serta pola seperti H n S ,double top,double bottom ,dan sebagainya
      fibonacci trendline ya gan.
      Akurasi nya cukup bagus gan, apalagi jika rules nya terpenuhi.
      Sama halnya dengan metoda yg saya pakai.Sepertinya agan lebih condong ke penggunaan Price Action.
      Semoga sukses ya gan. Terima kasih atas kunjungan dan komen nya.
      Salam Sukses
      to win in the markets, we need to master three essential components of trading: sound psychology, a logical trading system and an effective risk mangement planning
      dr. Alexander Elder
      DOUBT KILLS YOU

      Comment

      Advanced mode
      • #4 Collapse

        Originally posted by langitjanari View Post
        Selamat Siang.
        Agan mimin, momod, dan agan-agan trader semua...

        Sambil mengisi hari libur, saya mencoba berbagi sesuatu yang saya yakin sudah banyak ditulis oleh teman-teman trader, tetapi secuil pengetahuan siapa tahu bisa bermanfaat bagi teman-teman, paling tidak bermanfaat untuk saya sendiri.


        Pasar, pada dasarnya adalah sekumpulan orang orang (pelaku) yang saling berinteraksi untuk suatu tujuan. Untuk kepentingan ekonomis, mereka berinteraksi untuk satu tujuan, PROFIT. Dari kacamata psikologi, pelaku pasar dikategorikan kedalam kelompok expressive mobs/crowd (kerumunan/massa ekspresif), sekelompok besar orang yang berkumpul untuk satu tujuan aktif. Mereka memiliki emosi dan pemikiran yang sama. Oleh karena itu aksi dan reaksi mereka ‘cenderung sama’ dalam menghadapi sesuatu. Ini memberi dasar pemahaman untuk menganalisa apa yang terjadi di pasar dari sisi psikologis. Kenapa harga bisa susah naik, kenapa tiba-tiba turun, kenapa sideways berhari-hari.


        Ada 2 emosi psikologis yang selalu berpengaruh di pasar, Fear (takut) dan Greed (rakus). Fear & greed adalah ‘dua sisi mata uang emosi’ dimana keduanya akan selalu berulang dan terus berulang. Oleh karena itu keduanya dapat diidentifikasi, dipelajari dan diantisipasi.


        Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa pasar memiliki siklus berulang yang terdiri dari 4 tahap. Tahap Pendakian (climbing), tahap bullish, tahap jenuh, dan tahap koreksi.


        1. Climbing
        Tahap ini adalah tahap awal pergerakan pasar setelah pasar mengalami koreksi, pada tahap ini, harga akan berada pada posisi rendah. Pada tahapan ini, para smart money (sering juga disebut price maker), bisa membaca pergerakan harga lebih awal, mereka akan mengawali entry market untuk melakukan aksi beli (buy).
        Pada tahap ini, sebagian besar pelaku pasar masih ragu untuk masuk pasar, keraguan muncul karena adanya kekhawatiran bahwa harga masih akan terkoreksi, tetapi disisi lain mereka juga khawatir jika tidak segera masuk pasar harga akan bergerak naik dan mereka kehilangan kesempatan untuk membeli pada harga yg rendah. Perasaan takut dan ragu inilah yg mempengaruhi sisi psikologis seorang investor yg pada akhirnya akan mempengaruhi sisi rasional dalam mengambil keputusan.


        2. Bullish
        Pada tahap ini, pasar sudah terakumulasi dan harga sudah mulai berada dalam kondisi uptrend. Baru pada tahap inilah para retailler, speculant, dan follower mulai percaya bahwa trend bullish sudah terjadi, mereka mulai ikut masuk pasar sehingga ikut mendorong harga bergerak makin tinggi.
        Di tahapan ini para pelaku pasar mulai dihadapkan pada situasi euforia, rasa senang yang berlebihan, bahkan terlalu percaya diri yang menjadi awal untuk mendorong para pelaku pasar menjadi tamak (greed). Disinilah para ‘greed’ yang terlalu pede mulai melakukan penambahan aksi beli tanpa peduli walalupun harga sudah sangat tinggi.


        3. Tahap Jenuh
        Harga yang bergerak naik akan sampai pada titik tertentu dimana harga mulai mengalami kejenuhan (overbought), di titik ini harga akan cenderung sideways dan mulai memasuki downtrend jangka pendek. Disini, aksi para greed mencapai puncaknya, harga dipaksa mencapai titik resistance tertentu bahkan lebih. Pada tahap ini beberapa buyer mulai mengurangi aksi beli, dan sebagian buyer masih ingin mempertahankan posisinya dengan harapan harga masih akan naik lebih tinggi. Pada tahap ini para buyer mulai gelisah, menjadi tidak rasional, mulai melanggar trading plan, ragu memutuskan antara hold posisi atau segera melakukan trading plan nya, profit taking.



        4. Koreksi
        Setelah harga mulai keluar dari sideways nya karena aksi jual beberapa pelaku pasar, para buyer menilai bahwa sudah waktunya untuk melakukan profit taking. Hal ini menyebabkan harga mulai mengalami koreksi.
        Di sinilah, para greed mulai mengalami fear, mereka dihantui rasa takut dan penyesalan, sementara para buyer melakukan aksi jual untuk profit taking, para greed melakukan aksi yang sama untuk cut loss!!! Semakin dalam koreksi harga, akan membuat para greed semakin ketakutan dan semakin kehilangan kontrol emosi, dalam situasi panik, satu satunya aksi rasional yg bisa dilakukan adalah ‘jual di harga berapapun’ inilah yang memicu terjadinya panic selling. Harga akan semakin jatuh, menyebabkan koreksi berlangsung sangat cepat dan harga akan kembali sedikit lebih tinggi atau bahkan lebih rendah dari harga pada tahap 1 di atas.



        Penjelasan tadi cukup memberi gambaran, bahwa faktor psikologis (emosi) sangat berpengaruh dalam pergerakan suatu harga. Bahwa siklusnya yang selalu berulang, emosi yang sama yang juga selalu berulang memberi kita ‘sesuatu’ yang bisa dimanfaatkan sebagai ‘informasi’ yang bisa dianalisa untuk memprediksi arah pergerakan harga dan mengambil keputusan (entry market).


        Pertanyaannya, bagaimana cara kita mengidentifikasi, menganalisa dan menggunakan ‘emosi pasar’ untuk mengambil keputusan? Alat ukur apa yang digunakan? Seberapa akuratkah analisa yang dihasilkan? Dan seterusnya… ???
        To be continued…. (bikin kopi dulu)


        IN VAIN, 27 JULI 2019
        HAPPY WEEKEND

        Next :
        MARKET CHART - PETA BUTA EMOSI PASAR, ANALISIS DAN APLIKASI
        mungkin ini yang dimaksud dengan prilaku atau karakter market ya,,krn dari uraian penjelasan diatas menuliskan tentang siklus market yaitu mendaki (kalo dalam kondisi bullish, ini dari yang aku tangkap mengenai penjelasan diatas), kemudian bullish (kalo uptrend), tahap jenuh dan terakhir adalah koreksi. pada awalnya aku pikir tulisan ini mengenai kondisi emosi manusia, atau trader, setelah aku cermati lebih detail ternyata adalah tentang kondisi atau siklus market. sedangkan persoalan greed dan emosi itu adalah sifat dasar yg diturunkan pd manusia overall, cukup sangat membantu mengedukasi mengenai siklus dalam market terutama market currrency.
        nah bagiku,secara pribadi ya krn tiap trader beda style beda jg caranya,,, untuk mengetahui siklus pertama dan kedua, aku pake moving averaging kadang jg lebih mudahnya pake trendline. pada kondisi jenuh market biasanya akan cenderung sideways, atau diam ditempat,, namun kadang jg bisa ujug2 jebrat jebret ga jelas,, nah utk tahap koreksi mungkin akan lebih mudah kalo pake fibo yang biasannya dignakan kalo kita mau coba ambil peluang disaat market lagi koreksi. CMII ya,,happy weekend

        Comment

        Advanced mode
        • #5 Collapse

          Menurut saya simple aja sih bro, Fear and Greed merupakan dua hal yang sering hadir di diri kita dan selalu menggangu disaat kita akan melakukan trading. Kedua hal tersebut cukup sulit untuk di kontrol namun saya yakin kita bisa megatasinya. Mungkin setiap trader mempunyai cara yang berbeda-beda dalam mengontrolnya, kalau saya pribadi harus lebih mengasah kemapuan serta meningkatkan mental bisnis dalam trading ini.

          Comment

          Advanced mode
          • #6 Collapse

            Originally posted by Juman View Post
            Menurut saya simple aja sih bro, Fear and Greed merupakan dua hal yang sering hadir di diri kita dan selalu menggangu disaat kita akan melakukan trading. Kedua hal tersebut cukup sulit untuk di kontrol namun saya yakin kita bisa megatasinya. Mungkin setiap trader mempunyai cara yang berbeda-beda dalam mengontrolnya, kalau saya pribadi harus lebih mengasah kemapuan serta meningkatkan mental bisnis dalam trading ini.
            Kemampuan dan mental trading yang bagus merupakan modal utama kesuksesan menjalankan trading. Sebesar apapun modal yang kita miliki jika pengetahuan dan mental trading kita tidak punya maka jangan berharap trading yang kita lakukan bisa berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang maksimak.

            Comment

            Advanced mode
            • #7 Collapse

              Originally posted by langitjanari View Post
              Selamat Siang.
              Agan mimin, momod, dan agan-agan trader semua...

              Sambil mengisi hari libur, saya mencoba berbagi sesuatu yang saya yakin sudah banyak ditulis oleh teman-teman trader, tetapi secuil pengetahuan siapa tahu bisa bermanfaat bagi teman-teman, paling tidak bermanfaat untuk saya sendiri.


              Pasar, pada dasarnya adalah sekumpulan orang orang (pelaku) yang saling berinteraksi untuk suatu tujuan. Untuk kepentingan ekonomis, mereka berinteraksi untuk satu tujuan, PROFIT. Dari kacamata psikologi, pelaku pasar dikategorikan kedalam kelompok expressive mobs/crowd (kerumunan/massa ekspresif), sekelompok besar orang yang berkumpul untuk satu tujuan aktif. Mereka memiliki emosi dan pemikiran yang sama. Oleh karena itu aksi dan reaksi mereka ‘cenderung sama’ dalam menghadapi sesuatu. Ini memberi dasar pemahaman untuk menganalisa apa yang terjadi di pasar dari sisi psikologis. Kenapa harga bisa susah naik, kenapa tiba-tiba turun, kenapa sideways berhari-hari.


              Ada 2 emosi psikologis yang selalu berpengaruh di pasar, Fear (takut) dan Greed (rakus). Fear & greed adalah ‘dua sisi mata uang emosi’ dimana keduanya akan selalu berulang dan terus berulang. Oleh karena itu keduanya dapat diidentifikasi, dipelajari dan diantisipasi.


              Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa pasar memiliki siklus berulang yang terdiri dari 4 tahap. Tahap Pendakian (climbing), tahap bullish, tahap jenuh, dan tahap koreksi.


              1. Climbing
              Tahap ini adalah tahap awal pergerakan pasar setelah pasar mengalami koreksi, pada tahap ini, harga akan berada pada posisi rendah. Pada tahapan ini, para smart money (sering juga disebut price maker), bisa membaca pergerakan harga lebih awal, mereka akan mengawali entry market untuk melakukan aksi beli (buy).
              Pada tahap ini, sebagian besar pelaku pasar masih ragu untuk masuk pasar, keraguan muncul karena adanya kekhawatiran bahwa harga masih akan terkoreksi, tetapi disisi lain mereka juga khawatir jika tidak segera masuk pasar harga akan bergerak naik dan mereka kehilangan kesempatan untuk membeli pada harga yg rendah. Perasaan takut dan ragu inilah yg mempengaruhi sisi psikologis seorang investor yg pada akhirnya akan mempengaruhi sisi rasional dalam mengambil keputusan.


              2. Bullish
              Pada tahap ini, pasar sudah terakumulasi dan harga sudah mulai berada dalam kondisi uptrend. Baru pada tahap inilah para retailler, speculant, dan follower mulai percaya bahwa trend bullish sudah terjadi, mereka mulai ikut masuk pasar sehingga ikut mendorong harga bergerak makin tinggi.
              Di tahapan ini para pelaku pasar mulai dihadapkan pada situasi euforia, rasa senang yang berlebihan, bahkan terlalu percaya diri yang menjadi awal untuk mendorong para pelaku pasar menjadi tamak (greed). Disinilah para ‘greed’ yang terlalu pede mulai melakukan penambahan aksi beli tanpa peduli walalupun harga sudah sangat tinggi.


              3. Tahap Jenuh
              Harga yang bergerak naik akan sampai pada titik tertentu dimana harga mulai mengalami kejenuhan (overbought), di titik ini harga akan cenderung sideways dan mulai memasuki downtrend jangka pendek. Disini, aksi para greed mencapai puncaknya, harga dipaksa mencapai titik resistance tertentu bahkan lebih. Pada tahap ini beberapa buyer mulai mengurangi aksi beli, dan sebagian buyer masih ingin mempertahankan posisinya dengan harapan harga masih akan naik lebih tinggi. Pada tahap ini para buyer mulai gelisah, menjadi tidak rasional, mulai melanggar trading plan, ragu memutuskan antara hold posisi atau segera melakukan trading plan nya, profit taking.



              4. Koreksi
              Setelah harga mulai keluar dari sideways nya karena aksi jual beberapa pelaku pasar, para buyer menilai bahwa sudah waktunya untuk melakukan profit taking. Hal ini menyebabkan harga mulai mengalami koreksi.
              Di sinilah, para greed mulai mengalami fear, mereka dihantui rasa takut dan penyesalan, sementara para buyer melakukan aksi jual untuk profit taking, para greed melakukan aksi yang sama untuk cut loss!!! Semakin dalam koreksi harga, akan membuat para greed semakin ketakutan dan semakin kehilangan kontrol emosi, dalam situasi panik, satu satunya aksi rasional yg bisa dilakukan adalah ‘jual di harga berapapun’ inilah yang memicu terjadinya panic selling. Harga akan semakin jatuh, menyebabkan koreksi berlangsung sangat cepat dan harga akan kembali sedikit lebih tinggi atau bahkan lebih rendah dari harga pada tahap 1 di atas.



              Penjelasan tadi cukup memberi gambaran, bahwa faktor psikologis (emosi) sangat berpengaruh dalam pergerakan suatu harga. Bahwa siklusnya yang selalu berulang, emosi yang sama yang juga selalu berulang memberi kita ‘sesuatu’ yang bisa dimanfaatkan sebagai ‘informasi’ yang bisa dianalisa untuk memprediksi arah pergerakan harga dan mengambil keputusan (entry market).


              Pertanyaannya, bagaimana cara kita mengidentifikasi, menganalisa dan menggunakan ‘emosi pasar’ untuk mengambil keputusan? Alat ukur apa yang digunakan? Seberapa akuratkah analisa yang dihasilkan? Dan seterusnya… ???
              To be continued…. (bikin kopi dulu)


              IN VAIN, 27 JULI 2019
              HAPPY WEEKEND

              Next :
              MARKET CHART - PETA BUTA EMOSI PASAR, ANALISIS DAN APLIKASI
              Salah satu caranya adalah dengan melihat pola pola candle di TF yang berbeda beda gan, misalnya ketika candle di TF besar mulai "bergerak", maka di TF yang lebih kecil pasti sudah ada gerakan pola tertentu yang bisa menjadi isyarat buy atau sell. Di situlah trader bisa masuk untuk mendapatkan profit. Sepertinya memang gampang gan, tapi prakteknya tidak sesederhana teorinya. Butuh pengalaman untuk mengidentifikasi gerakan sebuah market

              Comment

              Advanced mode
              • #8 Collapse

                Originally posted by AriesCartoun View Post
                Salah satu caranya adalah dengan melihat pola pola candle di TF yang berbeda beda gan, misalnya ketika candle di TF besar mulai "bergerak", maka di TF yang lebih kecil pasti sudah ada gerakan pola tertentu yang bisa menjadi isyarat buy atau sell. Di situlah trader bisa masuk untuk mendapatkan profit. Sepertinya memang gampang gan, tapi prakteknya tidak sesederhana teorinya. Butuh pengalaman untuk mengidentifikasi gerakan sebuah market
                iya gan.. ane juga selama ini begitu, liat dulu gambaran esarnya, baru deh liat penampakan- penampakan di tf yang lebih kecil. meskipun tetap aja ada yang fake. tapi yah begitulah market, kalo kebanyakan analisa, malahan bikin diri gak op sama sekali. awal-awal sih keliatan ribet, pengen cari jalan pintas, cari holy grail yang jelas-jelas holy grail itu tak ada. lagi- lagi ya analisa kita yang benar berperan
                Salam Profit
                Semoga Selalu Bisa mendulang pips dari samudera Forex

                Terima Kasih


                Apa syarat trading mudah dan terus profit?

                Comment

                Advanced mode
                • #9 Collapse

                  Originally posted by langitjanari View Post
                  Selamat Siang.
                  Agan mimin, momod, dan agan-agan trader semua...

                  Sambil mengisi hari libur, saya mencoba berbagi sesuatu yang saya yakin sudah banyak ditulis oleh teman-teman trader, tetapi secuil pengetahuan siapa tahu bisa bermanfaat bagi teman-teman, paling tidak bermanfaat untuk saya sendiri.


                  Pasar, pada dasarnya adalah sekumpulan orang orang (pelaku) yang saling berinteraksi untuk suatu tujuan. Untuk kepentingan ekonomis, mereka berinteraksi untuk satu tujuan, PROFIT. Dari kacamata psikologi, pelaku pasar dikategorikan kedalam kelompok expressive mobs/crowd (kerumunan/massa ekspresif), sekelompok besar orang yang berkumpul untuk satu tujuan aktif. Mereka memiliki emosi dan pemikiran yang sama. Oleh karena itu aksi dan reaksi mereka ‘cenderung sama’ dalam menghadapi sesuatu. Ini memberi dasar pemahaman untuk menganalisa apa yang terjadi di pasar dari sisi psikologis. Kenapa harga bisa susah naik, kenapa tiba-tiba turun, kenapa sideways berhari-hari.


                  Ada 2 emosi psikologis yang selalu berpengaruh di pasar, Fear (takut) dan Greed (rakus). Fear & greed adalah ‘dua sisi mata uang emosi’ dimana keduanya akan selalu berulang dan terus berulang. Oleh karena itu keduanya dapat diidentifikasi, dipelajari dan diantisipasi.


                  Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa pasar memiliki siklus berulang yang terdiri dari 4 tahap. Tahap Pendakian (climbing), tahap bullish, tahap jenuh, dan tahap koreksi.


                  1. Climbing
                  Tahap ini adalah tahap awal pergerakan pasar setelah pasar mengalami koreksi, pada tahap ini, harga akan berada pada posisi rendah. Pada tahapan ini, para smart money (sering juga disebut price maker), bisa membaca pergerakan harga lebih awal, mereka akan mengawali entry market untuk melakukan aksi beli (buy).
                  Pada tahap ini, sebagian besar pelaku pasar masih ragu untuk masuk pasar, keraguan muncul karena adanya kekhawatiran bahwa harga masih akan terkoreksi, tetapi disisi lain mereka juga khawatir jika tidak segera masuk pasar harga akan bergerak naik dan mereka kehilangan kesempatan untuk membeli pada harga yg rendah. Perasaan takut dan ragu inilah yg mempengaruhi sisi psikologis seorang investor yg pada akhirnya akan mempengaruhi sisi rasional dalam mengambil keputusan.


                  2. Bullish
                  Pada tahap ini, pasar sudah terakumulasi dan harga sudah mulai berada dalam kondisi uptrend. Baru pada tahap inilah para retailler, speculant, dan follower mulai percaya bahwa trend bullish sudah terjadi, mereka mulai ikut masuk pasar sehingga ikut mendorong harga bergerak makin tinggi.
                  Di tahapan ini para pelaku pasar mulai dihadapkan pada situasi euforia, rasa senang yang berlebihan, bahkan terlalu percaya diri yang menjadi awal untuk mendorong para pelaku pasar menjadi tamak (greed). Disinilah para ‘greed’ yang terlalu pede mulai melakukan penambahan aksi beli tanpa peduli walalupun harga sudah sangat tinggi.


                  3. Tahap Jenuh
                  Harga yang bergerak naik akan sampai pada titik tertentu dimana harga mulai mengalami kejenuhan (overbought), di titik ini harga akan cenderung sideways dan mulai memasuki downtrend jangka pendek. Disini, aksi para greed mencapai puncaknya, harga dipaksa mencapai titik resistance tertentu bahkan lebih. Pada tahap ini beberapa buyer mulai mengurangi aksi beli, dan sebagian buyer masih ingin mempertahankan posisinya dengan harapan harga masih akan naik lebih tinggi. Pada tahap ini para buyer mulai gelisah, menjadi tidak rasional, mulai melanggar trading plan, ragu memutuskan antara hold posisi atau segera melakukan trading plan nya, profit taking.



                  4. Koreksi
                  Setelah harga mulai keluar dari sideways nya karena aksi jual beberapa pelaku pasar, para buyer menilai bahwa sudah waktunya untuk melakukan profit taking. Hal ini menyebabkan harga mulai mengalami koreksi.
                  Di sinilah, para greed mulai mengalami fear, mereka dihantui rasa takut dan penyesalan, sementara para buyer melakukan aksi jual untuk profit taking, para greed melakukan aksi yang sama untuk cut loss!!! Semakin dalam koreksi harga, akan membuat para greed semakin ketakutan dan semakin kehilangan kontrol emosi, dalam situasi panik, satu satunya aksi rasional yg bisa dilakukan adalah ‘jual di harga berapapun’ inilah yang memicu terjadinya panic selling. Harga akan semakin jatuh, menyebabkan koreksi berlangsung sangat cepat dan harga akan kembali sedikit lebih tinggi atau bahkan lebih rendah dari harga pada tahap 1 di atas.



                  Penjelasan tadi cukup memberi gambaran, bahwa faktor psikologis (emosi) sangat berpengaruh dalam pergerakan suatu harga. Bahwa siklusnya yang selalu berulang, emosi yang sama yang juga selalu berulang memberi kita ‘sesuatu’ yang bisa dimanfaatkan sebagai ‘informasi’ yang bisa dianalisa untuk memprediksi arah pergerakan harga dan mengambil keputusan (entry market).


                  Pertanyaannya, bagaimana cara kita mengidentifikasi, menganalisa dan menggunakan ‘emosi pasar’ untuk mengambil keputusan? Alat ukur apa yang digunakan? Seberapa akuratkah analisa yang dihasilkan? Dan seterusnya… ???
                  To be continued…. (bikin kopi dulu)


                  IN VAIN, 27 JULI 2019
                  HAPPY WEEKEND

                  Next :
                  MARKET CHART - PETA BUTA EMOSI PASAR, ANALISIS DAN APLIKASI
                  Dalam dunia trading tentunya bukanlah hal yang mudah untuk memberikan prediksi terhadap pergerakan pasar yang fluktuatif. Mengukur seberapa jauh market akan bergerak nantinya dan seberapa besar kemungkinan kita untuk bisa memanfaatkan setiap peluang.
                  Namun dengan bantuan indikator, seorang trader mungkin bisa lebih gamblang dalam membuat perhitungan seberapa jauh bisa menghasilkan proFit dan meminimalisir lose dari trend pasar yang terjadi.
                  Dengan menggunakan indikator trading para trader juga bisa menyesuaikan strategi trading mereka berdasarkan sinyal dari masing masing indikator yang mereka pilih.terserah mau pilih indikator apa..

                  Comment

                  Advanced mode
                  • #10 Collapse

                    Originally posted by c setiawan View Post
                    Dalam dunia trading tentunya bukanlah hal yang mudah untuk memberikan prediksi terhadap pergerakan pasar yang fluktuatif. Mengukur seberapa jauh market akan bergerak nantinya dan seberapa besar kemungkinan kita untuk bisa memanfaatkan setiap peluang.
                    Namun dengan bantuan indikator, seorang trader mungkin bisa lebih gamblang dalam membuat perhitungan seberapa jauh bisa menghasilkan proFit dan meminimalisir lose dari trend pasar yang terjadi.
                    Dengan menggunakan indikator trading para trader juga bisa menyesuaikan strategi trading mereka berdasarkan sinyal dari masing masing indikator yang mereka pilih.terserah mau pilih indikator apa..
                    Kalau hanya sekedar menganalisa pergerakan harga saya rasa mudah untuk dilakukan trader kareana pada dasarnya setiap kali mau trading dan membuka order pastinya menganalisa dan membuat skenario kemungkinan kedepanya. Namaun kalau untuk secara pasti 100% tau kemana arah harga akan bergerak dan aeberapa jauh dia akan bergerak menurutku itu mustahil untuk dilakukan. Karena yang menggerak kan market bukan hanya satu orang saja melainkan banyak orang yang berperan disana.

                    Comment

                    Advanced mode
                    • #11 Collapse

                      Originally posted by Arik Zs 9 View Post
                      Kalau hanya sekedar menganalisa pergerakan harga saya rasa mudah untuk dilakukan trader kareana pada dasarnya setiap kali mau trading dan membuka order pastinya menganalisa dan membuat skenario kemungkinan kedepanya. Namaun kalau untuk secara pasti 100% tau kemana arah harga akan bergerak dan aeberapa jauh dia akan bergerak menurutku itu mustahil untuk dilakukan. Karena yang menggerak kan market bukan hanya satu orang saja melainkan banyak orang yang berperan disana.

                      mendapatkan info dari tool trading, mengenai pergerakan market memang cukup sedikit susah. Yang sudah tentu market bergerak cukup dinamis, sehingga setidaknya trader bisa menjaga modal dan penambahan profit bertahap.
                      Selain itu, trader segera mengurangi rasa takut dan was-was, buktikan sendiri setiap open market apakah benar atao salah, dan evaluasi menjadi benar ( atao minim loss)
                      Link COPY TRADER ku: ___ http://bit.ly/3dbmngC ___.
                      .
                      Cari modal DI SINI, trading pakai COPY TRADER, biar cepet dan ngak REPOT.
                      Ini solusi #phk, #diliburkan, #pensiundini, #bisnismahasiswa, #usahaanakuliah, dan mulai s'karang!
                      .

                      Comment

                      Advanced mode
                      • #12 Collapse

                        Originally posted by mazjoyo79 View Post
                        mendapatkan info dari tool trading, mengenai pergerakan market memang cukup sedikit susah. Yang sudah tentu market bergerak cukup dinamis, sehingga setidaknya trader bisa menjaga modal dan penambahan profit bertahap.
                        Selain itu, trader segera mengurangi rasa takut dan was-was, buktikan sendiri setiap open market apakah benar atao salah, dan evaluasi menjadi benar ( atao minim loss)
                        Memahami pergerakan pasar seperti itu memang mutlak penting namun yang lebih penting adalah memahami diri kita yaitu mengatasi rasa takut atau was-was saat akan memasuki pasar karena itu point penting waktu kita mengambil kesimpulan untuk action di lapangan namun juga ada langkah lanjutan nya yaitu mengatasi keserakahan kita saat pergerakan pasar sesuai dengan yang kita asumsikan 2 poin itu tu memang menjadi landasan penting dalam kita melakukan trading

                        Comment

                        Advanced mode
                        • #13 Collapse

                          Originally posted by langitjanari View Post
                          Selamat Siang.
                          Agan mimin, momod, dan agan-agan trader semua...

                          Sambil mengisi hari libur, saya mencoba berbagi sesuatu yang saya yakin sudah banyak ditulis oleh teman-teman trader, tetapi secuil pengetahuan siapa tahu bisa bermanfaat bagi teman-teman, paling tidak bermanfaat untuk saya sendiri.


                          Pasar, pada dasarnya adalah sekumpulan orang orang (pelaku) yang saling berinteraksi untuk suatu tujuan. Untuk kepentingan ekonomis, mereka berinteraksi untuk satu tujuan, PROFIT. Dari kacamata psikologi, pelaku pasar dikategorikan kedalam kelompok expressive mobs/crowd (kerumunan/massa ekspresif), sekelompok besar orang yang berkumpul untuk satu tujuan aktif. Mereka memiliki emosi dan pemikiran yang sama. Oleh karena itu aksi dan reaksi mereka ‘cenderung sama’ dalam menghadapi sesuatu. Ini memberi dasar pemahaman untuk menganalisa apa yang terjadi di pasar dari sisi psikologis. Kenapa harga bisa susah naik, kenapa tiba-tiba turun, kenapa sideways berhari-hari.


                          Ada 2 emosi psikologis yang selalu berpengaruh di pasar, Fear (takut) dan Greed (rakus). Fear & greed adalah ‘dua sisi mata uang emosi’ dimana keduanya akan selalu berulang dan terus berulang. Oleh karena itu keduanya dapat diidentifikasi, dipelajari dan diantisipasi.


                          Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa pasar memiliki siklus berulang yang terdiri dari 4 tahap. Tahap Pendakian (climbing), tahap bullish, tahap jenuh, dan tahap koreksi.


                          1. Climbing
                          Tahap ini adalah tahap awal pergerakan pasar setelah pasar mengalami koreksi, pada tahap ini, harga akan berada pada posisi rendah. Pada tahapan ini, para smart money (sering juga disebut price maker), bisa membaca pergerakan harga lebih awal, mereka akan mengawali entry market untuk melakukan aksi beli (buy).
                          Pada tahap ini, sebagian besar pelaku pasar masih ragu untuk masuk pasar, keraguan muncul karena adanya kekhawatiran bahwa harga masih akan terkoreksi, tetapi disisi lain mereka juga khawatir jika tidak segera masuk pasar harga akan bergerak naik dan mereka kehilangan kesempatan untuk membeli pada harga yg rendah. Perasaan takut dan ragu inilah yg mempengaruhi sisi psikologis seorang investor yg pada akhirnya akan mempengaruhi sisi rasional dalam mengambil keputusan.


                          2. Bullish
                          Pada tahap ini, pasar sudah terakumulasi dan harga sudah mulai berada dalam kondisi uptrend. Baru pada tahap inilah para retailler, speculant, dan follower mulai percaya bahwa trend bullish sudah terjadi, mereka mulai ikut masuk pasar sehingga ikut mendorong harga bergerak makin tinggi.
                          Di tahapan ini para pelaku pasar mulai dihadapkan pada situasi euforia, rasa senang yang berlebihan, bahkan terlalu percaya diri yang menjadi awal untuk mendorong para pelaku pasar menjadi tamak (greed). Disinilah para ‘greed’ yang terlalu pede mulai melakukan penambahan aksi beli tanpa peduli walalupun harga sudah sangat tinggi.


                          3. Tahap Jenuh
                          Harga yang bergerak naik akan sampai pada titik tertentu dimana harga mulai mengalami kejenuhan (overbought), di titik ini harga akan cenderung sideways dan mulai memasuki downtrend jangka pendek. Disini, aksi para greed mencapai puncaknya, harga dipaksa mencapai titik resistance tertentu bahkan lebih. Pada tahap ini beberapa buyer mulai mengurangi aksi beli, dan sebagian buyer masih ingin mempertahankan posisinya dengan harapan harga masih akan naik lebih tinggi. Pada tahap ini para buyer mulai gelisah, menjadi tidak rasional, mulai melanggar trading plan, ragu memutuskan antara hold posisi atau segera melakukan trading plan nya, profit taking.



                          4. Koreksi
                          Setelah harga mulai keluar dari sideways nya karena aksi jual beberapa pelaku pasar, para buyer menilai bahwa sudah waktunya untuk melakukan profit taking. Hal ini menyebabkan harga mulai mengalami koreksi.
                          Di sinilah, para greed mulai mengalami fear, mereka dihantui rasa takut dan penyesalan, sementara para buyer melakukan aksi jual untuk profit taking, para greed melakukan aksi yang sama untuk cut loss!!! Semakin dalam koreksi harga, akan membuat para greed semakin ketakutan dan semakin kehilangan kontrol emosi, dalam situasi panik, satu satunya aksi rasional yg bisa dilakukan adalah ‘jual di harga berapapun’ inilah yang memicu terjadinya panic selling. Harga akan semakin jatuh, menyebabkan koreksi berlangsung sangat cepat dan harga akan kembali sedikit lebih tinggi atau bahkan lebih rendah dari harga pada tahap 1 di atas.



                          Penjelasan tadi cukup memberi gambaran, bahwa faktor psikologis (emosi) sangat berpengaruh dalam pergerakan suatu harga. Bahwa siklusnya yang selalu berulang, emosi yang sama yang juga selalu berulang memberi kita ‘sesuatu’ yang bisa dimanfaatkan sebagai ‘informasi’ yang bisa dianalisa untuk memprediksi arah pergerakan harga dan mengambil keputusan (entry market).


                          Pertanyaannya, bagaimana cara kita mengidentifikasi, menganalisa dan menggunakan ‘emosi pasar’ untuk mengambil keputusan? Alat ukur apa yang digunakan? Seberapa akuratkah analisa yang dihasilkan? Dan seterusnya… ???
                          To be continued…. (bikin kopi dulu)


                          IN VAIN, 27 JULI 2019
                          HAPPY WEEKEND

                          Next :
                          MARKET CHART - PETA BUTA EMOSI PASAR, ANALISIS DAN APLIKASI
                          Dalam pasar perdagangan seperti ini kitas elalu dihadapkan dengan banyak ketidakpastiaan , lalu bagaimanakah trading yang baik, trading yang baik kita harus mengenal dahulu karakter pasar itu seperti apa dan pada harga berapa pasar akan mengalami penurunan volume perdagangan, akan tetapi seorang trader belum mengetahui apakah yang sangat dominan mempengaruhi keberfhasilan kita ketika trading? faktor yang dominan adalah mengenal psikologi pasar itu sendiri dan juga psikologi seorang trader, psikologi seorang trader biasanya cenderung kepad perasaan takut ketika menghadapi market atau sifat yang ada pada trder tersebut yaitu terlalu rakus dalam perdagangan,

                          Comment

                          Advanced mode
                          • #14 Collapse

                            Kita bisa menggunakan indicator dan pengalaman untuk mengukur tingkat psychology pasar namun tentu saja perlu kerja keras dan kerja cerdas. Selama ini saya menggunakan indicator sebagai awal namun saat mengambil keputusan pengalaman yang berbicara, jika sepakat maka lakukan saja yang penting SL dan TP telah dipasang. Bukan hal mudah untuk menjalani aktifitas sebagai trader namun hargai dan hormati semua proses yang kita lakukan, jangan pernah kecil hati jika kalah namun kemenangan mari kita anggap sebagai sebuah kebetulan.

                            Comment

                            Advanced mode
                            • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
                            • #15 Collapse

                              Originally posted by nicolas1979 View Post
                              Kita bisa menggunakan indicator dan pengalaman untuk mengukur tingkat psychology pasar namun tentu saja perlu kerja keras dan kerja cerdas. Selama ini saya menggunakan indicator sebagai awal namun saat mengambil keputusan pengalaman yang berbicara, jika sepakat maka lakukan saja yang penting SL dan TP telah dipasang. Bukan hal mudah untuk menjalani aktifitas sebagai trader namun hargai dan hormati semua proses yang kita lakukan, jangan pernah kecil hati jika kalah namun kemenangan mari kita anggap sebagai sebuah kebetulan.
                              tetap aja butuh latihan dengan akun demo berbulan2, karena kalau hasil latihan nya masih banyak loss, masa mau langsung trading dengan akun real? harusnya trader kan buktikan diri dulu bisa trading baru mulai dengan akun real, masalah di forex bukan cuman masalah emosi dan keserakahan saja , banyak faktor yang harus dipelajari di sini
                              Place your siggy here

                              Comment

                              Advanced mode

                              Online

                              Working...
                              X